Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 13
Semuanya berjalan lancar hingga dia selesai dan akan kembali ke pantry kalau saja panggilan seseorang tidak menghentikannya.
Kayla berbalik, benar saja orang yang memanggilnya tidak asing dan seketika membuat jantungnya bekerja keras.
"Kak Bara.. "
Kayla menatap Pria dihadapannya penuh kerinduan. Dia Bara, Pria pertama yang membuat jantung Kayla berdebar kencang dan hatinya berbunga-bunga. Kilasan kenangan masa lalu tiba saja menghampiri benak Kayla.
Masa SMA saksi kehebatan Bara dalam menciptakan rona merah di pipi Kayla. Bara itu senang sekali menggoda dan menjahili, tapi dia jugalah alasan Kayla selalu bersemangat ke sekolah.
Hingga saatnya ungkapan cinta menamatkan semua.
"Ayu, aku cinta kamu." Ungkap Bara di saat status pelajar mereka resmi dilepaskan. Bara memang lebih suka memanggil Kayla dengan nama tengahnya, Ayu.
Saat itulah merupakan terakhir kalinya dua pasang mata yang saling menatap dengan penuh perasaan cinta.
Beda cita-cita membuat perpisahan keduanya.
"Ayu." Panggil Bara menyadarkan Kayla dari lamunannya.
Kayla menggelengkan kepalanya. Kenangan itu sudah empat tahun berlalu. Tidaklah benar jika sekarang dia masih menyimpan rasa yang sama. Terlebih lagi statusnya yang sudah jadi istri orang.
"Ayu kau menggeleng, tidak percaya kalau ini aku?" Bara bangkit berjalan mendekat dan berhenti tepat di hadapan Kayla.
"Ku akui kalau aku memang berubah banyak lebih tampan. Tapi apa kau sungguh melupakanku?"
"Tidak Kak Bara, tadi aku hanya merasa sedikit pusing dan tentu saja aku masih mengingatmu. Kau masih sama ternyata, tidak pernah berubah seperti sebelumnya. Kadar kepercayaan dirinya tidak pernah turun."
"Ya aku memang tidak berubah, Ayu, dari dulu sampai sekarang masih jadi orang yang sama. Masih orang yang cinta pada Ayu." Ungkap Bara penuh harap Kalau Ayunya juga masih sama dengan Ayunya yang dulu, cinta pada Bara.
"Tapi Ayunya Bara masih sama kan?" Tanya Bara memastikan.
Andai saja Kayla belum menikah dia akan langsung mengangguk sesuai isi hatinya yang sekarang tidak dapat pungkiri masih menyimpan nama Bara disana. Bahkan jantungnya juga tidak berbohong kalau saat ini masih berdebar untuk Bara walaupun tidak hebat dulu.
"Aduh bagaimana ini! Kayla tolong gue.. " Heboh Anggie tiba-tiba saja datang menghancurkan suasana melepas rindu antara Kayla dan Bara.
"Ehh, Bara bukan.." Anggie menyadari kehadiran Bayu dan mamastikannya seraya memijat kepalanya yang terasa pusing, dan teringat sesuatu. "Terserahlah kau Bara atau bukan tapi aku mohon kau pulang saja, karena sebentar lagi kafe ini akan di tutup berhubung badai besar akan terjadi."
Sontak saja hal itu membuat Bara kebingungan. Badai apa yang akan datang memangnya, bukannya cuaca di luar sedang cerah? Bara akan menanyakan kebingungannya tapi Anggie dan Kayla sudah meninggalkannya di susul pemberitahuan kalau kafe akan di tutup oleh salah satu staf pekerja kafe.
"Apa yang terjadi sih, Anggie? Kenapa jadi heboh begini? Kafe di tutup karena badai, badai dari mana di luar cerah?" Kayla melepaskan tangannya dari cekalan Anggie yang tadi menyeretnya keruangan khusus milik Anggie, ruangan Boss.
"Iiiihh.. Kau kok gak peka? Badainya bukan di luar Key, tapi dihatiku.. !!"
"Ok, tarik nafas dulu.. Rileks. Buang." Intruksi Kayla yang dilaksanakan oleh Anggie.
"Sekarang katakan!"
Anggie menggeleng. "Aku belum bisa cerita sekarang. Kamu aku antar pulang saja dan besok, juga besoknya kamu cuti saja. Jangan datang kerja sebelum aku beritahu kalau waktu cutimu sudah selesai. Soalnya kafenya akan aku tutup."
"Kamu bangkrut?"
"Bukan!" Geleng Anggie dengan wajah prustasi.
"Jadi apa Anggie??"
"Tamatlah riwayatku Key, Dokter itu sudah gila.. Dia akan membawaku pergi bulan madu. Huuuuaaaaa.. "
"Huhh, aku pikir apaan..." Dengus Kayla sebal merasa dipermainkan Anggie. Lantas Kayla pun mengambil tasnya dan membawa Miya yang rupanya tertidur ke dalam gendongannya.
Setelahnya Kayla pulang bersama Miya sesuai perkataan Anggie, diantarkan olehnya.
•••
TO BE CONTINUED
22-02-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.. 😆
Mohon dukungan vote-nya juga ya..