NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

...Malam di lorong rumah sakit terasa semakin mencekam setelah insiden henti jantung yang nyaris merenggut nyawa Stella. ...

...Axel berdiri di sudut koridor, menatap tangannya yang masih bergetar. ...

...Ia menoleh ke arah ruang ICU, lalu ke arah Mamanya yang terkulai lemah. ...

...Keyakinannya goyah. Ia tidak bisa lagi memendam rahasia ini sendirian....

...Meski dilarang, Axel akhirnya menghubungi Papa mereka. ...

...Dengan suara tercekat, ia menceritakan setiap detail pengkhianatan Abbas hingga kondisi kritis yang dialami kakak perempuan mereka. ...

...Tidak ada lagi rahasia; semuanya tumpah malam itu juga....

...Hanya berselang belasan jam kemudian, deru mesin yang kuat membelah langit malam. ...

...Papa Stella pulang dengan jet pribadi dalam keadaan murka. ...

...Begitu menginjakkan kaki di bandara, ia tidak menuju rumah, melainkan langsung menuju rumah sakit dengan pengawalan ketat. ...

...Langkah kakinya yang berat dan berwibawa menggema di lorong ICU, membuat setiap orang yang berpapasan dengannya menepi karena aura kemarahan yang begitu pekat....

...Namun, begitu pintu ruang ICU terbuka, tembok pertahanan pria perkasa itu runtuh seketika. ...

...Papa menangis melihat keadaan putrinya yang dulu sering ia gendong. ...

...Sosok putri kecil yang dulu selalu bermanja di pundaknya, kini terbaring kaku dengan selang ventilator yang membantu napasnya. ...

...Tangan Papa yang mulai keriput menyentuh jemari Stella yang dingin dengan sangat hati-hati, seolah takut putrinya akan hancur jika disentuh terlalu keras....

..."Maafkan Papa, Sayang. Papa gagal menjagamu dari serigala itu," bisiknya parau di tengah isak tangis yang tertahan....

...Mama mencoba mendekat, namun Papa segera berdiri dan mengusap air matanya. ...

...Wajahnya kembali mengeras, menyimpan badai yang siap menghancurkan siapa saja yang menyentuh harta berharganya....

..."Aku akan membiarkan bajingan itu menghirup udara bebas untuk beberapa saat lagi," ucap Papa dengan suara rendah yang mengancam. ...

..."Papa akan menunggu Stella sadar," lanjutnya, menatap lurus ke arah Axel dan Alexander. ...

..."Aku tidak ingin menghancurkannya saat Stella belum bisa melihat bagaimana keadilan ditegakkan. Papa tidak mau gegabah, tapi ketika saatnya tiba, aku pastikan Abbas tidak akan punya tempat untuk bersembunyi di dunia ini."...

...Si kembar mengangguk paham. Mereka tahu, jika sang singa sudah bangun dari tidurnya dan memilih untuk bersabar, itu artinya kehancuran yang dipersiapkan untuk musuhnya akan jauh lebih mengerikan dari sekadar kematian. ...

...Kini, seluruh keluarga besar itu hanya memiliki satu fokus: menunggu sang putri membuka matanya....

...Matahari pagi mulai merambat naik, menyinari jendela besar sebuah apartemen mewah yang menjadi saksi bisu rencana-rencana licik. ...

...Di ruang tengah yang berantakan dengan beberapa botol alkohol kosong, suasana terasa sangat tegang....

...Sementara itu, di apartemen di mana Annisa baru saja sampai setelah mendapatkan telepon dari Abbas, ia melempar tas mahalnya ke atas sofa dengan kasar. ...

...Wajahnya yang biasanya dipoles cantik kini tampak tegang dan penuh kecemasan. ...

...Ia langsung menghampiri Abbas yang duduk dengan rambut acak-acakan di meja bar....

..."Bagaimana dia bisa tahu?" tanya Annisa dengan suara melengking, menuntut penjelasan. ...

..."Bukankah selama ini rencanamu sangat rapi? Pelayan itu bilang Stella selalu meminum obatnya dan dia tetap menjadi istri penurut yang bodoh!"...

...Abbas hanya mendengus, menegak sisa wine yang sudah terasa hambar di lidahnya. ...

..."Dia menemukan slip hotel dan buku nikah kita di dalam tas kerjaku. Dia berubah menjadi iblis semalam, Annisa. Dia bahkan berani menjambak pelayan itu di depanku!"...

...Annisa mondar-mandir di ruangan itu, jemarinya menggigit kuku dengan gelisah. ...

...Pikirannya berputar mencari jalan keluar. Keadaan ini jauh dari bayangannya tentang hidup mewah tanpa gangguan istri sah....

..."Lalu bagaimana selanjutnya? Mas menceraikan Stella?" tanya Annisa lagi, menatap Abbas dengan tajam. ...

..."Kalau kalian bercerai sekarang, apakah Mas mendapatkan harta gono-gini? Kamu bilang semua aset rumah itu bisa kita kuasai jika dia dianggap tidak cakap secara mental."...

...Abbas membanting botol wine ke meja, membuat Annisa tersentak....

..."Menceraikannya? Dia yang mengusirku! Dia bilang tidak akan memberiku apa pun!" Abbas tertawa sinis, tawa yang penuh dengan keputusasaan. ...

..."Tapi aku sudah bilang padanya, aku tidak mau bercerai. Jika kami tidak bercerai, aku masih punya hak atas namanya. Aku hanya perlu menunggunya sedikit lebih lama, sampai dia benar-benar 'sakit' atau menghilang."...

...Annisa mendekat, mengelus bahu Abbas dengan gerakan manipulatif. ...

..."Benar, Mas. Jangan lepaskan dia begitu saja. Kita sudah melangkah sejauh ini. Jika Stella tidak mau berbagi hartanya secara baik-baik, maka kita harus memastikan dia tidak punya pilihan lain."...

...Mereka berdua terdiam, terjebak dalam keserakahan yang membutakan. ...

...Suasana di ruang ICU yang semula tegang kini berubah menjadi penuh haru. ...

...Aroma obat-obatan yang tajam seolah memudar, kalah oleh hangatnya kasih sayang keluarga yang kembali menyatu di titik terendah kehidupan Stella....

...Setelah melewati masa kritis pasca henti jantung, kelopak mata Stella perlahan mulai bergerak. ...

...Cahaya lampu ruang perawatan yang redup perlahan menembus pandangannya yang masih buram. ...

...Orang pertama yang ia lihat adalah sosok sang Papa yang setia berjaga di samping ranjangnya. ...

...Wajah tegasnya yang biasanya dingin dan berwibawa itu kini tampak sangat lelah dan sembab....

...Tanpa kata-kata, Stella yang masih lemah dan menggunakan alat bantu pernapasan langsung meneteskan air mata. ...

...Kristal bening itu mengalir melewati pelipisnya, membawa beban luka yang tak terlukiskan. ...

...Saat alat bantu napas dilepaskan oleh tim medis dengan hati-hati, kekuatan terakhir Stella terkumpul. ...

...Stella langsung mendekap erat Papanya, menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang ayah, seolah mencari perlindungan dari badai yang baru saja menghancurkan hidupnya....

...Tangis Papa pecah di pundak putrinya. Ia mencium puncak kepala Stella berkali-kali, mendekapnya seolah takut kehilangan lagi. ...

...Ia berjanji di telinga putrinya bahwa tidak akan ada lagi yang berani menyentuhnya. ...

..."Papa di sini, Sayang. Tidak akan ada yang menyakitimu lagi. Papa bersumpah," bisiknya dengan suara serak namun penuh tekad....

...Di tengah suasana haru keluarga, Askhan masuk untuk mengecek kondisi medis Stella. ...

...Ia menghentikan langkah sejenak, memberikan ruang bagi ayah dan anak itu sebelum akhirnya mendekat. ...

...Melihat Stella sudah sadar namun masih tampak sangat rapuh dan trauma, Askhan memberikan dukungan penuh kepada Stella....

...Ia memeriksa monitor jantung dengan senyum lega yang tulus. ...

...Kemudian, ia menggenggam tangan Stella, bukan hanya sebagai dokter, tetapi sebagai sahabat yang tak pernah meninggalkan sisinya sejak detik pertama badai ini menghantam....

...Askhan menatap mata Stella dengan dalam, memberikan kekuatan lewat kata-katanya. ...

...Sorot matanya menunjukkan kepercayaan yang tak tergoyahkan....

..."Kamu harus sembuh, Stella," ucap Askhan dengan nada tegas namun lembut. ...

..."Dunia menantimu kembali, dan ada banyak hal yang harus kamu selesaikan. Jangan biarkan mereka merenggut semangatmu."...

...Perkataan Askhan seolah menjadi oksigen baru bagi jiwa Stella. ...

...Genggaman tangan sahabatnya itu memberikan kehangatan yang selama ini ia lupakan. Mendengar dukungan itu, semangat hidup Stella yang sempat padam kembali berkobar. ...

...Matanya yang semula redup kini mulai memancarkan api perlawanan. ...

...Stella tahu, ia tidak lagi sendirian. Ia punya Papa yang menjadi tamengnya, adik-adik yang menjadi pedangnya, dan Askhan yang menjadi pelitanya....

...Perjalanan balas dendam ini baru saja dimulai, dan kali ini, Stella tidak akan membiarkan dirinya jatuh lagi....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!