NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG YANG HARUS KUBAYAR MAHAL

PERNIKAHAN YANG YANG HARUS KUBAYAR MAHAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.


Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Hanya Dia

Billy dan Marco sudah ada di depan pintu kamar IGD. Wajahnya terlihat pucat karena belum tahu kondisi keponakannya. Kepala asrama Anabel menghampiri Billy dengan rasa takut yang luar biasa. Wajah Billy terlihat kaku menahan geram.

"Apa yang terjadi kepada Anabel, suster?" tanya Billy pada biarawati itu.

"Tuan, maafkan aku. Anabel ditemukan tenggelam di kolam renang," ucap suster Alicia.

"Apa...? bagaimana bisa? keponakanku selama ini jago berenang bagaimana mungkin dia bisa tenggelam?" tanya Billy bingung.

"Sebenarnya permukaan kolam renang itu beku karena masih musim salju namun entah mengapa Anabel bisa jatuh ke dalam kolam renang? kepala sekolah dan polisi sedang menyelidiki kasus ini tuan melalui cctv dan belum ada info lebih lanjut dari mereka," jelas suster Alicia.

"Semoga ini murni kecelakaan tunggal oleh keponakanku sendiri, jika ada temannya atau kelalaian kalian dalam mengawasi Anabel, kalian akan tahu sendiri akibatnya," ancam Billy bersamaan kemunculan dokter Vandem.

Dokter Vandem sudah mengenal siapa Billy. Kemunculan dokter Vandem dengan raut wajah sendu membuat Billy merasa tenaganya menghilang begitu saja.

"Dokter, bagaimana dengan Anabell? hanya dia keluargaku yang tersisa. Jangan bilang kalau...-"

"Pasien sudah melewati masa kritisnya namun pasien mengalami koma saat ini," timpal dokter Vandem agar Billy tidak berpikir buruk atas nasib keponakannya.

Wajah Billy mengeras sambil menahan bulir bening sekuat mungkin agar tidak jatuh. Tangannya terkenal kuat sambil menghembuskan nafasnya kasar.

"Biarkan aku menemuinya," Billy melangkah dengan cepat untuk melihat keadaan Anabell yang terbaring lemah dengan selang ventilator yang langsung masuk ke dalam mulut.

"Sayang...!" lirih Billy mengamati wajah pucat keponakannya lalu menggenggam tangan mungil itu.

"Sayang, bangunlah...! setelah ini jangan pernah tinggal di asrama lagi. Paman tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi. Paman janji akan menjagamu sebaik mungkin nak," gumam Billy yang akhirnya menangis juga.

Sementara itu Marco mendapatkan pesan dari pemimpin FBI. Berita tentang penangkapan Amanda tidak dipublikasikan ke publik karena permintaan atas beberapa petinggi negara tersebut. Penyelesaiannya akan dilakukan secara intern agar tidak memicu konflik diantara geng mafia yang memperalat Amanda untuk melakukan berbagai kejahatan.

Marco begitu ragu untuk menyampaikan pesan dari agen FBI yang menyatakan pembunuh abang dan kakak iparnya sudah ditangkap. Billy diminta untuk menemui pembunuh itu.

"Sepertinya kabar ini datang disaat yang salah. Bagaimana mungkin aku menyampaikan kabar ini pada tuan ketika dia sedang menghadapi musibah yang menimpa Anabel? apakah aku simpan saja kabar ini menunggu tuan Billy siap menerima kabar ini?" Marco menggaruk kepalanya dengan kasar karena berita ini cukup penting untuk Billy.

Billy keluar dari ruang IGD karena Anabel harus dipindahkan ke ruang ICU. Wajah Billy tampak sendu mengiringi langkah kaki dua orang suster yang sedang mendorong brangkar Anabell. Billy teringat dengan Kiara. Ia ingin menghubungi Kiara namun urung dilakukan karena mengingat Kiara pasti berada dipesawat yang tidak mungkin bisa ia hubungi.

"Kiara, aku sangat merindukanmu. Aku butuh teman untuk bisa mendengar kepedihan hatiku," batin Billy lalu melihat ke arah Marco.

"Tuan, ada yang harus aku sampaikan kepada anda," ucap Marco namun satu tangan Billy terangkat seakan menahannya untuk bicara lebih lanjut.

"Aku tidak ingin mendengar kabar apapun dari perusahaan atau yang lainnya kecuali Kiara dan Anabell," tegas Bill.

"Baik tuan," Marco mengalah dan tetap mengikuti langkah Billy dan perawat yang sudah tiba di depan ruang ICU.

...----------------...

Kiara sekarang sedang berada di ruang interogasi. Hanya ada tasbih digital yang diizinkan oleh petugas untuk ia pegang sementara barang miliknya yang lain disita termasuk ponsel dan jam tangan. Bahkan perhiasannya yang ia kenakan sebelumnya juga sudah diamankan oleh petugas.

Sudah hampir 48 jam dia berada ditempat itu. Agen Harry mulai memeriksanya dengan pertanyaan yang sama dan juga bujukan yang mengintimidasinya.

"Bagaimana kamu bisa lolos ke Amerika dengan kejahatanmu sebelumnya di negara asalmu, Bali?" tanya Agen Harry.

"Aku tidak melakukan kejahatan apapun. Jika aku bisa masuk ke sini tentu saja dengan paspor asli dan visaku lolos untuk masuk ke negara ini. Aku sedang melakukan bulan madu bersama suamiku. Kalian bisa menghubunginya atau juga keluargaku. Dan satu lagi, namaku Kiara. Aku bisa membuktikannya kalau namaku Kiara," tegas Kiara.

"Nona, kalau kamu keras kepala karena tidak mau mengakui semua kejahatanmu maka kamu akan di kirim ke penjara yang sangat angker dan akan dieksekusi mati. Namun jika kamu bersedia mengakui semua kejahatanmu maka hukumanmu akan dikurangi," bujuk agen Harry.

"Apa yang harus kuakui padamu jika aku tidak melakukan kejahatan apapun. Aku rela mati demi mempertahankan kebenaran bukan karena takut akan sesuatu yang menyeramkan yang barusan tuan katakan. Kematianku lebih terhormat dan mulia jika tuan akan mencari pelaku kejahatan yang sebenarnya dan aku tahu dia dimana," ucap Kiara.

"Baiklah. Mungkin kami harus membiarkan mu membusuk dipenjara kalau kamu tetap tidak mau mengakui kejahatanmu," ucap agen Harry.

"Tolong hubungi suamiku atau keluargaku karena mereka adalah saksiku. Tolong lakukan ini untukku sebagai bentuk keadilan dinegara ini. Kalian menangkap orang yang salah tuan," rintih Kiara saat tuan Harry beranjak keluar dari ruangan itu.

Kiara kembali menangis namun mulutnya terus saja beristigfar." Ya Allah, jika ini bagian dari ujian dariMu, maka kuatkan jiwa dan ragaku untuk menjalaninya. Namun jika ini adalah azab, maka ampunilah aku yang Allah," isak tangis Kiara terdengar pilu. Dengan tangan terbergol, Kiara berusaha melakukan sholat duduk.

Beberapa petugas lainnya yang memperhatikan dari balik kaca yang tak tertembus pandang merasa ada yang aneh dengan sikap Kiara.

"Sepertinya kita menangkap orang yang salah. Kelihatannya dia wanita baik-baik. Lihatlah...! dia masih melakukan ritual ibadah pada Tuhannya sesuai keyakinannya. Orang jahat tidak akan melakukan hal itu, " ucap agen Vallen pada rekannya.

"Jangan terlalu percaya dengan apa yang terlihat Vallen. Biasanya penjahat akan melakukan ibadah sebagai bentuk pertobatan nya sebelum dia dijatuhi hukuman mati. Kamu mengerti maksudku, bukan," ujar rekannya sambil tetap mengawasi Kiara yang sekarang mulai melantunkan ayat-ayat suci Alqur'an dengan lirih yang menyayat hati. Bahkan beberapa petugas yang mendengarkan suara merdu Kiara mulai menitikkan air mata.

"Apakah dia sedang bernyanyi? aku tidak mengerti artinya tapi kenapa terdengar sampai menusuk hatiku. Kenapa aku bisa merasa terharu seperti ini," gumam petugas yang mengawasi Kiara.

"Iya, tuan. Sudah dua hari ini, gadis itu terus saja bernyanyi yang membuat hatiku tenang sekaligus sedih," timpal yang lainnya.

Sementara itu Billy menatap ponselnya yang sedari tadi tidak juga mendapatkan pesan dari Kiara.

"Harusnya dia sudah tiba di negaranya. Kenapa dia belum juga menghubungiku? apakah aku saja yang menghubunginya," ucap Billy lalu mulai melakukan panggilan ke ponsel Kiara namun jawabannya nomor yang anda panggil berada di luar jangkauan. Perasaan Billy mulai tidak enak.

"Ada apa denganku? kenapa aku tiba-tiba merasa sedih?" lirih Billy yang terus saja membayangi wajah Kiara.

1
🌸UmmiMasPutro🌸
bagus deh g jadi nikah🤭
Adi Sudiro
manusia egois udah pada bau tanah bukan nya sadar malah tambah edan
🌸UmmiMasPutro🌸
yg salah cucu kakek seandainya dya g ada amanda mgkn kiara bs jadi istri yg sholeha bkn cm nikah kontrak
🌸UmmiMasPutro🌸
bagus kiara batalin aja
Irul Nurjanah
lanjut
🌸UmmiMasPutro🌸
waduh harus cepet di tangani kiara jgn sampe parah
🌸UmmiMasPutro🌸
sering di ajak ngomong kiara, Annabelle syg sm. kamu, insyAllah cpt sadar
🌸UmmiMasPutro🌸
waduh billy semangat ya kiara percaya Allah SWT
🌸UmmiMasPutro🌸
syukur alhamdulillah masih ada yg mU percaya kiara
🌸UmmiMasPutro🌸
kiara lengah, sampe sampe passport di ganti dya g tau,
🌸UmmiMasPutro🌸
curiga yg dihamil manda bukan anak evan
🌸UmmiMasPutro🌸
nama kakeknya amran tp lupa nama istrinya thor🤭
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
🌸UmmiMasPutro🌸: sama sama kakak author, tetep semangat ya menulisnya 🙏
total 4 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
curiga nanti paman Annabelle yg bantu kiara
🌸UmmiMasPutro🌸
cerita sebagus ini nggak ada yang baca.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭
vitrienoor99
kapok kamu evert, diperjanjikan ga akan menyentuh Kiara tapi syarat dari kakek Hilman harus ada cicit dulu sebelum warisan jatuh ke evert🤣🤣
vitrienoor99
lanjutkan kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!