NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.Ia adalah CEO muda dari perusahaan besar, namun di balik itu semua, Saga juga dikenal sebagai sosok mafia yang kejam, dingin, dan tak tersentuh. Namanya bukan hanya dihormati—tapi ditakuti.

Vero Vortelov sosok pria dingin berusia 28 tahun, Varo dikenal sebagai mafia berpengaruh di kota Los Angeles , bagian Amerika.Namun di balik semua itu, Varo memiliki satu sisi yang jarang terlihat—loyalitas terhadap keluarganya, terutama adiknya, Selena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

Malam di kota Saga terasa panjang Terlalu panjang.

Ruang kerja dipenuhi layar.

Peta Laporan. Nama-nama. Namun satu hal tetap sama tidak ada hasil. Saga berdiri di depan meja.

Diam. Namun auranya menekan. Semua orang di ruangan itu menahan napas.

“Belum?” Suaranya rendah.

Ben menunduk. “Kami sudah cek semua jalur keluar kota. Tidak ada jejak jelas, Tuan.”

Sunyi.

Saga menatap peta Lama. Matanya menyipit.

“Dia tidak akan jauh.” Bisiknya. Lebih ke dirinya sendiri.

“Tuan… ada kemungkinan dia dibawa keluar kota dengan jalur privat.”

DEG.

Tatapan Saga langsung berubah. Lebih tajam.

“Siapkan koneksi.” Perintahnya cepat.

“Cari semua pergerakan… yang tidak tercatat.”

“Baik, Tuan.”

Tangannya mengepal di meja. Kuat Sampai buku-buku jarinya memutih.

“Varo…Jika itu kamu...” gumamnya pelan Penuh amarah.

***

Sementara itu di kota lain.Liora berdiri di dekat jendela besar.

Mansion Varo Lebih gelap. Lebih dingin. Dan… lebih menutup. Penjaga di setiap sudut.

Lebih banyak Lebih ketat Bahkan Tidak ada celah.

Ia menarik napas panjang. Mencoba menenangkan diri. Namun jantungnya tetap berdebar.

“Aku harus keluar…” bisiknya pelan.

Hari ini ia mencoba lagi. Pintu kamar dibuka perlahan.

Ia mengintip. Koridor sepi. Langkahnya keluar.

Pelan. Penuh dengan Hati-hati takut ketahuan Satu belokan.

Dua belokan. Ia menghafal arah. Mencari jalan keluar.

Namun belum sampai jauh dua penjaga sudah berdiri di ujung.

DEG.

Liora langsung berhenti. Tubuhnya menegang.

“Silakan kembali, Nona.” Suara mereka datar. Namun jelas.

Liora mundur. Tidak ada pilihan.

Ia berbalik Namun di belakang sosok itu sudah berdiri.

Varo.

DEG!

Liora kaget. “Ka-kamu…”

Varo bersandar santai di dinding. Menatapnya.

“Sudah berapa kali kamu coba?” Tanyanya ringan.

Liora diam. Menunduk. Varo berjalan mendekat. Langkahnya pelan. Namun menekan.

“Kalau aku mau menyakitimu—” ucapnya,

“aku sudah lakukan dari awal.”

DEG.

Liora menelan ludah. Takut Namun juga bingung.

“Tapi kamu tetap gak boleh pergi.” Lanjut Varo dingin.

Tangannya meraih dagu Liora. Mengangkat sedikit. Memaksa menatap.

“Karena kamu… alat.”

DEG.

Liora membeku. Matanya berkaca-kaca.

“Alat…?”

“Untuk menghancurkan dia.” Tatapannya mengeras.

Ia melepas. Lalu berbalik.

“Jangan buang tenaga.” Katanya tanpa menoleh.

“Penjagaanku… lebih ketat dari miliknya.” Langkahnya menjauh Meninggalkan Liora.

Liora berdiri diam. Tubuhnya lemas. Ia sadar. Di sini tidak ada teriakan. Tidak ada kekerasan berlebihan. Namun itu tidak membuatnya lebih aman. Karena tetap ia tidak bisa pergi.

Dua tempat.

Dua pria.

Dua dunia. Namun hasilnya sama.

Liora tetap terkurung. Di tempat yang berbeda. Dengan alasan yang berbeda. Dan di saat yang sama di dua kota yang berjauhan dua orang itu sedang menuju satu titik.

Pertemuan. Yang tidak akan tenang Dan saat itu terjad tidak ada yang akan selamat.

***

Pagi di mansion Varo terasa sunyi Lebih sunyi dari mansion Saga. Tidak banyak suara langkah. Tidak banyak perintah keras. Namun justru itu membuat suasananya terasa… asing.

Liora duduk di kursi dekat jendela. Menatap luar Kosong.Namun pikirannya bekerja.

Pelan.

Hati-hati. Ia sudah mencoba kabur. Berkali-kali. Dan selalu gagal. Penjagaan di sini lebih rapi Lebih diam. Tapi jauh lebih sulit ditembus.

Liora menarik napas panjang.

“…kalau aku gak bisa kabur…” bisiknya pelan,

“…aku harus cari cara lain.”

Hari itu ia mencoba sesuatu yang berbeda. Saat makan siang ia tidak diam seperti biasa.

Varo duduk di ujung meja. Seperti biasa.

Dingin.

Tenang. Mengamati. Liora duduk di hadapannya. Namun kali ini ia tidak langsung makan.

Varo menyadari. Tatapannya terangkat. “Kenapa.”

Liora ragu. Namun akhirnya bicara.

“…aku mau sesuatu.”

DEG.

Varo sedikit mengernyit. Tidak biasa.

“Sejak kapan kamu berani minta.” Nada suaranya datar.

Liora menunduk. Namun tetap lanjut.

“Aku… bosan.” Jawabnya jujur

Sunyi

Varo menatapnya. Beberapa detik. Seolah menilai.

“Apa.”

Liora mengangkat wajah sedikit. “Boleh… aku jalan di taman?” Tanyanya pelan.

Seperti anak kecil meminta izin. Varo tidak langsung menjawab. Namun tidak juga menolak.

“Dengan penjaga.” Akhirnya ia bicara.

DEG.

Mata Liora sedikit berbinar. “Iya… gak apa-apa…”

Itu kecil. Sangat kecil. Namun untuk Liora itu cukup.

***

Sore harinya ia benar-benar diizinkan ke taman.

Langit cerah. Rumput luas Udara di taman juga sangat segar.

Liora berjalan pelan. Menyentuh daun. Melihat langit yang begitu indah di sore hari.

Tanpa sadar ia tersenyum tipis. Senyum kecil. Yang sudah lama tidak muncul.

Di kejauhan Varo berdiri. Memperhatikan. Ia tidak mendekat Hanya melihat.

Dan untuk pertama kalinya ia melihat sesuatu yang berbeda. Bukan ketakutan. Bukan kemarahan. Tapi… sederhana.

Liora yang berlari kecil di rumput. Menyentuh bunga. Tertawa pelan saat hampir terpeleset.

Hal kecil. Yang sangat tidak cocok dengan dunia mereka.

Varo menyipitkan mata. Tanpa sadar ia melangkah mendekat.

“Kamu terlihat… berbeda.” Ucapnya tiba-tiba.

Liora kaget. Langsung Menoleh. Sedikit mundur.

Refleks.

Namun kali ini Varo tidak mendekat terlalu jauh.

“Aku cuma… jalan.” Jawab Liora pelan.

Varo menatapnya.Lama. “Hal seperti ini… kamu suka?”

Liora mengangguk kecil. “Iya…” Ia menunduk.

“…aku gak biasa di tempat gelap terus.” Kalimat itu sederhana.

Namun cukup membuat sesuatu di dalam diri Varo bergerak. Karena hidupnya selalu seperti itu. Yang sangat Gelap, Keras. Penuh darah.

Tidak ada taman. Tidak ada tawa kecil. Tidak ada permintaan sederhana.

Varo tertawa pelan. Namun tanpa suara.

“…aneh.” Gumamnya.

Liora mengernyit. “Apa?”

“Tidak ada yang pernah minta hal seperti itu padaku.” Jawabnya jujur.

Sunyi sejenak.

Liora tidak tahu harus menjawab apa. Namun ia memberanikan diri lagi.

“Kalau… aku minta lagi…” Ia berhenti.

Menatap Varo hati-hati. “…boleh?”

Varo menatapnya. Lebih dalam. Biasanya ia akan menolak. Atau mengabaikan.

Namun kali ini tidak.

“Tergantung.” Jawabnya.

DEG.

Liora tidak tersenyum lebar. Namun matanya sedikit lebih hidup. Dan tanpa disadari—

itu cukup Untuk membuat Varo… tidak langsung memalingkan wajah.

***

Sore itu berakhir. Namun sesuatu berubah.

Sedikit. Varo kembali ke dalam. Namun pikirannya tidak sepenuhnya pada rencana. Tidak sepenuhnya pada balas dendam. Untuk pertama kalinya ada sesuatu yang lain.

Dan itu berbahaya. Karena ia mulai melihat Liora— bukan hanya sebagai alat Tapi… seseorang. Yang berbeda dari dunia gelapnya.

Sementara Liora tidak sadar bahwa caranya bertahan perlahan mengubah sesuatu yang lebih besar. Yang bisa membantu. Atau justru membawanya ke masalah yang lebih dalam.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.............................

1
Fwru Dies
ih ga ridho liora sama varo tp yaaa sma saga jg sama aja tpi msh mnding sagaaaa!😾
Erna Riyanto
Biar sm vari aja lah ....Liora tenang klu sm varo
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Riza Afrianti
kok sepi yaa
Riza Afrianti
saga it suka ya sama liora
Riza Afrianti
yuhuu semangat 💪
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!