NovelToon NovelToon
JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cece Virgo

JONES, gelar yang cocok untuk Melani dan Assisten Raffa, dipaksa untuk saling jatuh cinta oleh pasutri jahil. memaksakan kehendak hati sang pemilik raga untuk saling mencintai.

Bagaimana bisa begitu? sedangkan hati tidak bisa dipaksakan. walaupun berusaha, namun akal dan hati terkadang tidak sejalan.

Hingga saat itu tiba, cinta mulai tumbuh. namun ada lika liku perjalanan cinta yang harus ditempuh. Raffa harus merasakan perihnya hati saat perempuan barbar itu berhasil menaklukkan hatinya dan sayangnya ia tengah dekat dengan pria lain.

**
Cerita ini adalah sekuel dari novel 'Selir, Gairah Pria Kesepian'
boleh baca lebih dulu, boleh juga tidak 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian Sebenarnya

🌴🌴🌴

"Lihat itu." Raffa menunjuk seorang pak tua tengah memungut paku yang berserakan di jalan.

"Ma-maksudnya, jadi ban motor ku kempes karna terpijak paku-paku itu?" Melani menatap tidak percaya, ia benar-benar merasa bersalah dengan Chika dan suaminya

"Ya, kamu benar. bapak itu baru saja membeli paku tapi sayang sekali kantung kreseknya ada yang bolong jadi beberapa paku berceceran." jelas Raffa, ia mengetahui hal itu dari bapak tersebut.

"Non, Tuan, maaf ya ... karena keteledoran saya, dapat merugikan Nona." pria tua itu merasa tidak enak hati kepada perempuan cantik ini, yang mengakibatkan sepeda motornya kempes akibat melindas paku payung miliknya yang berserakan di jalan

"Gak apa, Pak. tidak masalah kok," ucap Melani seraya mengulum senyum

"Kalau begitu kita pamit dulu, Pak." pamit Raffa, diangguki oleh pria tua itu yang diketahui adalah pekerja di kediaman Aqilla.

Raffa dan Melani harus kembali ke rumah pasutri itu untuk meluruskan kesalah-pahaman yang dibuat oleh Melani, karena pikiran buruknya yang telah terkontaminasi akan kejahilan pasutri itu.

Melani berlari untuk menghampiri Chika tatkala ia melihat perempuan tersebut berdiri di teras rumahnya bersama Andrew. ia benar-benar bersalah, tersulut emosi hingga membuncah begitu saja untuk pertama kalinya kepada perempuan lembut itu.

"Mel."

"Chika!"

Bugh

Melani menghambur memeluk sahabat karibnya, ada sesal yang ia rasakan saat memeluk perempuan ini. Chika menguraikan pelukan itu, ingin melihat wajah sahabat yang telah berhasil memarahinya

"Maaf." sesal Melani, memasang wajah memelas terhadap wanita ini

"Kamu nggak salah kok, tindakan kamu sudah benar. wajar saja kamu curiga sama kita yang udah sering ngerjain kalian." ucap Chika, tatapannya beralih mengarah pada Raffa

"Aku nggak bisa berpikir jernih dan malah menuduh kalian." Melani kembali memeluknya

"Sudah-sudah, yang penting sekarang kamu udah tau kebenarannya." Chika mengelus punggung itu

"Terus sekarang, bagaimana aku mau pulang? kamu tau, aku buka toko."

"Ohya?" Chika tampak tertarik, "Kalau gitu nanti aku sempatkan berkunjung deh. sekarang--kamu pulang sama Mas Raffa aja, biar motor mu disini dulu."

"Tapi--

"Suamiku ada anak buah yang akan mengantar motor ke rumah kamu, jangan takut."

Melani mengangguk paham, "Baiklah."

"Raff, antarkan Melani! aku akan nyusul nanti." titah Andrew yang sedari tadi hanya menyimak interaksi sesama perempuan ini

"Baik, Tuan."

"Daaa!!" Melani melambaikan tangan kepada sahabatnya sembari berjalan mundur menuju mobil milik Raffa

Chika tersenyum menatap kepergian sahabatnya bersama Assisten itu, ada rasa kelegaan yang bercampur rasa bersalah. semuanya menjadi satu, terkadang ia juga menyesal sudah menyetujui ide gila dari suaminya.

Chika mendongak menatap wajah suaminya dengan memasang raut kesal, "Semua gara-gara kamu! coba aja nggak buat ide gila pasti Melani nggak akan marah. aku jadi nggak enak hati, padahal bapak itu suruhan kita." omel Chika

"Tapi kan dia percaya, udah nggak marah lagi." ucap Andrew dengan santai

"Tapi tetap aja!" Chika menonjok bahu suaminya, melenggang pergi masuk kedalam rumah.

Disisi lain, suasana di dalam mobil terasa hening, Melani menatap keluar jendela melihat jalanan yang masih padat siang itu. pikirannya masih berkelana kepada sahabatnya, ia merasa tidak enak hati pada wanita itu. Raffa sesekali menoleh kepadanya dengan wajah datar, didalam pikirannya perempuan ini benar-benar sangat marah atas kejadian tadi. namun--untung saja kebenaran terungkap saat itu juga.

"Jangan menung, nanti kesambet."

Melani tersentak, menoleh menatap Raffa. "Siapa juga yang melamun." sanggahnya

"Siapa tau saja, mending kita dengerin musik. suka Dj?" tanyanya

"Lumayan."

Raffa tersenyum, ia pun menyetel musik Dj yang terpasang di samping kemudi dan diantara dashboard. alih-alih ia ingin menghibur wanita cantik ini

"Nah, ini aja, seru!"

"Bersenang-senanglah, anggap aja ini utang budi dariku karna kemarin kamu udah ngehibur ku." ucap Raffa

"Hmmm, terima kasih, lagian aku nggak apa-apa juga." tukasnya, mengendikkan bahu. tubuhnya mulai bereaksi sesaat mendengarkan musik Dj.

Raffa merasa gemas sekali, ingin sekali ia mencubit pipi gadis itu.

"Hai, joget dong! anggap kita sedang di Club." ajak Melani

"Emang kamu suka ke Club?" tanya Raffa

Melani menggeleng, "Sama sekali nggak pernah. setahuku kalau di Club ya joget," ucapnya

"Syukurlah, jangan sampai kesana."

"Hm. kamu sendiri, pasti dong pernah kesana? secara aku pernah lihat kamu masuk ke Club."

Raffa memicingkan mata, "Kok tau? ngintilin aku lagi ya?"

"Is!" Melani mencubit bahunya, "Mana mungkin! tanpa sengaja."

"Uh, sakit tau! nyubit selalu nggak ngira-ngira." Raffa mengusap bekas cubitan setan dari wanita ini.

Melani tidak menggubrisnya lagi, ia masih asyik berjoget diatas bangku tersebut. hingga mobil yang membawanya tiba-tiba berhenti, membuat perempuan ini mengernyit heran.

"Kok berhenti?"

"Noh, udah sampai." Raffa menunjuk toko kecil itu dengan dagunya

"Oh ya ampun, terbawa suasana sampai lupa kalau udah sampai." gumamnya, Raffa yang mendengar mengulum senyum tipis

"Turunlah! kenapa masih betah di sini?" tanyanya

"Is, ngusir!"

"Bilang aja ingin lama-lama bersamaku." goda Raffa

🌴🌴🌴

1
Intan Arista
Lumayan
Intan Arista
Biasa
Andriyani Al Ibtisam
bagus
Fenty Dhani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Fenty Dhani
ish dasar modus...11 12 sama bosnya🤭
Fenty Dhani
pasti si ulat bulu yang datang...siapa itu??lupa deh...audi kah??😔😏
Fenty Dhani
geli banget ngebayangin nya🤭😂😂😂
Fenty Dhani
😂😂😂😂
Fenty Dhani
😂😂😂dasar somplak
Fenty Dhani
🤦🤦🤦kok sampah sih???lihat yang bener donk...garis dua tuh😁
Fenty Dhani
😂😂😂kasian Raffa d PHP...prank🤭😆😆
Fenty Dhani
semoga setelah Raffa pulang...Melani sudah garis 2...untuk kejutan😁
Fenty Dhani
semoga garis dua y Mel☺️
Fenty Dhani
♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹
Fenty Dhani
😂😂😂😂
Fenty Dhani
ya...ya...semoga kau mendapat jodoh yang kau harapkan Jen☺️
Fenty Dhani
😆😆😆
Fenty Dhani
gass poll terus🤭😂😂
Fenty Dhani
hadiah pernikan dari Andrew y??
Fenty Dhani
gass poll dah😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!