NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Viviane

Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.

"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.

Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.

Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

Pagi harinya pria itu mengerjapkan matanya. Silaunya sinar mentari yang menerobos masuk melalui celah korden. Membangunkan dia dari alam tidurnya.

"Dia lagi?" gumamnya.

Mata pria itu langsung terfokus dengan seseorang yang berada dalam pelukannya. Seorang perempuan cantik berambut hitam, panjang, dan bergelombang. Bibir seksi dengan warna merah muda alami. Alis tebal beserta bulu matanya yang lentik. Semua yang ada padanya sama dengan milik kekasihnya, Chelsea. Bahkan senyuman mereka pun sama.

"Chelsea ... kamu dimana?" Justin perlahan mengelus puncak kepala perempuan itu.

Samar-samar bayangan kejadian berciinta tadi malam masih tersisa dipikirannya. Betapa beringasnya goyangan Erika sangat membekas dipikiran. Tiba-tiba bayangan itu bergantian dengan wajah milik Chelsea. Dan kembali pria itu rapuh karena kekasihnya yang telah pergi.

"Eh ... Tuan sudah bangun?" ucap Erika saat membuka matanya.

Sontak saja Justin langsung menghempaskan tubuh Erika menjauh darinya. Pria itu langsung berdiri, mengenakan satu persatu pakaiannya.

"Perempuan gila! Sudah gue bilang jangan merayu gue lagi saat gue mabuk," bentak Justin yang masih sibuk mengancingkan kemejanya.

"Gue jijik main dengan perempuan murahan seperti kau!" sambungnya geram.

Perempuan yang dimaki-maki itu hanya diam dalam lilitan selimut yang membungkus tubuh polosnya. Menundukkan kepalanya, merasa sedih tatkala kata-kata itu keluar lagi dari mulut pria yang sudah bermain dengannya semalaman penuh.

"Gue peringatkan sekali lagi. Jangan pernah dekati gue! Jangan pernah menggoda gue saat gue mabuk!" Justru memperingatkan.

"Gue sangat jijik dengan perempuan malam seperti Lo!" tegasnya dengan penuh penekanan.

Dilemparkannya satu gepok uang seratus ribuan yang dia ambil dari saku jasnya. Dan mendarat tepat mengenai wajah perempuan cantik yang masih diam itu. Erika pun bingung mau membela dirinya bagaimana, karena hatinya sudah sakit dengan kata-kata Justin.

"Makan ini uang perempuan matre!" tukasnya kemudian membalikkan badan dan hendak berjalan keluar.

"Tunggu dulu Tuan," cegah Erika.

Perempuan yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut itu meraih tasnya yang ada diatas nakas. Diambilnya segepok uang yang masih utuh. Uang pemberian Justin untuk pertanggungjawaban saat Justin menyerempetnya.

"Saya ingin mengembalikan uang anda," ucap Erika seraya menyerahkan uang tersebut.

"Uang yang kemarin masih utuh Tuan. Saya tidak mengambilnya sedikit pun."

"Dan untuk tadi malam. Maafkan saya Tuan," sambungnya merasa bersalah.

Tidak ada niatan untuk membalikkan tubuhnya menghadap Erika. Pria angkuh itu hanya diam diambang pintu. Mendengar apa yang dikatakan Erika. Saat mengetahui perempuan itu ingin mengembalikan uangnya. Justru membuat Justin meremehkan Erika.

"Nggak usah sok baik Lo," ucapnya ketus.

"Gue tahu Lo kerja beginian untuk cari uang. Terus Lo sok baik buat balikin uang itu?" sambungnya.

"Gak usah munafik deh Lo!" tuturnya tegas dan terasa sakit dihati orang yang dia tuduh.

"Ambil saja dasar perempuan murahan! Uang yang udah gue buang, tidak perlu dikembalikan," pungkasnya lalu beranjak pergi dan menutup pintu dengan keras.

Erika memegangi dadanya yang terasa nyut-nyutan. Entah kenapa semua kata-kata yang keluar dari pria itu dalam kondisi sadar sangat menyakitkan. Berbanding terbalik saat dirinya dalam kondisi mabuk seperti semalam. Terlihat sangat baik, manis kepadanya, dan penyayang.

"Maafkan saya Tuan," lirih Erika.

Tanpa terasa air mata sudah membanjiri pipinya. Mengalir dengan deras dari pelupuk mata cantik itu. Baru kali ini Erika menyesali perbuatannya setelah melayani seorang pria. Entah kenapa rasanya sangat berbeda, sakit sekali.

##

Kenapa bisa begitu ya Erika? Kasian juga setelah manis sepah dibuang :( so sad. Jangan kek gitu ya.

Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇

1
Nindy rachmawati
suka ceritanya
Butet Bandar baru
Biasa
lovely
e.mang murah ko Etika ngerayu laki² di saat ga sadar guru rasa klo jadi justine pasti akan marah² apalagi Etika bukan cewek baik² pstilah jijik tukang cukup sana sini🥵
Wirda Wati
Oma yen
Wirda Wati
Gerry the best...
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
Wirda Wati
Dasar Justin lebay....
Wirda Wati
tinggalkan aja justinnya Erika.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
Wirda Wati
keguguran
Wirda Wati
lanjut
Wirda Wati
tapi...jastin ngga suka sama Erika.
biarkan aja Erika diculik...
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjjut
Wirda Wati
simalamaka buat Erika.
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
Wirda Wati
kurang suka Erika ..licik...
cocok sama jastin...
Wirda Wati
lanjuut...
Wirda Wati
Bagusnya tinggalkan jastin...
Erika yg bodoh...
Wirda Wati
Berlebihan jastin...
Wirda Wati
pintar juga jastin
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣
Wirda Wati
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!