Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Dia segera menelpon Erwin, panggilannya terhubung tapi tidak diangkat, entah apa yang dilakukan Erwin sekarang.
"Astaga, bagaimana ini?, kalau sampai dia tidak ada disini bisa-bisa kami dalam masalah besar". Ucapnya dengan gelisah dan panik.
Dia kembali ke ruangannya sambil terus berusaha menghubungi lelaki kesayangannya itu.
"Ya ampun, angkat dong kak, kakak ini membuat kita dalam masalah saja". Sungutnya dengan kesal.
Sedangkan Erwin kini tengah berada dirumah orang yang akan melancarkan misi balas dendamnya kepada Steven, dia langsung bergerak cepat agar bukti itu tidak sampai ke orangtua Angel. Tapi dia lupa jika bukti itu sudah dicetak oleh Steven sebagai bukti dan dikirim olehnya kepada ayah Angel.
"Lakukan dengan rapi, aku akan bayar berapa saja jika dia mati dan pekerjaanmu bagus, kamu tenang saja". Ucap Erwin memperlihatkan foto Steven kepadanya.
"Tenang saja, aku akan mengerjakannya dengan sangat rapi apalagi kelihatannya dia anak orang kaya, bisa panjang urusannya kalau sampai ketahuan". Jawabnya dengan pelan.
Sejujurnya dia memang sudah biasa melakukan hal kotor seperti ini karena banyak dari kalangan atas sering menyuruhnya menyingkirkan orang.
"Baiklah, lakukan hari ini juga jika bisa, ini uang mukanya setelah pekerjaannya selesai aku akan lunasi jumlah kesepakatan".
Sang pembunuh bayaran itu membuka amplop kemudian mengangguk pelan kemudian berjalan masuk kedalam mencari perlengkapannya. Sedangkan Erwin menyeringai sinis karena rencananya akan berhasil.
"Lihat saja, kau akan menerima akibatnya karena terlalu ikut campur urusanku".
Dia tidak tahu saja jika rencananya sudah diketahui oleh orangtua Angel tapi mereka berusaha merahasiakannya karena itu permintaan dari Steven lewat panggilan telpon tadi.
Hutama mengacak rambutnya kasar, bagaimana bisa putrinya memelihara dua ular yang tidak tahu diri seperti Mentari dan juga Erwin selama ini. Dia duduk termenung mengingat bagaimana terpukulnya dia ketika Steven mengirim foto dan video saat terjadinya kejadian kecelakaan Angel itu.
"Ini semua nyata? ". Tanyanya tidak percaya.
Dia bahkan menggelengkan kepalanya berusaha menyangkal apa yang telah dia lihat didepannya itu, tangannya bergetar hebat bahkan Handphone yang dia pegang nyaris jatuh ke lantai karena dia sangat terkejut.
"Benar om, mereka menipu kita semua selama ini, Mentari dan juga Erwin bukan hanya teman kecil tapi sepasang kekasih yang menipu Angel sampai dia kecelakaan".
"Kamu yakin nak, ini sudah keterlaluan, aku akan buat perhitungan pada mereka berdua, beraninya mereka menipu anakku yang telah memberi mereka kehidupan yang layak". Ucaonya dengan nada meninggi penuh amarah.
"Jangan om, aku yakin Erwin akan datang menyerang ku nanti, entah dengan suruhan atau apapun itu, dia harus merasakan akibat perbuatannya om, kita harus bermain cantik saat ini, biarkan dia merasa diatas awan dan kita buat jatuh tanpa pengamanan sama sekali".
"Baiklah nak, om mengerti, tolong kamu berhati-hati, mereka ternyata orang licik".
"Baik om, akan kuberikan serangan paling mematikan yang tidak bisa dia tangani nantinya".
"Iya nak, saya akan kekantor, om akan urus mereka dikantor nanti".
"Benar om, om cari semua bukti penggelapan atau penyelewengan kekuasaan yang dia buat begitu juga dengan Mentari, pastikan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan tahu belangnya.
"Iya nak Terima kasih informasinya, om akan telusuri ini sampai tuntas dan akan kuberikan pelajaran yang tidak akan dia lupakan dalam hidupnya".
"Baiklah om, saya tutup dulu".
Hutama menggenggam erat handphonenya itu untuk melampiaskan amarahnya saat ini.
"Kamu akan menyesal karena berani bermain-main denganku anak-anak sialan". Umpatnya pelan.
"Jika bukan karena rencana Steven, kalian akan mendapatkan akibatnya, dasar benalu tidak tahu diri sudah dipungut dan diberikan kehidupan baik malah menusuk kami dari belakang". Umpatnya lagi.
Sedangkan Angel kini duduk termenung ditempat duduk samping meja kasir tempat Senja bekerja, dia ingin pergi meminta bantuan pada sahabat kecilnya tapi keadaan dirinya sungguh tidak memungkinkan, dia tidak mungkin diam saja saat ini.
Dia tidak sadar jika Senja mulai merasakan kehadirannya dalam dirinya, perempuan pendiam itu memang tidak berbicara tetapi dia sangat jeli dalam merasakan segala hal.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak bisa membawa kak Senja untuk bertemu dengan Steven lagian jika akhirnya aku bisa membawa kak Senja pasti Steven pasti tidak akan percaya dengan perkataannya". Cicitnya pelan pada dirinya sendiri.
Ya dia berencana membawa tubuh pinjaman itu untuk menemui Steven, lelaki yang selalu menjadi pelindungnya sejak kecil yang kini berada diluar negeri, dia sangat tahu karakter lelaki itu yang tidak akan sembarangan mempercayai orang bahkan Erwin snag pengkhianat pun tidak pernah dia percayai.
"Jangan coba-coba melakukan yang melanggar aturan nona Angel, kesempatan hidupmu akan langsung hangus jika kamu melakukannya, jika lelaki itu mengenalimu maka tidak akan ad ayang tersisa". Ucap Galaxi yang muncul tiba-tiba disamping Angel yang tengah berbicara pada dirinya sendiri.
"Astaga". Angel langsung memegang dadanya karena sangat terkejut dengan kemunculan Galaxi yang seperti jelangkung itu.
Dia mendelik kasar kepadanya dengan wajah kesal setengah mati, jantungnya serasa akan copot karena terkejut.
"Kamu ini kalau muncul pakai aba-aba dulu bisa tidak sih, kamu mau aku mati jantungan yah".
Galaxi menatapnya tanpa ekspresi, wajahnya menampakkan keseriusan yang tidak terbantahkan.
"Sekali lagi aku peringatkan padamu untuk tidak bertingkah Macam-macam, ini adalah peringatan terakhir yang kuberikan kepadamu, jadi jangan membuatku terpaksa melakukan nya". Ucapnya memperingatkan.
Angel menunduk dalam, tindakannya selalu gegabah selama ini bahkan dalam memberikan kebaikan pada ornag lain pun sama saja sampai mereka bisa menusuknya dari belakang, walau tidak semuanya seperti itu tapi tetap saja menyakitkan untuknya.
"Aku hanya ingin melindungi keluargaku serta apa yang kami miliki, aku tidak bermaksud apapun selain itu, aku hanya ingin meminta bantuan Steven untuk mencegah Erwin mengambil alih perusahaan, dia memiliki banyak koneksi dan bisa memutus jaringan Erwin disana saat dia hampir menduduki posisi ayahku nanti".
Galaxi menghela nafasnya, dia cukup kasihan pada gadis ini, tapi dia hanya menjalankan tugasnya karena dirinya juga akan diberikan kesempatan untuk bisa melakukan satu hal nantinya setelah tugasnya selesai sebelum akhirnya dia pergi selama-lamanya tapi dia belum tahu apa itu karena ingatannya saat hidup didunia dihapus saat dia menerima jabatan itu.
"Tidak ada yang salah dengan niatmu tapi yang salah tindakanmu, kamu itu Roh bukan manusia utuh yang bisa melakukan apapun yang dia mau jadi perhatikan lebih lagi, dan seperti nya Senja merasakan kehadiranmu".
Matanya membola mendengar perkataan malaikat maut yang tampan ini, dia bahkan tidak sadar jika Senja menyadari kehadirannya dalam dirinya.
"Kamu yakin? ". Tanyanya dengan tidak percaya sambil melirik kearah Senja