REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darren William
Seorang pria dengan tubuh jankungnya menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya. Seragam sekolah menengah atas saat dia masih berada di luar negeri kini membalut tubuhnya. Pantulan wajahnya terlihat lebih muda dari sebelumnya. Lingkungan yang tidak asing, dia terbangun di apartemennya yang dia sewa semasih sekolah di luar negeri.
"Ini bohong kan? Ini mimpi? Ah, Linda. Dimana istriku? Vira dan Denis juga dimana?" gumam Darren seorang diri.
"Sayang? Anak - anak?" panggil Darren mengelilingi tempat tersebut.
Namun hening. Tidak ada jawaban. Hanya ada dia sendiri disana. Kepala Darren tiba - tiba merasa sangat sakit, ingatannya tentang dia yang saat berada di kantornya di hubungi oleh keluarganya dan di beritahukan berita duka. Linda meninggal karena tertimbun bangunan yang ambruk.
Berita itu seakan tidak nyata untuk dirinya dengar. Namun ketika sampai rumah, di dalam peti mati itu menampilkan wajah Linda yang terlelap damai. Vira dan Denis menangis meraung - raung memanggil Ibu mereka. Hati Darren sakit, bayangan Linda yang selalu tersenyum meski tau dia sudah sangat banyak dosa ke istrinya tidak pernah sekalipun Linda membalas hal yang sama.
Wanita itu tetap tenang dalam diam dan tetap melayani serta menghormatinya sebagai suaminya. Namun Darren malah berselingkuh dengan Diana.
Rasanya waktu berjalan begitu cepat memberi ia karma tak terduga. Rasa penyesalan itu menghantuinya saat Linda sudah pergi selamanya.
Ingatan buruk itu berputar, membuat Darren meneteskan air matanya meski kini tubuhnya kembali ke masa lalu.
"Apa yang sudah aku lakukan? Linda maafkan aku sayang. Aku ingin memelukmu. Kenapa kamu tinggalin aku sayang? Lalu kenapa aku disini? Apa ini karmaku?"
Darren teringat akan sesuatu, Linda pernah bercerita ada drama yang bisa kembali ke masa lalu, dimana dia bisa menghindari takdir kejam yang terjadi kepadanya. "Apa yang seperti itu memang ada?"
Pria itu bangun dan sekali lagi menatap dirinya di pantulan cermin. "Ini mimpi atau nyata? Terlalu nyata jika disebut mimpi. Jika kembali ke masa lalu itu artinya aku masih bisa merubah masa depan. Kali ini biarkan aku yang mencintaimu Linda. Ayo kita menikah lagi. Vira dan Denis, tunggu Ayah bawa Mama kembali." ujar Darren menatap dirinya dan berbicara sendiri.
Darren mengingat nama sekolah Linda dan dia memutuskan untuk pindah kesana agar bertemu Linda. "Aku kangen kamu Linda." ucap Darren sendu. Dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
XxxxXxxXx
Pemuda pemilik irish coklat itu menatap pasar malam dengan takjub. Dia berjalan - jalan seorang diri setelah beberapa hari kembali ke tanah kelahirannya dan sudah mendaftar di sekolah yang sama dengan Linda. Darren tersenyum tidak sabar menunggu hari dia bertemu kembali dengan Linda.
Namun langkahnya terhenti, jantungnya berdegub kencang, matanya membulat lebar. Seorang gadis yang berdiri tidak jauh darinya sangat mirip dengan Linda. Sayang apa itu kamu? Tanya Darren di dalam hati.
Dia melangkah dengan sedikit ragu, pelan tapi penasaran. Semakin dekat wajah gadis itu semakin mirip Linda. Linda. Linda itu kamu kan? Sekali lagi Darren berteriak di dalam hatinya.
Darren memantapkan dirinya menabrak gadis itu, agar dia bisa memastikan sesuatu. Setelah rencana itu di jalankan, jantungnya berdebar - debar. Aroma Vanilla ini adalah aroma Linda.
Wajahnya, matanya, suaranya. Semuanya milik Linda. Tapi kenapa dia tiba - tiba menangis? Apa aku terlalu keras ya tadi nabrak dia? Linda jangan menangis, seandainya kamu ingat aku, jadi aku bisa bebas peluk kamu. Tapi saat ini kita belum saling mengenal bukan? Linda tolong jangan menangis sayang.
"Huh?"
Tubuh Darren ambruk ke belakang, seorang pria yang seumuran dirinya mendorongnya dan memeluk tubuh Linda. Siapa dia? Kekasihnya? Gak mungkin, Linda gak punya pacar kan?.
Darren mengepalkan tangannya hingga memutih, dia kesal tubuh wanitanya ada di pelukan pria lain. Dia mencoba melakukan uji coba namun pria itu malah menggendong Linda dan di lihat dari interaksinya mereka seperti pasangan kekasih.
Pria yang merupakan satu - satunya Putra William itu ingat sesuatu, wajah pria yang menggendong Linda sangat mirip dengan suami Diana. Kenapa Linda bisa bersama Rendy? Bukankah Rendy itu tunangan Diana?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Darren menghempas tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Kamar ini tidak berbeda dari sebelumnya hanya saja sebelum dia disini, kamar ini tidak se lapang sekarang, ada beberapa macam barang milik dia dan Linda disini. Meja rias itu penuh dengan barang pribadi Linda tapi kini nampak kosong dan hanya ada beberapa barang saja.
Ranjang ini biasanya ada Linda yang berbaring disebelahnya. Atau anak - anaknya yang kadang ingin tidur bersama mereka. Darren tersenyum getir saat mengingat semua kehangatan keluarga kecilnya. Tanpa sadar air mata jatuh membasahi bantal tidurnya. "Linda. Aku rindu kamu." ucap Darren dengan suara serak.
Saat Darren sedang bersedih seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok ! Tok ! Tok !
"Tuan Muda maafkan saya menganggu anda, tapi Tuan Besar memanggil anda untuk segera menemuinya." ucap seseorang di balik pintu.
"Aku akan segera kesana." ucap Darren berusaha menarik senyum yang sedikit dia paksakan.
...----------------...
Brian William mengetuk - ngetuk meja kerjanya. Dihadapannya berdiri satu - satunya putra yang dia punya, namun hari ini Darren terlihat sedikit berantakan di matanya. Wajahnya terlihat sendu, matanya sedikit sembab bahkan hidungnya masih sedikit merah. Gak mungkin kan dia nangis? Gumam Brian menatap curiga.
"Darren. Kenapa kamu tiba - tiba minta pindah sekolah? Bukankah kamu baru disana beberapa bulan aja?" tanya Brian menatap Darren.
"Ayah. Aku hanya... Ayah aku lebih suka disini." jawab Darren.
Brian meliriknya, menatap tidak percaya. "Apa ada alasan lain?"
"Tidak Ayah." jawab Darren menatap Brian.
Brian kembali menatap foto copy dirinya, "Ayah mengerti. Darren cuci wajahmu, jangan sampai Mama lihat wajahmu yang berantakan itu. Ayah tidak akan tanya kamu kenapa tapi jika kamu mau cerita, kamu bisa cari Ayah." ucap Brian tersenyum lembut kearah putranya.
Darren tersenyum tipis menatap wajah pria yang sudah berumur hampir setengah abad di hadapannya. Seorang Ayah yang selalu meminta dia mencintai istrinya, Linda. Seorang Ayah yang selalu mengatakan agar tidak mengkhianati istrinya karena itu bisa menghancurkan Darren kapan saja. Darren, Ayah dan Mama tidak akan terlalu ikut campur dengan rumah tangga kamu dan Linda. Tapi jika kamu sudah berjanji di hadapan Tuhan jangan mengkhianati istrimu. Janji yang kalian ucapkan sangat sakral Darren atau kamu akan hancur pelan - pelan. Buat istri dan anakmu nanti bahagia. Prioritaskan mereka di atas apa pun. Janji sama Ayah dan Mama ya nak.
Beberapa kalimat yang penuh akan nasehat itu terngiang - ngiang di kepala Darren, rasa penyesalan karena perbuatan dirinya membuat dia terlihat semakin menyesali semuanya. Namun, hal yang bisa dilakukan saat ini adalah berubah agar hal itu tidak terjadi lagi.