NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Di Tukar

Jodoh Yang Di Tukar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: shangrilla

Azzam tidak menyadari bahwa wanita yang ia nikahi bukanlah kekasihnya, melainkan saudara kembarnya.

Sejak kepulangannya dari Kanada, sebenarnya Azzam merasa ada yang aneh dengan kekasihnya, ia merasa kekasihnya sedikit berubah, namun karena rasa cintanya pada sang kekasih, ia tetap menerima perubahan itu.

Bagaimana jika suatu saat Azzam mengetahui yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shangrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa bersalah

Happy reading..

Di bawah langit malam yang kelam, angin laut menerpa dengan ganas sementara ombak menghantam pasir pantai yang sepi. Zura dengan napas tersengal berlari secepat mungkin, kaki telanjangnya menapak pada pasir yang dingin. Tangisnya bercampur dengan suara ombak, matanya yang sembab menoleh ke belakang, mengecek Zahwa yang terus mengejarnya.

Zahwa, dengan rambutnya yang terurai oleh angin, meraung kesal. "Kembalikan Azzam kepadaku, Zura!" teriaknya, suaranya nyaris tenggelam oleh suara laut. Kemarahannya jelas terpampang di wajah yang merah padam, tangan yang terkepal dan langkah yang bergegas seolah tak ingin kehilangan Zura dari pandangan.

Zura menjerit, "Mas Azzam sudah menjadi milikku, Zahwa! Dia bukan milikmu lagi!" Pernyataan itu keluar dengan terputus-putus seiring hembusan nafas yang cepat. Dia terus berlari, berharap dapat melarikan diri dari kemarahan Zahwa. Namun, hatinya terasa berat, mengetahui betapa sakitnya Zahwa karena kehilangan Azzam.

Zahwa mempercepat langkahnya, nyaris menyamai Zura. "Dia adalah cintaku sebelum dia bersamamu!" jeritnya dengan suara penuh luka. Air mata mulai mengalir di pipinya, berbaur dengan keringat dan semburat air laut yang menempel di wajahnya.

Di kejauhan, kilat menyambar, memberi penerangan sesaat pada pantai yang gelap, mengungkap dua sosok yang dilanda badai emosi sekaligus badai yang sesungguhnya di tepi pantai itu.

"Tapi kamu sendiri yang meminta aku menggantikan posisimu!" ucap Zura.

"Iya. Tapi itu dulu, dan sekarang aku memintamu untuk mengembalikan Azzam lagi!"

Cahaya bulan yang redup terpantul di atas permukaan air laut yang tenang, memberikan sedikit penerangan di pantai yang sepi itu.

"Tidak bisa, Zahwa!"

Zura dengan napas tersengal terus berlari kencang, kakinya menapak pasir yang lembut seiring dengan deburan ombak yang terdengar samar. Dari kejauhan, terdengar teriakan Zahwa yang memecah kesunyian malam, "Zura, kembalikan Azzam padaku!"

Zura tidak berani menoleh ke belakang, dia tahu Zahwa masih mengejarnya dengan penuh amarah. Tiba-tiba, dari arah yang berlawanan, muncul sosok Azzam yang tampak tenang namun dalam dilema besar.

Zura berhenti berlari, napasnya masih terengah-engah. Azzam mendekati mereka berdua, matanya memandang kedua wanita itu dengan tatapan yang sulit ditebak.

Zahwa, dengan mata berkaca-kaca, mendekati Azzam dan berkata dengan suara yang bergetar, "Azzam, pilihlah! Ini saatnya kamu memutuskan, aku atau Zura?"

Suasana menjadi sangat tegang, ombak terus berbisik namun terasa seperti hening yang menyesakkan. Azzam menatap Zahwa, lalu memalingkan wajahnya ke arah Zura yang berdiri dengan raut muka penuh ketakutan dan penyesalan.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti abadi, Azzam menghela napas panjang dan mengucapkan kata-kata yang telah dipertimbangkannya dengan matang, "Zahwa, aku memilih kamu. Maafkan aku, Zura."

Air mata Zura jatuh membasahi pipinya, dia mencoba untuk tersenyum pahit sebelum berbalik pergi meninggalkan Azzam dan Zahwa.

Azzam menggenggam tangan Zahwa, mencoba memberikan kenyamanan, mereka berdua berjalan bergandengan dan meninggalkan Zura yang masih berdiri di tempatnya.

"Mas. Jangan pergi!" teriak Zura sambil bangkit dari tidurnya..

Zura terjaga dengan napas tersengal-sengal. Rambutnya basah oleh keringat dingin. Matanya terbuka lebar, seolah masih mencari sosok yang barusan berlalu dalam mimpinya. "Mas Azzam, jangan pergi!" teriaknya lagi, suaranya menggema di kamar tidur yang sunyi.

Tubuhnya gemetar, dan hatinya terasa diremas-remas. Mimpi tentang Azzam yang meninggalkannya itu begitu nyata.

"Sayang, kamu mimpi buruk?" Azzam terbangun dari tidurnya karena teriakan Zura kala memanggil dirinya. "Aku disini, sayang. Aku tidak pergi kemana-mana,"

"Aku takut, Mas."

Azzam mengusap keringat di dahi Zura serta merapikan rambut Zura yang berantakan. "Takut apa, sayang?"

"Takut kamu ninggalin aku,"

Azzam menarik Zura ke dalam pelukannya untuk menenangkan hati Zura. "Itu cuma mimpi, Sayang. Tidak akan menjadi kenyataan. Kamu tahu kan betapa aku mencintaimu, mana mungkin aku akan meninggalkanmu,"

"Andaikan aku bukan aku gimana?"

"Hah?" Azzam mencoba mencerna perkataan Zura, sungguh dirinya tidak mengerti dengan apa yang di katakan Zura barusan. "Pokoknya apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan kamu,"

Zura tersenyum pahit. Andaikan pria ini tahu yang sebenarnya, Zura tidak yakin kalau Azzam masih bersikap baik padanya, bahkan mungkin Azzam tidak akan memaafkan Zura.

"Kita istirahat lagi ya, ini masih malam. Besok kita jelajahi pulau indah ini," bujuk Azzam.

"Tapi Mas janji ya, jangan pergi." pinta Zura.

"Iya, sayang. Aku tidak akan pergi kemana-mana, lagian malam-malam begini mau pergi kemana."

Azzam dan Zura kembali berbaring, mereka memejamkan matanya lagi.

Mata Zura memang terpejam, tetapi pikirannya berkecamuk tentang mimpi tadi. Rasa bersalah kembali menghantui.

Dalam cahaya remang-remang di kamar ini, Zura meneteskan air mata tanpa terlihat oleh Azzam. Zura menyesali semua yang telah terjadi, kenapa dirinya terjebak dalam situasi sulit seperti ini.

Kenapa dulu Zahwa menitipkan Azzam pada dirinya, sedangkan Zahwa sangat mencintai Azzam. Dan kenapa juga Zura menyetujui ajakan nikah Azzam, alhasil kini dirinya terlanjur nyaman bersama Azzam.

To be continued.

1
ㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤ𒈒⃟ʟʙᴄ
baru mampir novel kembaran🙈🙈bab awal aja sudah banyak teka teki ini🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Linda Semisemi
kok ga ngerasa ada perbedaan ya? walo pun kembar pst ada bag fisik yg berbeda. pdhl udh pacaran lama di Kanada
Nurul Safitri
sebener nya zahwa itu kmna ya ??
Nurul Safitri: innalillahi
total 2 replies
farila
lanjut Thor
M⃟3💋 ˢ⍣⃟ₛ༄⃞⃟⚡𝐜𝐜🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
masuk pak ekooo... undaaaa cynkkkk
ᴍᴜsᴀғɪʀ_24434: muacchhh 😘😘😘
total 1 replies
farila
tetap semangat author
ᴍᴜsᴀғɪʀ_24434: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!