NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

“Jadi siapa Jasmine itu?”

                Deg

TubuhCatherine

kembali membeku dan ia menjadi sangat bingung harus menjawab pertanyaan dari

Aiden.

                “Tatap aku Cath.”

Aiden menarik kedua pundak Catherine hingga kini ia menatap ke arah Aiden. “Apa

Jasmine adalah-“

                “Tidak Aiden. Dia

bukan anakmu,” ucap Catherine mendorong dada Aiden supaya lepas melepaskan

cengkraman tangannya dan ia berjalan mundur.

                Ada raut kekecewaan di

mata Aiden. Padahal ia merasa dekat dan familiar dengan Jasmine.

                “Dia adalah anak

angkatnya Marinka,” seru Catherine.

                “Anak angkat?” tanya

Aiden mengernyitkan dahinya.

                “Iya,” jawab

Catherine.

                “Tapi kenapa saat itu

kalian tidak menyinggung masalah Jasmine?” tanya Aiden terlihat tidak percaya.

                “Itu karena statusnya

yang tidak jelas. Dan kami memutuskan menyembunyikan keberadaan Jasmine,” seru

Catherine.

                “Benarkah?”

                “Kamu bisa menanyakan

langsung pada Marinka,” seru Catherine berusaha menyembunyikan fakta

sebenarnya.

                “Baiklah, aku percaya.

Ayo aku antarkan kamu pulang,” seru Aiden.

                “Aku bawa mobil

sendiri,” seru Catherine. “Kita berpisah di sini saja. Sampai jumpa.”

                Catherine tidak ingin

berlama-lama lagi dan memutuskan untuk pergi terlebih dulu meninggalkan Aiden sediri

yang masih menatap Catherine.

                Catherine baru saja

sampai di rumahnya. Ia melemparkan mantelnya ke atas sofa.  Kemudian ia mengambil sebotol wine dalam rak

yang ada didalam kamarnya. Tak lupa juga membawa gelas kecil. Kemudian berjalan

menuju kursi yang berada di dekat jendela dan perapian didalam kamarnya.

                Ia menuangkan wine

dari dalam botol ke dalam gelas, kemudian meneguknya dalam satu tegukan. Helaan

napas terdengar.

                Ia kembali menuangkan

wine ke dalam gelasnya kemudian meneguknya. Matanya terpejam, dadanya terasa

terbakar. Dan sakit...

                Ia terpaksa berbohong

mengenai Jasmine pada Aiden. Hanya itu satu-satunya cara supaya ia tidak di

pisahkan dari Jasmine. Dan juga tidak membuat Aiden membuat suatu hubungan

dengan dirinya hanya karena Jasmine. Hanya karena ingin Jasmine memiliki keluarga

yang utuh.

                Tidak... Catherine

tidak bisa menerima itu. Ia tidak ingin menerima belas kasihan Aiden. Ia tidak

ingin perasaannya semakin hancur dan semakin sakit karena tidak terbalaskan.

                Ia hanya ingin Aiden

membalas cintanya, perasaannya. Bukan karena alasan apapun. Apa itu bisa?

                Tanpa sadar air mata

Catherine menetes membasahi pipinya. Ia sadar dirinya sangat egois, tetapi ia

bukan wanita yang tabah dan bisa menerima hidup bersama dengan pria yang

mengasihani dirinya. Ia tidak bisa menerima itu.

                Apa salah kalau

dirinya ingin cintanya terbalaskan. Apa salah kalau dirinya ingin di cintai?

                Kenapa? Kenapa

mencintai harus sesakit ini?

                Ia menangis dalam diam

seraya meneguk wine didalam gelasnya. Kerongkongan dan hatinya terasa terbakar.

                Keesokan harinya

Catherine menemani Robert mengunjungi sebuah undangan pesta salah satu klien

mereka.

                Catherine terlihat

cantik dengan gaun berwarna biru langit dengan bagian atas berbentuk sabrina.

Dan gaun lurus itu mencetak jelas lekukan tubuh seksinya. Terdapat sebuah

belahan di sisi kirinya hingga batas paha. Rambutnya ia biarkan tergerai indah

dan bergelombang sebatas punggung.

                Ia melingkarkan

tangannya di lengan Robert dan mereka langsung di sambut hangat oleh tuan

rumah.

                Mereka saling

bercengkraman satu sama lainnya dan seperti biasa membahas mengenai pekerjaan.

                Di sisi lain Aiden

juga ada di sana dengan mengenakan tuxedo berwarna mocca dan sangat pas di

tubuh atletisnya. Ia tengah berbincang dengan seseorang seraya meneguk minuman

di tangannya. Tatapannya tertuju pada sosok Catherine yang berada tak jauh

darinya.

                “Catherine, ini adalah

Mr. Bernard dari perusahaan Gill.”

                “Selamat malam Mr.

Bernard,” ucap Catherine berjabat tangan dengannya.

                “Mr. Bernard ini yang

berencana membeli tanah di daerah SI.”

                “A-apa?” Catherine

mengernyitkan dahinya menatap ke arah Robert dengan bertanya-tanya. Bukankah

sebelumnya ia sudah jelaskan kalau daerah itu tidak akan pernah ia jual.

                “Saya sangat tertarik

dengan tanah di daerah SI. Saya harap, kita bisa menjalin kerja sama yang

baik,” seru Mr. Bernard.

                Catherine hanya

tersenyum kecil.

                “Emm permisi

sebentar,” seru Catherine menarik lengan Robert untuk menjauh dari keramaian

dan orang-orang di sana.

                “Apa maksud semua ini,

Robert?” tanya Catherine saat mereka sampai di taman belakang.

                “Kenapa? Apa ada

masalah?” tanya Robert dengan santai.

                “Aku sudah katakan,

daerah itu tidak boleh di jual. Dan aku tidak berniat untuk menjualnya!”

                “Aku tidak menjualnya.

Aku hanya akan menyewakannya dan mendapatkan untung juga saham dari perusahaan

Gill.”

                “Apa kamu gila? Aku

tidak menyetujui semua itu!”

                “Aku tidak butuh

persetujuanmu!”

                “A-apa?”

                “Dengar?” tatapanRobert berubah menjadi tatapan tajam dan mencengkram

kedua pipi Catherine. “Sebentar lagi kita akan menikah. Kau hanya perlu

pikirkan bagaimana cara menyenangkanku di atas ranjangku. Mengenai perusahaan,

aku yang akan mengurus segalanya.”

                “Kita menikah untuk

membantu perusahaanmu, bukan untuk memberikan seluruh kekuasaan perusahaan

William padamu!” seru Catherine.

                “Apa kamu bodoh? Kau

pikir aku akan menerima semua itu, hah?” seru Robert. “Kalau hanya itu aku

tidak akan repot-repot menikah dengan seorang wanita ****** yang memiliki putri

haram di luar nikah.” Bisiknya membuat Catherine melotot marah.

                “Bersikaplah baik, Cath.

Kalau kamu tidak ingin menyesal,” seru Robert melepaskan cengkramannya.

                Plak

                “Kau benar-benar bajingan!” pekik Catherine menampar

Robert.

                “Dasar ****** tak tau

di untung!”

                Robert mengangkat

tangannya ke udara siap memukul Catherine yang sudah menutup wajahnya dengan

tangannya.

                “Berani sekali kamu

mengangkat tangan pada seorang wanita!” seru seseorang yang menahan lengan

Robert membuat keduanya menoleh ke sumber suara.

                “Aiden..” gumam

Catherine.

                “Siapa kamu? Beraninya

kamu ikut campur urusanku dan tunanganku!” seru Robert terlihat lemah.

                “Bukan siapapun, tapi

aku tidak terbiasa membiarkan seorang pria menganiaya seorang wanita.” Ucapnya

membuat Robert kesal.

                Robert melayangkan

bogemnya hendak memukul Aiden, tetapi Aiden menahannya dan mengacungkan

bogemnya ke pipi Robert juga ke bagian perutnya hingga ia membungkuk dan mundur

dua langkah.

                “Sialan kalian!” seru

Robert dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua di sana.

                “Sudah aku bilang,

jangan jual kebahagiaanmu hanya demi bisnis,” seru Aiden melepaskan jasnya

kemudian memasangkannya pada tubuh Catherine yang sudah menangis seraya

memalingkan wajahnya.

                Aiden menarik dagu

Catherine hingga kepalanya terangkat dan tatapan mereka beradu.

                “Kamu berhak bahagia,

kamu berhak mengejar keinginanmu sendiri. Jangan jual kebahagiaanmu dan hidupmu

demi bisnis. Tinggalkan pria sialan itu,” seru Aiden dan Catherine masih diam

membisu.

                “Kita pulang,” ujarnya

melepaskan pegangannya pada dagu Catherine dan beralih menghapus air mata Catherine.

                “Ayo.”

                Aiden berjalan

terlebih dahulu. Tapi baru satu langkah, tangannya di genggam oleh Catherine

membuat Aiden kembali menghadap ke arah Catherine.

                Tanpa kata Catherine

melangkah mendekati Aiden dan memeluk tubuhnya. Ia menyandarkan kepalanya di

dada bidang Aiden dan melingkarkan kedua tangannya di tubuh Aiden. Aiden

membalas pelukannya dan membelai pelan pundak Catherine.

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!