Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Aku Sangat Menyukaimu
"Katakan sejujurnya, apakah kamu melakukan ini semua karena menyukaiku? Kamu menyukai 'kan?" tanya Gloria penuh penekanan, yang membuat Ziel membulatkan kelopak matanya lebar-lebar.
Kedua netra mereka terus beradu dengan jantung yang berpacu sangat kuat. Sebab tidak ada hal yang paling mendebarkan, selain posisi mereka sekarang.
Ziel tidak menyangka kalau Gloria akan sefrontal ini. Dia terus meneguk ludah, hingga gadis itu kembali mencengkram erat kerah kemejanya. "Katakan padaku apa alasanmu sebenarnya! Jangan berbelit-belit."
Oh my God.
Otak Ziel dibuat semakin rumit, sementara tubuhnya merasa tak nyaman dengan posisi mereka yang begitu intim. Sejatinya dia adalah pria normal, kalau Gloria terus memancing ikan di celananya, tentu ikan itu akan memakan umpan juga.
Ziel menarik nafas dalam-dalam, sementara Gloria menunggu dengan harap-harap cemas, dia berharap kali ini Ziel mengungkapkan perasaannya.
Sebab dia sudah sangat gamblang mengutarakan pertanyaan itu.
Namun, terkadang ekpektasi tak seindah kenyataan. Karena detik selanjutnya Ziel malah berkata dengan nada gugup. "Kamu salah!"
Gloria menajamkan mata dan juga pendengarannya. Sungguh Ziel menjawab seperti itu?
"Apa maksudmu?" cetus Gloria, dia tidak tahu kalau tubuhnya terus menggesek benda keramat milik Ziel, hingga membuatnya bangkit tanpa diminta.
"Kamu adalah seorang wanita, terlebih kamu adalah tanteku. Jadi, sudah tentu aku harus melindungimu, karena kamu rentan mendapatkan kejahatan. Sedangkan aku bisa melindungi diriku sendiri," jawab Ziel, entah apa yang ada di pikirannya.
Hingga dia kembali berbohong tentang perasaannya terhadap Gloria. Dan hal tersebut tentu membuat gadis bak barbie hidup itu mendengus kasar.
"Sungguh?" Gloria memastikan sekali lagi, ingin Ziel berubah pikiran. Akan tetapi suara decitan pintu yang dihasilkan oleh Saga, membuat kedua orang itu sama-sama menoleh.
Glek!
Mendapat tatapan dari dua orang sekaligus, dan menyadari pula posisi antara Ziel dan Gloria, membuat Saga langsung menganga.
Sepertinya dia datang di waktu yang salah.
"Astaga, maafkan saya Tuan, Nona Muda," ucap Saga sambil membungkukkan badan. Suasana canggung langsung tercipta. Lantas Saga memutuskan untuk kembali keluar dari ruangan Ziel, tetapi kalah cepat dengan Gloria.
Gadis cantik itu melepaskan cengkeramannya dengan kasar dan bangkit dari pangkuan Ziel. Dia menyambar tas yang sempat terjatuh akibat penyerangannya terhadap Eveline.
"Biar aku yang pergi!" cetus Gloria tanpa melihat ke arah Ziel. Sumpah demi apapun, dia tak habis pikir bagaimana cara kerja otak pria itu.
Sudah diberi tanda sejelas dan segamblang itu masih saja tak bisa membaca perasaannya.
Sepertinya aku memang mencintai pria yang salah. Tapi lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan padamu, Manusia Batu!
Gloria melewati Saga yang berdiri di ambang pintu, karena saking kesalnya dia sampai menabrak bahu pria itu, membuat Saga menyangka bahwa dia benar-benar seorang pengganggu.
Ck, Nona Muda pasti kesal karena aku datang. Ya Tuhan, semoga Tuan Ziel tidak ikut-ikutan marah.
Setelah kepergian Gloria, Saga mendekati Ziel yang termenung di sofa. Dia menunggu sang tuan bicara, tetapi sampai beberapa menit ke depan, tak ada satu patah katapun keluar dari mulut pria itu.
Hingga akhirnya Saga memutuskan untuk bertanya meskipun dengan terbata-bata. "Tuan, anda tidak marah pada saya 'kan?"
Ziel tidak mendengar. Kini pikirannya sedang dipenuhi oleh nama gadis yang dia cinta, Gloria.
"Tuan?" panggil Saga untuk yang kesekian kalinya dengan suara yang lebih keras, bahkan dia sampai mengibaskan tangan agar Ziel segera tersadar.
"Iya, iya! Ya, aku menyukaimu! Sangat, aku sangat menyukaimu," balas Ziel dengan berteriak. Dia mendongak, karena dia pikir Saga adalah Gloria.
Saga langsung terbengong-bengong mendengar ucapan bosnya, bahkan Ziel pun langsung kikuk sendiri, karena ternyata yang ada di hadapannya bukanlah Gloria.
"Tuan menyukai saya? Maksudnya bagaimana?" tanya Saga dengan tergagap, dia jadi merinding sendiri. Takut jika Ziel penyuka sesama jenis, alias jeruk makan jeruk.
Ziel mengusap tengkuknya yang terasa dingin, karena dia benar-benar merasa malu. "Kamu salah dengar, aku tidak bicara seperti itu."
"Tapi tadi anda berteriak, Tuan."
"Haish, kalau aku bilang tidak ya tidak!" cetus Ziel dengan tatapan tajam, membuat Saga bungkam seketika.
***
Gara-gara Moyang python gue diplagiat, gue sampe gak nulis-nulis😌