NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Hari Itu Akhirnya Tiba

Hari yang telah dinantikan oleh Adrian dan juga Nayara akhirnya datang juga, dalam waktu singkat semua persiapan sudah siap berkat bantuan Ibu Sinta ( Ibu Nayara) dan Juga Ratna ( Bunda Adrian) yang kompak menyiapkan segala keperluan.

Rumah utama milik keluarga Almeera kini Tempak berbeda dari biasanya, terdapat dekorasi sederhana yang menghias ruang tamu kini terlihat sangat elegan. Bunga-bunga segar telah berbaris rapih dengan susunan yang indah, nuansa hangat dan romantis itu kini terasa disetiap sudut.

Nayara sang bintang malam ini kini telah berdiri didalam kamarnya dengan penampilan yang memukau, mengenakan dress lembut berwarna pastel, rambut yang telah ditata sederhana dan juga make up yang terkesan natural menambah aura yang begitu terpancar indah.

Tangannya sedikit bergetar saat menatap wajahnya didepan cermin, bukan karena rasa takut yang menghampiri tapi karena perasaan yang terlalu penuh.

Apakah ini benar-benar nyata? Hari yang dulu terasa jauh bahkan seperti hanya sebuah angan semata... kini sekarang sudah berada di depanku.

Tok... Tok... Tok...

Pintu kamar mulai terbuka setelah Nayara mengizinkan untuk masuk.

" Adek... Cantik sekali anak Ibu" Sinta sang Ibu yang baru saja masuk dengan senyuman hangat.

" Ibu... Nayara jadi semakin degdegan deh" Nayara terlihat semakin gugup dengN rengekan manjanya.

Sinta sang Ibu kini mendekat dengan kedua bola mata yang terlihat berkaca-kaca menahan haru.

" Cantik sekali, Adrian pasti semakin jatuh cinta" Sinta kini mengusap pipi sang anak dengan lembut.

" Ibu.... Rasanya kenapa seperti mimpi ya" Nayara tersenyum kecil namun matanya mulai terasa panas.

" Karena ini bukan hanya tentang lamaran, Dek. Tapi ini semua adalah jawaban dari setiap sabar yang kamu berikan, dan hasil dari setiap doa yang selama ini kamu Langitkan" jawab sang Ibu.

Nayara kini menundukkan wajahnya, air mata hampir saja menerobos dari kedua bola matanya.

Diruang tamu keluarga Mahendra telah sampai, Arkana dan Ratna sebagai orangtua dari Adrian kini telah duduk dengan tenang di tempat yang telah disiapkan. Disamping mereka sang anak Adrian ikut duduk dengan posisi tenang mengenakan setelan rapih dan tatapannya yang terlihat penuh rasa.

Hari ini aku datang bukan hanya sebagai seorang laki-laki, tapi aku datang sebagai seseorang yang ingin menjadikan kamu sebagai rumah.

Rendra Almeera sang Tuan rumah telah duduk diseberang keluarga Mahendra dengan wajah yang serius, sebagai seorang Ayah yang anaknya akan dipinang ada rasa haru dan sedih yang dirasakan namun sebisa mungkin disembunyikan.

" Terimakasih sudah datang tepat waktu, Tuan Mahendra" ucap Rendra sedikit bergurau dengan sang sahabat.

" Terimakasih juga, Tuan Rendra yang sudah menerima kami dengan sangat baik" jawab Arkana seraya memukul pelan bahu sang sahabat.

Obrolan ringan terjadi begitu saja ketika suda sahabat sudah bertemu, tidak berpaku pada usia dan jabatan karena keakraban lahir dari sebuah ketulusan hati.

Saat acara dimulai kini suasana perlahan berubah menjadi lebih dalam dan sakral, Rendra kini menatap wajah Adrian dengan tatapan waspada dan seolah tengah menilai atas gerak-gerik dan ucapan yang keluar dari mulut Adrian.

" Silahkan, Adrian." kalimat itu singkat saja keluar dari mulut Rendra, namun penuh arti.

Adrian bangkit dari duduknya menatap tenang wajah kedua orangtua Nayara dan anggota keluarga Nayara yang lain dengan tenang, menundukkan kepalanya sedikit sebagai salah satu bentuk hormat.

" Selamat Malam semuanya, terimakasih banyak saya ucapkan untuk keluarga Om Rendra yang telah menerima saya dan keluarga dengan sangat baik...." Adrian menarik nafasnya dalam.

" Om Rendra, dihadapan kedua orangtua saya dan anggota keluarga yang hadir disini telah menjadi saksi dimana hari ini Saya datang bukan karena perjodohan yang telah direncanakan. Tapi karena saya telah memilih Putri Om yang bernama Nayara Almeera untuk menjadi teman hidup saya..." Adrian menghentikan ucapannya dengan tatapan mengarah ke arah tangga meskipun disana belum terlihat tanda apapun.

" Bukan sebagai sebuah kewajiban tapi sebagai seseorang yang ingin saya jaga dengan sangat baik, saya tahu ini bukan perjalanan yang mudah. Namun setiap langkah yang telah kami lalui beberapa waktu terakhir cukup membuat saya yakin... Bahwa saya ingin melanjutkan hidup saya dengan Putri Om yaitu... Nayara" Adrian kembali menatap wajah Rendra yang tengah memperhatikannya.

Suasana mulai terasa emosional, Sinta kini menggenggam tangannya sendiri sebagai salah satu cara menguatkan keharuan hatinya sedangkan Ratna tengah menatap wajah sang anak dengan nata yang hangat.

" Saya tidak bisa menjanjikan kehidupan tanpa masalah, namun saya bisa memastikan bahwa Nayara tidak akan pernah berjalan sendirian dalam melewati setiap langkahnya...." Suara Adrian terdengar semakin dalam.

" Saya akan selalu ada sebagau seorang suami, sebagai rumah tempat Nayara pulang. Karena itu... dengan segala kerendahan hati saya meminta izin kepada Om dan juga Tante untuk meminang Nayara dan menjadikannya sebagai istri dan teman hidup saya satu-satunya untuk dimasa sekarang, besok dan selamanya" Adrian menundukkan kepalanya lebih dalam.

Nayara yang mendengar suara Adrian yang benar-benar menyentuh hatinya, tidak bisa menahan air mata yang kini tengah membasahi kedua matanya.

Rendra kini menatap Adrian lebih dalam, dengan helaan nafas yang terasa berat akhirnya ia menjawab.

" Adrian, kamu tahu bahwa Nayara bukanlah sosok yang mudah. Dia memiliki sifat keras kepala bahkan terlalu mandiri untuk ukuran sebagai seorang perempuan. Dan kamu tahu jika dia pernah terluka.... Lalu kenapa kamu tetap memilihnya?" tanya Rendra kali ini.

" Saya sangat tahu om, tapi dibalik itu semua... Nayara tetaplah seorang perempuan yang memiliki hati lembut. Maka dari itu saya ingin menjadi seseorang yang bisa membahagiakan hatinya tanpa melihat sisi yang lainnya" jawab Adrian.

" Baiklah... Kalau begitu Saya mengizinkan kamu untuk meminang anak bungsu Saya Nayara sebagai seorang istri" Rendra menganggukkan kepalanya pelan.

Kini tatapan semua orang yang hadir beralih pada kehadiran sang bintang yang tengah menuruni anak tangga ditemani sahabat dan juga kakak perempuannya, Nayara berjalan anggun dengan kedua mata yang basah. Sejak tadi ia mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Adrian.

Adrian menatap bahagia dengan kedua matanya yang basah, ada rasa haru dan juga bahagia yang datang secara bersama-sama.

Akhirnyaaaa....

" Ara... dihadapan kedua orangtua dan juga semua anggota keluarga yang hadir malam ini Mas ingin bertanya..." Adrian kini berbicara dengan nada bergetar dan kedua bola matanya yang basah.

" Maukah kamu menjadi rumah, teman hidup dalam suka dan duka, menjadi ibu dari anak-anak Mas? Mas tidak bisa menjanjikan tapi mas akan selalu mengusahakan semua kebaikan dan juga janah untuk kamu" Adrian menutup matanya sebentar.

" I... Iy... Iya Mas aku mau" jawab Nayara lirih.

Kini Adrian membuka kotak kecil ditangan berisi sebuah cincin sederhana namun penuh makna, Nayara menatap hangat wajah Adrian dan kini tatapan mereka bertemu ditemani senyuman hangat.

" Terimakasih, Ara. sudah mau memilih Mas" ucap Adrian seraya menyematkan cincin dijari Nayara.

Dengan mata yang basah namun penuh dengan rasa bahagia, cincin itu kini terpasang sempurna dijari Nayara dan juga Adrian. Tepuk tangan pelan terdengar namun yang paling terasa adalah kehangatan yang terjalin secara emosional diantara mereka.

" Ara... mulai saat ini Mas tidak akan pernah melepaskan kamu" Adrian berbisik sedikit pelan ditelinga Nayara.

" Dan aku tidak akan pernah lari kemana-mana, Mas" Jawab Nayara yang masih sibuk dengan air matanya.

Dan malam ini...

Bukan lagi tentang sebuah lamaran,

Namun tentang dua hari yang akhirnya menemukan tempat yang tepat.

1
SANG
Semangat
SANG
Lanjut/Rose//Rose/
SANG
Lanjut dek
SANG
Bintang lima aku kasih dek👍
SANG
Karena novel ini sangat menarik, makanya aku kasih bintang lima. Moga tamat.
SANG: Masama dek👍/Rose/
total 2 replies
SANG
Semangat dek👍
SANG
Makin tambah mendebarkan
SANG
Bunga menyusul/Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir dicerita yang ini🤗
SANG
Tak kasih bunga /Rose//Rose//Rose/Biar tambah semangat
SANG
Iklan untukmu dek👍
lLy trililly
ah seru lanjut dong ka ampe mrka punya Adrian junior ma nayya mini
Almeera: Kakakk Ily terimakasih banyak sudah berkenan mampir di karya sederhana ini 🥲🥲🙏❣️
total 1 replies
SANG
Like juga untukmu dek. Biar tambah semangat.👍
SANG
Aku kasih iklan untuk mu dek, ya👍
SANG
Bunga untukmu dek/Wilt//Wilt//Wilt/
Santai Dyah
bner ini perjodohan yang di trima dengan ihklas ngak kayak kehidupan lainnya
Santai Dyah
Andrian bener-bener cinta tuh
Santai Dyah
Smoga cinta mereka bisa segera menyatu
Santai Dyah
cinta selalu membuat orang bahagia meskipun dengan perhatian dari hal-hal kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!