NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 12

Setelah drama selesai, Alice benar - benar melaoprkan Sivie dan Natalie dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Aku ingin tante mereka membenci Alice dan Jane kalau bisa Nicolle juga di benci sama semua keluarga besar ini.. hanya aku dan Natalie yang boleh di sayang oleh keluarga besar ini karena mereka hanya akan menjadi penghalang untuk senua keluarga untuk sayang ke aku dan Natalie.” Ucap Silvie dalam rekaman yang di berikan oleh Rosaline

Rekaman itu di perdengarkan di dalam sidang kasus pencemaran nama baik yang di laporkan Alice.

Silvie dan Natalie terbukti menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan kasus perudungan. Keduanya terbukti bersalah berdasarkan bukti berupa video rekaman CCTV, video dan rekaman suara. Setelah rekaman suara di periksa keasliannya oleh penyidik kepolisian dari sana lah semua alat bukti sudah di buktikan asli dan langsung mempercepat proses penyelidikan tersebut.. Silvie di jatuhi hukuman penjara selama 4 tahun karena ia lah otak dari semuanya, mulai dari fitnah sampai setiap rencana - rencana untuk mempermalukan korban, hasutan dia lah yang membuat skenario agar Rosaline menjadi benci ke Alice, Jane dan Nicolle.

Sedangkan Natalie di jatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun karena terbukti melakukan perudungan terhadap Alice, Jane dan Nicolle.

Tante Grace tidak terima anaknya di penjara, ia selalu berteriak kalau anaknya tidak bersalah dan berusaha untuk melukai Alice dan Jane.. yang akhirnya tante Grace di tahan oleh beberapa petugas keamanan yang ada di ruang persidangan. Sedangkan Grace dan Natalie hanya bisa pasrah karena memang mereka terbukti bersalah.

“Dasar keponakan tidak tahu diri kalian, bisa - bisanya kalian memasukan anak - anak ku yang baik ke penjara!!!!” Teriak Grace memaki Alice

Tapi Alice tidak takut, ia malah menghampiri tante Grace yang sedang di tahan oleh petugas keamanan.

“Aku tidak perduli jika nantinya kalian semua akan menilai aku sebagai anak yang tidak sopan atau jahat terhadap sepupu sendiri.. tapi apa yang aku lakukan sekarang untuk menegakkan keadilan untuk aku dan adik - adikku.” Ucap Alice dengan tegas

“Karena kalian bertiga, aku dan adikku tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibu kami, walaupun ibu kandung kami masih hidup.. karena kalian bertiga orang tua ku berpisah, mau bilang ibu ku bodoh? Dia memang bodoh selalu menyalahkan anak - anaknya di saat semua bukti sudah jelas ada di depan mata kalau keponakan tersayangnya bersalah.” Ucap Alice lagi

“Dan sekarang anda teriaki adikku dengan kata adikku keponakan yang tidak tahu diri? Bagian mana yang membuat aku dan adik - adikku tidak tahu diri itu? Kami yang tidak tahu diri apa kalian yang tidak tahu diri?!” Ucap Kelvin tiba - tiba dengan nada yang dingin

Deg

Tante Grace terlihat takut dengan Kelvin.

“Jangan karena kami selalu diam setelah semuanya, kalian menganggap kami lemah.. kami tidak lemah seperti yang anda dan anak - anak anda pikirkan. Kami lebih ingin melawan kalian dengan bukti - bukti yang nyata bukan hanya omongan tapi tidak ada buktinya.” Ucap Kelvin lagi yang sudah ada di sebelah Alice

Tante Grace mengepalkan tangannya sampai jari - jarinya memutih tapi ia tidak bisa melawan karena apa yang di katakan Kelvin benar.. walaupun begitu ia tetap berusaha mencari kata - kata untuk menjatuhkan mental anak - anak Rosaline.

“Mana bukti yang aku minta? Bukti yang di mana kalau memang benar aku yang menyerah rekaman untuk up cerita ini ke bloger itu. Mana? Kalian tidak bisa mengeluarkan bukti itu kan?” Tanya Alice dengan nada tinggi

Mendengar suara Alice yang mempertanyakan bukti dari mereka yang menuduh Alice menyebarkan cerita ke bloger, Tante Grace, tidak bisa menjawab karena mereka hanya beramsumsi saja tanpa benar - benar menyelidiki siapa yang menyebarkan cerita tersebut ke bloger.

Yang di mana sebenarnya Kelvin dan Bryan sudah memberitahukan jika mereka yang menyebarkan cerita itu ke bloger.

“Harusnya Rosaline dan anak - anaknya yang hancur bukan aku dan anak - anakku.. Harusnya kalian yang benar - benar hancur dan malu!!!” Teriak tante Grace sambil menunjuk Alice dan Kelvin. Sambil berusaha untuk melukai Alice karena ia menendangkan - nendangkan kakinya agar bisa mengenai Alice.

Para petugas itu semakin tersulut emosi dengan tingkah tante Grace, mereka pun langsung bergegas membawa tante Grace keluar dari ruangan persidangan.

Untung saja kejadian tante Grace terjadi ketika para hakim sudah membacakan putusan tersebut dan para hakim beserta terdakwanya sudah keluar dari persidangan. Jadi tidak menganggu putusan pengadilan yang akan memberikan putusan hukuman penjara kepada terdakwa.

Setelah masalah Silvie dan Natalie selesai, membuat Alice dan Jane agak lega karena semua orang mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Bukan Alice dan Jane yang salah, bukan Alice dan Jane yang tidak menyukai mereka. Tapi merekalah yang tidak menyukai Alice dan Jane, mereklah yang salah.

Semua teman - teman Silvie dan Natalie mengetahui jika Alice dan Janelah yang tidak menyukai mereka dan berusaha untuk menjatuhkan mereka..

Alice dan Jane hampir tidak mempunyai teman dekat, mereka hanya berteman biasa saja ke teman - temannya. Karena kebanyakan temannya termakan omongan Natalie yang mengatakan mereka selalu ingin menjatuhkan sepupunya agar tidak di sayang oleh seluruh keluarganya.

Dari sanalah banyak yang membenci Alice dan Jane, tapi ad beberapa orang saja yang ingin berteman dengan mereka. Ada satu teman Alice bernama Cecillia ia lah teman dekat Alice setelah Maria.. tapi Cecillia sudah pindah ke negera S ikut papanya yang memutuskan pindah ke negera S.

Yang tidak di ketahui Alice adalah, Cecil selalu mencari tahu tentang Alice. Ketika ia tahu kalau sepupunya tidak pernah berubah ia berencana untuk pulang dan menetap di kota J.. karena ia ingin selalu bersama dengan temannya. Ia juga akan menghubungi Maria, karena ia sudah sangat rindu dengan kedua temannya.

................

Sebulan setelah kasus Silvie dan Natalie selesai, Alice benar - benar menjalankan aktivitasnya dengan tidak ingin mendengar apa pun tentang Silvie, Natalie dan tante Grace. Ia hanya ingin menjalankan hidupnya dengan baik dan tenang, ia juga lebih giat bekerja sekarang.

Setelah di wisuda, Alice tetap membantu di kantor papa Indra dari pagi sampai siang. Setelah jam makan siang ia akan ke Restoran, ia juga sesekali akan ke kantor yang ia dirikan bersama para sepupunya. Jadi ia tidak merasakan sedih, walaupun rasa sedih karena ibunya masih bisa ia rasakan. Tapi Alice tidak ingin berlarut- larut dalam kesedihan itu.

Alice mencoba untuk mengikhlaskan keadaannya, walaupun di hatinya sudah memaafkan mama Rosaline. Namun apa yang di lakukan mama Rosaline tidak bisa di lupakan dengan cepat setelah kata sudah memaafkan itu terucap.

Ketika Alice sedang berjalan di lobby sambil melihat tabnya sesekali melihat ke arah jalan. Tiba dari arah pintu masuk ada seorang anak remaja yang sedang berjalan di depan papanya, anak itu melihat Alice seketika terlihat senang.

‘Aunty yang ada di foto Aunty Cecil.’ Ucap anak remaja itu

Anak kecil itu langsung menghampiri Alice dan meninggalkan papanya dan asisten papaya. Belum sempat papa anak itu protes melihat anaknya berjalan lebih cepat menghampiri seorang perempuan.

“Halo aunty..” ucap anak itu membuat Alice terkejut dan langsung menurunkan tabnya.

“Eh.. halo adik manis.. apa kita pernah ketemu?” Tanya Alice sambil mengusap rambut anak itu dengan lembut..

Anak itu menggelengkan kepalanya, membuat Alice bingung.

“Tapi aku pernah lihat aunty di handphone Aunty Cecill.” Jawab anak itu

Deg

“Aunty Cecill? Cecillia Winata?” Tanya Alice

Anak itu menganggukan kepalanya dengan semangat..

Deg

‘Dy menanggil Cecill aunty, apa adik ini anaknya bang Alex Tanya Alice dalam hati dengan perasaan senang dan rindu dengan Cecill

Sebelum Alice bertanya lebih lanjut, dari belakang anak itu memanggil namanya.

“Alice? Kamu Alice Wijaya kan temannya Cecill?” Tanya laki - laki yang ada di belakang adik itu..

“Bang Alex? Iya aku Alice.” Jawab Alice..

Alex menganggukkan kepalanya, “wah aku tidak menyangka akan bertemu dengan kamu di sini.. ternyata kamu sudah besar ya..” ucap Alex sambil terkekeh melihat ekspresi teman adiknya yang selalu kesal kalau di bilang sudah besar, karena memang dia tidak terlalu tinggi.

“Ihh.. adik abang sama tingginya dengan ku padahal, dan kami memang sudah besar loh.. ngeselin banget sih.” Ucap Alice sambil mencebikkan bibirnya..

Bang Alex terkekeh mendengar ucapan Alice..

“Nama kamu siapa adik manis? Sudah kelas berapa?” Tanya Alice

“Kiarra Alexandria Winata, aku baru naik kelas 1 SMP aunty.” Jawab Kiarra dengan semangat.

Alice mengangguk kepalanya sambil mengelus rambut Kiarra.

“Emaknya di mana bang?” Tanya Alice setelah mebgelus rambut Kiarra.

“Ada di rumah, tapi ni bocil mau ngintilin bapaknya kerja.. korban keusilan emaknya yang lagi hamil muda, nyuruh ngintilin bapaknya ke mana - mana.” Ucap Alex

Mendengar apa yang di katakan Alex membuat Alice tertawa, dan langsung melihat ke jam tangannya..

“Bearti abang yang rapat sama papa hari ini?” Tanya Alice sambil menggiring tamunya naik ke atas.

“Bukan nona, kami akan rapat sama tuan Kelvin.” Ucap sang asisten dari Alex, Kiara hanya menyimak saja.

Ketika di depan ruangan Kelvin, hanphone Alex berdering..

“Halo.. sayang.. Kiarra sudah sama kamu kan?” Ucap perempuan yang ada di hanphone Alex.

Alice tersenyum mendengar suara perempuan itu seketika ia teringat dengan kakak seniornya pas SMP.

“Kak Tiara?!” Jerit Alice agar wanita yang di handphone itu mendengar suarany.

Alex langsung menekan kamera handphonenya menjadi kamera belakang, betapa terkejutnya Tiara melihat sosok yang sangat ia dan Cecill rindukan.

“Alice? Sayang kok bisa ada Alice?” Tanya Tiara ke suaminya..

“Aku sedang di kantor keluarganya Alice tadi ketemu di bawah ini lagi menuju ruang rapat.” Jawab Alex

“Kak nanti nyusul ya ke restoran ku, aku berencana menculik anak kalian untuk aku bawa ke sana sekalian aku ada urusan di sana. Nanti aku share lokasinya ke bang Alex ya kak.” Ucap Alice..

“Baiklah.. nanti aku ke sana ya.. aku izin ya sayang sekalian nanti Kiarra pulangnya sama aku. Tenang aku tidak bawa mobil sendiri kok.” Ucap Tiara

“Okay.. hati - hati ya.” Ucap Alex lalu langsung memutuskan sambunga. Telepon mereka.

Setelah mengantar tamu masuk ke ruang rapat, Alice langsung meninta izin ke Alex untuk membawa anaknya ke restoran.

...****************...

Halo semua selamat membacanya, jika cerita ini tidak sesuai dengan ekspektasi kalian aku minta maaf ya.. semua cerita yang masuk ke sini sudah aku nyari tahu dulu sebelumnya sebelum membuat cerita ttg kasus - kasus seperti silvie dan Natalie.

Maaf mungkin hari ini hanya up 1 karena sibuk dan lagi tak enak badan.. maaf juga jadi agak terlambat untuk upnya..

Terima kasih dan selamat membaca ya ♥️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!