NovelToon NovelToon
Bertemu, Bertamu, Bersatu

Bertemu, Bertamu, Bersatu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:412.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.

Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.

Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

" Jadi bagaimana Zaskia ?". Aku melihat tatapan dingin mas Andre padaku.

" Bagaimana apanya mas ?". Tanyaku pura-pura tidak tahu.

" Bagaimana dengan nasib kita ?. Kapan kita bisa segera menikah ?. Apa yang harus kita lakukan ?, apa kita harus mencarikan laki-laki lain untuk kakak mu Renita ?. Ataukah kita kabur saja dari rumah ?".

Mataku terbelalak mendengar semua ucapan mas Andre padaku. Bagaimana mungkin aku memikirkan itu, sedangkan kak Renita masih di rawat di rumah sakit setelah tiga hari lalu di temukan tergeletak tak berdaya.

" Mas Andre !!. Kakak ku sedang sakit mas. Bagaimana bisa aku memikirkan masalah ini ?!".

" Lalu bagaimana dengan nasib kita ?. Aku ingin menikah dengan mu secepatnya Zaskia".

" Setidaknya tunggu lah dulu sampai kak Renita pulih mas, baru kita cari jalan keluar lainnya". Aku mendengus kesal.

" Kapan Renita diperbolehkan pulang dari rumah sakit? ".

" Entahlah, kondisinya masih sangat memprihatikan".

" Apa yang dialami oleh kakakmu itu ?".

" Kak Renita stress berat, dan dia juga dua hari tidak makan. Itu memperparah kondisi lambung nya yang terkena magh kronis".

" Ada-ada saja kakakmu itu, nggak jadi dilamar malah ngurung diri. Menyiksa diri sendiri".

" Jika aku berada di posisinya kak Renita sekarang, mungkin aku akan melakukan hal yang lebih parah dari ini mas Andre !!".

Aku tidak suka dengan ucapan mas Andre barusan. Biar bagaimanapun aku ini juga perempuan, aku ngerti bagaimana sakitnya dipermalukan di depan banyak orang.

" Jangan dong sayang, kamu kan perempuan kuat. Nggak mungkin selemah Renita".

" Hmmmm ...".

" Kamu mau makan apa ?".

" Aku tidak ingin makan mas. Aku mau pamit langsung kerumah sakit saja. Lagian ini jatahku menjaga di rumah sakit".

" Jadi kamu lebih memilih Renita dari pada aku ?".

" Mas Andre, tolong kali In saja. Mengertilah keadaan ku. Jika kakakku tidak seperti ini, jelas aku akan memilih makan bersama dengan mu mas".

" Hmmm... yasudah. Kali In aku mengalah kamu pergi untuk menemui kakak mu itu. Aku akan makan sendiri saja".

Aku melihat tatapan kesal dari wajah mas Andre. Biarlah, lagi pula aku tidak mungkin membiarkan ibu dan Adelia menjaga terus menerus di rumah sakit, sedangkan ayah sama sekali tidak mau menjenguk kak Renita di rumah sakit. Tidak ada yang bisa memaksa atau membujuk ayah, agar mau datang dan menjenguk kak Renita. Aku bahkan tidak habis pikir dengan sikap ayah. Kenapa ayah begitu benci dengan kak Renita. Padahal kak Renita juga putri ayah.

" Baiklah mas, Zaskia tinggal dulu yah. Selamat makan mas Andre sayang ". Ucapku sembari mengecup punggung tangannya.

" Yaa.... hati-hati lah".

" Oke mas".

Aku mengenakan mobil online untuk mengantarkan ku menuju rumah sakit dimana kak Renita di opname. Rasanya tidak enak menggunakan ojek, di cuaca yang sedang tidak stabil ini, kadang hujan, kadang terang, kadang panas sekali, bahkan kadang muncul angin yang berhembus kencang. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, aku kepikiran dengan apa yang mas Andre ucapkan padaku. Kabu ?, pergi dari rumah tanpa satu orang pun tahu ?. Tapi kemana aku dan mas Andre akan pergi ?, sedang aku sama sekali belum pernah merasakan yang namanya kabur dari rumah. Keluarga pasti akan sangat panik jika aku tiba-tiba pergi dari rumah. Bahkan mungkin dengan pergi nya aku dari rumah, bisa membuat ayah merestui pernikahan ku dengan mas Andre, meskipun kak Renita belum menikah. Kak Renita jadi tidak tertekan lagi, dan di paksa-paksa untuk menikah. Aku yakin cara ini pasti akan berhasil.

to Mas Andre Sayang :

" Oke, Zaskia mau nerima cara mas, untuk bawa Zaskia kabur dari rumah. Tapi dengan syarat setelah kak Renita pulang kerumah dari rumah sakit. Dan selama kabur, mas Andre harus jaga aku!!".

Aku mengirim pesan singkat pada mas Andre. Aku memberikan informasi bahwa aku menerima rencana mas Andre yang mengajakku untuk kabur dari rumah. Semoga saja cara ini berhasil membuat ayat memberikan restu padaku dan mas Andre untuk menikah.

" Serius yang ?!!. Kamu sedang tidak bercanda kan ?!!". Aku membaca pesan singkat dari mas Andre.

" Tidak mas sayang, Zaskia serius. Zaskia mau di ajak kabur dari rumah. Lagi pula Zaskia belum pernah merasakan bagaimana rasanya kabur dari rumah. Semoga saja dengan begini, ayah akan merestui kita untuk menikah ya mas". Aku membalas pesan dari mas Andre.

" Pasti berhasil sayang. Ah, aku jadi semangat sekali menantikan Renita pulang dari rumah sakit. Jadi makin cinta dengan kamu Zaskia sayang". Aku membaca pesan balasan mas Andre padaku, aku tersipu melihat isi pesan itu.

" Aamiin, Zaskia juga. Sudah tidak sabar ingin menjadi istri mas Andre". Balasku pada pesan mas Andre.

" Sebentar lagi kita akan menikah. Semangat".

Aku hanya tersenyum membaca deretan kata pesan dari mas Andre itu. Aku tidak membalas nya. Aku menikmati perjalanan menuju rumah sakit. Benar apa yang di katakan mas Andre, semangat. Aku sendiri merasakan semangat yang menggebu-gebu. Mobil yang kutumpangi akhirnya berbelok memasuki pelataran parkir rumah sakit. Aku turun dari mobil, dan menyerahkan lembaran uang kertas tiga puluh ribu kepada pak sopir.

" Terimakasih pak". ucapku pada sopir mobil yang kutumpangi.

" Sama-sama neng". Ucapnya seraya berlalu dan pergi meninggalkan pelataran parkir rumah sakit.

Aku berjalan masuk kedalam rumah sakit melalui lobby depan. Ada banyak pasien yang sedang mengantri untuk di periksa, mungkin itu pasien rawat jalan. Benar-benar sehat itu adalah sesuatu hal yang harus di jaga dan di syukuri, sangat mahal harganya. Setiap orang rela merogoh kocek yang tidak sedikit hanya demi bisa sembuh, tapi ketika sembuh, mereka lupa lagi menjaga kesehatan agar tetap sehat dan tidak lagi sakit.

Aku berjalan menuju kamar tempat dimana kak Renita di opname. Ruang Anyelir nomor 056. Aku memilih menggunakan lift agar lebih cepat sampai. Rumah sakit ini lumayan besar, untuk sampai di ruang Anyelir lumayan jauh, dan bisa menyebabkan pegal kaki. Lagi pula sekarang aku sedang menggunakan sepatu yang memiliki hak yang agak tinggi. Tidak terbayang jika harus jalan kaki.

Untung saja lift yang aku gunakan sepi. Tidak seperti biasanya, yang selalu penuh dengan para pengunjung yang ingin datang menjenguk para pasien yang mungkin keluarga dan kerabatnya. Apalagi sekarang adalah jam-jam besuk. Tidak menunggu lama, lift berhenti di lantai 4, dan tepat sekali di ruang Anyelir. Aku hanya perlu berjalan melewati dua atau tiga kamar lagi untuk dapat sampai di kamar anyelir no 056.

" Tokk... tokk... tokkk". Aku mengetuk pintu kamar kak Renita di opname, dan membuka nya.

Aku melihat kak Renita tersenyum padaku. Sedang selang infus sudah tidak lagi terpasanga. Aku kaget, apakah kak Renita mengamuk dan mencopot paksa selang infus itu ?. Sedang Adelia dan ibu sedang berkemas.

" Kak ?, kok nggak pake selang infus ?". Tanyaku bingung.

" Kak Renita sudah boleh pulang, kak Zaskia. Tadi dokter sudah visite dan katanya sudah di perbolehkan untuk istirahat dirumau". Kali ini Adelia yang menjelaskan padaku.

" Syukurlah kak, kakak cepat sembuh yah". Ucapku seraya memegang tangan kak Renita.

Aku, kak Renita, Adelia, dan ibu pulang dari rumah sakit sekitar pukul satu siang. Setelah mengurus administrasi dan mendapatkan obat pulang untuk kak Renita. Aku bahagia, karena kak Renita sudah pulang, tentunya rencana ku dengan mas Andre akan segera terlaksana. Sepertinya Tuhan mendukung rencana ku dengan mas Andre. Ucapku dalam hati.

1
Mumy Zurai
Luar biasa
Yani
Harus Renita jujur biar Hamzah bisa lebih melindungi
Yani
Jahat banget
Belum apa" banyak bawangnya 😭
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Winda Yuslina
karyanya bagus bgt
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
Sitti Faikah
penulis masih perlu byk bljar, sana sini alur tokoh tak jelas. terkadang tokoh sy sebagai sazkia, terkadang sy sbgai hmzah, terkadang sbgai Renita.. membingungkan penyampaian alur ceritax.
Rahma Inayah
kok lgi2 renata yg di salhkan yg buat slah bpk dan ank nya renata yg di salhkan..sazkia dan bpk nya sdh geser otak nya kli ..mrk egois mlh kambing hitam kn org lain
Rahma Inayah
knp renata gk kbr aja dr rumh drpada tersiksa..oleh ayah tiri knp jg ibu kandung nya diem aja atau ngacem kek ditk akn pergi dr rumh klu mash jaht sma renata..
Rahma Inayah
sedih sekali nasib renata knp dia yg di salhkn klu mmg zaskia mau nikah y sdh nikah kan saja to .renata jg bkn ank kandung mu pak km jg gk berhak menikahkn renata nnti nya .hanya walu hakim nnt nya bs menikah kn renata...tiap2 menyukai ibu nya hrs 1 paket jg trm ank nya.mentg2 sdh pny ank drh daging sendri ank tri di bedabeda kan
Ocha Holidah
bagus,walaupun pas ditengH2 cerita nya membosankan,tetap semangat
Sus Susyla
zaskia cuma pura2 stres..biar dot hamzah
Sus Susyla
tokoh ya sangat bodohhhhhhh...mau ngalah mulu
Sus Susyla
suami idaman dokter hamzah
Sus Susyla
omongan y terlalu lebay..mnrt saya👏👏👏👏
Sus Susyla
kalo hidup di madu..emang selalu ada kebohobgan dan bohong y
Sus Susyla
gitu aja bingung..lebih baik jujur ndreee
Sus Susyla
suka aja lah perjodohan tp tidak saling mneyakiti...lanjut
Sus Susyla
rendi y dah tidak kuliah..tp dh lulus kale
Nuranie Bageur
terimakasih bay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!