Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.
saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.
namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?
simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.
kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang bersamanya
Di kelas 12 ipa
Semua siswa dan siswi di kelas sangat ramai sekali, karena jam pelajaran sedang kosong.
di bangku berisan depan, ada tiga sahabat sedang berkumpul dan sedang membicarakan acara yang beberapa hari lagi akan dilaksanakan.
Diantara mereka ada satu siswi yang sedang memikirkan sesuatu,yaitu fadillah.
Dia masih memikirkan apa yang telah terjadi beberapa saat
sebelumnya.
“aku tidak memaksakannya... aku akan menunggu sampai kamu menerimaku” itulah kalimat terakhir yang yusuf katakan kepadanya. Semenjak itu, dia menjadi pendiam dan tidak seperti biasanya.
“hei..indah” salah satu sahabatnya, riana memanggilnya dari tadi.
Namun, tidak ditanggapi olehnya. Akhirnya Riana menepuk pundaknya itu hingga dia pun tersadar.
“kamu kenapa? Kok dari aula sampai sekarang masih saja diam, biasanya kamu yang paling antusias dalam acara ini” saut Riana yang penasaran dengan sahabatnya itu.
“kamu sedang ada masalah ya?” tanya lagi Riana.
“atau jangan jangan... kamu diganggu sama cowok lagi ya.... beritahu aku siapa namanya... nanti aku takle palanya” sambung sahabat satunya, Alya.
“eh tidak apa apa kok... hanya kepikiran sesuatu saja” saut fadillah kepada kedua sahabatnya itu.
“huh... kenapa aku malah terus memikirkannya? Memangnya dia layak menjadi kakakku” pikirnya.
“beneran tidak apa apa?” tanya Riana memastikan
“ya tidak apa apa” jawabnya sembari tersenyum kembali agar sahabatnya tidak khawatir lagi.
“syukurlah kalau begitu... jadi bagaimana menurut pendaptmu?” tanya Alya kepada Fadillah.
“soal apa?” tanya balik fadillah karena dari tadi tidak mendengarkan percakapan mereka berdua.
“soal apa lagi... ya soal teman kamar nanti... kata pa sukirman, harus ada 5 orang, tapi kita hanya bertiga” jawab alya dengan tegas.
“terus mau cari siapa lagi?” tanya Riana
“eh... justru itu yang ingin aku tanyakan, si lala gendut kalau malam suka kentut... terus lebar banget pinggulnya kayak ban serep....” bisik alya dengan nada pelan.
“tapi kalau si teti,orang nya suka ngartis... dikit dikit follow status, lalu bangunnya suka telat... bisa bisa pas di suruh
kumpul, kelompok kita yang terakhir” sambung riana menambahkan
“heh kalian ini! Kalau ngomong.... suka jujur apa adanya... bohonglah sedikit agar tidak mengundang netizen” sambung fadillah yang seketika antusias dalam pembicaraan mereka.
Sementara itu di waktu bersamaan...
“APA!! Sialan sekali si kevin marmut... dia selalu saja merendahkan orang lain” ketus Ramzy yang sangat kesal karena sahabatnya dihina.
“pelankan suaramu... ini sedang ada di kantin...kamu kan tau kalau ayahnya adalah mafia, tidak ada yang mampu melawannya..”bisik faisal meredahkan amarah ramzy.
“tapi ini sudah keterlaluan, dia selalu saja dimanja oleh keluarganya... jadinya dia tidak tau arti mencari uang dengan keringat sendiri” sambung rizki yang juga kesal karena motor yang dihancurkan adalah salah satu motor koleksi nya yang dia jual kepada yusuf.
“sudah sudah... jangan ribut lagi, aku bisa cari lagi yang baru”
saut yusuf yang juga berusaha menenangkan teman temannya.
“kamu terlalu baik yusuf... di sini kebaikan seseorang tidak ada nilainya sama sekali, jadi keluarkan saja emosimu... kalau perlu bantinglah sesuatu”
saut ramzy yang malah memanaskan suasana
“kalau begitu.... aku banting hp mu yang edisi terbaru ini boleh tidak” tanya rizki sambil mengambil hp nya ramzy namun,ditahan olehnya
“jangan lah... kalau dibanting.. situ yang senang aku yang menderita”
balas ramzy mengamankan hp nya ke dalam saku bajunya. Seketika
semuanya pun tertawa, suasana jadi normal lagi
“oh iya, bagaimana kafe mu? Kemarin kamu tidak masuk karena alasan ini kan”
tanya Faisal mencoba mengalihkan topik.
“huh,kemarin sih aku sempat tidak bisa istirahat,dari pagi hingga malam ayahku terus memberiku tugas yang begitu banyak, dari mulai desain modifikasi, dekorasi yang kurang sampai menghitung data keuangan kafe.... sementara ayahku hanya menyeruput kopi hitam dan duduk santai di rumah...”
keluh ramzy yang memang sepertinya terlihat bahwa hari ini dia tidak
semangat seperti biasanya.
“namanya juga belajar jadi pengusaha... mungkin ayahmu hanya mengujimu saja”
sambung yusuf yang menghiburnya.
“oh ya, yusuf... kamu tadi mau meminta tolong apa padaku?”
tanya faisal kepada yusuf, karena sebelumnya dia sempat meminta bantuan kepadanya saat pulang dari kampus kemarin, namun, dirinya dikejutkan dengan hal yang tidak biasa sehingga dia menunda pembicaraannya.
“hmm... anu, kamu bisa mengajariku main alat musik?”
tanya yusuf yang meminta bantuan kepadanya, karena faisal merupakan orang yang
pandai memainkan berbagai macam alat musik. Bahkan di rumah saja, banyak sekali alat musik yang berada di kamarnya.
“oh, kamu mau belajar musik? Untuk apa?”
tanya balik faisal.
“kalau alasannya nanti saja... intinya kalau mulai besok kamu bisa kan?”
tanya yusuf.
“tentu saja, itu mah hal kecil buatku... nanti aku kabarin kamu”
jawab faisal yang menerima permintaannya.
“hohoho... apakah ada sesuatu yang membuatmu ingin bermain musik?”
saut ramzy yang mulai mengintrogasi yusuf.
“jangan jangan... karena seorang perempuan ya?”
sambung Rizki yang ikut mengitrogasinya.
“bukan apa apa kok... hanya ingin membantu seseorang saja”
jawabnya dengan santai.
Setelah jam pelajaran selanjutnya sudah tiba, mereka pun bergegas masuk ke kelas mereka. dosen yang mengajar pada saat itu hanya menyampaikan materi pelajaran dengan waktu yang tak lama. Akhirnya jam pelajaran pun selesai..
“yusuf!!” panggil seseorang dari belakang yusuf, saat yusuf membalikan badannya, rupanya itu adalah sabrina.
“ada apa?” tanya yusuf.
“pulang bareng yuk!!” ajak sabrina sembari tersenyum.
“hmm... baiklah, tapi aku mau jemput seseorang dulu” saut yusuf yang menerima ajakan dari sabrina
“memangnya mau jemput siapa sih?” tanya sabrina yang penasaran.
“dia... hmm... adikku” jawab yusuf terbata bata.
“oh begitu... bilang dong dari awal, pakai bilang jemput seseorang segala, kan orang jadi salah paham”
balas sabrina dengan nafas legah
“lho memangnya kamu pikir siapa?”
tanya balik yusuf yang heran
“haha.. sudahlah... ayo kita pulang, sebelum si kampret datang”
saut sabrina sambil menarik tangan yusuf bergegas menuju parkiran, hingga akhirnya sampai di depan sebuah mobil lambugini merah.
“kamu bisamenyetir mobil?”
tanya sabrina kepada yusuf.
“bisa...”
jawab yusuf dan kunci mobil pun di lempar ke arahnya, lalu yusuf pun menangkapnya.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil tersebut. Namun, seketika ada yang mengejarnya dari belakang.
“ayo cepat!!”
pinta sabrina kepada yusuf. Dia pun menancapkan gas nya dan mobil pun jalan menjauh.
“huh... sial!! Siapa sih yang bersamanya tadi?”
kesal seseorang yang tadi mengejarnya itu, dia adalah Rendy.
“sepertinya si anak miskin itu”
sambung temannya, kevin dari belakangnya.
“si anak itu lagi.... kenapa si sampah itu selalu merusuh melulu”
kesal Rendy sambil kedua tangannya memegang pinggangnya karena kelelahan,
“tenang saja, kawan... aku akan membantumu”
balas kevin sembari menepuk pundak Rendy.
“terimakasih... kau memang kawan setia ku, tapi jangan membuatnya menderita dulu, kita tunggu waktu yang tepat saja” saut Rendy yang sudah ada niat jahat kepada yusuf.
Bersambung....
Sambil nunggu cerita selanjutnya, yuk like & comment agar penulis semangat bikin
ceritanya.
lansung tidak tersentuh cerita nya seharusnya dia pun di kabarin bahwa sudah bertemu orang tua nya sendiri seakan akan lupa diri
pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..
MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!