NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEJATUHAN SILVERSNOW DAN EKSEKUSI DI ATAS ALTAR ES

Hawa dingin yang memancar dari tubuh Elena menindas seluruh Ibukota Kerajaan Silversnow hingga ke titik bawah. Rakyat jelata mengunci diri di dalam rumah, memeluk anak-anak mereka sambil berdoa kepada dewa-dewa yang tidak akan pernah mendengar mereka.

Di atas dinding benteng setinggi dua puluh meter, dua ribu prajurit pertahanan terakhir berdiri dengan lutut lemas. Zirah besi mereka mulai diselimuti lapisan es tipis akibat Absolute Zero Aura yang dipancarkan Elena dari jarak jauh.

"Aktifkan Formasi Sihir Leluhur! Sekarang!" teriah Pangeran Julian. Suaranya melengking tinggi, pecah oleh kepanikan yang mendalam.

Empat menara sihir di sudut-sudut ibukota mulai bersinar terang. Garis-garis mana berwarna biru tua merambat di sepanjang dinding batu, membentuk sebuah kubah pelindung berbentuk perisai raksasa yang disebut Perisai Abadi Silversnow.

Ini adalah formasi tingkat 7 yang didirikan oleh pendiri kerajaan, diklaim mampu menahan kepungan tentara asing selama berbulan-bulan.

"Elena!" Raja Alistair berteriak dari atas dinding benteng, mencoba mengumpulkan sisa-sisa wibawanya sebagai penguasa. "Kau adalah darah dagingku! Kau membawa nama Silversnow!

Apakah kau begitu tega menghancurkan negaramu sendiri demi dendam pribadi?!"

Elena, yang melayang anggun di udara bersama Frost yang mengepakkan sayap raksasanya di sampingnya, menatap sang raja dengan tatapan kosong. "Darah daging? Negara?" Elena tertawa kecil, suara tawa yang terdengar sangat renyah namun membuat bulu kuduk semua orang berdiri. "Saat Julian dan Alicia meracuniku, kau tahu itu, Alistair.

Tapi kau memilih menutup mata karena menganggapku sampah yang tidak berguna bagi aliansi politikmu. Hari ini, negara ini bukan negaraku lagi. Ini hanya tanah penjahat yang perlu disucikan."

Elena mengangkat tangan kanannya ke langit, menjentikkan jarinya dengan santai. "Sistem, aktifkan tembakan koordinat dari istana."

[Sistem: Mengunci Koordinat Formasi Sihir Ibukota.]

[Menara Meriam Es Penghancur Jiwa Fase 3: Bersiap Menembak.]

[Menghitung Mundur: 3... 2... 1... Tembak.]

Dari arah Frozen Abyss yang berjarak puluhan mil, empat berkas cahaya laser berwarna es biru pekat melesat membelah langit malam. Laser-laser itu menghantam tepat pada empat menara sihir ibukota dengan akurasi yang absolut.

BLAAARRRRRR!

Ledakan dahsyat mengguncang bumi. Menara-menara sihir setinggi puluhan meter itu runtuh seketika, hancur menjadi serpihan batu yang membeku. Bersamaan dengan runtuhnya menara, Perisai Abadi Silversnow yang dibanggakan Julian retak seperti kaca rapuh sebelum akhirnya lenyap menjadi debu cahaya yang tak berdaya.

"T-Tidak... Formasi leluhur kita... hancur dalam satu serangan?" Julian menjatuhkan pedangnya, wajahnya dipenuhi keputusasaan total.

"Pasukan es, ratakan dinding ini," perintah Elena datar.

Dua Golem Es Kuno berlian hitam bergerak maju dengan gemuruh langkah yang menggetarkan fondasi kota. Di belakang mereka, dua puluh Ice Vanguard Knight menyerbu dengan kapak raksasa terangkat. Hanya dalam satu kali hantaman dari lengan raksasa golem es, gerbang besi ibukota yang tebal hancur berkeping-keping.

Para prajurit di atas dinding benteng langsung berhamburan melarikan diri, mengabaikan perintah Julian. Mereka tahu, melawan pasukan ini sama saja dengan bunuh diri.

Elena melayang turun perlahan, melewati kekacauan pertempuran, dan mendarat tepat di halaman luar istana yang luas. Di sana, Raja Alistair, Julian, dan Alicia telah dikepung oleh tiga puluh Frost Specter yang melayang di udara dengan mata merah menyala.

"Elena... Kak Elena..." Alicia merangkak maju, air mata mengalir deras di pipinya yang pucat. Dia mencoba memasang wajah memelas yang biasa dia gunakan untuk memanipulasi orang lain.

"Maafkan aku... Aku dipaksa oleh Julian! Dia yang merencanakan semuanya! Dia mengancam akan membunuh ibuku jika aku tidak membantunya meracunimu! Tolong kasihanilah adikmu ini..."

"Alicia! Kau pelacur berlidah ular! Kau yang merayuku untuk menyingkirkannya agar kau bisa menjadi putri mahkota!" raung Julian, matanya merah penuh kegilaan saat menyadari wanita yang dicintainya mengkhianatinya dalam sekejap.

Elena menyaksikan pertunjukan saling tuduh itu dengan tatapan penuh penghinaan. "Frost, lihat mereka. Manusia-manusia ini sangat menjijikkan saat maut berada di depan mata."

"Sembelih saja mereka, Elena. Darah mereka bahkan terlalu kotor untuk menodai es milikmu," geram Frost, menurunkan kepalanya yang besar di dekat Elena, memancarkan uap napas yang membekukan lantai marmer halaman istana.

"Jangan terburu-buru, Frost. Aku ingin mereka merasakan apa yang kurasakan di kehidupan pertamaku," kata Elena dingin. Dia melangkah mendekati Julian yang kini terduduk lemas.

[Sistem: Mengaktifkan Kemampuan Fisik Es Dewa 60% Absolute Freeze.]

Elena mengulurkan tangannya, menyentuh dahi Julian. Seketika, es biru gelap merambat dari jari Elena, membekukan seluruh tubuh Julian mulai dari kepala hingga kaki. Namun, Elena dengan sengaja menyisakan mata dan kesadaran Julian agar tetap hidup di dalam es tersebut.

Julian tidak bisa bergerak, tidak bisa berteriak, hanya matanya yang bergerak-gerak liar dipenuhi rasa sakit yang luar biasa karena organ dalamnya membeku perlahan.

"Ini untuk pengkhianatanmu sebagai tunangan," bisik Elena di telinga patung es Julian.

"K-Kau... Monster!" Raja Alistair menghunus pedang pendeknya dan mencoba menusuk Elena dari belakang dengan sisa kekuatannya.

Tanpa menoleh, Elena mengibaskan jubah gaun putihnya. Gelombang angin es tajam menebas kedua kaki Raja Alistair hingga putus, membuatnya terjatuh ke atas genangan darahnya sendiri yang langsung membeku.

"Alistair, kau akan tetap hidup untuk melihat bagaimana kerajaanmu berakhir hari ini," ucap Elena tanpa belas kasihan.

Terakhir, Elena menatap Alicia yang kini gemetar hebat di sudut dinding, saking takutnya dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara lagi.

"Alicia, adik tiriku yang manis," Elena tersenyum, namun senyuman itu adalah hal paling mengerikan yang pernah Alicia lihat. "Kau sangat menyukai posisimu sebagai putri jenius kerajaan, bukan? Mari kita lihat bagaimana kau mempertahankan kejeniusanmu saat otakmu membeku."

Elena mengangkat jarinya. Sepuluh Frost Specter langsung melayang mendekati Alicia, menembus tubuhnya berulang kali tanpa meninggalkan luka fisik, namun secara bertahap menyedot dan membekukan seluruh jalur mana dan kesadaran di dalam otak Alicia. Alicia jatuh terlentang, matanya kosong dan berair, tereduksi menjadi seseorang yang tidak memiliki pikiran lagi seorang idiot yang hidup dalam kegelapan es abadi.

[Sistem: Dendam Protagonis Terpenuhi 100%.]

[Misi Utama: Hancurkan Pengkhianat dan Kuasai Kerajaan Silversnow Selesai.]

[Poin Sistem yang diperoleh: 100.000 Poin.]

[Poin Sistem Saat Ini: 103.500 Poin.]

[Selamat! Toko Sistem Fase Akhir Telah Dibuka. Anda sekarang dapat meningkatkan Istana Es Dewa menjadi Kekaisaran Es Dewa.]

Elena mendongak menatap langit ibukota yang kini sepenuhnya diselimuti oleh salju abadi. Bendera Kerajaan Silversnow yang robek terjatuh dari tiangnya, digantikan oleh kepingan es raksasa yang melayang di atas istana sebagai simbol penguasa baru.

"Hari ini, Kerajaan Silversnow telah mati," suara Elena menggema ke seluruh kota, mendeklarasikan era baru. "Dan dari abunya, Kekaisaran Es Dewa akan bangkit."

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!