NovelToon NovelToon
Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:406.1k
Nilai: 5
Nama Author: MAMAK DIBA

Tidak semua yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Tidak semua yang kita rencakan berjalan sesuai kemauan.
Pasti ada masanya kita jatuh dan terpuruk.

Dan di saat aku jatuh dan terpuruk itulah selalu ada orang setia berada di sampingku.

Seindah apapun Pelangi akan kalah sama yang namanya Matahari,karena yang indah sesaat akan kalah dengan yang selalu ada setiap saat.


***


"will you be wife and mother to my daughter" tanya Alan yang belutut di depanku.

"tapi kita masih sama-sama terjebak masa lalu Mas, lantas bagaimana kita bisa memulai hubungan baru kalau masalalu kita masih terus menghantui" jawabku menatap matanya sendu.

"kita pasti bisa sama-sama bangkit dari rasa sakit ini Nay" ucapnya. "Trust me" lanjutnya mengiba.

aku berdecak pelan sebelum mengangguk.

"I will try" lirihku.

Alan lekas berdiri dan memeluk tubuhku setelah menyematkan cincin di jari manisku.





Ikuti terus kisah Naya dan Mas Duda ya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Karen kami sampai di Plaza Mall pas waktu adza  magrib , kami singgah di mushola Mall.

"Kita sholat magrib dulu ya sayang" ajak'ku pada Ara.

"Iyaa tante" jawabnya.

Setelah menunaikan kewajiban, aku merogoh ponselku di dalam tas, menghubungi mama  kalau aku pulanag terlambat, dan melihat chat ku pada Rizwan yang sama sekali belum di buka, padahal tertera terakhir dilihatnya adalah 15menit yang lalu. Aku mengerutkan keningku dan mencoba berpikir positif.

"Kita makan dulu apa langsung ke timezone" tanya Alan padaku.

Aku mengakihkan pandanganku melihat ke arahnya.

"Terserah Ara saja pak, saya ikut aja" jawabku.

"Panggil saya M-A-S Nay, saya bukan bapak kamu, ayo sayang" ucapnya datae dan menarik tangan Ara meninggalkanku.

Aku menghela nafas perlahan.

Ada apa dengan bapak-baoak satu ini. Batinku.

"Ayoo Nay, kamu masih mau ikut apa mau kami tinggal" ucapnya ketus.

"Iyaaaaa saya ikut" jawabku. "Kayak anak kecil aja ngambekan"gerutuku lirih.

"Saya dengar Nay"ucapnya melirik'ku, Ara cekikikan menutupi mulutnya dengan tangan mungilnya. Aku hanya meringis menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.

Kami makan di restoran cepat saji pilihan Ara. Aku hanya memesan cheese burger,chicken fingers,dan chocolate sundae, Ara memesan honey garlic chicken rice, apple pie,dan strawberry sundae,dan bapak Alan kita hanya memesan lemon cake, long black cofee.

Selesai makan kami tidak langsung pergi, kami berbincang dan sesekali bercanda seperti keluarga kecil yang bahagia. Ups

Ara meminta kami menemaninya di timezone. Mataku berbinar melihat alat DDR (Dance-dance Revolution) rasanya sudah lama sekali tidak bermain.

"Kamu mau mai  itu?" Tanya Alan melirik'ku " nanti saja terakhir, setelah menemani Ara, kita juga baru selesai makan tidak baik langsung loncat-loncat" lanjutnya. Aku menganggukan kepalaku antusias. Dan Alan tertawa.

"Tantee lucu"ucap Ara cekikikan membuatku salah tingkah.

Kami menemani Ara sampai puas bermain, dan terakhir kami bermain DDR karena kaki Ara yang kecil akhirnya Alan menggendong Ara dan ikutan bermain, sungguh menggelikan melihatnya seperti anak kecil karena terlalu antusias membuatku tertawa.

"Anda lucu sekali" ucapku tertawa melihatnya salah tingkah dengan wajah merah merona membuatku semakin ingi  menggodanya.

"Mau bermain sekali lagi?"tanyaku menaik turunkan alisku menggodanya.

"Tidak, sudah. Mari kita pulang" jawabnya berlalu dengan Ara yang masih berada di gendongannya.

Sesampainya di mobil ternyata Ara tertidur, mungkin kelelahan karena mencoba banyak ermainan tadi.

Alan mendudukan Ara di car seat di kursi belakang.

"Terimakasih karena mau menemani Ara bermain" ucapnya setelah mobil mulai melaju.

"Sama-sama mas" ucapku tulus.

"Saya senang melihat Ara tertawa lepas seperti tadi, biasanya dia tidak mudah dekat dengan orang baru, tapi entah kenapa denganmu Ara bisa langsung dekat, bahkan setiap hari menanyakanmu" ucap Alan terkekeh.

"Mungkin dia merasa aman, karena di saat dia butuh pertolongan saat itu saya yang menolongnya" jawabku melihat Ara melalui vision miror.

"Ya mungkin bisa jadi karena itu"jawabnya lalu kami sama-sama diam sampai mobil Alan sudah berada di daerah dekat rumahku.

"Sekal  i lagi makasih ya Nay, maaf saya tidak turun dan salam untuk tante Retno" ucapnya sebelum aju turun dari mobilnya.

"Baiklah, hati-hati di jalan mas" ucapku laku turun dari mobil dan menunggu mobil Alan berlalu dari depan rumahku.

"Pelanggan baru Nay, mobilnya bagus" sindir bi Denok.

"Permisi bi, saya masuk dulu" ucapku mengabaikam ucapannya yang membuatku meradang.

"Huh dasar nggak sopan" gerutunya. Aku menulikan telingaku dan bergegas masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum" ucapku seraya masuk ke dalam rumah.

"Walaikumsalam mbak, udah makan belum" tanya mama setelah ku cium punggung tangannya.

"Udah ma, ma aku ke kamar dulu ya , mau mandi teruss tidur, capek" jawabku.

"Iyaa mbak" ucap mama lalu melangkah ke pintu depan dan menguncinya,.

Di kamar aku merebahkan tubuhku di kasur kesayanganku, membuka ponsel dan melihat chat ku yang baru saja di balas Rizwan.

Rizwan

~maaf ya sayang, hari ini aku sibuk banget, aku tidur duluan ya.kamu juga selamat istirahat. I love you and i miss you so bad honey.

Aku tidak membalasnya, aku bangun dari rebahanku dan segera mandi. Mataku sudah sangat ingin tertutup saat ada satu pesan masuk dari Alan, mataku menyipit dan hanya membalasnya Ya sebelum aku benar-benar jatuh tertidur.

1
Junita Makakombo
ceritanya bagus
Aprillia
lanjut Thor👍🏼👍🏼💪🥰🥰🥰🥰
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya buat kaka Author🌸🌸
Widia Aja
Tamat?????????
Widia Aja
Naya,
Kamu tuh sebenernya juga cinta sama Alan, tapi kamu keras kepala, keras hati, egois..
Widia Aja
Jangan keras kepala dan egois deh Naya
Widia Aja
Almer anak nya Nah dan Given atau anaknya Desti?
Widia Aja
HUUUUAAAAA......😭😭😭😭😭😭
Widia Aja
Nah looooh.....
Widia Aja
🥺🥺🥺
Widia Aja
Rizwan koma???
Widia Aja
bab berikut akan mengandung bawang nih kayak nya
Widia Aja
Si Bibi ama anak nya yg hamil, tetap di rumah nya aja, jangan di kasih atau ditanggung segalanya...
keliatan bibit pelakor nya, ibu nya juga mendukung selama cowoknya ganteng dan kaya...
hati2 ya Nay..
nanti senjata makan tuan
Widia Aja
yawdah gak apa2
Widia Aja
Udah dikasih gratis jangan minta kamar VIP ya bi...
Widia Aja
Lanjoooooott.....
Widia Aja
bertambah lah rasa pinisirin kuh
Widia Aja
Alan jangan jadikan Nay bodyguard anak nya dong..
Widia Aja
Pertemuan yg "indah"
Widia Aja
Waaahh.....
Jesy ternyata siluman ulat bulu yg kegagalan ama duda kaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!