aku shandra umur ku 18 tahun. aku baru saja lulus dari bangku sekolah ku sebulan yang lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dela arria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.cicin pertunangan.
2 hari kemudian, shandra dan Farel sudah lumayan dekat, dan hari ini Farel dan shandra harus membeli cicin pertunangan dan membeli baju untuk pertunangan.
Farel, shandra, nita dan gio sedang sarapan sekarang adalah hari sabtu dimana semua orang sedang menjalankan hari weekend.
"Farel kamu dan shandra sudah membeli cincin pertunangan?" tanya gio.
"belum pah" ucap shandra dan Farel serentak, nita hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum.
"kalian hari ini beli ya, jangan lupa beli baju nya juga. besok acara kalian tunangan loh" ucap gio.
"uhukkk uhukkk" shandra batuk.
Farel mengambil kan gelas berisi air untuk shandra.
"pah, ko besok? bukan nya senin?" tanya Farel.
"iya pah kan senin" imbuh shandra.
"gapapa, papah dan mamah serta ayah bunda kamu sudah merencanakan ini dari hari jumat" ucap gio.
"yaudah abis ini kita berangkat buat beli cincin dan baju tunangan" ucap Farel santai.
shandra membelakak mata nya, "nih orang kenapa santai banget sih" batin shandra.
"eh ga usah, nanti malem kalian harus udha ada di rumah, mamah udah siapin baju buat hari pertunangan kalian, kalian tinggal membeli cincin aja." ucap nita.
"oke mah" ucap Farel.
_____________________
pukul 10:00 tepat shandra sudah bersiap siap untuk membeli cincin pertunangan.
shandra keluar dari kamar nya dan melihat Farel tengah duduk di ruang tengah.
"ayo rel" ucap shandra.
"kuyyy" ucap Farel. shandra menghentikan Farel.
"apa? kuy? ngerti ngerti an jg orang sedingin kamu ngerti bahasa terupdate hahaha" ejek Shandra hingga tertawa berbahak bahak.
"kamu kira aku kudet, kamu tuh yang kudet!" ucap Farel.
"udah ayo serem banget kamu kalo ketawa begitu melebihi si mbak kunti tau gak" lanjut ketus Farel.
"yeuhh gitu aja marah yaudah ayo" ucap shandra.
mereka berdua menuju mall di jakarta milik Farel.
"ayo turun" ajak Farel.
"kuyy" ucap shandra.
"huh! ngikutin juga!" ucap Farel
"bahasa kuy semua orang juga bisa nyebut kali" ucap shandra lalu turun dari mobil begitu pun Farel.
Farel tiba tiba menggandeng tangan shandra, membuat shandra terkejut "rel?" panggil shandra dan melihat ke arah tangan mereka.
"gapapa kan?ayo masuk" ucap Farel lalu berjalan masuk mall bergandengan dengan shandra.
mereka sudah di toko perhiasan, "milih yang menurut kamu bagus" ucap Farel
"kan ini pertunangan kita, ko cuma aku yang milih berdua dong!" ucap shandra
"iyaiya" ucap Farel.
mereka berdua pun menunjuk cicin yang sama "ini bagus ambil yang ini" ucap Farel dan shandra serentak, membuat pegawai di sana tersenyum dan terkekeh melihat kedua pasangan itu.
"ko samaan si selera kita?" tanya Farel.
"hehehe gatau abis nya itu bagus kan?" tanya shandra.
"iya!"." mba tolong siapkan sepasang cicin ini ya"perintah Farel.
manager toko perhiasan itu terkejut melihat Farel bersama seorang perempuan cantik.
"pak Farel selamat datang, ada yang bisa di bantu!" ucap manager itu.
"tidak perlu, saya sudah mendapatkan cincin yang sama mau" ucap Farel dingin.
"pak Farel ingin menikah?" ucap manager itu sedikit gugup.
"bukan urusan mu" ketus farel.
shandra yang mendengar nya mencubit pinggang Farel pelan. "kamu jangan seperti itu" bisik shandra.
"iya mba benar kami akan menikah, tapi kita membeli cincin untuk pertunangan kami besok, insya Allah setelah itu kami menikah" jelas shandra tersenyum.
"selamat ya pak Farel dan untuk ibu-" ucap manager itu.
"oh iya perkenalkan nama ku shandra" ucap shandra mengulurkan tangan nya.
manager itu membalas uluran tangan shandra, "saya chika" ucap chika.
"ini pak silahkan, apa bapak sudah membayar nya?" tanya pegawai itu kepada Farel.
"pak Farel tidak usah bayar tidak apa!" ucap chika.
"walaupun mall ini milik ku, bukan berarti aku seenaknya di sini. kalian di sini bekerja untuk mencari uang bukan? mengapa aku tidak boleh membayar, anggap saja aku pembeli biasa di sini!" ucap Farel lalu mengambil kartu dari dompet nya dan mengasih kepada slaah satu pegawai itu.
pegawai yang ada di sana dan Shandra pun terkejut mendengar Farel pemilik mall ini.
"nih orang punya berapa banyak mall di kota ini sih, dimana mana mall dia kayanya" gumam shandra.
"ini pak!" ucap pegawai itu sambil menyerahkan kartu dan cicin yang di beli oleh Farel tadi. cicin itu berada di dalam kotak berwarna hitam dan di masukan ke dalam paperbag.
shandra dan Farel meninggalkan tempat itu.
"rel aku lapar" ucap shandra sambil memegang perut nya.
"oke kita makan kalo kamu kelaparan di sini dan pingsan malah merepotkan ku saja" ucap Farel.
"dia kenapa jadi jutek? apa marah karna aku berbicara pada amel tadi" batin shandra.
"rel?" panggil shandra.
"hem" jawab Farel.
"ko kamu jutek banget sama manager toko perhiasan tadi sih?" tanya shandra.
"bukan urusan mu" ucap Farel.
deg! tiba tiba shandra merasa kan sakit di dada nya.
"kita langsung pulang aja" tiba tiba shandra meninggal kan Farel duluan.
"ehh shan katanya mau makan ayo!" teriak Farel mengejar shandra
Farel menarik tangan shandra, "shan katanya mau makan" ucap Farel.
"kita pulang aja" ucap shandra.
"okeoke aku ceritain tentang chika ayo" ucap Farel.
"ko dia bisa tau gue ngambek karna itu, wah peka juga nih cowo hehe" gumam shandra.
"shan? ayo kamu laper kan ayo kamu mau makan apa?" ucap Farel.
"kita cari makan di luar mall aja" ucap shandra.
"okeoke ayo kita ke kafe yang deket rumah aja ya" ucap Farel.
"hem" ucap shandra.
Farel menggandeng tangan shandra hingga masuk ke mobil, mereka menuju kafe dekat rumah.
mereka sampai di kafe tersebut, Farel dan shandra memesan makanan ssrta minuman untuk makan siang karna kebetulan ini jam makan siang mereka.
"selamat siang ini daftar menu nya" ucap pelayan.
shandra membolak balik kan buku menu nya.
"mba aku pesen steak BBQ dan jus alpukat" ucap shandra.
"kamu mau pesen apa rel?" tanya shandra.
"samain aja" ucap Farel
"oke nona saya ulangi sekali lagi pesanannya ya, steak BBQ 2 dan jus alpukat 2 , ada tambahan?" tanya pelayan itu.
"ngga ada mba " ucap shandra. "baik kalo begitu tunggu 20 menit ya, saya permisi" ucap pelayan itu lalu pergi.
"ayo cerita" ucap shandra.
"iya sabar!" Farel meletakkan ponsel nya lalu menatap wajah shandra yang tengah serius ingin mendengar kan cerita Farel. mereka duduk berhadapan
"nanti aja setelah makan aku jelasin" ucap Farel.
"ih sekarang aja rel!" ucap shandra.
"ngga ada makan dulu baru cerita!" ucap Farel.
"sekarang aja kenapa sih?" ucap shandra.
"ga ada bantahan" ucap Farel.
"iyaiya janji ya nanti cerita" ucap shandra.
"iya cerewet" ucap Farel, shandra mengerucut kan bibir nya.
20 menit kemudian pesanan mereka sampai di depan hadapan mereka, dan mereka berdua pun menyantapnya.
___________________
.
.
.
HAY READERS MINAL AIDZIN WALFAIDZIN YA❤
jangan lupa buat vote cerita aku.
dan jangan lupa like serta komen juga.
follow instagram aku, @dela28id (akun pribadi)
dan @arry.adela (akun novel)
see you guys! ❤
sekali lagi minal aidzin walfaidzin ya semua☺❤
buat dia nge jauhin farel