Naomi Akiara, wanita cantik berusia 18 tahun itu memilih meninggalkan ibu kota demi menghindari orang-orang terdekatnya setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Gedeon Aiden Wijaya atau biasa dipanggil Deon.
Dan Semarang, adalah kota yang dipilih oleh Ayumi, kakak dari Naomi. Ayumi memilih kota Semarang karena letaknya yang cukup jauh dengan ibukota sehingga Deon dan keluarganya akan kesulitan mencari keberadaan Naomi. Hanya satu keinginan Ayumi, yaitu melihat adiknya bahagia karena sejak kecil Naomi tinggal di Panti Asuhan dan sudah melewati banyak kemalangan hidup.
Berharap tidak bertemu orang-orang yang berhubungan dengan Deon, namun siapa sangka, di Semarang-lah Naomi bertemu kembali dengan lelaki bernama Kaisar Bramantya, lelaki yang keluarganya masih berhubungan dengan keluarga Deon.
Naomi takut jika Kaisar akan membocorkan keberadaannya saat ini pada keluarga Deon. Tapi di luar dugaan, Kaisar yang usianya 5 tahun lebih tua dari Naomi, justru jatuh hati pada Naomi dan berniat mengejar cinta Naomi, sang Calon Janda Muda...
Dan disaat hati Naomi sudah bisa sedikit membuka hatinya untuk Kaisar, justru Deon menemukan tempat persembunyiannya.
Kira-kira apa yang akan dilakukan Deon setelah menemukan istrinya?
Apakah Kaisar berhasil merebut cinta Naomi?
Dan apakah Deon akan melepaskan Naomi untuk Kaisar atau justru Deon akan menyeret kembali Naomi dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kanjeng_galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
12. Apa yang Terjadi Sebenarnya?
Wirahman, lelaki berusia 52 tahun tersebut saat ini sedang melakukan konferensi pers secara tertutup untuk menanggapi berita yang beredar setelah Deon melakukan klarifikasi yang menghebohkan jagad maya.
Klarifikasi yang Deon lakukan kemarin setelah pulang dari kediaman orang tuanya tentu sangat merugikan pihak Renata hingga membuat Wirahman meradang sekaligus sangat malu hingga melakukan serangan balik.
Pasalnya, dalam video berdurasi satu menit yang Deon unggah itu, putra keluarga Wijaya tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berhubungan badan dengan sahabatnya sendiri yang bernama Renata Fransisca Wirahman. Bahkan Deon juga dengan gamblang berucap jika janin dalam kandungan Renata bukanlah darah dagingnya.
Publik benar-benar dibuat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi [termasuk para reader yang budiman hehe].
Karena apa yang disampaikan Wirahman
dalam konferensi pers tersebut berbanding terbalik dengan apa yang Deon ucapkan dalam video yang beredar luas sebelumnya.
“Jika Gedeon Aiden Wijaya melakukan klarifikasi melalui sebuah status dan hanya omong kosong tanpa bukti. Maka saya sudah membawa bukti yang sangat kuat mengenai apa yang terjadi pada Deon dan putri saya, Renata beberapa bulan lalu.” Ucap Wirahman dengan sorot mata penuh amarah menghadap ke kamera.
“Bukti apa yang anda bawa? Bisa anda jelaskan?” Tanya salah seorang pemburu berita.
“Ini adalah rekaman CCTV yang berada di lift apartemen salah seorang teman Deon. Kalian nanti bisa melihat sendiri bagaimana Deon memaksa putri saya Renata untuk bercumbu dalam lift disaat keadaan Deon yang mabuk karena mereka baru pulang dari klub malam.” Ujar Wirahman.
Di Apartemen pribadinya, Deon yang sedang menonton secara live pun terlihat sangat resah mendengar apa yang Wirahman sampaikan karena Deon yang begitu kalut tidak berpikir sejauh sana.
“Bukan hanya itu, saya juga memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan Deon sedang memaksa Renata untuk masuk ke sebuah unit apartemen tanpa melepaskan ciumannya dari Lift. Parahnya lagi, Deon yang sangat mabuk benar-benar tidak bisa mengkondisikan tangannya yang menyentuh tubuh putri saya. Dan kalian juga bisa melihat tanggal rekaman CCTV tersebut jika dihitung dengan usia kehamilan Renata, maka sangat tepat sekali.”
“Jadi wajar jika Deon tidak mau mengakui apa yang telah dia lakukan pada Renata dan janin yang ada dalam kandungan Renata, karena selain saat itu Deon tengah mabuk, orang tua Deon juga melarang keras untuk Deon bertanggungjawab."
"Kenapa anda tidak melaporkan ini pada pihak berwajib?"
"Tidak. Saya hanya ingin Deon bertanggungjawab dan cucu saya memiliki status yang jelas. Karena bagaimanapun juga, Deon adalah ayah dari calon cucu saya. Saya terpaksa membeberkan ini semua ke publik karena sebagai ayah dari Renata, saya sangat tidak terima dengan apa yang Deon lakukan terhadap putri saya. Sudah cukup Renata selama ini depresi dan beberapa kali hendak mengakhiri hidupnya karena hamil di luar nikah karena kelakuan Deon.” Ucap Wirahman dengan raut wajah sedih hingga menarik simpati siapapun yang melihatnya.
Wirahman pun terus bercerita mengenai Deon yang sangat cinta pada putri semata wayangnya tersebut sehingga seolah membenarkan gossip yang beredar beberapa hari ini bahwa Deon memperkoosa Renata karena cintanya di tolak.
Selain itu Wirahman juga memberikan rekaman suara dimana pertengkaran hebat keluarga Wijaya di waktu Renata datang dan Deon berkata pada orang tuanya akan menikahi Renata.
“Saya tidak ingin macam-macam. Saya hanya ingin mengungkapkan kebenaran dan meminta Deon bertanggung jawab pada Renata."
"Atas persetujuan Deon beberapa waktu lalu, kemarin kami juga terpaksa melakukan test DNA di Rumah Sakit Bramantya dengan resiko yang besar yaitu membahayakan janin dalam kandungan Renata.
Dan hasilnya, janin dalam kandungan Renata adalah darah daging Gedeon Aiden Wijaya.” Suara riuh pun tidak bisa dihindarkan dalam meeting room sebuah hotel bintang lima setelah Wijaya menunjukkan kertas hasil test DNA.
“Para pengusaha dan wartawan tentu tau bagaimana hubungan keluarga Wijaya dan Bramantya. Kita juga semua tahu bahwa Rumah Sakit Bramantya, adalah rumah sakit terbaik dan selalu memberikan hasil yang sangat akurat.”
Deon yang mendengar itupun sangat emosi hingga Deon melemparkan gelas yang dia genggam ke segala arah. Deon sadar, semua ini terjadi karena kesalahan juga kebodohannya.
Deon juga masih sangat ingat bahwa dia yang sudah berjanji akan bertanggung jawab jika Renata sampai hamil. Deon sama sekali tidak berpikir panjang, karena saat itu Deon masih sangat mencintai Renata dan tidak pernah terbayangkan dibenak Deon jika dengan secepat ini dia menikahi Naomi.
“Bangssyaat!” Umpat Deon dengan dada naik turun.
Kesalahan Deon berikutnya adalah saat dirinya berkata sanggup untuk bertanggung jawab pada Renata ketika wanita itu mengancam akan bunuh diri. Deon yang panik dengan situasi seperti itu lagi-lagi tidak bisa berpikir panjang terlebih kejadian malam itu memang murni kesalahannya yang sedang dalam pengaruh alkohol. Dan semua itu juga tidak lepas dari rekaman CCTV yang mungkin sudah di potong-potong.
Dan disaat Deon sudah merasa bahagia dengan Naomi, Deon justru melupakan kejadian malam itu sekaligus melupakan Renata. Karena, Deon mengira Renata tidak akan hamil karena malam itu. Deon juga tidak pernah terpikir jika Renata nekat datang ke rumahnya dengan semuanya berakhir dengan sangat berantakan.
*
*
Disaat keadaan Deon semakin terpuruk, kondisi Naomi justru semakin hari semakin baik meskipun gadis cantik itu masih belum naafsu makan dan masih banyak melamun.
Kehadiran Ibu Mirna dalam hidup Naomi dan Ayumi memberikan kebahagiaan tersendiri. Bahkan Ayumi sudah tidak peduli lagi dengan segala ancaman kakek dan neneknya yang akan mencelakai Naomi.
Semua berkat Satria, sahabat sekaligus asisten Bhumi Bramantya itu menjebak kakek dan nenek Ayumi sehingga mereka mau menandatangi kertas kerja sama dengan Bramantya Corp. Padahal kertas itu berisi pemindahan segala asset dan kekayaan yang mereka miliki ke tangan Ayumi.
Setelah itu, Ayumi mengasingkan kakek dan neneknya di sebuah kampung yang sejuk dan asri agar mereka menikmati masa tuanya.
Ayumi kadang berpikir, kenapa dia tidak dekat dengan Satria sejak dulu, Jika sejak dulu dekat dengan Satria pasti dia juga sejak dulu memiliki keberanian ini. Keberanian melawan kakek dan neneknya dengan cara yang sangat cerdik sehingga kakek dan neneknya tidak lagi mampu membayar orang untuk menyakiti Naomi.
“Pasti lagi ngelamunin Bang Saat ya kak?” Tanya Naomi yang baru duduk di samping kakaknya.
“Nggak!” Ucap Ayumi.
“Ngaku deh kak!”
“Beneran enggak Nom-Nom..” Kata Ayumi disertai dengan wajah yang memerah.
“Iya juga gapapa kok, berarti kakak udah move on.. dan aku lihat Bang Saat orangnya baik banget kok.”
“Iyalah baik! Kalau kamu bandingin Satria sama Deon, jelas jauh lah! Karena sejauh ini yang aku lihat, Satria selalu menepati apa yang sudah dia ucapkan. Emangnya Deon, bilang gak pernah enak enak sama Renata, eh bapaknya Renata memberikan bukti rekaman CCTV dimana Deon memaksa Renata untuk masuk apartemen dan bapaknya Renata juga memberikan bukti test DNA dari Rumah Sakit Bramantya.” Mendengar ucapan kakaknya, Naomi pun menatap Ayumi dengan air mata yang sudah mengalir.
“Nom..” Ayumi terhenyak. Dia baru tersadar jika ucapannya itu sungguh melukai hati sang adik. Padahal Ayumi mematikan saluran televisi dan tidak mengizinkan Naomi untuk memegang ponsel agar tidak melihat pemberitaan yang tengah viral itu.
Eh, Ayumi sendiri yang keceplosan karena saking keselnya sama Deon.
“Apa yang sebenarnya terjadi kak?” Tanya Naomi
“Nom…”
“Jawab apa yang sebenarnya terjadi kak?”
BERSAMBUNG
Hayo apa yang sebenarnya terjadi....
aku menunggu thor