NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Tit... Tit... Tit...

Suara monitor detak jantung perlahan mulai kembali normal dan teratur.

Tekanan darah pasien yang tadinya anjlok kini mulai merangkak naik ke angka yang aman.

Napas pasien yang tersengal-sengal juga berubah menjadi lebih tenang.

Ruangan itu seketika dibanjiri oleh helaan napas lega dari semua orang.

"Kakek!"

Kiara menangis bahagia dan langsung menggenggam tangan kakeknya yang sudah tidak dingin lagi.

Dia menoleh ke arah Bima dengan tatapan yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Tatapan penuh keraguan itu kini berubah menjadi kekaguman dan rasa terima kasih yang tak terhingga.

"Terima kasih... terima kasih banyak, Dokter."

"Anda telah menyelamatkan nyawa kakek saya," ucap Kiara sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Bima melepaskan sarung tangannya dan tersenyum tipis.

"Ini sudah menjadi tugas saya, Nona Kiara."

"Tapi pengobatannya belum selesai."

Bima menatap Direktur Wira yang masih terdiam takjub.

"Racun neurotoksin dari parasit itu masih beredar di dalam darah pasien."

"Jika tidak dinetralisir, ginjalnya akan gagal berfungsi dalam dua belas jam."

Tepat saat Bima menyelesaikan kalimatnya, suara dari sistem berbunyi merdu di telinganya.

[Misi Darurat berhasil diselesaikan.]

[Anda telah membalikkan keadaan dan menyelamatkan nyawa Tuan Besar Pratama.]

[Reputasi Anda di mata keluarga Pratama meningkat drastis.]

[Menyalurkan hadiah: Peningkatan Level Pandangan Sinar-X (Permanen) dan Resep Obat Penawar Racun Tingkat Lanjut.]

Seketika, gelombang energi yang sejuk mengalir ke mata Bima.

Penglihatannya menjadi sangat jernih.

Dia menyadari bahwa dia kini bisa mengaktifkan atau menonaktifkan Pandangan Sinar-X hanya dengan pikirannya, tanpa batasan waktu.

Bersamaan dengan itu, sebuah formula kimia yang sangat kompleks muncul di dalam otaknya.

Itu adalah resep rahasia untuk menetralkan berbagai macam racun biologis berat, termasuk neurotoksin parasit.

Dokter Surya yang sejak tadi terdiam karena malu kini mencoba mencari celah lagi.

"Jangan sombong dulu, Bima."

"Kita tidak punya penawar racun untuk spesies parasit bermutasi yang bahkan belum pernah kita lihat ini!"

"Laboratorium butuh waktu berhari-hari untuk membuat serumnya."

Bima menatap Dokter Surya dengan tatapan meremehkan.

"Siapa bilang kita butuh berhari-hari?"

Bima berjalan ke meja perawat dan mengambil secarik kertas resep serta sebuah pena.

Tangannya bergerak cepat menuliskan serangkaian nama obat dan dosis yang sangat spesifik.

"Suster, ambilkan Epinefrin nol koma lima miligram, Kalsium Glukonat sepuluh persen, dan Atropin Sulfat dosis tinggi."

"Campurkan dengan cairan Saline dan berikan melalui infus intravena lambat."

Perawat itu menerima kertas resep Bima dengan tangan gemetar dan melirik ke arah Direktur Wira.

Direktur Wira menatap resep itu dan mengernyitkan dahi.

"Kombinasi obat apa ini, Bima?"

"Ini bukan protokol standar penanganan keracunan di rumah sakit kita."

Bima menjawab dengan sangat tenang.

"Itu adalah resep off-label khusus yang menargetkan ikatan protein dari racun parasit tersebut."

"Racun ini bekerja dengan menghalangi saluran kalsium di saraf."

"Kombinasi obat ini akan membuka paksa saluran itu dan membuang racunnya lewat urine."

Dokter Hendra mendekat dan membaca resep itu dengan cermat.

Matanya perlahan membelalak kagum.

"Logika kimianya... ini sangat masuk akal."

"Reaksi silang dari obat-obatan ini memang bisa memecah struktur racun saraf."

"Direktur, kita harus mencobanya."

Direktur Wira tidak ragu lagi.

"Lakukan sesuai instruksi Dokter Bima!" perintahnya tegas.

Perawat segera berlari meracik obat sesuai resep Bima dan menyuntikkannya ke dalam kantong infus pasien.

Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, perubahan ajaib terjadi.

Warna kulit Tuan Besar Pratama yang pucat kebiruan berangsur-angsur kembali merona kemerahan.

Bahkan napasnya terdengar sangat stabil seperti orang yang sedang tidur nyenyak.

"Luar biasa..." gumam Dokter Hendra tidak percaya.

"Hanya seorang jenius medis yang bisa memikirkan kombinasi obat seperti ini dalam waktu singkat."

Semua dokter senior di ruangan itu menatap Bima seolah sedang melihat monster.

Bagaimana mungkin seorang dokter magang yang biasanya hanya disuruh mengantar berkas bisa sejenius ini?

Dokter Surya mundur beberapa langkah hingga punggungnya menabrak tembok.

Wajahnya sepucat kertas.

Dia tahu bahwa karirnya sedang berada di ujung tanduk.

Dia baru saja mencoba membuang pasien VIP paling penting, sementara Bima justru menyelamatkannya.

Kiara Pratama berjalan menghampiri Bima.

Wajah cantiknya memancarkan aura keanggunan seorang putri dari keluarga elit.

"Dokter Bima, saya tidak tahu bagaimana harus membalas budi ini."

Kiara mengambil sebuah kartu nama berwarna hitam emas dari tas mewahnya dan menyodorkannya pada Bima.

"Ini adalah kartu nama pribadi saya."

"Jika Dokter membutuhkan bantuan apa pun, entah itu masalah keuangan atau koneksi, keluarga Pratama akan selalu ada untuk Anda."

Orang-orang di ruangan itu menahan napas melihat kartu hitam tersebut.

Itu adalah lambang perlindungan mutlak dari keluarga Pratama.

Siapapun yang memiliki kartu itu bisa berjalan dengan kepala tegak di kota ini tanpa ada yang berani mengusik.

Bima menerima kartu itu dengan sopan.

"Terima kasih, Nona Kiara."

"Saya hanya melakukan pekerjaan saya."

Bima lalu memasukkan kartu itu ke dalam saku kemejanya yang sedikit lusuh.

Dia membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Dokter Surya.

"Oh ya, Dokter Surya."

"Bukankah Anda bilang ingin melaporkan saya ke konsil kedokteran agar lisensi saya dicabut?"

Bima tersenyum dingin yang membuat bulu kuduk Dokter Surya merinding.

"Apakah Anda masih ingin melakukannya sekarang?"

Dokter Surya membuka mulutnya untuk membalas, tetapi tidak ada satu kata pun yang keluar.

Dia benar-benar telah dipermalukan habis-habisan di depan Direktur Wira dan keluarga Pratama.

Hari ini, nama Bima Aditya akan mengguncang seluruh Rumah Sakit Medika Utama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!