seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DOKUMENT BARU LAGI
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu ruangan Meilin diketuk , padahal baru beberapa menit Meilin masuk keruangan tersebut.
Iya , sahut Meilin dari dalam , dan sontak berlari kearah pintu . Kemudian membukakan pintu tersebut.
Terlihat ada Robert berdiri penuh wibawa didepan pintu itu.
Jika ada yang mengetuk pintu ruangan ini , kamu hanya mempersilahkan mereka untuk masuk , tampat harus membukakan pintu seperti ini ." ucap Robert sang General Manager itu menjelaskan , ketika pintu sudah terbuka.
Baik pak ." ucap Meilin . Tentu dengan kegugupannya.
Mari ikut saya keruangan Meeting ." perintah Robet . kemudian berjalan mendahului Meilin.
Meilin pun mengikuti pria itu dari belakang , menuju ruangan yang belum pernah dilaluinya sebelumnya.
Setelah tiba disana , Robert kemudian mengetuk pintu dan langsung membukanya , lalu masuk . Disusul oleh Meilin dari belakang.
Selamat pagi Pak ." ucap serentak , semua orang yang ada didalam ruangan itu.
Pagi juga... " jawapnya singkat , masih terus melangkah berjalan menuju bangkunya , dengan wajah tampa senyum.
Ibu Meilin silahkan duduk ." pinta Robert , sambil menunjjukan bangkunya persis disamping pria tersebut.
Baik pak ." sahut Meilin , kemudian duduk.
Robert pun duduk dibangku utama , pada ruangan yang berbentuk meja lonjong tersebut.
Baiklah , selamat pagi semua ." ucap General Manager itu tegas dan lantang , suaranya pun menggema didalam ruangan rapat itu.
Ini adalah ibu meilin , Assintand General Manager yang baru , atau Assistand saya ." kata Robet lagi , sambil melihat kearah Meilin yang duduk tepat disampingnya.
Namanya adalah ibu Meilin ." lanjut Robert.
kemudian Meilin pun menundukkan kepalanya , tanda menperkenalkan dirinya.
Semua orang yang ada didalam ruangan itu memperkenalkan diri pada Meilin juga , satu persatu . dan juga jabatan mereka masing - masing.
Meilin sungguh belum percaya apa yang terjadi , pada apa yang di alaminya sekarang. Ia duduk didalam satu ruangan dengan orang - orang penting . Mungkin ada yang Lulusan University Luar Negri , itu pasti . Sementara Meilin hanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan saja.
Enam puluh menit lebih mereka ada didalam ruangan itu , bicara ini dan itu yang Meilin tidak mengerti sama sekali.
Baik kita tutup rapat hari ini ." kata Robert kemudian , diakhir rapat mereka.Tentunya masih dengan suara lantangnya.
Selamat pagi ." kata Robet.
Selamat pagi Pak ." jawap mereka serentak lagi.
Mari Bu Meilin . Ibu ikut keruangan saya ." pinta Robert lagi.
Baik Pak ." jawap Meiilin.
Pria itupun melangkah lebih dulu , dan lagi - lagi Meilin hanya mampu mengikuti dari belakang , sampai tiba berada didalam ruangan General Manager itu.
Didalam ruangan tersebut , Robert pun memberi penjelasan pada Meilin , mengenai dasar tentang pekerjaan Assistand General Manager.
Nanti siang Ibu Meilin ikut saya untuk makan siang ya . " ucab Robert.
Baik pak ." jawap Meilin , sedikit mengangguk.
Baiklah , Ibu Meilin silakan baca - baca saja dulu buku itu.
Saya beri waktu pada Ibu seminggu ini , untuk belajar memahami semua yang terdapat didalam Dokument itu . " kata Robert lagi , memandang tajam pada Meilin , tampa berkedip , membuat wanita itu menunduk salah tingkah.
Baik Pak ." ucap nya , dan memang hanya kata - kata itu yang ia punya.
Boleh saya keruangan saya Pak ?" pinta nya , sedikit gugup.
Silahkan ." jawab Robet , masih tetap tampa senyum.
Meilin pun membawa kembali Dokument baru itu . Dokumen yang baru saja diserahkan padanya . Lalu pergi berjalan keruangannya.
Okehh...membaca lagi , membaca yang tidak kumengerti ." gerutunya , meletakkan Dokumen yang baru dibawanya itu dengan sedikit kasar pada mejanya
Kepalanya mulai pusing , nyut-nyutan ,
setiap kali ia membaca kata - kata yang tidak dimengerti olehnya itu . Ia pun membuka kamus bahasa Inggris Indonesia untuk membantunya .Yang malam sebelumnya ia dan yuyun pergi membelinya ke Toko Buku , dan itu lumayan menolongnya.
Mantappp..." bathinnya , serasa api sudah keluar dari segala penjuru . Telinga , Hidung , Mulut . Ahhh...entah dari mana lagi.
Di Mataku kini hanya ada Angka dan Hurup ,
bahkan ditembok ini juga ,
Semua berisi angka dan hurup.
Dan apapun yang kulihat saat ini semua berisi angka dan hurup...." ucab nya , mendengus beberapa kali , sembari menatap kesemua arah pada ruangan tersebut .Tangan mungilnya terlihat sedang memijit-mijit kepalanya yang benar - benar sakit.
Tok....
Tok...
Tok...
Pintu ruangannya diketuk.
Masuk ." ucapnya
Robet tampak membuka pintu itu , kemudian berbicara .
Konsentrasi wanita itu sungguh ambyar. Dipandangan matanya , di Wajah Pria tersebut bertaburan hurup - hurup dan angka . Beberapa kali ia terlihat mengucek kedua matanya , namun dipandangannya tetap berisikan hal yang sama.
Apapun yang ia lihat , semua bertaburkan angka dan hurup.
Mari makan siang Bu Meilin ." ajak Robert.
Baik Pak. " sahut Meilin , tentunya masih dengan kepala puyengnya.
Mereka pun kemudian menuju ruangan makan yang dimaksut oleh Robert.
Wauuuu....Ruangannya sangat bagus sekali ." guman Meilin dalam hatinya , sesampainya diruangan yang dituju , terkesima.
Ada beberapa orang didalam ruangan itu . Orang-orang yang bertemu dengan Meilin diruangan Meeting tadi pagi.
Siang Pak Robert dan Ibu Meilin ." ucap mereka serentak , ketika Meilin dan Sang General Manager mereka itu sudah memasuki ruangan makan tersebut.
Meilin dan Robet menyahut mereka bersamaan , lalu kemudian duduk diposisi meja yang masih kosong.
Silahkan duduk Bu Meilin ." ucap Robert datar.
Baik pak ." sahut Meilin.
Seorang Waitress khusus untuk ruangan itu pun datang . Kemudian menunggu disana , menunggu pilihan menu pesanan makan siang atasannya tersebut .
Robert pun memesan makanan untuknya , dan juga minum.
Ibu Meilin silahkan memilih menu makan siang untuk Ibu Meilin ." kata Robet.
Meilin hanya diam , bingung mau makan apa . Bukan tidak tau , tapi takut yang dipesannya tidak sesuai jatah untuknya.
Sama Seperti pesanan saya saja ." ucap Robert pada Waitress tersebut , tampa menunggu jawapan dari Assistandnya itu , karena Meilin tampak terlihat kebingungan . sang Bos itu menyadari hal tersebut.
Baik Pak ." sahut sang Waitress , kembali menulis isi pesanan Robert.
Ouh iya...
tolong bawakan kesini daftar menunya ya ?" perintah orang nomor satu itu lagi , orang nomor satu di Hotel tersebut.
Baik Pak . " jawap Waitress tersebut , berjalan dan berlalu dari sana.
Untuk selanjutnya jika hendak makan , Ibu kesini saja , tampa harus bersama dengan saya ." kata Robet menjelaskan.
Baik pak ." jawap Meilin.
Selesai makan siang , mereka pun kembali keruangan masing - masing.
Meilin juga kembali mempelajari akan Dokument yang ia tidak mengerti itu.