NovelToon NovelToon
Pengawal Ku Milioner

Pengawal Ku Milioner

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Nikahmuda / Kriminal / Tamat
Popularitas:177.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chaca

Baru mulai menulis dan ini cerita pertama saya, mohon dukungannya 💙

18+

Marsya seorang mahasiswi yg cerdas, cantik, tinggi semampai dia tidak suka memakai pakaian terbuka walau belum berhijab tapi pakaiannya selalu tertutup di tempat umum, bertemu dengan Malik seorang bodyguard yang kaku, cuek dan berwajah datar namun tampan di gemari banyak wanita, mereka jatuh cinta di saat Marsya hilang kesuciannya

"Sya mau kah kau menjadi bagiaan dari hidup ku"
"Kau sempurna untuk aku dan menjadikan hidup ku penuh warna" Malik berucap memegang tangan Marsya

"Pantaskah aku bersanding dengannya" Marysa berkata dalam hati

Akankah keadaan Marsya menghalangi cinta mereka
ataukah cinta mereka akan bertahan dengan rintangan yang akan mereka hadapi.

Yuukk selanjutnya baca jangan lupa dukungannya Vote, Like, Favorite dan komennya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta mewah

Di dubai pagi hari Marsya sedang sarapan dengan Angga di villa, Marsya berniat ingin meminta ponselnya untuk menghubungi keluarga dan teman-temannya,

"Mana hp saya, saya ingin menghubungi teman teman saya dan orang tua, sudah seminggu saya tidak ada kontak sama mereka" kata Marsya yang tidak mau manggil nama Angga

"Yang mesra dong nanya nya, Ada syarat nya juga kalau kamu mau menghubungi teman dan keluarga kamu"

"Apa lagi" tanya Marsya dengan muka kesal

"Kamu temani aku nanti malam hadir di acara perusahaan"

"Itu tidak mungkin, saya engga punya gaun pesta"

"Kamu tinggal beli nanti mang Tono antar ke butik yang terbaik di Dubai"

"Iya" kata Marsya yang sudah lelah berdebat dengan Angga

"Kamu beli gaun yang mewah dan pergi lah ke salon untuk menata rambut juga makeup yang cantik karena kamu akan aku kenalkan ke partner bisnis ku sebagai calon istri Angga Prawira"

"Saya tidak mau kalau di kenalkan sebagai calon istri kamu, lebih baik ga usah dapet hp" Marsya berkata dengan wajah angkuh

"Terserah kalau tidak mau datang, aku bakalan kurung lagi kamu di kamar" Angga berkata tersenyum jahat

"Oke.....terserah kamu" Marsya menarik nafas rasa kesalnya kepada Angga sudah tak tertahan

"Gitu dong, calon istri harus nurut" Angga mencolek dagu Marsya, dan Marsya menepisnya dengan emosi.

Angga pun pergi kerja dan Marsya mau tidak mau harus menuruti kemauaan Angga supaya tidak di kurung kembali dan demi ponselnya, dia akan pergi membeli gaun dan pergi ke salon di antar Malik dan mang Tono.

Setelah membeli gaun pesta Marsya pergi ke salon banyak wanita-wanita yang sedang perawatan kebetulan Marsya bersebelahan dengan seorang wanita seksi sosialita, lalu sedang mambicarakan seorang pria sukses dengan teman sebelah nya.

Mereka membicarakan Angga ternyata sebelah Marsya mantan kekasih Angga yang belum bisa move on dari Angga, mantan kekasih Angga orang indonesia yang datang untuk menghadiri acara perusahaan mewakili orang tua nya,

"Aku ga sabar pengen ketemu Angga nanti malam" ucap wanita sebelah Marsya

"Emang kamu belum bisa move on dari Angga" tanya teman wanitanya

"Belum aku masih berharap dia nikah sama aku" mantan Angga berkata

"Kalau Angga udah punya cewek lain gimana" kata teman wanitanya

"Ga mungkin Angga itu cinta mati sama aku, aku yakin dia masih memendam perasaan sama aku" mantan Angga berkata

"Jadi ini mantan kekasih pria brengsek itu" kata Marsya dalam hati sambil bola mata nya melirik ke sebelahnya.

Selesai bermakeup di salon Marsya pun makan siang di sebuah restoran, setiap orang yang lewat selalu memandang Marsya dengan Malik yang berdiri disebelah Marsya,

"Malik duduk sini jangan berdiri aja orang-orang pada ngeliatin kita" kata Marsya

"Ga sopan non, ga apa-apa ini pekerjaan saya" kata Malik

"Ga apa-apa lagiaan ga ada Angga, duduk sini kalau di suruh saya harus nurut" Marsya berkata dengan tegas

"Tapi non...." Malik berkata lalu Marsya menarik tangannya dengan kencang

Akhir nya Malik duduk dan Marsya memesan makanan untuk Malik, karena Marsya merasa butuh teman bicara melihat Malik seperti orang baik maka Marsya mengajak Malik berbicara,

"Malik kamu bandung nya dimana" tanya Marsya

"Di daerah dago, kalau non Marsya bandung nya dimana"

"Jangan bilang nona, ga enak di dengernya panggil Marsya saja"

"Ga sopan nanti saya bisa di marahin pak Angga"

"Angga ga ada di sini, lagiaan aku butuh teman ngobrol jadi aku mau kamu menjadi teman aku di saat aku sendiri di sini" Marsya berkata dengan muram, Malik berpikir Marsya seperti wanita yang kesepiaan, padahal ada Angga sebagai calon suaminya.

Marsya merasa nyaman dengan Malik walau Malik kadang diajak bicara menjawab sangat singkat tetapi setidaknya Malik terlihat baik dan tidak kasar seperti Angga, Marsya sedang butuh seorang teman di saat seperti ini dan dia berpikir Malik adalah orang yang tepat untuk saat ini menjadi teman keluh kesah dia selama Angga mengurung Marsya di dalam sangkar emasnya.

Malik hanya menggaguk, Malik pun menjadi terbiasa dengan sifat Marsya yang ternyata tidak sombong dan tidak seperti orang kaya yang suka merendahkan pengawal dan aisten rumah tangga. Marsya sopan dan selalu mendekatkan diri pada orang-orang bawahan nya Angga, Marsya nyaman dengan Malik karena tidak ada yang bisa di ajak bicara.

Marsya pun meninggalkan tempat makan dengan Malik, sedang berjalan menuju parkiran Marsya disenggol seseorang, ketika akan jatuh dengan cepat dan replek Malik menangkap tubuh Marsya tepat sebelum Marsya jatuh dan dengan spontan Marsya memeluk leher Malik, Malik memegang pinggang Marsya lalu beberapa detik mereka saling pandang dan entah kenapa jantung mereka berdua berdetak sangat kencang,

deeg

deeg

deeg

"Badan malik wangi banget" dalam hati Marsya berkata

"Marsya cantik" dalam hati Malik berkata

Mereka berdua mengatakan itu bersamaan, lalu mereka tersadar atas apa yang mereka kataakan dalam hati nya seketika mereka menjauh menjaga jarak seperti biasa lagi, beberapa menit perjalanan mereka sampai di villa Angga,

Ponsel Malik berdering

dreett

dreett

dreett

Terlihat nama Pak Angga menghubunginya lalu Malik mengangkatnya,

"Ya pak" Malik hanya berkata iya selama menelpon dengan Angga sudah selesai berbicara di telpon Malik menutup telponnya dan Marsya melihatnya

"Siapa, Angga ya" tanya Marsya penasaran

"Iya, kata nya non eh Marsya di suruh siap-siap lalu kita langsung berangkat, pak Angga menunggu di sana" ucap Malik

"Oh.....bagus deh" kata Marsya masuk ke dalam kamar dan merasa malu mengingat kejadiaan di Restoran tadi, dan Malik pun merasakan seperti itu juga.

Malam hari Marsya sudah berdandan dengan gaun dan make up sederhana, Malik sudah menunggu di depan kamar, ketika Marsya keluar Malik melihatnya dengan tidak mengedipkan mata dan jantungnya kembali berdetak, Marsya pun tersenyum manis melihat Malik yang memakai tuxedo berwarna hitam sangat gagah dan tampan seperti bukan seorang pengawal. Malik terbelalak ke arah Marsya yang sangat cantik dengan gaun yang mewah berwarna merah gelap dengan kulit Marsya yang putih nan mulus.

"Malik....." Marsya memanggil beberapa kali karena melihat Malik seperti sedang melamun

"Oh maaf" Malik berkata salah tingkah lalu memalingkan wajahnya, mereka berdua pun pergi dengan mang Tono yang sudah menunggunya di halaman rumah.

Beberapa jam sampailah mereka di hotel dimana pesta akan berlangsung lalu mereka berdua masuk ke Ballroom dengan nuansa pesta mewah di hadiri semua para pengusaha, Marsya gugup karena belum pernah menghadiri pesta mewah, lalu Marsya meminta Malik berjalan di sebelahnya supaya menemaninya.

Mereka berdua pasangan yang serasi orang terbelalak terpesona melihat Marsya dan malik seperti putri dan pangeran yang memasuki ruangan pesta dansa, semua orang tak henti melihat ke arah Malik dan Marsya, di pesta ada yang menyambut seorang pelayan yang menawarkan minuman wine namun Malik dan Marsya tidak mengambilnya.

Lalu terlihat Angga yang mengampiri Marsya, Malik yang di sampingnya menjadi mundur dengan pelan, dan Marsya pun ikut mundur mengikuti Malik. Angga menarik lengan Marsya,

"Hai sayang lama sekali datang nya, jangan lupa panggil aku mas Angga depan tamu aku" Angga berbisik pada Marsya

Marsya hanya diam dan menjadi muram, awalnya dia tersenyum berjalan bersama Malik ketika melihat Angga wajahnya menjadi muram dan kesal. Lalu ada wanita yang menghampiri Angga dan Marsya,

"Hai Angga" sapa wanita

"Hai Gisel" kata Angga tersenyum manis

"Apa kabar kamu makin ganteng aja" Gisel berkata dengan genit, dia mantan Angga yang dilihat Marsya di Salon

"Kamu juga selalu terlihat seksi" Angga memuji dan mencium pipi kiri dan kanannya Gisel, Marsya hanya diam tidak merasa cemburu namun merasa aneh melihat Gisel yang masih muda dan cantik mengapa mau berhubungan dengan Angga yang sudah duda dan tua.

"Oh ya kenalkan ini Marsya calon tunangan aku" kata Angga sambil tersenyum senang

Gisel menjadi masam wajahnya setelah mendengar kan perkataan Angga, tetapi Gisel menyembunyikan muka kesal nya,

"Haii.....aku Gisel" dengan wajah angkuh mengajak Marsya bersalaman

Marsya bersalaman dan hanya tersenyum karena sudah tau Gisel adalah mantan Angga, Marsya sebenarnya tidak nyaman dengan suasana pestanya selain tidak ada yang kenal juga di perkenalkan sebagai tunangan Angga,

"Aku mau ke kamar mandi dulu" kata Marsya berbisik ke Angga meminta ijin

"Jangan lama-lama"

Malik mengikuti Marsya dan diam di depan kamar mandi wanita, di dalam Marsya terdiam hanya beristrahat dan mencuci muka nya merasa penat dan terasa sesak, ternyata Marsya di ikuti Gisel ke kamar mandi, Gisel diam di sebelah Marsya dan tersenyum sinis,

"Jadi kamu calon tunangan Angga, kenal dimana kaliaan" tanya Gisel dengan Angkuh, Marsya hanya diam dan tersenyum karena Marsya menduga pasti Gisel akan menindasnya,

"Jawab jangan sok cantik, lu belum tau kan Angga dan gue sudah melakukan hubungan suami istri" kata Gisel

"Saya tidak peduli kaliaan sudah melakukan apa saja, ambil saja Angga buat kamu" Marsya berkata dengan pergi meninggalkan Gisel

"Apa maksud nya woi kamu....berhenti" kata Gisel mengejar Marsya karena penasaran, Gisel memegang tangan Marsya dengan kasar,

"Aw sakit...." Marsya meringis lalu Malik melepaskan genggaman Gisel kepada Marsya

"Maaf nona jangan sampai saya bertindak" kata Malik dengan tegas

Gisel tau Malik adalah pengawal Marsya, dia kesal dan mengepalkan tangannya, namun Gisel penasaran dengan perkataan Marsya. Malik dan Marsya pergi meninggalkan Gisel, lalu Marsya sudah tidak nyaman berada di pesta dan berpamitan kpada Angga dengan memberi alesan sakit kepala, Angga menginjinkan Marsya pulang karena memang sudah larut malam.

1
G Use
Baru belajar nulis novel yach....
Jumi Atin
thor,, ubah dong panggilan marsha ke suamix,, ky ngk sopan masa ama Yuda jg andi pnggil kakak giliran suami jelek,, hiii pengen nyomot tu bibir dee
Jumi Atin
dasar teman somplak,, bodoh di pelihara 🤣🤣🤣
ratih
bgus
Anas Tel
Rikiny kemn tor
Nikmatil 0906
yah kok diambil angga, padahal ngarepnya sama malik
Nabil abshor
😲😲😲 brp.tahun tadi ya,,,,kuat amat,,
Ati Kah
lanjut thor, semangat.....
Raima Ima
😍🥰😘
Antye Chaca: Makasih 🤗🥰😘
total 1 replies
Hendrik Hendrik
lanjut thorrrr
Yasmin
yeah tamat, baby M welcome to keluarga Milioner.....
Yasmin
mau dong oleh2 hawainya hahahaha
Yasmin
siapa lagi rere ya ampun banyak banget cewek nya malik
Yasmin
wah untung saja Malik gercep keren.sih malik.....
Yasmin
tega Rita, kasiaan Marsya di culik Angga curiga mau di perkosa lagi....
Yasmin
kasiaan Rita posisinya serba salah....
Yasmin
idaman banget malik, mudah2an.dapet cowok kaya malik hahahaha
Antye Chaca: aamiin 🤗🥰
total 1 replies
Yasmin
suka banget sama karakter malik ada ga sih di dunia nyata love banget.....
Yasmin
asiikk mau pada liburan....
Yasmin
aduh aku belum nikah nih thor aku bacanya jadi serseran hahahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!