NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Menyusup

​Malam semakin larut, dan kediaman keluarga Tian telah tenggelam dalam kesunyian yang semu. Di balik tembok-tembok megah itu, rasa aman adalah ilusi yang dipelihara oleh mereka yang tidur nyenyak.

Namun bagi Tian Hao, malam bukan untuk beristirahat; malam adalah kanvas di mana ia melukis takdirnya sendiri dengan tinta kegelapan.

​Dengan gerakan yang sangat terlatih, ia keluar melalui jendela kamarnya yang kecil. Tubuhnya yang masih lebam akibat pengeroyokan tadi siang justru memberinya keuntungan tak terduga, otot-ototnya masih panas, dan setiap rasa sakit yang menusuk menjadi alarm bagi kesadarannya agar tetap tajam.

​Ia bergerak menyusuri bayangan paviliun. Di depan gerbang belakang, dua orang penjaga berdiri dengan tombak di tangan.

Mereka sedang asyik berbincang tentang taruhan judi semalam, mengabaikan semilir angin yang membawa aroma tanah hutan. Bagi mereka, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari arah dalam kediaman, apalagi dari seorang "sampah" seperti Tian Hao.

​Tian Hao menunggu hingga awan menutupi rembulan sejenak. Saat cahaya meredup, ia melesat bukan dengan kecepatan energi yang luar biasa, melainkan dengan efisiensi gerakan seorang pembunuh yang telah hidup lima abad.

Ia melewati celah sempit di bawah menara pengawas, kakinya nyaris tak menyentuh rumput yang basah.

​Begitu ia melewati perbatasan wilayah keluarga, atmosfer berubah seketika. Hutan Terlarang menyambutnya dengan aura yang jauh lebih mencekam daripada beberapa hari lalu.

Bau anyir darah dari para murid yang tewas belum sepenuhnya hilang, mengundang predator-predator yang lebih liar untuk keluar dari sarang terdalam mereka.

​"Dunia ini adalah sebuah perjamuan," batin Tian Hao saat ia menginjakkan kaki di atas tanah hutan yang lembap. "Jika kau tidak memiliki kekuatan untuk memegang pisau dan garpu, maka kau adalah hidangan yang tersaji di atas meja."

​Jarak menuju tempat ia mengubur karungnya masih cukup jauh. Tanpa perlindungan dari kelompok praktisi, setiap jengkal tanah di sini adalah jebakan maut.

Tian Hao tidak berjalan di jalur setapak. Ia memanjat pohon, berpindah dari dahan ke dahan dengan kelincahan yang sunyi. Namun, ketenangannya terusik ketika ia mendengar suara geraman rendah dari bawah.

​Di bawah naungan pohon besar, sekelompok Serigala Taring Belati sedang mengendus tanah. Bulu mereka hitam pekat dengan mata merah yang menyala di kegelapan.

Mereka bukan sekadar binatang buas; mereka adalah monster tahap awal Pemurnian Tubuh yang memiliki kecepatan luar biasa. Sialnya, salah satu dari mereka mendongak, hidungnya menangkap aroma pil penyembuh yang masih tersisa di tubuh Tian Hao.

​Auuuuu!

​Raungan itu memecah kesunyian malam. Tanpa peringatan, serigala pemimpin melompat setinggi tiga meter, mencoba mencabik kaki Tian Hao yang berada di dahan bawah.

​Tian Hao tidak panik. Ia melepaskan pegangannya pada dahan pohon, membiarkan tubuhnya jatuh bebas. Saat ia berada di udara, ia mencabut belati pendek yang ia ambil dari mayat murid tempo hari.

​Sret!

​Belati itu meluncur, bukan ke arah kepala, melainkan ke mata sang serigala. Darah hitam muncrat. Serigala itu melolong kesakitan saat menghantam tanah. Namun, empat ekor lainnya langsung menerjang dari berbagai arah.

​Tian Hao mendarat dengan posisi rendah. Ia tahu kekuatannya saat ini sangat terbatas. Jika ia bertarung secara frontal menggunakan tenaga kasar, ia akan kehabisan napas dalam hitungan menit. Ia harus bertarung dengan memori otot dan titik buta.

​Seekor serigala melompat ke arah punggungnya. Tian Hao berputar secara horizontal, menggunakan momentum putaran untuk menghantamkan sikunya ke hidung sensitif makhluk itu.

​BRAK!

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!