Bagaimana tiba tiba nama mereka tidak terdaftar di asrama ?
Sebuah kampus memiliki asrama . Setiap Maba . Sebagai anak Rantau wajib tinggal Asrama
Tetapi harus mendaftar lebih dulu . Karena setiap kamar sudah di perhitungkan
" Atas nama Zero Alfa Pratama "
" Saya atas nama Soraya Arawinda "
Keduanya saling tatapan satu sama lain ketika nama yang di sebutkan tidak ada di daftar tempat tinggal asrama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terserah!
Soraya baru tiba di apartemen . Ia melihat ada sepatu yang sebelumnya belum pernah ia lihat
Soraya mendatangi suara kedua sedang mengobrol di depan balkon . Tangan kekar dan berurat itu merangkul seorang wanita
Zero membawa wanita kesini ? Beraninya ! Bukan nya perjanjian mereka tidak boleh ada yang membawa orang lan datang ke apartemen?
Soraya menutup pintu balkon membuat keduanya menoleh . Zero langsung berdiri dan membuka pintu itu
" Jangan di kunci " ucap Zero
" Ngapain bawa orang lain masuk kesini ! Kalo mau pacaran di luar . Jangan di bawa ke tempat tinggal " ucap Soraya kesel
" Gak ada hak mau dibawa pulang atau engak . Selagi tidak menganggu privasi lo !" Jawab Zero
Soraya menghela nafas
" Okey ! Gak akan di ganggu privasi lagi " gumam Soraya
Setelah perkataan itu Soraya masuk kedalam kamar nya . Ia mengunci kamar . Ia berusaha tidak emosi . Begini lah resiko tinggal dengan orang lain
Beberapa menit kemudian Soraya keluar kamar . Dirinya harus bersiap siap berangkat ke Coffeshop . Tapi ada baiknya Soraya mandi supaya terlihat segar
Di depan tv . Mereka duduk di sofa . Sebenarnya Soraya tidak masalah Zero membawa seseorang ke apartemen nya tapi hanya sampai depan unitnya
Ia tidak suka ada orang lain yang melihat privasi Soraya. Menurut nya tempat tinggal dan barang barang yang ia miliki saat ini adalah privasi
Soraya berniat untuk membuat makan siang dibawa ke Coffeshop. Dan ternyata gas nya juga habis
Soraya menghela nafas . Tadi pagi sudah ia katakan kepada Zero untuk membelikan gas
Soraya jadi kesel sendiri . Bahkan sudah di beri kode pria itu juga tidak peka . Terpaksa. Soraya membawa beberapa snack seperti biskuit dan juga buah buahan yang ia miliki di kulkas
Tak butuh waktu lama. Soraya pergi lagi . Bahkan yang seharusnya tadi mau istirahat satu jam di kamar . Ingin cepat cepat sampai di coffeshop karena tidak nyaman di apartemen
.
.
.
Pulang kerja seperti biasa tengah malam . Tapi kali ini Soraya di antar Kak Bima. Kebetulan kakak tingkat nya itu ke Coffeshop karena ada meeting
Akhirnya Soraya di antar pulang. Soraya bener bener capek banget hari ini . Bahkan rasanya ingin cepat cepat sampai di kamar
Lagi dan lagi . Zero tidur di atas sofa . Tidak sengaja Soraya menyenggol kaki Zero yang mengantung di atas Sofa
Sehingga membuat Zero terbangun. Zero langsung berdiri melihat jam pukul 1 lewat dini hari
" Kerja apaan yang pulang jam segini ? " Tanya Zero
" Kaya gak pernah datang ke Coffeshop aja. Emang gak tahu kerjanya disana ngapain? " Tanya Soraya
Zero terdiam . Ia menatap Soraya saat ini sedang merapikan alat dapur
" Gas udah di beli belum? "
" belum ! " jawab Zero
Soraya menghela nafas. Ketika lagi capek begini . Tolong jangan bikin Soraya marah
" Kerjanya ngapain sih ? Pacaran ? Udah di bagi tugas . Bukan nya ngejalanin tugasnya. Sudah tahu gas habis . Bukan beli kebawah . Masih nyuruh aku juga yang beli ? Tahu begini sekalian aja tinggal sendiri " bentak Soraya
" Mau masak apa sih ? Udah malam juga . Lagian besok pagi juga bakalan di beli . Tadi mau beli masih ada tamu " jawab Zero
" Gausah banyak alasan . Tolong kalo ada masalah jangan di bawa bawa . Atau sekarang kita masing masing aja sekalian . Mulai sekarang gausah beli gas atau minum. Aku bisa beli sendiri . Lagi pula kamu juga selama ini jarang pakai kompor buat masak "
" Besok juga di beli . Gausah marah marah dong. Udah malam ! " Ucap nya kesel
Zero ikut kesel karena masalah sepele di besar besarin. Zero tahu . Soraya kelelahan . Tapi jangan bikin dirinya juga ikut kesel
" Besok gausah beli . Biar aku yang beli . Semua barang yang aku punya disini . Gausah kamu sentuh. Kamu ataupun pacar kamu itu ! Gak boleh menyentuh "
Brak
Soraya membanting pintu kamar . Ia beneran kesel dengan Zero . Sudah tahu Soraya capek. Bukan nya sedikit meringankan tugas nya
Soraya mengambil hp . Ia mencari kost kostan kosong . Soraya berniat untuk pindah dari apartemen dalam waktu dekat ini
Lebih baik ia yang pindah supaya tidak makan hati . Biarin harganya mahal . Lagi pula dirinya juga sudah berpenghasilan
Kekesalan itu membuat Soraya menangis . Ia menangis sesegukan sampai terdengar dari luar
Zero masih ada di depan kamar Soraya . Ia berdiri menatap pintu tertutup. Kemudian ia mendengar suara tangis di dalam sana
Bohong kalo Zero tidak khawatir di dalam sana Soraya menangis karena dirinya. Zero langsung keluar membawa gas kecil itu untuk membelinya
Supaya besok pagi soraya bisa memakai nya . Karena hari sudah berganti . Sangat sulit bagi Zero mencari tempat yang masih terbuka
Ia mencari sampai ke plosokan gang siapa tahu ada warung yang buka 24 jam . Dan beberapa jam kemudian ia kembali ke apartemen dengan membawa gas yang masih sangat baru
Zero melihat pintu kamar atas . Sudah gelap . Apa mungkin Soraya sudah tidur ?
Zero memegang pintu kamar itu dan berucap
" Maaf ...maaf udah bikin kesel ..." gumam nya
Zero juga ikut masuk kamar dan beristirahat . Ia langsung tidur karena tubuh nya juga lelah mencari warung yang menjual gas baru
Keesokan harinya Zero mencium harum masakan . Ia terbangun dari tidur nya . Soraya sedang memasak sarapan
" Mbak Ray ..." Panggil Zero
Soraya tidak menjawab. Ia masih kesel kejadian semalam
" Soraya ... " Panggil sekali lagi
Soraya mematikan kompor nya . Ia menatap belakang
" Nanti siang temen temen mau main kesini . Aku izin "
Senyum remeh di bibir soraya mengembang . Kenapa harus izin ? Kemarin Zero membawa pacarnya . Emang izin ?
" lakukan yang menurutmu baik . Asal jangan menyentuh barang ku " jawab Soraya singkat
Kemudian ia membalikan tubuhnya menuangkan makanan itu kedalam piring
" Kamu masih kesel masalah semalam ? Aku udah beli gas "
Soraya tidak menjawab nya . Ia sibuk dengan urusan sarapan nya . Membawa makanan yang ia masak dan juga teh
" Kalo gak boleh temen temen main kesini juga gapapa kok " ucap Zero
" Kenapa harus izin ? Emang kemarin izin dulu bawa pacar kesini ? Silahkan tentuin sendiri mau siapa pun yang datang kesini . Bulan depan aku mau pindah . Kita masing masing aja . Aku sadar. Dan gak bisa berbagi apapun kepada orang lain " ucap nya
Deg
Pindah ? Kenapa harus pindah ? Mereka sudah menyewa Apartemen ini satu tahun . Artinya mereka akan pindah jika masa kontrak nya sudah habis ?
Belum sempat Zero menjawab . Soraya sudah masuk kamar lebih dulu