NovelToon NovelToon
Gadis Kesayangan Langit

Gadis Kesayangan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ceriwis07

Gladys Chandra Wiguna atau biasa dipanggil Gadis adalah mahasiswi berbakat dari fakultas bergengsi Kota A. Wajah cantik dan sosok mungilnya menyembunyikan jiwa pemberani yang kuat.

Malam itu, saat ia pulang dari cafe, seorang pria memaksanya masuk mobil. Di dalamnya menanti Langit Mahesa seorang bisnis man yang memiliki perusahaan raksasa di kota A. Pria yang sudah memiliki istri, Bella Safira. Akankah Gadis kembali ke kehidupannya yang tenang? Ataukah cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, menggoyahkan semua yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceriwis07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istirahat versi Langit

Tapi... bukan Langit namanya kalau hanya mau tidur dan diam saja.

Pria itu memang menyuruh Gadis beristirahat, tapi caranya menidurkan gadis itu jauh dari kata biasa. Tangan besarnya perlahan mulai bergerak turun, menjelajah lembut namun menuntut melewati setiap lekuk tubuh mulus yang semalam menjadi miliknya.

Jari-jarinya dengan mahir bermain di area paling sensitif, masuk ke dalam lembah hangat dan basah yang begitu menyambut kehadirannya.

"Mmmhh... Langit..."

Desahan halus dan manis tak henti-henti lolos dari bibir Gadis. Matanya terpejam rapat, kepalanya terlempar ke belakang menikmati sensasi luar biasa yang diberikan pria itu. Tubuh mungilnya terus menegang dan melengkung mengikuti irama sentuhan ajaib di tangannya.

Suasana pagi yang tenang itu kini berubah menjadi panas dan penuh hasrat kembali. Langit seakan tak pernah puas memiliki gadis itu, seakan ingin menandai setiap inci tubuh itu miliknya sepenuhnya, berulang kali hingga gadis itu tak mampu lagi mengingat apa pun selain nama dirinya.

"Rasanya enak, Sayang?" bisik Langit parau di telinga Gadis, membuat getaran hebat menjalar hingga ke seluruh ujung kaki.

Gadis hanya mampu mengangguk kencang, terhanyut dalam kenikmatan yang diberikan oleh suami hatinya itu. Pagi itu menjadi pagi yang paling indah dan membahagiakan bagi keduanya.

Tanpa rasa jijik sedikitpun, Langit turun perlahan hingga tubuh kekarnya berjongkok di antara kedua kaki Gadis yang terbuka lebar.

Matanya menatap liar "goa kenikmatan" yang mungil, merah muda, dan begitu basah menantinya. Dengan gerakan lambat namun mematikan, pria itu menundukkan wajahnya, membiarkan indra pengecapnya bekerja bebas menjelajahi setiap lekuk dan celah paling rahasia milik gadis itu.

Ia membasahi, menghisap, dan melumat dengan sangat mahir, seolah sedang menikmati hidangan termahal di dunia.

"AAAHHH... LANGIT!!"

Teriakan dan desahan panjang Gadis pecah memecah keheningan pagi. Kepalanya terlempar jauh ke belakang, tangannya mencengkeram sprei dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Sensasi yang diberikan oleh lidah dan mulut pria itu begitu dahsyat, membuat tubuh mungilnya berguncang hebat, naik turun tak beraturan menikmati gelombang kenikmatan yang tak terhingga.

Langit seakan tak mau berhenti, ia melahap habis-habisan, memastikan gadis itu tahu betapa hebatnya ia memuaskan Ratu-nya.

"AAAHH... AWAS LANGIT... AKU MAUU!!" jerit Gadis putus asa, tubuhnya sudah gemetar hebat di ambang puncak, siap meledak kapan saja.

Namun bukannya berhenti atau menghindar, Langit justru tersenyum licik dan semakin mendekatkan wajahnya. Pria itu malah menekan pinggang gadis itu agar tak bisa bergerak, lalu dengan rakus ia menghisap dan melumat habis saat cairan kenikmatan itu memuncrat keluar.

Sruupp... Sluurrp...

Ia meminum dan menelan semua cairan manis yang keluar dari "goa" mungil itu tanpa menyisakan sedikit pun, seolah itu adalah minuman paling lezat dan mahal di dunia.

"MMMHHH!!"

Gadis menjerit panjang, punggungnya melengkung sempurna, matanya memutar menikmati sensasi klimaks yang begitu dahsyat hingga membuat kakinya lemas tak bertulang. Langit baru mengangkat wajahnya setelah benar-benar puas, bibirnya tampak basah dan berkilau, menatap Gadis dengan tatapan puas dan penuh kemenangan.

"Enak, Sayang?" tanyanya menggoda sambil menjilat sisa cairan di bibirnya.

Gadis hanya mampu mengangguk kencang, napasnya memburu tak karuan, benar-benar dibuat tak berdaya oleh keahlian pria di hadapannya itu.

Setelah napasnya kembali stabil dan tubuhnya lemas tak berdaya, Gadis malah mengambil bantal besar di sampingnya. Dengan wajah cemberut yang menggemaskan, ia mulai memukul-mukul pelan dada bidang Langit.

Buk!Buk!Buk!

"Ih apaan sih?!" protes Gadis sambil memukul lagi. "Kamu tadi bilang suruh aku istirahat, kan? Bilang suruh tidur! Eh malah bikin aku on lagi begini! Badan aku jadi makin lemas tau nggak sih?!"

Langit justru tertawa lebar melihat gadisnya yang marah-marah manis. Ia sama sekali tidak menangkis, malah membiarkan dirinya dipukuli sambil menampakkan lesung pipi yang dalam.

Hahaha...

"Ya iyalah, namanya juga sayang," jawab Langit santai sambil menangkap tangan kecil itu agar tidak memukul lagi. "Mana ada suami yang bisa tahan liat gadis cantik begini di depannya? Otomatis nafsu makan aku naik dong."

Ia mendekatkan wajahnya, berbisik jahil di telinga Gadis.

"Lagipula... istirahat versi aku kan begini. Dengan cara begini, kamu jadi rileks kan? Jadi malah lebih enak tidurnya nanti."

Gadis mendengus kesal tapi wajahnya memerah. "Alasan aja terus! Mulut manis!"

Langit terkekeh lagi, lalu menarik tubuh Gadis dan memeluknya erat-erat, menempelkan punggung gadis itu ke dadanya yang hangat.

"Udah ah, jangan marah. Sekarang beneran tidur ya. Aku janji tangan aku diem," bisiknya manis, meski kedua tangannya justru melingkar sangat posesif di perut mungil gadis itu.

Gadis mendengus pelan, mencoba terlihat kesal namun tubuhnya justru semakin nyaman menyandar di dada bidang yang menjadi sandarannya itu. Aroma khas parfum pria itu bercampur dengan hangatnya tubuh membuat matanya semakin berat.

"Janji ya... jangan diapain-apain lagi," gumamnya lirih, setengah mengancam namun suaranya sudah terdengar mengantuk.

"Janji deh," jawab Langit sambil mengecup puncak kepala gadis itu. "Tangan ini cuma buat peluk doang. Nggak bakal kemana-mana."

Meski mulutnya berkata begitu, tangan Langit justru dengan santai mengusap lembut perut rata Gadis. Gerakan itu begitu lembut dan menenangkan, seolah sedang membayangkan sesuatu yang indah di masa depan.

Tanpa sadar, jari-jarinya memainkan gerakan memutar di sana, membuat Gadis merinding tapi bukan karena dingin, melainkan karena rasa sayang yang begitu besar terpancar dari sentuhan itu.

"Langit..." panggil Gadis pelan, matanya sudah mulai terpejam.

"Hmm?"

"Makasih ya..." bisiknya lembut. "Udah mau jadi tempat aku pulang."

Langit tersenyum lebar, lalu mengecup belakang leher gadis itu lama.

"Sama-sama, Ratu-ku. Tidur ya... nanti bangunnya kita sarapan bareng."

Dan di bawah selimut tebal yang hangat, diiringi detak jantung yang berirama sama, keduanya akhirnya terlelap dalam mimpi indah, membiarkan waktu berhenti sejenak hanya untuk kebahagiaan mereka berdua.

Yang sudah baca sampai sini, tinggalkan jejak ya...

1
Erna Riyanto
Anin dulu pacar langit... berarti langit sdh tua dong seumuran bahkan mungkin lebih tua dr Anin(ibunya gladis)
Ceriwis07: Benar sekali 🤭
total 1 replies
anggita
like iklan👍☝
Ceriwis07: Terimakasih sudah mampir 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!