KARMA
Sebelum membaca karya ini alangkah baiknya jika membaca karya pertamaku yang berjudul Aku Bukan Pelakor, agar bisa mengikuti jalan ceritanya.
Karya KARMA ini menceritakan tentang pembalasan pengkhianatan yang di lakukan julio kepada istri dan anak-anaknya.
Julio bukan hanya mengkhianati istrinya namun ia membohongi ana dengan mengaku lajang untuk mendapatkan hati dan tubuh ana, selain itu ia juga di duga menggelapkan dana perusahaan tempatnya bekerja serta perusahaan milik istrinya.
Lalu apa sajakah KARMA yang akan di terima oleh julio?
Semuanya akan di ceritakan di Novel ini.
Terima kasih, selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Perasaan bersalah menghantui retno, ia takut terjadi sesuatu pada ibunda lyra, ia pun menyuruh salah satu saudaranya untuk mengikuti lyra ke rumah sakit dan mencari informasi mengenai kondisi ibunda lyra.
Sementara dirinya memutuskan untuk kembali ke rumahnya karena ia sudah terlalu lama meninggalkan putra bungsunya di rumah.
Setibanya di rumah, retno melihat suaminya sedang duduk di teras rumahnya, ingin rasanya retno menampar suaminya namun kala itu julio tengah menggendong putra bungsunya dan juga tengah menemani rangga mengerjakan tugas sekolah.
"Umiiii...." Rangga berlari menghampiri dan mencium tangan Retno.
"Umi dari mana saja? tadi adek nangis" tanya Rangga, sambil menggandeng tangan Retno mendekat ke arah julio untuk ikut menemaninya mengerjakan tugas.
Bocah itu sudah rindu bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya dengan kondisi yang rukun karena selama ini ia selalu merasakan ketidakharmonisan keluarganya.
"Mas kok jam segini sudah pulang?" tanya Retno sambil membelai kepala Rangga.
"Tadi guru ngaji di sekolah sedang sakit, jadi mas pulang lebih awal." jawab Rangga.
"Kamu dari mana saja?" tanya Julio.
"A-aku... aku tadi ada keperluan sebentar dengan...." belum sempat Retno meneruskan kalimatnya, julio sudah memotong kalimat retno.
"Ya sudah kamu ganti baju dulu sana, bajumu berantakan sekali." Julio mengelus lengan retno dengan lembut.
Ada perasaan jijik ketika Julio menyentuhnya, Retno menyingkirkan tangan julio kemudian ia beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Usai membersihkan diri Retno mendapatkan pesan masuk dari saudaranya yang mengabarkan jika kondisi ibunda lyra sudah sadarkan diri dan sudah di pindahkan di ruang rawat inap.
Retno menarik nafasnya lega, rasa cemasnya berkurang sudah, namun ia tetap meminta saudaranya untuk terus memantau kondisi ibunda lyra.
Retno menaruh kembali handphonenya kemudian ia kembali menghampiri julio yang tengah menjaga kedua buah hati mereka.
"Mas hitung dulu buah tomatnya ada berapa, lalu di tambah dengan buah kiwi yang ada di sebelahnya." ucap julio kepada rangga, sambil memangku putra bungsunya.
Retno tak mengerti mengapa suaminya mendadak berubah menjadi sangat perhatian kepada kedua buah hatinya, hal tersebut membuat hatinya sedikit melunak, ia mau memaafkan julio dan memperbaiki keutuhan rumah tangganya demi anak-anaknya.
"ASInya masih belum keluar ya? aku buatkan susu formula sebentar, semoga besok ASInya sudah lancar kembali." Julio beranjak dari tempat duduknya membuatkan susu hangat untuk retno dan juga untuk putra bungsunya.
Tak lama kemudian julio datang dengan membawa segelas susu untuk retno dan satu botol susu untuk putra bungsu mereka.
"Jangan terlalu banyak pikiran agar ASImu tidak terganggu." ucap Julio.
"Abi, ini benar tidak?" Rangga memberikan buku tugasnya kepada julio, julio pun langsung memeriksanya.
"Great, job" Julio mengajak rangga untuk tos tangan.
"Abi, mas boleh main games?" Tanya rangga.
"Tentu saja, nanti abi temani. Tapi setelah makan malam ya, sekarang mas taruh buku-buku mas di dalam kamar" Julio merapihkan buku-buku rangga kemudian memberikannya kepada rangga dan menyuruh rangga menaruh di kamarnya.
Setelah Rangga pergi ke kamarnya, Julio mendekati retno yang sedang memberikan sufor (Susu Formula) kepada putra bungsunya.
"Kamu mau makan malam apa? Aku buatkan ya?" Tanya julio, perlakuan manis julio semakin membuatnya tak bisa marah kepada suaminya, ia mencoba melupakan tentang perselikuhan yang di lakukan oleh suaminya.
"Apa saja, terserah abi" Ucap retno sambil tersenyum.
Julio beranjak dari tempat duduknya dan mulai membuatkan makan malam untuk istri dan juga anaknya.
Setelah putra bungsunya tidur, Retno menidukannya di kamarnya kemudian ia membantu julio menyiapkan makan malam.
"Sudah hampir selesai, kamu sama rangga tunggu saja di meja makan." Julio tak membiarkan retno membantunya, retno pun menurutinya, ia menemai rangga di meja makan menunggu abinya memplating makanan yang ia masak.
"Ini untuk busui agar ASInya lancar dan ini untuk mas rangga." Julio memberikan pasta untuk rangga dan sup jacang merah untuk retno.
"Terima kasih ya bi." Ucap retno sambil tersenyum.
"Mi, untuk tahun ini biar aku saja ya yang mencari eksternal auditornya." Ucap julio.
"Tapi perusahaan kita sudah memiliki patner eksternal auditor yang biasa mengaudit perusahaan kita." Ucap retno.
"Aku punya kenalan eksternal auditor yang lebih bagus dari yang biasa bekerja sama denganmu, percayalah padaku." Julio mencoba meyakinkan retno, ia menggenggam tangan retno.
Retno tak kuasa menolak permintaan suaminya, ia pun menganggukan kepalanya menyetujui permintaan julio.
"Terima kasih ya." Ucap julio.
Seusai makan malam julio memenuhi janjinya mengajak rangga bermain PS, mereka berdua bermain PS di ruang keluarga. Sementara retno kembali ke kamar putra bungsunya, melihat putra bungsunya terbangun retno pun menggendong dan membawanya bergabung bersama kakak dan abinya.
Dari kejauhan retno melihat keakraban rangga dengan julio yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
'Apakah harus sesakit ini mempertahanka rumah tangga ini?' gumam retno dalam hati.
sungguh menguras air mata, tapi sangat puas n byk pelajaran yg bisa diambil dlm cerita ini
sungguh sangat terharu dgn novel ini