Bastiano arkana pemuda humoris yang memiliki IQ yang sangat tinggi.
Dengan IQ yang tinggi dengan mudahnya memanipulasi dirinya yang sebetulnya adalah seorang psyco yang sangat mengerikan dan menjadi inti dari mafia TIGER WHITE yang hanya diketuai oleh sahabatnya sendiri.
Tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang cuek dan ketus dan anehnya bastian menyukainya dari pandangan pertama
Bagaimana kisah cinta mereka? akankah bastian diterima oleh sang gadis dan perjalanan cinta mereka semulus jalan tol?
Baca DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA biar nyambung ! karena ini aku ambil cerita dari episode ke 111 kisah itu. . .
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13
Hari semakin sore tapi bastian dan arlen masih duduk didepan komputer.
"ahh mataku lelah" keluh bastian, menguceknya pelan lalu kembali menatap komputer, setelah memastikan pekerjaannya selesai bastian berniat mencari tahu pria yang tadi siang menjemput grizelle.
Jarinya terus menari diatas keyboard dan setelah menemukan yang dia cari bastian segera membaca profil pria tersebut.
"Elang sanjaya" gumam Bastian
"oh jadi dia anak dari Prapto sanjaya, pemilik perusahaan Aha jaya" berfikir sejenak "bukannya dia salah satu patner bisnis nya Arsen"
"Ar" Bastian memanggil Arlen, arlen yang juga sedang didepan komputer menoleh
"iya tuan"
"kemarilah" Arlen segera menghampiri bastian.
"Cari tau ada hubungan apa pemuda ini dengan gadisku" menunjuk foto Elang yang berada di layar komputer.
"maaf tuan, gadis tuan yang mana ya?" Arlen memang belum mengetahui gadis incaran bastian tersebut.
"gadis yang mana?" memutar bola matanya malas mendengar kata ambigu tersebut "lo pikir gue macam Tama yang memiliki banyak pacar"
"bu bukan begitu maksud saya tuan, maksudnya--"
"ah sudahlah gue tau apa maksud elo" Bastian mencari profil grizelle dan menyuruh arlen membacanya.
"cari tau hubungan grizelle dengan elang, gue tunggu hasilnya besok"
"baik tuan"
Bastian berdiri hendak meninggalkan ruangan dan sebelumnya menepuk pelan bahu arlen dan keluar menuju kamarnya.
Bastian berjalan kearah kamar mandi mengisi bathub dengan air hangat, setelah penuh bastian menuangkan aromaterapi kedalam bathub dan segera berendam.
Selepas mandi dan memakai pakaian santainya bastian berjalan keluar kamar hendak pergi mengisi perutnya yang terasa lapar, berjalan santai menuju luar mansion, bastian memasuki mobil sport mewahnya dan pergi kesalah satu cafe, cafe yang direkomendasikan oleh tama, cafe tersebut baru buka dan makanannya sangat lezat.
"tempatnya lumayan juga" gumam bastian saat memasuki cafe tersebut, suasana yang dibuat senyaman mungkin dan dekorasi yang sangat cantik menambah nilai plus cafe tersebut.
Duduk disalah satu kursi, dia memilih di pinggir jendela sehingga dia bisa melihat dengan jelas suasana luar kafe tersebut, bastian memesan makanan dan minuman yang menjadi andalan dari kafe tersebut.
Bastian memainkan ponsel sembari menunggu pesanan nya datang, tapi fokusnya kemudian teralihkan saat melihat seseorang yang baru saja masuk kedalam kafe, dia segera berdiri dan dan menghampirinya
"grizz" teriak bastian, dia sangat senang bisa bertemu dengan grizelle disana.
Grizelle mengerutkan keningnya dan menatap kaget bastian "lo mau makan kan? yuk bareng" dengan seenak jidat menarik tangan grizelle dan mendudukannya di kursi.
"lo suka sekali memaksa !" memutar bola matanya jengah.
"kalau nggak dipaksa lo nggak akan mau" jawab bastian cuek.
Pelayan datang membawa pesanan bastian dan meletakan diatas meja "ada yang mau dipesan lagi tuan?" ucap pelayan sat mengetahui ada orang lain disana.
"lo mau pesen apa griz? "
"boba spesial dan chesse cake" pelayan dengan sigap mencatat pesanan dari grizelle.
Bastian masih menatap dengan intens wajah cantik grizelle "lo nggak pesen makan?"
"nggak"
"oh gue tau pasti lo kesini hanya mau numpang wifi gratis kaan?" menaik turunkan alisnya dengan senyum menggoda.
Grizelle memutar bola matanya malas "lo pikir gue nggak mampu beli kuota internet!"
"hahaha gue kan hanya asal nebak aja griz, kalau salah ya nggak usah ngegas begitu, lagi dateng bulan lo ya" ucap bastian masih dengan senyum jenakanya.
"sumpah ya setiap kali ketemu,elo selalu membuat gue naik darah!"
"tapi kalau lagi jauh lo kangen kaan dengan bastian yang super keren dan tampan ini?" mengibaskan rambutnya kebelakang dengan wajah songongnya, sumpah demi apa pun grizelle ingin sekali memukul wajah yang sangat menyebalkan itu.
" cuiih narsis "
Bastian tertawa lagi dan kemudian mulai menyuapkan makananya kedalam mulut "lo beneran nggak mau makan griz? sini gue suapin" menyodorkan sesendok penuh makanan nya.
Grizelle mendorong pelan sendok tersebut sambil memelototkan matanya.
"mata lo mau loncat tuh griz" ucao bastian sambil terkekeh
"kalau nggak mau ya sudah padahal ini sangat lezat" menyuapkan makannya lagi kedalam mulut.
Pesanan grizelle datang, grizelle segera meminum dan mulai memakan chesse cake sembari memainkan ponsel.
"grizz" panggil bastian.
"griizz" panggil bastian sedikit keras karena tadi tidak di respon oleh grizelle
"apaan sih? makan makan aja,kenapa teriak teriak begitu!"
"jangan main ponsel, lo tau bukan gue paling nggak suka diabaikan!" sedikit menaikkan intonasi bicaranya.
"oke fine, kita ngobrol" memasukkan ponsel kedalam tas.
"good" tersenyum dan mengacungkan jempolnya.
"grizz"
"hmm?" grizelle mengaduk aduk minumannya kemudian menyeruput dengan sedotan.
"lo cantik banget sumpah, jadi pengen nikahin elo tau nggak"
Uhuk uhuk buliran boba yang belum siap dia telan langsung masuk ke kerongkongan membuatnya tersedak, dia kaget mendengar ocehan dari bastian.
"hati hati bodoh banget sih !" memukul tengkuk grizelle pelan.
"ini salah elo beg*, gue kaget denger kata kata elo barusan"
"gue serius dengan kata kata gue tadi"
"nggak usah becanda deh, nggak lucu tau" grizelle membuang muka, dia bukan gadis bodoh yang tidak mengetahui jika bastian selama ini memiki perasaan padanya.
Grizelle mengalihkan pembicaraan begitu saja, dia belum mau memiliki hubungan dengan seorang pria, saat ini dia harus fokus ke kuliahnya terlebih dahulu mengingat orang tuanya yang selalu menginginkan kesempurnaan disetiap nilai yang diandapatkan.
tp ad kelanjutanny kan thoor