Menceritakan dua kisah, antara Gibran anak broken home yang bertemu dengan Caramel. Dari pertemuan yang tak terduga, membuat Gibran merubah sikapnya secara perlahan demi mempertahankan hubungannya. Disisi lain dirinya juga harus mengalami penderitaan selama berada di rumahnya.
Selamat membaca:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Bad Mood
...Selamat Membaca📖...
...🎨🎨🎨...
Keluarga Caramel sudah ngumpul di meja makan, untuk melaksanakan makan malam. Alana mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya.
"Aku nggak diambilin, bun?" tanya Caramel manja.
"Sini kakak yang ngambilin ya, mau apa kamu?" nada Satria meledek.
"Nggak-nggak, lebih baik aku ambil sendiri."
Alana tersenyum menatap sang suami.
"Jadi ke inget masa muda, ya mah."
"Iya,"
Disela-sela makan malam, terdapat banyak canda dan gurauan. Membuat makan malamnya terasa cukup lama.
Setelah selesai, Caramel membantu sang bundanya, untuk membereskan meja makan. Keluarga Caramel sudah lama tidak memperkerjakan asisten rumah tangga, karna semenjak lahir Caramel, Alana memfokuskan untuk merawat kedua anaknya.
"Yang semangat ya,"
"Diem lo, nggak usah banyak bacot. Lebih baik bantuin sini."
"Ogah, gue mau nge-game sama Ayah....Udah siap belum, yah."
"Udah, sini." jawab Rendi yang sudah stay di depan tv.
Caramel menatap sengit punggung Satria yang mulai menjauh. Kenpa punya abang kaya gitu si? ngeselinya tingkat dewa.
"Udah ah, lebih baik kamu lanjutin bantuin, bunda. Bawa ini kebelakang!" Alana memberikan tumpukan piring, kepada anak sulungnya.
Caramel menerima dan meletakkan piring-piring tersebut di wastafel. Alana menyuruh Caramel untuk sekalian menyucikan piring tersebut, sedangkan dirinya membersihkan meja makan.
Sekarang mood Caramel sedang tidak baik, dia hanya menyuci sebagian piring saja. Kemudian dia meninggalkan area dapur, membiarkan sisa piring yang masih kotor diatas wastafel.
"Sayang, mau kemana? udah selesai pekerjaannya?"
"Udah bun," jawab Caramel berbohong, dia berlari menuju ruang tengah.
Dan benar saja, ayah dan kakaknya sedang main game di ruang tengah. Kedua tangannya sudah memegang stick ps, Caramel dengan iseng mengageti mereka dari arah belakang.
"HAYOH," teriak Caramel dari belakang ayah dan kakaknya.
"Apa si lo, ngganggu aja."
"Udah selesai bantuin bunda?"
"Belum," Caramel duduk diantar ayah dan kakaknya. "Males ah."
"Eh, nggak boleh gitu dong. Kasian bunda lo," ucap Rendi
"Yah, ayah sendiri ngapain malah main game? bantuin sana istrinya!"
"CARAMEL, KOK BELUM DISELESAIN?!" teriak Alana dari dapur.
Caramel diam, tidak menghiraukan panggilan bundanya. Dia berpura-pura tidak mendengar saja, seperti biasanya jika dirinya sedang tidak mood dan sedang berada di kamar. Dia berpura pura tidur atau sedang mengerjakan tugas sekolah, agar dirinya selamat dari perintah nyonya besar.
"MALES KATANYA BUN." teriak Satria
"Ih apaan si bang, nggak usah di telinga juga kali teriaknya?!" Satria sengaja teriak di telinga adiknya, biasalah adik kakak.
"Udah, biar papa aja yang bantu bunda. Sebagai contoh lelaki sejati." Rendi berdiri, kemudian pergi ke belakang.
Rendi menghentikan langkahnya, saat melihat istrinya berjalan menghampirinya.
"Laki-laki sejati dari mana, seharusnya ayah bantuin bunda dari tadi bukannya malah main game."
Hahaha.
Caramel dan Satria tertawa bersama, melihat kedua orang tuanya.
"Kenapa kalian ketawa?" tanya Alana, dia sudah duduk di sofa bersebelahan dengan suaminya.
"Nggak pa-pa kok. Ya kan kak."
"Nggak,"
"Ih, lu ma. Ngeselin banget." Caramel berdiri
"Mau kemana sayang,"
"Ke kamar yah, males disini ada tu orang." Caramel menunjuk Satria dengan dagunya, kemudian pergi keatas.
"Ngambek dia, yah."
"Kamu juga Satria, nggak usah ngusilin adek kamu terus."
"Iya bun,"
Caramel mendengar samar-samar omelan bundanya terhadap Satria, dia tertawa sendiri.
"OMELIN TERUS BUN,"
"DIEM LO!" Caramel tak mendengarkan jawaban Satria, dia masuk ke kamarnya.
Dia membuka aplikasi WhatsApp ada beberapa chat dari grub dan teman-temannya. Namun malam ini Caramel benar-benar nggak Mood sama sekali, Ia membuat begitu saja handphonenya diatas kasur. Gadis itu mengambil novel di atas nakas, dia hanya membolak-baliklembaran novel.
"Ah, males banget si gue." Caramel mengacak rambutnya frustasi. Dia kembali mengambil handphonenya, melihat 100 pesan lebih grub "baby grils" grub bersama ketiga sahabatnya.
Caramel membuka room chat grub, dia men-scroll chat tersebut.
Putri
Caramel mana si, gue kan belum dapet jawaban soal masalah tadi.
20:45
Naura
Kepo banget si lo, kek dora:(
20:45
Putri
BdoAmt:/
Jihan juga kemana tu, ngilang?
20:46
Jihan
Apa lo, kangan sama gue?
20:46
Ah, ternyata masih banyak chat dari grub ini. Caramel langsung men-scroll sampai bagian terakhir.
^^^Caramel^^^
^^^Bahas apa si kalian?^^^
^^^Gue ketinggalan jauh ya:(^^^
^^^20:55^^^
Naura
Banget, dari mana aja lo?
20:56
Putri
Gue dari kamar mandi kok, kan tadi gue udah bilang.
20:56
Naura
Ih gue nanya sama Caramel, begok. Kenapa lo yang jawab.
20:56
Ternyata isinya cuma basa-basi aja, Caramel menutup room chat nya dan melempar handphonenya ke atas kasur lagi. Dia berusaha untuk tidur, namun tidak bisa.
Tiba-tiba Caramel teringat tentang Gibran, gara-gara dirinya Gibran sampai dihukum.
"Gue juga belum bilang makasih sama dia, karna udah nolongin gue." gumannya lirih
Dia kembali mengambil handphonenya diatas nakas, melihat jam sudah pukul setengah sepuluh malam.
"Gue minta nomer Gibran aja kali ya, sama Naura. Pasti dia punya."
Caramel mengetik pesan kepada Naura, kebetulan dia masih onlain.
Tak lama handphonenya berbunyi, satu pesan dari Naura.
Naura
Ada apa, Mel?
21:37
"Gue bilangnya gimana ya?"
Na, gue minta nomernya Gibran dong.
Na, lo punya nomernya Gibran nggak.
"Tapi kalo Naura, malah balik nanya buat apa, gue harus bilang apa dong."
Caramel mengetik terus menghapus pesan lagi, begitu terus. Sampai Naura mengirim satu pesan lagi.
Naura
Lo nulis apa si? lama banget.
21:40
Caramel lagi-lagi mikir, jika nanti dia dapet nomernya Gibran terus dia nge-chat Gibran, terus cowok itu ke-PD an. Gimana, apalagi setelah beberapa kali dia nolongin Caramel.
Ah, Caramel sudah berfikir sejauh ini, belum tentu juga nanti chat-nya dibalas oleh Gibran. Karna selama ini banyak sekali cewek yang memberi pesan kepada Gibran, namun tidak ada satu pun yang dibalas. Kecuali yang dia anggap penting.
^^^Caramel^^^
^^^Nggak jadi. Hehe:)^^^
^^^21:42^^^
...🎨🎨🎨...
Gibran sedang memainkan gitarnya sembari duduk di jendela, menatap pemandangan dari atas. Dia memetik senar gitar, sembarangan.
"Ah, bangsat. Kenapa wajah cewek itu selalu muncul si?!"
"Tapi kalo diliat-liat dia cantik juga." Gibran tersenyum saat membayangkan wajah gadis yang sudah Ia tolong di gudang.
Brak!
Seseorang membuka pintu kamar Gibran, dengan kakinya.
Gibran turun dan meletakkan gitarnya diatas kasur.
Bersambung....
salam my Kids My Hero
kisah Aluna
Aq msh setia..
aq msh setia lh nungguin....
semangat terus berkarya ya thor.. ceritamu bagus.. aku suka 👍👍