Karena sebuah pengkhianatan membuat Alvaro mabuk-mabukan namun siapa sangka ada yang menaruh sebuah obat untuk nya membuat dia melakukan kesalahan terbesar yaitu merenggut kesucian seorang gadis.
Alena yang harus merasa menjadi wanita kotor setelah kesucian yang ia jaga untuk suaminya kelak telah di renggut oleh orang yang dia tidak tahu.
Sialnya lagi ternyata ada kehidupan baru di dalam rahimnya, dia pun rela untuk di usir dari rumahnya karena ingin mempertahankan bayinya walau pun ayah dari bayi tersebut tidak tahu siapa.
Walaupun dia hadir dari sebuah kesalahan satu malam namun hadirnya bayi ini bukanlah kesalahan, hanya saja orang tuanya yang salah.
Bagaimana kelanjutannya???
Yukkk kepoinnnn ceritanya!!
🥕🥕🥕
Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KSM_BAB 12 (REVISI)
Satu minggu sudah Arsen berada di rumah sakit, dan hari ini dia izinkan untuk pulang dan rawat jalan karena kondisi Arsen sudah membaik dengan pemulihan cukup cepat.
Itu mungkin karena Alvaro memberikan dokter dan perawatan terbaik sehingga kondisi Arsen cepat juga pulih.
"Sayang tunggu di sini dulu ya bunda mau keluar sebentar," ucap Alena saat mereka sudah siap untuk pulang dari rumah sakit.
"Iya bunda." jawab Arsen patuh.
Alena pun keluar dan menuju ke bagian administrasi, entah dia harus bagaimana karena sekarang dia hanya berhasil mengumpulkan uang 20 juta saja, sedangkan dia tahu ruang VIP itu mahalnya tidak terkira.
"Suster," sapa Alena.
"Iya bu ada yang bisa saya bantu?"
"Begini sus saya mau menanyakan tentang pasien bernama Arsen Evander, kira-kira biayanya berapa ya sus?" tanya Alena dengan pelan agar tidak ada yang mendengarkan nya, namun suster tersebut pun langsung tersenyum.
"Untuk pasien bernama Arsen Evander semua biayanya sudah lunas bu," ucap suster tersebut membuat mata Alena membelalak.
"Kok bisa, siapa yang sudah melunasinya sus?" tanya Alena bingung.
"Tuan Alvaro bu," ucap suster tersebut.
"Makasih sus," ucap Alena kemudian kembali menuju ke ruangan sang anak.
Dalam perjalanan Alena terus melamun, dia bingung bagaimana harus mengganti uang tersebut karena di sana tertera nota puluhan juta rupiah yang bahkan Alena sendiri tidak pernah memegang uang sebanyak itu.
"Sayang yuk kita pulang," ajak alena saat dia sudah sampai di ruangan sang anak.
Saat akan keluar kamar tiba-tiba pintu terbuka menandakan ada orang masuk, dan itu adalah Alvaro yang baru saja tiba di kota B.
Dia menyempatkan diri untuk datang karena dari anak buahnya yang dia tugaskan menjaga Alena dan Arsen mengatakan bahwa sang anak bisa pulang hari ini.
TOK TOK TOK
"Masuk." ucap Alena.
Alvaro masuk dengan santainya sambil tersenyum melihat ke arah Arsen.
"Loh om ganteng dateng," ucap bocah kecil itu.
Sedangkan Alena tercekat melihat siapa orang yang datang, rasanya dia sudah tenang satu minggu ini tanpa pengganggu atau lebih tepatnya hatinya yang tenang karena selama dekat Alvaro hatinya sering kali dag dig dug.
Alvaro pun langsung menghampiri Arsen dan menggendong nya, sungguh jika orang yang tidak tahu mereka akan menganggap bahwa mereka adalah keluarga yang harmonis.
"Ayo," ajak Alvaro sambil menggenggam pergelangan tangan Alena.
Sedangkan Alena malah diam saja, rasanya otaknya mati dengan perhatian dari Alvaro.
Sampai di depan mobil dia segera membukakan pintu, Alena dan Arsen pun masuk ke dalam.
Alvaro berangkat sendirian karena dia meminta untuk Jack mengawasi perusahaan terlebih dahulu karena kalau tidak nanti malah dia harus kembali lagi ke kota.
Kalau di bilang capek Alvaro capek, tapi ini demi anak dan ibu sang anak atau calon istrinya kelak.
"Om ganteng," panggil Arsen di pangkuan sang bunda.
"Ada apa jagoan?"
"Om punya pacar gak?" Anya bocah itu spontan.
"Eh... Enggak nih, kenapa emangnya?"
"Om mau gak jadi papa aku." tegas bocah kecil itu membuat Alena terasa tersedak air liurnya sendiri karena tidak menyangka ucapan sang anak.
"Arsen di jaga omongannya." tegas Alena dengan sedikit menaikkan suaranya.
"Kenapa Alena, apakah saya gak boleh jadi papa Arsen?" sahut alvaro.
Tak lama mobil pun sampai di depan kontrakan sederhana milik Alena, segera dia menggendong sang anak dan membawanya masuk, setelah itu dia keluar lagi untuk mengambil tas yang tertinggal di kursi belakang mobil Alvaro.
Alvaro terlebih dahulu membawa tas tersebut, dia berada di teras dan menunggu Alena untuk keluar lagi.
"Terima kasih tuan sudah mengantarkan kami," ucap Alena setelah mengambil tas di tangan Alvaro.
"Apakah saya tidak ditawarin untuk masuk?"
"Maaf tuan saya rasa kurang pantas apalagi di sini banyak tetangga yang lewat." ucap Alena yang dengan sengaja mengusir Alvaro.
"Ya udah kalau begitu saya pamit saya akan kembali ke ibu kota, kalau ada apa-apa tolong hubungi saya, kamu sudah punya nomor saya kan?" sahut alvaro kemudian pergi dari sana.
Dia berharap agar Alena akan mencegatnya dan mengatakan akan ikut ke ibu kota, namun Alena sama sekali tak mencegatnya dan malah masuk ke dalam.
🥕🥕🥕
Alena yang setelah kepergian alvaro dia pun masuk ke dalam kamarnya, dia menangis kencang dengan apa yang baru saja dia alami.
tidak mudah menghilangkan trauma apa lagi dia bertemu dengan seorang yang sangat dia benci selama empat tahun ini, karena pria itu dia harus berpisah dengan keluarganya dan harus mengubur semua keinginan nya.
Untungnya Arsen masih tertidur di kamarnya dengan pulas sehingga dia tidak tau bahwa sang bunda menangis.
Alena menangis hingga untuk bernafas rasanya susah, sambil Alena terus memukul dadanya supaya rasa sakit hatinya sedikit berkurang, namun ternyata sama saja.
Kalau kalian mengatakan kenapa Alena tidak menyetujui ajakan Alvaro aja sih? Dengan orang yang sudah memiliki trauma apa lagi yang menorehkannya yang mengajaknya membuat luka yang selama ini dia sembuhkan sendiri pun harus menganga besar kembali, membuka kenangan lama.
"Nak tolong bunda, bunda tidak ingin bertemu dengan papa kandung kamu tapi bunda juga tidak ingin egois hiks hiks hiks hiks." lirih Alena terus menangis.
Setelah di rasa cukup lega Alena pun menghapus air matanya dan keluar dari kamar, baru akan ke kamar sang anak sudah ada ketukan pintu membuat Alena mengurungkan niat untuk masuk ke kamar sang anak dan memilih untuk membukakan pintu.
Ceklek
"Alena," sapa Maya yang terkejut mendengar bahwa jagoan nya habis tabrak lari.
"Ya tuhan Maya bikin kaget aja," ucap Alena.
"Aku kaget banget waktu kemarin ke sini dan Oma Diana bilang kalau Arsen masuk rumah sakit." ucap Maya.
"Iya maaf ya mau, soalnya beberapa hari ini aku jaga anak ku." ucap Alena meminta maaf.
.
.
Bersambung.....
KALAU ADA TYPO BOLEH KOMEN DI PART-NYA YA BIAR SEGERA AKU PERBAIKI🙏🏻🙏🏻🙏🏻
ADA YANG KEPO SAMA VISUALNYA GAK SIH??? KOMEN DONGG DULU🌟🌟🌟🌟🌟
KALAU BANYAK UANG KEPO AKU BAKALAN UPLOAD DI INSTAGRAM NIH🥕🥕🥕
I like... ❤️❤️❤️❤️❤️