Kendrict Arsenio, laki-laki 29 tahun yang berbakat dengan keahliannya dalam bidang kuliner tersebut mendekati keluarga konglomerat, anak tunggal dari Maheswari family demi membalaskan rasa sakit hati saudaranya yang telah meninggal akibat depresi berat, tidak hanya kehilangan seorang saudara, Ken juga kehilangan ibunya.
Ken menyusun strategi untuk mendapatkan perhatian dari keluarga Maheswari, ia pun berencana akan menikahi Felicia Maheswari dengan berbagai cara. Dan dengan ketampanan juga rasa percaya dirinya yang tinggi, Ken berencana membuat Felicia tergila-gila padanya, kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja, seperti yang pernah Felicia lalukan pada saudaranya.
Bagaimana kisah pembalasan dendam ini akan berakhir, apakah Ken bisa menampik kecantikan dan kebaikan Felicia yang tulus?
Silahkan baca kisahnya 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
R&L bab 12
Felicia menggeleng pelan, kepalanya terasa berdenyut nyeri. Ia merasa cukup bosan dengan obsesi orang tuanya untuk segera punya seorang menantu. Mungkin ini adalah resiko menjadi satu-satunya anak perempuan di dalam satu keluarga. Mau tidak mau, Felicia harus bisa menjadi segalanya demi kebahagiaan kedua orang tuanya.
"Kamu bisa memikirkannya, Sayang. Ken laki-laki baik, mama percaya kalian akan cocok. Mungkin awalnya sulit menerima orang yang tidak kita cintai, namun lama-lama, cinta itu akan tumbuh seiring waktu berjalan," ujar Nerissa menenangkan putrinya.
"Aku butuh waktu!" decak Felicia, ia kemudian pergi meninggalkan ruang makan begitu saja. Melihat sikap kakaknya yang mulai sulit di kendalikan, Freya pamit pada Antonie dan Nerissa untuk menyusul Felicia masuk ke dalam kamar.
Felicia bukanlah wanita yang bisa dengan mudah di rayu dan di bujuk, wanita itu selalu punya pertimbangan matang dan punya berbagai pemikiran untuk benar-benar memberi keputusan pada sebuah masalah.
Seperti saat ini, Freya tidak akan mau jika harus membujuk Felicia menerima penawaran Antonie, karena jika kedepannya terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, tentu Freya juga harus turut bertanggung jawab. Sebagai seseorang yang sangat tau sifat Felicia, Freya hanya mencoba memberi saran dan dukungan jika apa yang Felicia lakukan adalah hal yang benar.
"Kak, boleh aku masuk," ucap Freya saat berdiri di depan pintu kamar Felicia yang sedikit terbuka.
"Hmm." Felicia hanya berdehem, sepertinya dia sedang irit bicara.
"Melihat kegigihan paman untuk segera menikahkanmu, sepertinya kamu harus memilih, Kak. Atau, kamu cari jalan lain," ujar Freya, nada suaranya pelan, berusaha sebaik mungkin menyampaikan sarannya.
"Jalan lain?" tanya Felicia, sejenak, ia terdiam sambil memandang Freya yang duduk kaku di sebelahnya.
Belum sempat Freya menjawab, Felicia buru-buru mengambil ponselnya di atas nakas, ia mulai mengabaikan keberadaan Freya dan sibuk mengetik pesan dalam suatu aplikasi.
"Kakak punya ide?" tanya Freya penasaran.
Felicia mengangguk, tersenyum dan kembali duduk di samping Freya.
"Dengar, beberapa waktu lalu, laki-laki yang sering aku ceritakan sebagai teman kencan onlineku, tiba-tiba menyatakan perasaannya. Dia mencintaiku, Freya. Saat itu aku menolaknya, tapi sekarang aku ada ide, aku akan memanfaatkan dia untuk jadi pacar sewaan, bagaimana menurutmu?"
Freya meringis. "Emm, sepertinya itu bukan ide bagus, Kak," jawab Freya sambil menatap bingung pada Felicia.
"Kenapa? lagipula aku merasa nyaman setiap kali bertukar pesan dengannya," jelas Felicia.
"Masalahnya, kalian belum pernah bertemu sebelumnya. Lagipula dia bilang kalau dia mencintaimu, Kak. Apa kamu setega itu mempermainkan perasaan laki-laki?"
Felicia menggeleng kuat. "Freya ... Freya, kamu terlalu polos. Aku bisa membayarnya dengan harga berapapun, uang juga bisa mengalahkan perasaan seseorang," ujar Felicia.
"Kak." Freya mendesah lemah, kali ini Felicia benar-benar mengambil tindakan yang kurang Freya setujui, selain akan menimbulkan lebih banyak masalah di kemudian hari, Antonie dan Nerissa juga pasti bisa melakukan penyelidikan tentang laki-laki misterius yang Felicia katakan.
"Besok saat jam makan siang, aku akan mengajaknya bertemu. Kamu harus ikut, kita akan lihat sama-sama, bagaimana bentuk wajah laki-laki yang setiap malam merayuku dengan pesan-pesan romantisnya," ujar Felicia, wanita itu merobohkan tubuhnya di atas kasur sambil memeluk guling.
Felicia sedang berangan-angan, membayangkan sosok laki-laki yang akan ia temui besok. Entah mengapa, Felicia sudah merasa tidak sabar, ada banyak hal yang membuat dirinya begitu penasaran tentang laki-laki misterius itu, selain perhatiannya melalui pesan yang Felicia anggap istimewa, laki-laki itu juga bisa dengan mudah menghibur Felicia meski hanya sekedar saling bertukar pesan.
Melihat Felicia mulai senyum-senyum sendiri dengan layar ponselnya, Freya memilih meninggalkan wanita itu, ia tidak mau mengganggu kesenangan Felicia yang semu.
🖤🖤🖤
Malam berlalu dengan cepat, pagi ini Felicia sudah menyelesaikan semua jadwal pemotretan majalah dewasanya, tentu saja dengan keberadaan Freya di sampingnya. Untuk urusan kantor, Felicia sengaja menunda pertemuan dengan para petinggi perusahaan demi melonggarkan waktu untuk menemui laki-laki misterius seperti rencananya semalam.
"Freya, apa penampilanku sudah cantik?" tanya Felicia, ia berdiri dengan gaun merah sambil memperbaiki riasan wajahnya.
"Kak, kamu sudah cantik dari sananya. Ah, bagaimana jika laki-laki itu sudah tua, beruban, berkumis lebar, pasti menakutkan kalau kamu masih menawarkan posisi pacar sewaan padanya," ujar Freya menggoda. Bagaimana tidak, Felicia tampak sangat bersemangat menemui laki-laki yang bahkan bentuk wajahnya saja tidak ia ketahui, sedangkan, Felicia sama sekali tidak melirik Kendrict yang masuk dalam penawaran Antonie.
Felicia tidak menghiraukan ucapan Freya, ia sudah terlanjur menyusun rencana, dan ini sudah menjadi pilihannya.
Felicia sudah mengirimkan alamat cafe tempat pertemuan mereka pada laki-laki misterius itu, dan mereka sudah sepakat untuk saling bertemu, Felicia bahkan sudah memesan meja melalui website di cafe tersebut, ia tidak mau salah orang.
Pukul 11 siang, Felicia sudah mengajak Freya keluar dari gedung kantor. Dengan penampilannya yang memukau, Felicia yakin jika si misterius tidak akan menolak tawarannya.
Sopir mengendarai mobil dengan cepat sesuai instruksi Felicia, Freya duduk dengan gugup di samping wanita itu, menerka-nerka tentang sosok laki-laki yang akan mereka temui.
Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit, Felicia sudah sampai lebih awal, ia dan Freya memesan minuman untuk meredakan ketegangan sambil menunggu.
"Kak, kamu sudah memikirkan semuanya dengan baik?" tanya Freya.
"Tentu saja, Freya. Ini final keputusanku. Aku nggak bisa menerima Evans," jawab Felicia.
"Bagaimana dengan Ken, aku rasa dia baik. Kenapa nggak ngasih kesempatan sama Ken dulu sebelum kakak mengambil keputusan nggak masuk akal ini," keluh Freya.
"Sudahlah, Freya. Sudah terlambat, lagipula kamu sendiri tau, Ken baru saja di tolak cintanya, pasti dia masih mencintai wanita itu," ucap Felicia
Freya menggeleng pasrah, kali ini ia menyerah, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain mengikuti setiap jalan rencana Felicia.
Detik demi detik berlalu lambat, Felicia terlihat gelisah, berkali-kali ia melihat jam kristal mewah di pergelangan tangannya. Freya pun berulang kali mengedarkan pandangan ke sekeliling cafe bernuansa outdoor ini, ia sungguh dilanda kecemasan dan rasa penasaran tinggi.
Karena gugup, Felicia pamit pada Freya untuk ke toilet cafe sebentar, namu beberapa detik setelah kepergian Felicia, seseorang datang menyapa.
"Freya," sapa laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut gondrong yang di kuncir, laki-laki itu mengenakan kaos hitam yang tertutup jaket bermotif kotak-kotak.
"Ken, ada apa kamu kemari? nggak kerja?" tanya Freya bingung.
"Tunggu, aku datang menemui seseorang, dan dia, memintaku menunggu di meja nomor ... nomor sembilan, ini meja yang kami pesan untuk bertemu," ujar Ken menjelaskan, ia menunjuk meja yang berada tepat di depan Freya.
"Hah?" Freya membulatkan matanya lebar, mulutnya melongo tak percaya.
"Freya, apa kamu wanita yang ...."
🖤🖤🖤
Kendrict
Felicia
kalau begini ingin kubuat feli menderita seumur hidup saja tor biar impas sebagai karma dari felix
freya kenapa keceplosan buka rahasia ken dan feli ke ronall😱
antara feli sama ken pasti ada salah paham, musuh sebenarnya pasti sahabat feli biar feli pisah sama mantannya.... nenurutku gitu