NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belahan Jiwa

*

*

Satria duduk di kursi taman area hotel setelah berlari mengelilingi tempat itu sebanyak tiga putaran. Sebotol air mineral yang tadi dia bawa ditenggaknya hingga hampir habis setengahnya.

Kaus hitam dan jaket Hoodie melapisi tubuh atletisnya dengan sempurna. Tak lupa jogerpants berwarna senada dengan Hoodie nya juga yang membungkus kaki panjangnya. Ditambah topi hitam dan sepatu sport yang melengkapi penampilannya pagi itu. Membuat beberapa pasang mata beralih kepadanya.

Pria itu menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah hampir jam sepuluh. Sofia pasti sudah terbangun, pikirnya. Dia harus bergegas kembali ke lantai 11 sebelum perempuan itu mencarinya.

********

Sofia terbangun dalam keadaan berantakan. Kedua matanya mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.

Tangannya merayap mencari sesuatu yang semalaman memeluknya dengan erat. Tapi tak ditemukannya dimanapaun. Tiba-tiba rasa sepi merayap di hatinya.

Sofia berguling untuk mencapai pinggiran tempat tidur. Mencoba bangkit, walau merasakan seluruh badannya tak karuan. Perempuan itu duduk di tepi ranjang, kedua tungkai kecilnya terjuntai kebawah.

Dia melirik ke atas nakas di samping tempat tidur, ada secarik kertas dibawah segelas air putih.

"Minum air putih saat bangun tidur bisa membuat tubuh kamu sehat." tulisan di kertas tersebut yang tersusun rapi seperti kaligrafi.

Sofia tersenyum, meraih gelas tersebut dan menenggak isinya hingga hampir habis. Dia menatap jam di dinding, pukul sembilan pagi.

Sofia mengacak rambutnya kasar. Kembali menjatuhkan dirinya keatas tempat tidur empuk itu.

*Sepertinya aku mulai terbawa perasaan. Berada dekat dengan pria itu membuat akal sehatku perlahan menghilang. Aku bahkan bisa menikmati semua yang dia lakukan pada tubuhku.

Sialan!! kamu harus sadar, Fia. kamu tidak boleh seperti ini*!! batinnya.

Sesaat kemudian Sofia bangkit lagi, dan memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya.

Wangi aromatherapy menyeruak memenuhi kamar mandi. Hampir seluruh tubuh perempuan itu tenggelam di bawah busa di dalam bathub. Sofia merendam tubuh nya dengan air hangat, membuatnya merasa rileks. Mengendurkan saraf-saraf yang sempat menegang semalam.

Apakah aku terlalu serakah jika menikmati semua ini sebentar saja? Aku Takan lama, aku janji, hanya sebentar. Gumamnya dalam hati.

*

*

Dua puluh menit berlalu, dan perempuan itu telah selesai dengan urusannya. Membalut tubuh telanjangnya dengan bathrobe yang berada di balik pintu kamar mandi, menggulung rambut basahnya dengan handuk yang juga dia temukan di sana.

Sofia duduk di sofa dekat jendela, melihat ponsel yang semalaman dia matikan. Beberapa panggilan masuk dan banyak pesan dari sejak tengah malam.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, panggilan video dari nomer ayahnya. Sofia menggeser tombol hijau.

"Mama!!" wajah imut itu terpampang di layar.

"Iya Dygta sayang?" sapanya, penuh kerinduan, seakan telah lama berpisah.

"Mama kenapa nggak pulang?" Dygta dengan wajah polosnya.

"Mama harus kerja, sayang."

"Tapi mama baru mandi?" tanyanya yang melihat handuk yang menutupi kepala ibunya. Sofia baru menyadari.

"Ng... Iya. Tadi mama baru beresin alat latihan, terus mama gerah, jadinya mandi." jawabnya, tergagap.

"Kamu kenapa nggak sekolah?" sambungnya lagi.

"Aku sakit, Ma." rengekannya dengan mata berkaca-kaca.

"Sakit? sakit apa?" keningnya berkerut.

"Semalam Dygta demam, badannya panas." ayahnya yang merebut ponsel dari tangan cucu kesayangannya.

"Terus sekarang gimana, yah? udah minum obat? mau ke dokter?" Sofia mulai panik.

"Sudah mendingan, panasnya sudah turun. Semalam ibu kasih obat." jawabnya.

Sofia bernapas lega.

"Semalam bos kamu yang telfon, kasih tau kalau kamu nggak bisa pulang karena harus lembur."

Sofia mengangguk, sesuatu terasa menghalangi tenggorokan nya.

"Iya, yah. Banyak kerjaan." bohongnya.

"Tapi hari ini kamu pulang, kan?" tanyanya, dengan nada khawatir.

"Pulang, yah." mengusap sudut matanya yang hampir meneteskan air. Entah kenapa hatinya terasa sakit harus membohongi keluarganya seperti itu.

"Yasudah, sana selesaikan pekerjaan kamu, cepatlah pulang." katanya yang kemudian mengakhiri panggilan.

Sofia menghela napasnya dalam-dalam. Air mata baru saja lolos dari netranya, yang kemudian diusapnya dengan segera.

"Sabar Sofia!! kamu harus kuat!! sebentar lagi, dan ini semua akan segera berakhir." katanya, menyemangati diri sendiri.

"Ehm ..." terdengar suara serak dari arah belakang. Sofia menoleh, dia terhenyak.

Ternyata Satria sudah berdiri di sana. Cukup lama untuk mendengarkan percakapan keluarga di telfon barusan.

"Papi?" Sofia yang kaget, dengan pikirannya yang menerka-nerka. "Maaf, ..." kembali memasukkan ponselnya kedalam tas.

"Sudah bangun?" katanya, basa-basi padahal sudah jelas dari rambut basah yang digulung keatas tertutupi handuk.

Satria berjalan mendekat. "Ada yang menelfon?" tanyanya, yang kemudian berhenti persis di samping sofa.

Sofia mengangguk. "Semalam Dygta demam," jawabnya, sendu.

Satria menghela napas. "Mau pulang sekarang?" tawarnya.

"Boleh?" Sofia mendongak.

Satria mengangguk. "Baiklah. Tunggu sebentar." kemudian dia masuk kedslam kamar mandi untuk membersihkan diri.

*

*

Sofia tiba di ambang pintu ketika Dygta berlari menghampirinya, melompat ke pelukannya. Gadis kecil itu tampak sangat kegirangan menyambut kepulangan ibunya sejak semalam.

"Mama!!" teriaknya.

Sofia memeluk tubuh mungil itu dengan kuat, menghirup aroma tubuhnya yang selalu dia rindukan. Rasanya seperti bertahun tak bertemu. Dia tahu, banyak waktu yang terbuang percuma. Yang seharusnya bisa dia habiskan bersama putri semata wayangnya itu. Tapi dirinya malah lebih banyak menghabiskannya diluar. Dengan dalih bekerja untuk menghidupi mereka.

Seketika rasa bersalah menyeruak dalam dada. Apalagi mengingat semalaman dirinya sedang berada dimana dan melakukan apa. Sementara putrinya tengah merasakan demam.

"Maaf sayang!!" bisiknya di telinga Dygta. Kemudian menciumi wajah dan kepala gadis cilik itu dengan penuh kasih sayang. "Kamu masih sakit?" tanyanya, menyentuh kening anaknya dengan punggung tangannya.

Dygta menggeleng pelan. "Kata nenek, aku nggak boleh lemah. Aku harus kuat seperti Mama!!" katanya, meski dengan wajah yang masih pucat.

Sofia merasakan matanya berkaca-kaca. Kemudian kembali menciumi kepala putri semata wayangnya itu dengan penuh perasaan.

Sekilas dia melirik ke arah seberang jalan, mobil itu masih disana dengan kaca belakang yang sedikit terbuka. Sesaat kemudian terlihat kacanya ditutup pelan, kemudian mobil hitam itu melaju pergi meninggalkan kediaman Sofia.

***

Satria memutuskan untuk segera pergi dari sana setelah memastikan Sofia sampai dengan selamat di rumahnya. Pria itu merogoh ponsel di saku jasnya, membuka aplikasi mbanking, kemudian mengetik angka-angka. Mengirimkan uang dengan nominal yang lumayan ke rekening Sofia.

[Saya sudah transfer.] kemudian mengirimkan bukti transfer ke nomor Sofia.

[Iya. Makasih papi.] balasan dari perempuan itu.

[Jaga diri kamu selama tidak bersama saya. Ajak Dygta ke dokter, agar dia cepat sehat lagi.] Satria membalas lagi.

[Iya, papi. Makasih.]

Tak ada balasan lagi.

*

*

Bersambung ...

like

komentar

vote

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!