NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Dulu Bahagia

Raka melirik takut-takut pada Mamanya yang duduk di jok belakang mobil melalui spion. Datar, tanpa ekspresi. Nayla hanya bersandar sambil melihat ke jalan.

Lalu, Raka melirik sebentar ke Azel yang duduk di sebelahnya. Sama. Tidak ada ekspresi sama sekali. Papanya itu hanya menatap lurus ke depan.

Raka garuk-garuk kepala.

Sudah dua puluh menit dia mengendarai mobil ini, sepulangnya dari rumah Davina. Tapi, tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir orangtuanya.

Dia lebih baik dimarahi, dimaki, dipukul, tapi tidak didiamkan seperti ini.

"Pa, Ma..." Raka bergumam.

"Antar kita pulang aja, Ka." Azel memotong omongan Raka.

Raka mengangguk.

Belum pernah orangtuanya semarah ini padanya.

Perjalanan menuju rumah orangtuanya terasa sangat lama dan mencekam. Begitu tiba disana, Raka baru akan membuka mulut, tapi orangtuanya sudah keluar dari mobil.

"Kamu naik taksi aja balik ke apartemen." Azel mengambil kunci mobilnya dari tangan Raka, lalu melangkah menuju rumah mereka. Untung saja hari ini mereka naik mobilnya Azel, biar mereka bisa mengajarkan sopan santun sedikit kepada anak mereka.

"Pa... Ma... Aku minta dianterin Pak Ujang dong..." rengek Raka.

"Anggap aja kita udah gak punya anak laki-laki lagi, Zel." Nayla menggandeng tangan Azel memasuki rumah.

"Paaaaaaaa..... Maaaaaaa..... tega banget siiiiiiih....." Raka mengejar, tapi Nayla dan Azel sudah membanting pintu tepat di muka Raka.

Sekali-sekali mereka memang harus keras dengan Raka.

***

Raka menekan pin kunci apartemennya sepelan mungkin. Kemudian, dia masuk ke apartemen dengan takut yang berlebihan. Pasti kakaknya sudah mendengar tentang kejadian di rumah Davina tadi, maka hanya ada satu cara kalau Raka tetap ingin hidup, mengendap-endap di apartemennya sendiri agar kakaknya tidak tahu tentang kepulangannya.

Tapi begitu masuk, dia tidak menemukan siapa pun. Bahkan tidak terdengar suara Keysha yang sedang merengek. Apakah keponakannya itu sedang tidur?

Dia melirik smart watch nya. Tidak mungkin Keysha tidur, harusnya ini jam Keysha sedang aktif-aktifnya.

Sambil berjinjit dia melangkah ke kamar kakaknya, lalu menempelkan telinga ke pintu. Tidak ada suara sama sekali. Dia mulai panik.

Buka tidak ya? Buka tidak ya?

Akhirnya, dia memutuskan untuk membuka pintu.

Dan dia tidak menemukan siapapun. Atau apapun.

Kamar itu bersih.

Tidak ada lagi barang-barang kakak dan keponakannya.

Dia langsung mengambil handphone dan menghubungi kakaknya. Tapi teleponnya ditolak bahkan hanya dengan sekali panggilan.

"Mati gue!" Raka menggaruk kepalanya.

Dia cepat-cepat mengirimkan pesan pada kakaknya.

Me : Kak, lo pada kemana?

Pesannya hanya dibaca.

Dia tidak menyerah, dia pun mencari nomor abang iparnya. Dia cukup kesulitan menemukan nomor abang iparnya. Karena jarang berkomunikasi, dia jadi tidak pernah menyimpan nomornya.

"Nomor Indonesianya yang mana lagi?" Raka mulai panik.

Akhirnya dia menemukan nomor itu setelah beberapa menit.

Me : Bang, lo sama Kak Rara kemana?

+62xx : Kita nginep di rumah Davina dulu. Rara lagi marah banget sama lo.

Matilah Raka! Semarah-marahnya Rara, dia tidak pernah sampai pergi dari apartemen Raka seperti ini.

Kali ini keluarganya benar-benar sudah berang padanya!!

Dia langsung mencari satu-satunya kontak keluarga yang masih sudi menemuinya saat ini. Begitu panggilan dijawab, dia langsung berkata, "Raf, gue panik nih."

"Kena-ha?" Rafa terdengar sedang mengunyah.

"Ketemu di tempat biasa dong, jam delapan."

"Gu-he ga-k bi-ha, Bro."

"Telan dulu tuh makanan!" gerutu Raka.

Rafael tertawa di ujung sana, "Sorry, sorry, gue gak bisa. Mau pacaran dulu."

"Lo kan udah married! Pacaran dari Hongkong! Lo selingkuh ya?"

"Enak aja! Emang kalau udah married, masih gak bisa pacaran sama bini sendiri?"

"Ais! Beneran gak bisa nih?"

"Enggak. Sorry banget, Ka. Gue takut dirajam sama bini gue kalau berani-berani ngebatalin."

"It's okay. Bye, Raf."

Raka pun mematikan panggilan tersebut.

Dia langsung menghempaskan diri ke ranjang kamar tamu tersebut. Menutup wajah sepenuhnya dengan bantal.

Dia memang biang kerok dari semua kekacauan ini! Dia tidak memungkiri semua itu!

Tapi boro-boro menyesal, pikirannya malah melayang ke rencana-rencana apa yang bisa dia lakukan untuk mendekati Davina selama sebulan ke depan.

Keluarganya akan memaafkannya setidaknya dalam sebulan dua bulan. Papanya mungkin hanya akan marah dua hari. Jadi, dia memutuskan tidak akan mempedulikan lagi hal itu.

Yang terpenting saat ini adalah Davina.

Karena kalau sampai tadi dia tidak bertindak, dia bisa saja kehilangan wanita itu selamanya. Dia rela menukar kebahagiaannya sesaat demi mendapatkan lagi hati wanita itu. Ah, bukan mendapatkan, tapi menyadarkan Davina bahwa dialah satu-satunya kecintaan wanita itu!

Dia mengambil handphone-nya, lalu membuka profil chat Davina. Foto prewedding-nya bersama Nikolas.

"Jelek, jelek, jelek!" gumamnya sambil melihat foto Nikolas.

Dia tidak mau kalah. Sebenarnya handphone-nya masih dipenuhi seluruh kenangan tentang dirinya dan Davina. Dia tidak pernah menghapusnya. Berniat saja tidak! Dari tingkahnya ini, Raka seharusnya tahu bahwa dia tidak akan bisa melupakan Davina.

Raka pun membuka galeri foto di handphone-nya, memilih foto-foto dua tahun lalu saat dunia terasa hanya milik Davina dan Raka berdua saja. Manusia bumi yang lain cuma ngontrak saja.

Perhatian Raka tertuju pada sebuah foto, saat dia dan Davina sedang liburan bersama di Disneyland. Ini liburan keluarga, ada Rara dan suaminya serta keempat orangtua mereka. Davina duduk di pangkuannya, sambil makan es krim dengan lahap sampai belepotan di sekitar bibirnya. Raka yang dipaksa menggunakan bando Mickey Mouse oleh Davina sedang memandanginya sambil tertawa.

Foto itu diambil diam-diam oleh Nayla. Mamanya memang dulu sangat mendukung hubungan mereka. Tapi tentu saja sebelum Raka menyakiti Davina.

Di foto kedua, dia merebut es krim tersebut dari tangan Davina, lalu memakannya dengan lahap.

Foto ketiga, Davina memukuli bahu Raka dengan sekuat-kuatnya. Sampai-sampai akhirnya es krim itu terjatuh.

Raka ingat kata-kata Davina kala itu, "Gak buat aku. Gak buat kamu. Akhirnya itu es krim buat setan!"

Semua langsung tertawa.

Dulu mereka bahagia. Dulu Davina bahagia dengannya.

"Lo tuh bener-bener sinting ngelepas cewek kayak begini, Ka." Raka mengutuk diri sendiri.

Dia mengirimkan foto itu pada Davina.

Tidak lupa dengan caption singkat, "We were happier."

(Kita dulu lebih bahagia.)

Tak lama kemudian, pesan itu dibaca.

Davina is typing... muncul di layar handphone Raka.

Tadinya Raka sempat berharap.

Sampai kalimat itu mendadak hilang.

Lima menit, sepuluh menit, dua puluh menit pun berlalu. Akhirnya, Raka mengalah. Davina tidak akan membalas pesannya. Meksipun hanya ujaran kebencian dan makian, sebenarnya Raka akan dengan senang hati menerimanya.

Tapi, dia tidak akan pernah mendapatkan pesan itu.

***

Jangan lupa like dan comment-nya, teman-teman 🥰

IG Author : @ingrid.nadya

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!