Terinspirasi dari drama China yang berjudul "Go go Squid" silahkan yang mau menonton drama nya.
Oh ya aku ingatkan semua yang ada di dalam cerita ini hanyalah fanfic tidak ada unsur plagiat 🙏
Reina telah menyukai seorang pria yang jarak umurnya cukup jauh dengannya. Tidak menyangka pria yang ia sukai itu ternyata akan menikah dengannya walaupun karena terpaksa. Reina harus menikah ketika ia berusia 19 tahun dan masih duduk di bangku kuliah dengan seorang guru yang usianya hampir 30 tahun. Awalnya Bryan sangat dingin kepada Reina namun lambat laun es yang ada di hatinya mencair karena kehangatan Reina.
Deskripsi season 2
Jellyana Laluzi (Jelly) seorang gadis imut, ceria memiliki seorang pacar tampan yang Bernama Albern Dylan Arwin (Win). Suatu ketika perusahaan ayahnya berada di ujung tanduk kehancuran, seorang pria berumur 34 tahun datang ke rumah ayahnya untuk memberikan bantuan. Namun dengan satu syarat yaitu ia harus menikah dengan putrinya. Jelly terpaksa menyetujui pernikahan itu, Win sangat hancur dan terpukul ketika kekasih yang sangat ia cintai akan menikah dengan orang lain. Karena alasan Win dan Jelly saling mencintai mereka pun akhirnya tetap bersama walaupun Jelly sudah menikah. Lalu seorang gadis muda datang dan mencoba untuk masuk ke dalam hati Win, gadis itu sangat mencintai Win.
Bagaimanakah cerita ini akan berakhir?
Terus ikuti cerita Istri Kecilku season 2❤️❤️
Tolong jika minta feedback serius like, ingin promosi harus like minimal 5 bab. Jika minta feedback dan promosi tanpa meninggalkan like akan saya blok permanen terima kasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Mountain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Baiklah terserah, tapi aku tidak ingin ikut campur kali ini." ucap Bryan.
"Eh..... mana bisa begitu. Tentu kau harus mengawasi dan melatih mereka semua." ucap Violence.
"Tidak bisa! lagipula aku ini hanya mantan tim cyber bukan seorang programmer."
"Ayolah......ini kan demi nama baik sekolah kita. Aku tahu bahwa kau juga telah mendapatkan puluhan penghargaan dari game online, kau hanya perlu mengajari mereka taktik mu.”
"Kenapa tidak kau saja yang melatih mereka?"
"Aku sibuk....."
"Kalau begitu aku juga sibuk."
"Kali ini aku benar-benar sibuk. Ibuku mengatur kencan buta untukku." ucap Violence.
"Di zaman sekarang ini masih ada orang yang mengadakan kencan buta?"
"Kau tidak tau saja, bulan ini ibuku sudah mengatur lebih dari 10 pria untuk kencan buta denganku."
"Apa kau akan pergi ke kencan buta itu?" tanya Bryan.
"Ya tentu saja.....jika tidak ibuku akan marah selama 1 minggu."
"Kapan kau akan menikah? kau sudah menjadi bibi tua tak kunjung menikah haha." ucap Bryan.
"Apa kau tidak memiliki cermin di rumah? kau sendiri juga belum menikah dasar pria tua. Eh bagaimana jika aku menikah saja denganmu hahaha."
"Aku memang belum menikah, tapi aku akan segera menikah."
"Benarkah? dengan siapa? dan kapan?" tanya Violence.
"Dengan seorang gadis kecil. 3 minggu lagi."
"Ah secepat itu? aku jadi iri dengan gadi kecil itu. Dia sangat beruntung haha."
Ben dan Gio menguping pembicaraan Bryan dan Violence.
"Apa pak guru akan menikah?" ujar Gio.
"Pak guru..... jangan lupa mengundang kami berdua." ujar Ben.
"Tidak sopan! sana lanjutkan latihan." ucap Bryan.
"Ck pak guru..... kami juga ingin melihat calon istrimu." ucap Ben.
"Kalian harus fokus latihan! tidak akan sempat datang ke pernikahanku." ucap Bryan.
"Perlombaan masih 40 hari lagi. Dengan waktu segitu kami masih bisa menghadiri pernikahan pak guru hehe." ucap Gio.
"Haisss sudahlah kalian bertiga...... Gio, Ben jika kalian ingin datang-datang saja." ujar Violence.
"Tapi ingat kalian tidak boleh memberitahu siapapun. Hanya kalian berdua yang boleh datang."
"SIAP." ucap Ben dan Gio.
"Baiklah kalian kembali berlatih, aku akan mengurusi beberapa urusan. Bryan kau awasi mereka ya." ucap Violence.
.
.
.
.
Reina yang pergi ke rumah Bryan dengan maksud ingin bertemu Bryan ia malah bertemu dengan Allen.
Rumah Bryan
"Apa kak Bryan ada di rumah?" tanya Reina.
"Tidak." ucap Allen.
"Kemana?"
"Dia pergi mengajar tadi pagi. Sampai sekarang belum pulang."
"Ok baiklah..... terimakasih."
"Ya sama-sama," ucap Allen sambil menutup pintu.
"Kak Bryan masih ada di sekolah. Aku kesana saja deh." gumam Reina.
.
.
.
Pintu gerbang sekolah menengah atas Chuan
"Aduh ternyata sekolah ini cukup besar. Bagaimana aku menemukan kak Bryan. Aku akan mengirim pesan saja.
____________________Pesan__________________
^^^Kak Bryan...^^^
Ada apa?
^^^Apa kau ada^^^
^^^di sekolah?^^^
Ya
^^^aku ada di^^^
^^^gerbang depan^^^
^^^sekolah keluarlah^^^
Apa! jangan
kemari!
^^^Eh?^^^
Tunggu aku
akan kesana
______________________________________________
Violence keluar dari gerbang sekolah. Ia melihat Reina yang merasa kebingungan. Akhirnya ia menghampiri Reina.
"Eh gadis kecil.... sedang apa kamu disini?" tanya Violence.
Reina memperhatikan Violence dari ujung kepala sampai ujung rambut. Penampilan Violence sangat anggun dan memukau.
"Siapa kakak ini? kenapa ia keluar dari sekolah ini?" tanya Reina dalam hati.
"Ah aku sedang menunggu seseorang." ucap Reina.
"Eh kalau begitu tunggu saja di dalam. Di luar sini kan sangat panas."
"Ah tidak perlu....."
"Kalau begitu siapa orang yang kamu cari?" tanya Violence.
Kemudian Bryan yang habis berlari dari ruangannya menuju depan gerbang memanggil nama Reina.
"Reina......" ujar Bryan.
Reina dan Violence melirik kearah Bryan secara bersamaan.
"Itu dia orang yang aku cari." ucap Reina.
"Eh Bryan?" tanya Violence dengan bingung.
"Apa anda mengenal nya?" tanya Reina.
Bersambung..........
Jangan lupa like, komen, rating dan vote sebanyak-banyaknya ❤️
🤔
Ga familiar bgt makanan dan lain2nya
mana ada orang tua yg ngasih anaknya nama violence yg mengandung arti jelek bgt
😅