Sedang Revisi...!!
Di mana letak hancurnya sebuah rumah tangga? semua bermula dari pihak ke tiga dari masa lalu juga tanpa restu dari mertua.
Kebodohan seorang suami juga sangat berpengaruh bagi rumah tangganya. Bahkan, banyak kesalahpahaman yang terjadi hingga membuat Arumi memutuskan dengan mantap untuk menceraikan Dirga.
Setelah bercerai dari Dirga, wanita itu kembali menikah dengan mantan kakak iparnya. Kembali menikah dengan laki-laki bodoh yang membuat Arumi harus kembali bercerai untuk yang kedua kalinya.
Pada akhirnya, Arumi memilih pergi jauh membawa anaknya hasil pernikahan dengan Dirga. Memutuskan semua komunikasi dengan mantan suaminya, ayah dari anaknya.
Penasaran?? yukk baca😊😊
Jangan lupa Rate Like, Vote and Coment ya😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Bagaimana Arumi?
"Bagaimana Arumi?" tanya Hendra ketika pria itu berkunjung ke rumah mantan mennatu nya.
Arumi melirik ke arah Dina, masih lekat di ingatan ketika mantan ibu mertua nya itu tidak pernah merestui ketika diri nya menikah dengan Dirga. Bahkan Dina selalu menghina dan mempermalukan Arumi di depan orang banyak.
Hendra yang paham makna dari lirikan Arumi langsung menegaskan keinginan nya selalu lagi. "Jika istri ku macam-macam, aku sendiri yang akan turun tangan!" seloroh Hendra.
"Maafkan mamah Arumi.." lirih Dina.
"Aku dan Dirga belum genap satu tahun bercerai. Nanti apa kata orang?" ujar Arumi khawatir.
"Jangan dengarkan apa kata orang Arumi. Kita yang menjalani bukan mereka." gumam Rasya.
Di mana Dirga? kenapa dia tidak ikut? Mana mungkin Dirga ikut, hari ini adalah hari di mana kakak kandung nya sendiri melamar mantan istri nya. Apakah Rasya terlalu egois? Kenapa dia tidak memikirkan perasaan adik nya? sungguh, Rasya memilik alasan tersendiri dan alasan itu akan Rasya ungkapkan suatu hari nanti.
"Jika kau mau, kita tidak perlu melangsungkan pernikahan yang mewah. Ijab qobul saja asal sah di mata agama dan hukum." ujar Rasya meyakinkan lagi.
Sebenarnya Arumi belum yakin akan keputusan nya ini. Hanya karena wanita itu tidak ingin mengecewakan mantan kakak ipar nya yang selama ini sudah sangat baik pada nya.
"Bagaimana Arumi?" tanya Hendra sekali lagi.
"Terima saja lamaran mas Rasya, kamu dan Aidan butuh sosok laki-laki untuk melindungi kalian." bujuk Yuni.
Arumi tersenyum lalu menganggukkan kepala nya menerima lamaran sederhana dari keluarga mantan suami nya. Di lain tempat, Dirga memandang lekat figura pernikahan nya bersama Arumi. Penyesalan yang selalu menyelimuti hati nya di tambah lagi dengan kenyataan yang menyakitkan untuk Dirga ketika kakak nya akan menikah dengan wanita yang pernah singgah di hati nya.
Setelah lamaran Rasya di terima Arumi, Rasya dan ke dua orang tua nya memutuskan untuk pulang dan akan mempersiapkan pernikahan Rasya dan Arumi minggu depan.
Setelah mengantar ke dua orang tua nya pulang, Rasya pergi ke rumah adik nya. Dirga yang duduk melamun di ruang keluarga hanya bisa meratapi nasib percintaan nya sekarang.
"Maaf kakak Rasya, kau boleh marah bahkan membenci kakak." ucap Rasya.
"Kakak tidak salah, lagian aku bisa tenang karena Arumi dan Aidan ada yang menjaga." gumam Dirga seakan tidak ikhlas.
"Terimakasih Dirga."
"Kak,...." panggil Dirga.
"Ya, ada apa?" tanya singkat Rasya.
"Kau seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Jika kau ada masalah cerita lah pada ku!" ujar Dirga dengan menatap wajah kakak nya.
"Tidak ada! kakak tidak menyembunyikan apa-apa." ucap Rasya kemudian pria itu pamit pulang karena hari mulai malam.
Malam berganti pagi, Dirga sudah melajukan mobil nya menuju rumah mantan istri nya. Entah apa tujuan nya, namun pria itu ingin bertemu dengan Arumi sebelum wanita itu menikah.
Tak seperti dulu, akhir-akhir ini Arumi akan bersikap biasa saja ketika mantan suami nya main ke rumah untuk menjenguk anak nya.
"Sebentar lagi Aidan akan memiliki ayah, dan kau telah memilih orang yang tepat Arumi." seloroh Dirga sambil bermain dengan anak nya.
"Dia hanya ayah sambung untuk Aidan.Biar bagaimana pun kau tetap Ayah kandung anak ku." gumam Arumi membuat dada Dirga sesak. Ini adalah kali pertama Arumi mengatakan jika Dirga adalah ayah kandung dari anak nya.
"Terimakasih Arumi. Kau memang wanita baik." ucap Dirga memuji mantan istri nya. "Arumi, boleh aku meminta satu hal pada mu?"
"Katakanlah!"
"Sebelum kau menikah, apa boleh aku mengajak mu dan Aidan pergi jalan-jalan?" tanya Dirga penuh harap.
Sejenak Arumi terdiam, wanita itu seperti berpikir lalu menatap ke arah anak nya yang sudah berusia delapan bulan itu. "Baiklah, aku siap-siap dulu." ujar Arumi.
Dirga tersenyum, "Terimakasih Arumi." lirih nya pelan.
Setelah bersiap-siap mereka pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di kota itu. Bukan Dirga nama nya, jika pria itu tidak memanjakan anak nya. Dirga membelikan pakaian dan mainan untuk Aidan bahkan ketika Arumi menolak lelaki itu tetap saja tidak mendengarkan nya.
Jika orang lain melihat, mereka adalah keluarga kecil yang sangat bahagia. Namun berbeda dengan kenyataan yang ada bahwa Dirga dan Arumi sudah tidak terikat hubungan apa pun selain anak yang menjadi penyambung mereka.
Dirga mengajak anak nya bermain di wahana permainan, bocah lelaki itu sangat senang. Sedangkan Arumi hanya duduk diam sambil melihat anak dan mantan suami nya bermain. Mungkin ini pemandangan yang indah, sungguh Arumi hanya bisa tersenyum miris dengan kenyataan ini.
Setelah puas bermain, mereka langsung pulang. Setelah menurunkan banyak belanjaan, Dirga pamit pulang kerena matahari mulai condong ke barat.
semangat Arumi
cerai dari adik nya lalu kawin dengan Kaka nya mantan suaminya
harusnya ganti judul ' Arumi sang maniak kawin