Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13 Kemesraan ditaman bunga
cinta kadang menyakitkan tapi kenapa orang terus mencari cinta
apa reader begitu juga masih mencari cinta..??
Anaya menyusuri lorong rumah sakit untuk kembali keruangan Papanya, pikirannya berkecamuk dengan datangnya masalah bertubi-tubi.
Anaya sampai didepan kamar inap sang papanya, dia berdiri sesaat didepan pintu. Berat rasa Abaya untuk melangkah masuk.
" Apa yang harus Nay lakukan papa.." gumamnya, ragu Anaya untuk membuka pintu. Di mana sang papanya terbaring.
Akhirnya Anaya memberanikan untuk membuka pintu, sebelum pintu terbuka lebar. Anaya mengusap sisa air matanya, dia tak ingin papanya mengkhawatirkan dirinya. Dengan melihat dirinya habis menangis.
" Papa, akhirnya kita besok bisa pulang !" seru Anaya dengan berpura-pura gembira, begitu tiba didepan tempat tidur sang Papa
" Alhamdulillah.." ucap syukur Bik Sum, karena majikannya sudah di ijinkan meninggalkan rumah sakit.
" Dokter bilang kondisi papa sudah stabil, tapi. Papa tetap harus melakukan fisioterapi ." Anaya menyampaikan apa yang di katakan dokter Burhan tentang kondisi papanya tadi.
" kapan kita bisa meninggalkan rumah sakit ?" tanya sang papanya.
" Besok Pa, satu malam lagi kita tidur di sini dan besok kita tidur dirumah," ujar Anaya dengan gembira.
" Besok kita bisa makan makanan rumah Tuan, di sini kurang enak makanannya," ucap Bik sum mengenai makanan di rumah sakit, yang tidak sesuai dengan lidahnya.
Papa dan Anaya tertawa mendengar perkataan Bik Sum tentang makanan di rumah sakit.
Anaya meninggalkan Papa dan Bik Sum yang sedang meluapkan kegembiraannya,dia tak tahan lagi dalam kepura-puraan.
Dalam kamar mandi, Anaya menghidupkan shower. Kemudian, dia berdiri dibawah guyuran shower yang jatuh membasahi sekujur tubuhnya.
Dibawah guyuran shower, air mata Anaya mengalir deras dari kedua bola matanya. Anaya mengigit bibirnya, agar isakannya dari mulutnya. Tidak terdengar oleh Papa dan Bik Sum.
" Ma, apa yang harus Nay lakukan..," tiba tiba-tiba Anaya rindu akan sosok mamanya, yang telah pergi meninggalkannya dengan sang Papanya.
Anaya mengelus perutnya, dia tak mengira penyatuan yang dilakukannya dengan Raditya di siang hari menghasilkan benih didalam rahimnya.
💔Flash back 💔
Pagi hari setelah selesai sarapan pagi, Raditya mengajak Anaya mengunjungi kebun bunganya. Yang terletak dibelakang rumah yang dihuninya.
Melihat betapa luasnya kebun bunga dan ditumbuhi berbagai macam bunga, membuat Anaya berteriak gembira.
"Mas..!" cantik-cantik sekali bunganya." suara riang Anaya mengungkapkan akan keindahan bunga yang dilihatnya.
Kemudian Raditya membawanya kesebuah rumah kaca, dan disitu dilihatnya banyak bibit-bibit bunga.
"Ini tempat apa mas?" tanya Anaya, karena tempat itu terlihat sangat rapi dan bersih dan ada ranjang kecil yang hanya cukup satu badan.
"Ini tempat perkawinan ." kata Raditya.
"Bunga dikawinkan, mirip hewan aja ." celetuk Anaya.
"Untuk menghasilkan bunga spesies baru, maka dilakukan perkawinan." bisik Raditya dibelakang tubuh Anaya.
Mendapatkan bisikan tersebut, Anaya menjadi nervous. Tubuhnya bergetar, bulu-bulu halus ditubuhnya berdiri
"Seperti kita, untuk menghasilkan keturunan kita harus..." bicara Raditya terhenti.
Karena..
"Mas..!" Anaya menghentikan bicara Raditya dengan menutupi mulut Raditya dengan jemarinya.
"He kenapa mulut mas ditutup ." Raditya menyingkirkan jemari Anaya yang menutupi mulutnya.
"Mulut mas mesum ," ujar Anaya dengan mulut manyun memandang wajah sang suami.
"Mas bilang benar, untuk menghasilkan bunga yang bagus harus dikawinkan." Raditya mengulangi perkataannya.
"Mas juga mau menghasilkan bunga yang cantik ." selesai berkata, Raditya kemudian menarik tengkuk Anaya dan memberikan kecupan-kecupan yang memabukkan.
Kemudian Raditya mengangkat Anaya dan meletakkannya di ranjang kecil yang ada ruangan tersebut.
"Mas, apa yang mau mas lakukan?" tanya Anaya, saat Raditya mengangkatnya dan merebahkannya di atas tempat tidur kecil.
"Mas mau membuat bunga spesies baru," kata Raditya yang kemudian memberikan kecupan di sekujur tubuh Anaya.
"Mas, ada orang nanti." Anaya berusaha menghentikan aksi Raditya yang berusaha meloloskan semua busana dari tubuhnya.
"Nggak ada orang Nay, hari ini pekerja mas liburkan. Hanya ada kita dan bunga-bunga disekitar kita ." Raditya terus melakukan aksinya, sehingga mereka berdua seperti adam dan hawa di kebun bunga. Dan apa yang terjadi pada pasangan pengganti dimalam pertama, itu terjadi di pagi harinya. Dibawah tatapan dan harum bunga, dua anak manusia memulai kehidupan barunya. Apakah nanti bahagia atau tidak hanya Tuhan yang tahu.
🖤**Flash back end🖤**
Anaya mengelus perutnya dan ingatan kembali pada pesan yang diterimanya tadi.
"Apa anak ini hasil dari kesalahan? seperti perkawinan ini yang merupakan kesalahan menurut pesan yang dikirimnya. ." gumam Anaya dengan suara yang lirih.
" Tidak..! ini bukan hasil kesalahan, baby jni anugrah terindah yang Nay terima ." bisik Anaya, sembari mengelus perut datarnya dengan hati-hati.
Tok....tok..tok
Terdengar ketukan dari luar kamar mandi, dan suara Bik Sum memanggil Anaya.
" Non Nay..! non...," panggilan suara Bik Sum, memutuskan tangisan Anaya.
" Ya Bik," sahut Anaya dari dalam kamar mandi.
" Ini non, nasi Papanya sudah datang ." beritahu Bik Sum.
"Tolong suapin papa ya Bik, Nay masih mandi ," jawab Anaya, dan menyuruh bik Sum yang menyuapkan Papanya makan.
" Baik non..." Bik Sum mengiyakan permintaan Anaya.
💔💔💔
Setelah hampir 30 menit Anaya berada dalam kamar mandi, Anaya keluar dan dilihatnya Papanya sudah selesai makan.
" Habis makannya Pa..?" tanya Anaya.
" Habis," sahut papanya dengan suara yang belum sempurna terdengar.
" Tinggal dua suap lagi, kata Papa sudah kenyang ." beritahu Bik Sum.
" Dih.. Papa hebat...!" seru Anaya sambil memberikan dua jempol 👍👍 pada Papanya.
" Tuan semangat, karena besok mau pulang," kata Bik Sum.
" Iya, Papa senang besok pulang..?" tanya Anaya.
Papanya menganggukkan kepalanya dan berkata.
"Bosan tidur terus ," ucap papanya.
"Bibik juga bosan, nggak ada yang mau dikerjain ."
Tok...tok...
Seorang suster masuk dengan membawa obat yang harus di minum papanya Anaya.
" Ini obatnya Pak, besok sudah bisa pulang ya Pak..?" tanya suster tersebut pada papa sambil meminumkan obat tersebut.
" Ya suster, Papa sudah boleh pulang ," jawab Anaya.
" Baguslah Pak, cepat pulih ya Pak," ucap suster.
" Ya, terima kasih suster sudah merawat saya. Sehingga saya cepat sembuh ," ucap papa Anaya.
" Ya Pak , sudah tugas kami ," sahut suster itu lagi.
" Permisi Pak, Bu," ujar suster tersebut, dan kemudian melangkah meninggalkan kamar inap papa Anaya.
Sepeninggal suster tersebut, Anaya menyuruh papanya untuk beristirahat.
" Papa istirahat ya, biar besok kita pulang. Papa dalam keadaan segar ," kata Anaya
" Ya.." kata Papanya.
" Bibik sudah makan ?" tanya Anaya pada Bik Sum.
" Sudah Non, makan roti ," jawab Bik Sum.
" Nggak makan nasi Bik..?"
" Lagi malas makan nasi, makan roti biar serasa jadi bule Non.."gurau Bikk Sum.
Anaya berusaha untuk tertawa, untuk menutupi hatinya yang hancur. Dalam pikirannya, terus melintas pesan yang diterima dari Raditya.
" Non Nay sudah makan ?" tanya Bik Sum.
" Sudah Bik, tadi waktu menemui dokter, Nay sempatkan beli siomay ." kata Anaya.
" Maaf B**ik, Nay berbohong ." batin Anaya**
" Cukup makan siomay Non..?" tanya Bik Sum lagi.
" Cukuplah Bik, lambung Nay kecil," kata Anaya dengan mengelus perutnya.
" Maafkan mama baby, mama sudah berbohong.." batin Anaya berbicara dengan baby-nya.
" Besok Bibik akan masak favorit Non Nay dan Papa," ucap Bik Sum.
" Besok kira-kira jam berapa kita pulang..?" tanya Bik Sum lagi.
" Siap kita bayar administrasinya, mungkin siang Bik," kata Anaya.
" Bibik istirahat saja, Papa juga sudah tidur tu.." bisik Anaya karena takut Papanya terganggu.
" Baik Non.." sahut bik Sum.
💔***Next***💔