Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.
Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.
Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.
Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Istri Pengganti CEO Perusahaan
Dengan keberanian yang memuncak dia mengarang suatu alur cerita “ Dengarkan semuanya, mohon jangan anarkis, karena barusan saya mendapatkan telepon dari sang CEO bahwa dia sedang dalam keadaan sakit parah, maka belum ada kesempatan untuk mengumumkan secara resmi! Bahwa yang menjadi penggantinya di perusahaan adalah sang Istri, jadi mohon beri waktu selam 3 hari kedepan”.
Semua orang menjadi terdiam ketika Berys mengatakan hal itu, mereka semua berpikir mungkinkah hal itu benar benar terjadi, kalau sampai hal itu benar benar terjadi, ketika sang direktur baru tau kalau mereka melakukan anarkis, maka tamat jugalah riwayat saham mereka di perusahaan ini.
“baiklah! Kami akan menunggu 3 hari lagi, kalau tidak ada jawaban dalam jangka waktu 3 hari, maka kami akan menarik saham secara masal” ucap salah satu pemegang saham yang bernama Desta Laia.
Mendengar Desta Laia mengatakan hal itu, terpaksa pemegang saham yang lain ikut ikutan dengan sarannya.
Sedangkan berys menghela napas dalam dalam, dia baru bisa bernapas legah ketika para pemegang saham itu menyetujui pendaptanya.
Tidak menunggu waktu lama semua para pemegang saham sudah keluar dari ruang meeting, tinggal Berys bersama dengan asistennya yang masih tinggal ditempat itu.
“hadeeh, Tinggal menyelesaikan kekacauan ini, yang musti saya selesaikan sekarang” ucapnya dengan tatapan menerawang keatas langit. Tanpa menunggu lama Berys langsung OTW kerumah sakit tempat Rido sedang dirawat.
Kembali di Mansion utama keluarga Prasetio.
“bagaimana situasi tuan muda saat ini” Tanya bu Farel kepada embun ketika dia melihat embun yang baru saja telah selesai mandi dan berganti pakaian.
“Hufft” embun menghela napasnya dalam, kemudian dia langsung meraih gelas dan mengisi air putih dan langsung meneguknya dengan pelan.
“Kondisi Tuan Muda saat ini, sepertinya sangat dramatis, telah terjatuh malah terimpa tangga pulak! Heh.. awakpun menjadi kasihan sama tuan muda ini” jawab embun dengan masih memegang gelasnya, kemudian kembali mengisi air putih dan meneguknya.
Semua pelayan hanya bisa mengernyit, ketika mereka mendengar cerita dramatis dari sang gadis mungil dihadapan mereka itu.
“nak embun! Bibi kurang ngerti deh, apanya yang dramatis? Terus tertimpa tangga pulak, tolonglah jelaskan lebih detil, sudah taulah bibi ini sudah menjelang umur 40, jadi bibi kurang paham dengan kata kata yang berteka teki” sahut bu triska kepada embun.
“heemm,, aahh” suara decak mulut embun ketika sudah selesai meneguk minumannya dari dalam gelasnya “Tuan Muda sekarang sedang koma, jadi kita berdoa saja semoga dia cepat sadar dan sembuh, karena kepala tuan muda mengalami luka yang cukup dalam” jelasnya dengan sangat perlahan yang membuat semua orang memasangkan pendengarannya dengan sangat teliti.
“Terus! Bagaimana lagi” sambut bu Farel dengan masih dipenuhi dengan rasa penasarannya.
“Jadi Tuan muda sekarang sedang dalam keadaan kritis, dimana kakinya masih belum sembuh dengan total, eh malah sudah di tambah lagi dengan luka dikepalanya, kan semakin berabeh bi” ucap embun dengan mengangkat kedua bahunya.
“Terus apa yang dilakukan oleh Nyonya besar dan Tuan Besar” Tanya bu triska lagi dengan penasaran.
“Yaah,, mereka hanya duduk menemani tuan muda, emang apalagi yang bisa mereka lakukan?” jawab embun dengan entengnya.
“Sudah sudah! Lebih baik sekarang kita kerjakan tugas masing masing, dan kita berdoa semoga tuan muda diberikan kemudahan oleh sang maha kuasa” tegur bu wina dengan pelan, yang membuat semua orang yang berada di tempat itu menganggukkan kepala.
Berys berjalan dengan sangat tergesa gesa menuju ruangan rawat inap Rido, dia melihat Giancarlo sedang duduk didepan pintu ruangan itu.
“maaf tuan besar, ada yang ingin mau saya sampaikan kepada anda, tapi bukan disini” ucap berys dengan sopan, sementara Gian hanya bisa menganggukkan kepalanya, kemudian dia langsung berdiri dari tempat duduknya masuk kedalam ruangan rawat inap Rido.
Setelah Giancarlo duduk dengan tenang, barulah Berys menceritakan seluruh alur kejadian yang terjadi di kantor pada hari ini, yang membuat Giancarlo mengepalkan tinjunya dengan sangat keras, matanya menyalang dengan sangat tajam.
“Ternyata sudah mulai ada yang mengincar perusahaan!” ucap Giancarlo dengan lirih.
Tiaras langsung memegangi tangannya kemudian dia berkata “tahan dulu emosinya, jangan sampai ayah sakit karena hal ini, mari kita pikirkan caranya untuk bisa melewati masalah ini”.
“heemm” dengus Giancarlo dengan sangat dalam, kemudian dia berkata “terpaksa kita harus menikahkan Rido secepatnya, tapi harus dengan wanita baik baik yang sudah kita kenal kepribadiannya”.
“Pernikahan kontrak maksudnya Tuan?” ucap Berys dengan matanya membelalak mendengar penuturan sang tuan besar. Giancarlo hanya bisa mengangguk dengan pelan sambil menegakan tubuhnya dengan tenang, dia memandangi pemandangan diluar jendela.
Tiba tiba Giancarlo teringat dengan gadis yang telah menyelematkan Rido tadi siang “bukankah dia bisa dijadikan sebagai istri kontrak Rido, apalagi dia termasuk gadis yang baik dan pasti mengikuti tentang aturan di dalam kontrak” ujar Giancarlo dengan pelan, sambil dia bermonolog pada dirinya sendiri.
Tiaras hanya bisa heran ketika dia melihat sang suami tersenyum sendiri, kemudian dia memanggil sang suami “Ayah kenapa senyum senyam sendiri, bagaikan sedang jatuh cinta, atau benar ayah sedang jatuh cinta ya? Siapa dia! Mana gadis itu? Dari mana asalnya?” teriak Tiaras sambil dia berdiri dari tempat duduknya.
Giancarlo memicingkan bibirnya ketika dia mendengar perkataan dari sang istri, kemudian dia berkata “sudah jangan kau banyak cerita belaka, ayah sedang berpikir untuk membuat pernikahan kontrak antara gadis itu dengan Rido”.
“Siapa gadis yang ayah maksud? Gadis siapa?” heran Tiaras.
“itu gadis kecil yang telah membantu Rido tadi siang, siapa namanya?” jawab gian.
“namanya Nak Embun” seru Tiaras dengan cepat.
“nah! Itu, itu dia, bagaimana menurutmu? Bisa gak?” Tanya Giancarlo kepada sang istri.
Tiaras menghela napasnya dalam, kemudian dia memandagi sang suami dengan tatapan senyuman terukir dari sudut bibirnya “Ngapain Nikah Kontrak, langsung nikahkan secara langsung saja, anak itu juga termasuk anak baik kok, jadi gak usah dibuat main main, disungguhin saja” sarankan Tiaras kepada sang suami.
“Gak bisa bund! Kita masih belum bisa melihat sifat asli anak itu, siapa tau kalau dia sudah mendapatkan jabatan yang bagus dia langsung berubah, kan bisa bisa kacau nantinya” jawab Giancarlo dengan hati hati dan juga teliti.
Tiaras menganggukkan kepalanya pertanda dia juga setuju dengan pendapat sang suami, dia juga berpikir hal demikian bagaimana kalau embun ditengah jalan, dia sudah berubah pikiran dan menjadi wanita yang jahat.
“Bunda hanya bisa ngikuti aturan ayah saja” ucap Tiaras terlihat menyetujui pendapat sang suami.
“Sekarang bunda pergi ke mansion untuk bujuk embun, bunda harus merayunya dengan segala cara, supaya dia bisa nikah sama Rido, dengan syarat dia harus menandatangi perjanjian kontrak nikah” saran Giancarlo kepada sang istri.
Tiaras langsung bergerak OTW menuju rumahnya, dia sangat berharap kali ini embun memberikan bantuan yang kedua kalinya, yang bisa membuat perusahaan menjadi terkendali sehingga tidak ada orang orang jahat yang akan mengincar kedudukan CEO, dan berharap gadis itu tidak berubah menjadi wanita yang gila dengan harta.
Sementara di Vilanya Satrio bersama dengan chika.
“Saya sudah sangat percaya pada anda pak Rusli! Tapi hanya dengan mengurusi hal sekecil itu bapak tidak mampu” hardik Satrio kepada Rusli Tel, dimana Rusli Tel merupakan salah satu pemegang saham di perusahaan Talzus Group, dan dia yang mendobrak meja di rapat pemegang saham tadi siang.
“maaf tuan satrio! Kami semua pemegang saham tidak bisa berkutik, karena berdasarkan pernyataan berys sekretaris utama Rido, bahwa yang menjadi pengganti Rido sebagai CEO adalah, digantikan nanti istrinya” ucap Rusli Tel dengan tanpa ragu.
Sontak saja Satrio sangat terkejut dengan pernyataan itu, tidak terkecuali dengan nona chika, jantungnya hampir copot dari tempatnya ketika dia mendengar perkataan dari Rusli Tel.
Chika menggelengkan kepalanya, dia seakan sedang di prank oleh para creator selebgram, matanya menjadi memerah mendengarkan hal tersebut.