Elvano Devan seorang CEO tampan yang cuek dan dingin adalah penerus dari perusahaan ayahnya The Royal Company.
Sang ayah mempekerjakan seorang wanita bernama Irene Stefanie yang sebenarnya adalah gadis yang dijodohkan dengan Devan untuk menjadi sekretarisnya tanpa sepengetahuan sang anak. Apa yang akan terjadi di antara Irene dan Devan? Apakah pada akhirnya Devan akan tau yang sebenarnya? Atau dia akan menolak perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LOEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan
Di hari minggu sore Devan dan Irene berencana untuk pergi kencan seperti pasangan pada umumnya. Mereka pun pergi ke taman hiburan, sesampainya disana mereka berdua membeli tiket masuk dan mulai berjalan menyusuri taman tersebut, mereka berdua jalan bergandengan sambil melihat - lihat, saat sedang jalan Irene mengajak Devan untuk menaiki wahana komedi putar, awalnya Devan menolak karna menurutnya ini adalah permainan untuk anak kecil, namun Irene terus memaksa Devan agar dia mau naik dan menemani Irene bermain dan mau tidak mau Devan pun akhirnya mengalah dan harus menemani Irene bermain, selesai bermain komedi putar Irene mengajak Devan untuk membeli ice cream dan kembang gula, selesai membeli makanan, sekitar pukul 19.23 mereka berdua memutuskan untuk menaiki kincir angin untuk melihat pemandangan kota di malam hari, "katanya jika kita berhenti tepat di puncak kincir angin ini kita harus mengucapkan keinginan kita dan itu akan terwujud " ucap Irene "kau percaya dengan hal seperti itu? " ucap Devan sedikit tertawa karna tingkah kekasihnya itu "tentu saja " ucap Irene yakin, dan ternyata mereka berdua tepat berhenti di puncak kincir angin tersebut dan Irene mengucapkan keinginannya dan berdoa, setelah itu kincir angin tersebut bergerak kembali, "apa yang kau inginkan? " tanya Devan "aku tidak mau memberitahu mu" ucap Irene "ooh ayolah tidak masalah aku tidak akan memberitahukannya kepada orang lain " yakin Devan, awalnya Irene menolak namun karna Devan memaksanya Irene pun setuju dan memberitahu Devan tentang keinginannya itu "aku berharap kita berdua dapat selalu bersama meskipun banyak rintangan yang akan kita hadapi dan aku juga berkeinginan jika kita menikah, pernikahan itu akan bertahan selamanya" ucap Irene tersenyum, Devan tidak percaya ternyata keinginannya yang Irene inginkan sama dengan dirinya meskipun awalnya ia tidak percaya namun dia tetap melakukan hal yang sama (hidihh muna -_- wkwk) dan selesai lah perjalanan mereka berdua di taman tersebut dan akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Irene memutuskan untuk masuk ke kamarnya sedangkan Devan memilih untuk pergi langsung ke ruang kerjanya karna, ia di telpon oleh pegawainya bahwa ada hal yang penting.
Saat ini Irene sedang membersihkan diri dan berganti pakaian menggunakan pakaian rumah dan ia berniat untuk pergi ke dapur untuk makan malam meskipun agak lambat karna jam sudah menunjukkan pukul 21.34 malam dan ia pun pergi menuju dapur dan memanaskan makanan.
Devan sekarang tengah menyelesaikan pekerjaannya dan tidak butuh waktu lama ia ou menyelesaikan pekerjaannya dan memutuskan untuk istirahat, sebelum ia pergi ke kamarnya ia memutuskan untuk mengecek ke kamarnya Irene, saat ia membuka pintu kamarnya ternyata Irene tidak ada di katnya dan Devan pun turun mengecek ke bawah, saat ia berada di ruang keluarga, ia mendengar ada suara dari dapur dan ia pun pergi mengeceknya dan ternyata itu adalah Irene, "apa yang kau lakukan? " ucap Devan sambil menuju ke dapur "eemm? aah aku sedang memanaskan makanan " ucap Irene "apa pekerjaanmu sudah selesai? " tanya Irene "ya semuanya sudah selesai " jawab Devan dan dibalas kan anggukan oleh Irene, saat ia sedang mengaduk makanan di wajan, tiba - tiba Devan memeluknya dari belakang dan bersender di bahunya Irene "apa yang kau lakukan? " ucap Irene "memangnya kenapa? apa tidak boleh seorang pria memeluk kekasihnya sendiri? " tanya Devan "bukan begitu, kau mengganggu aktivitas ku " ucap Irene dan Devan pun melepas pelukannya "ya sudah" ucapnya dan ia berdiri disamping Irene dan memperhatikan Irene dari sebelahnya, sekitar 15 menit memanaskan makanan, kemudian makanan ou dihidangkan "apa kau tidak lapar ? " tanya Irene "aku sudah kenyang" jawab Devan "baiklah kalau begitu aku saja yang makan" ucap Irene lalu melahap makanannya, selesai makan Irene pun membereskan sisanya dan Devan tetap menemani kekasihnya itu, selesai membersihkan semua nya mereka berdua pergi ke kamarnya, namun sebelum itu Devan mengantar Irene terlebih dulu ke kamarnya "ya sudah sampai sini saja aku akan masuk dan tidur " ucap Irene tersenyum "baiklah tidurlah yang nyenyak ya, aku mencintaimu, selamat malam" ucap Devan lalu mencium keningnya Irene "aku juga mencintaimu, selamat malam " ucap Irene, namun sebelum masuk Irene mencium pipi Devan dan masuk jemarnya, Devan sangat terkejut karna ini pertama kalinya Irene menciumnya dan ia pun tersenyum bahagia sambil pergi ke kamarnya.
paling malas baca karakter istri seperti itu kalau merasa dicintai suami, setiap ada maunya harus dituruti dan mau menang sendiri, alasan bosan lah ini itu lahh. hei kebosanan itu bisa kau atasi buat hal2 yg bermanfaat di rumah. dikasih hati minta jantung.
di sini aku pribadi ga bisa menyalahkan org luar, justru salahkan diri sendiri ga bisa jaga diri sendiri