NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:98k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Demi Cinta

Bab 10

 

Gita menger4ng pelan saat dibangunkan oleh bibi. Semalam ia sulit lagi untuk terlelap malah memikirkan seseorang. Cukup lama akhirnya bisa tidur lagi dan berakhir kesiangan.

“Non Gita ada kuliah pagi, makanya bibi bangunin. Ibu Sarah udah nunggu di bawah, nggak boleh ke atas sama bapak. Bangun ya non,” seru bibi lagi sambil menepuk pipi majikannya.

“I-ya, bik.” Mau tidak mau Gita pun beranjak duduk sambil menguap dan menggaruk kepalanya.

“Ayo, non. Nanti tel4t.”

Bibi memastikan anak majikannya itu benar bersiap, daripada Sarah sampai ke atas. Menarik setengah gorden dari balkon dan membuka pintunya serta mematikan pendingin udara.

“Kalau nggak kuliah aku mau tidur lagi, bik,” ujar Gita menuju toilet. Tersenyum sendiri mengingat ulahnya semalam terlalu memikirkan seorang pria sampai kesiangan begini.

“Ih, kenapa mikirin dia terus sih. Apa aku suka ya? siapa juga yang gak suka. Udah tinggi, ganteng, humoris dan baik. Mirip-mirip papa.” Terkikik sendiri saat melepas piyama.

“Non,” panggil bibi dari luar.

“Iya bik, ini juga mau mandi.”

Ternyata orang tuanya serius menyuruh bibi untuk memastikannya bersiap. Saat menuruni anak tangga dengan Bibi membawakan tas kuliahnya. Sarah menunggu di bawah sambil menghela nafas, Arya menghampiri dan merangkul wanita itu.

“Nggak makan malam karena tidur duluan, tapi kesiangan. Sesibuk apa sih di kampus? Kayaknya capek banget.”

“Ssttt, udah. Ayo, sarapan,” ajak Arya.

“Mama ih, bukan karena kuliah. Semalam aku bangun, terus nggak bisa tidur lagi. Malah nonton sambil medsos, makanya kesiangan.” Ia terkekeh lalu memeluk Sarah dan mencium pipi wanita yang sudah melahirkannya itu. “Jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang.”

“Mana ada cerita cantiknya mama kamu hilang,” seru Arya berada di tengah kedua perempuan beda generasi itu lalu merangkulnya menuju meja makan.

“Pulang cepat kamu?” tanya Sarah.

Gita menggeleng sambil mengunyah lalu bergegas meneguk air. Arya melirik tidak menghentikan mengunyah.

“Aku mau urus persyaratan magang, sekalian kerjakan tugas. Kalau di rumah suka males mah,” jelasnya.

“Magang, harus ya? nggak bisa konversi aja.”

“Sayang,” tegur Arya karena kekhawatiran istrinya melihat raut wajah putri mereka sudah berubah.

“Aku mau ikut magang Mah, memang begitu aturannya. Nggak lama, nggak sampai dua bulan.”

“Ambil di kantor mama kamu, nanti dihandle Gilang atau Edric,” titah Arya dan ia pun mengangguk meski Sarah masih terlihat tidak yakin dan tidak pu4s.

“Iya, pah.”

 

***

“Hah, tau gini gue bolos aja,” keluh Leni menelungkupkan wajahnya di atas meja.

Dosen baru saja keluar setelah 3 sks dihabiskan untuk quiz, materi lalu presentasi. Bahkan Gita sempat kesal saat pembagian tugas dan ia kembali satu kelompok dengan Leni. Temannya itu sulit diandalkan ketika ada tugas. Mengerjakan tidak bisa, mengeluh iya dan berujung menyalahkan orang lain saat tidak menguasai materi ketika harus presentasi.

“Kalau bolos, nilai kamu kosong lagi. Mau ngulang semester depan.”

“Idih, ogah. Udah urus magang?”

Ia mengangguk.

“Nggak gabung bareng kita di perusahaan keluarganya Sisil?”

Kali ini ia menggeleng. Ultimatum sang papa sudah syarat mutlak, demi kebaikannya juga.

“Cabut yuk!” Leni sudah berdiri merapikan tasnya.

“Kemana?” Ia memang ada rencana ke perpus untuk mengerjakan tugas.

“Kosan Bela. Ayo ikut, sekalian obrolin tugas yang tadi.”

“Tapi ….”

“Eh, Arlan,” sela Leni menunjuk dengan dagunya.

Ia pun menoleh. Ternyata Arlan serius mendatangi kelasnya, pria itu sudah berada di sini menghampirinya.

“Hai, Gita. Gue Arlan.”

“Oh, iya.”

“Semalam gue chat lo. Dibaca doang sih. Eh, ini kalian mau pulang?”

Leni menyenggol lengannya dengan kerlingan mata. “Mau ke tempatnya Bela. Git, lo nyusul ‘kan? Gue duluan ya, bye,”

“Leni, aku ….”

Nyatanya Leni sudah pergi.

“Mau gue antar ke tempatnya Bela. Ayo!”

Tidak mungkin ia bilang tidak apalagi mengajak Pak Iwan. Belum tentu besok-besok dapat izin lagi. Ditambah seisi kelas sudah ternotice dengan kehadiran Arlan, bahkan mahasiswi lain mencuri pandang ke arahnya.

Berdecak pelan karena situasi tidak nyaman. Ia menjadi perhatian karena ajakan pria itu. Andai dia tolak, bisa-bisa besok viral dan dihuj4t  sekampus.

“Iya.”

Perjalanan dari kampus ke kosan Bela tidak sampai setengah jam berkendara, tapi menjadi perjalanan terlama. Bahkan suasana di dalam mobil menjadi canggung karena ia hanya menjawab pendek saat Arlan bertanya.

“Ini kosan putri, jadi kamu nggak bisa ikut masuk.”

“Iya, gue paham. Pulang jam berapa? Gue jemput ya.”

“Oh, nggak usah. Supir aku biasa jemput ke sini,” tolaknya tentu saja berbohong.

“Hm, ya udah lain kali kita jalan ya. Balas pesan gue.”

Huft.

Ia menghela lega saat keluar dari mobil memasuki kawasan kosan Bela. Penjaga kosan menyapanya saat ia lewat lalu naik ke lantai dua menuju kamar Bela.

Sedangkan di tempat lain, Rama membaca pesan dari Aceng.

Bos, ada si eneng nih

^^^Eneng mana?^^^

Neng Gita

^^^Gue kesana sekarang^^^

Hari ini Rama sedang off kerja, beruntung urusannya di bank sudah selesai. Setelah mengurus keuangan usahanya, benar kata Sapri kalau ia sudah menjadi juragan menggantikan mendiang ayahnya.

Kali ini tidak boleh gagal, ia harus dapatkan nomor telpon cintanya. Huft, cinta. Sudah sedalam itu kah perasaannya atau ia yang lebay.

Memasuki area kosan, menekan klakson saat melewati pagari lalu berhenti di depan pos. “Mana ceng?” tanyanya sambil melepas helm.

“Masih di atas, bos. Belum lama juga. Gercep amat sih,” ujar Aceng lalu terbahak.

“Demi cinta, lautan ku sebrangi gunung pun akan kudaki.” Rama masih berada di atas motor, membuka ponsel.

 

...Tim Pencari Kitab Suci🤸...

 

Rama P. : Setelah satu minggu nggak ketemu, akhirnya datang juga. Kali ini tidak akan aku sia-siakan waktu

S4pri : Tukang kredit ya mas?

Yuli Imut : Curiga gue, kalau Rama udah sok puitis gini

Beni Ganteng : Halah, paling soal si Gita

Rama P. : Hei, Kisanak jaga bac0tmu. Ingat Gita adalah calon ipar kalian. Gimana bukan jodoh coba, dia datang ke sini ke kosan gue. Datang sendiri nggak pake dijemput kayak jelangkung, tapi pasti gue anter dong. Mana mungkin seorang Rama Purwangga tega membiarkan ibu dari anak-anaknya pulang sendiri. Berbahaya bukan?

Lisa Kanaya : Bukannya dia dikawal supir terus ya

Asoka Harsa : Bodyguard kayaknya

Yuli Imut : Justru sama lo malah berbahaya

Rama P. : Baru bodyguard. Demi cinta, gue j4banin. Cintaku neng Gita

Beni Ganteng : Banyak cakap, no picture hoax

Rama P. : Bang, anda mulai b4ngke kayak Sapri

 

 

 

 

1
Rahmawati
wkwwkwkwk, siap siap neng cinta mau di unboxing
Rahmawati
Rama diiterima dengan baik sm semua keluarga gita
🎃
andin ini siapa lagi sih elahhh twin mau brojol ada aja masalahnya
imel
kamu siapaa?
gina altira
Tenang Gita,, abang Rama ga akan macem".
Arin
Awas Rama..... jangan macam-macam..... Siapa Andin??? Jangan bikin ulah ya. Bisa-bisa langsung di jauhkan dari Gita dan kedua anakmu nanti sama Papa Arya.....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Asoka mulut nya bener2 ketularan Rama nih
Shee_👚
nah siapa lagi ini🤔
jangan sampe calon uget uget lagi ini
Shee_👚
astaga dokter oka, g nyangka sekarang mulutnya kaya rama🤣🤣🤣
Shee_👚
auranya beda, karena para setan RS ke bawa🤣🤣🤣
Shee_👚
nah bapak kontrakan dah ngomong, jangan sampai manggil para istri alamat tidur di luar 😂😂😂
Shee_👚
asyik bela cs datang, anji g pake ng siap-siap tebar pesona. aku pilih Edward aja lah walau duda tapi pesona g kalah sama pejaka🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
aamiin
Shee_👚
yang kaya kan besannya bukan bu mira, dah kadang tetangga yang baik suka takut kehilangan temen ngegosip
Shee_👚
udah ketemu pawang nya
Iccha Risa
penyakit baru lagi tuh
Nugroho
aroma nya kok bakal ada pelakor yha...
dtyas (ig : dtyas_dtyas): nggak ada kak 😄
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Lha ada lagi ternyata selain si Ida/Facepalm/ macam² ku getok kamu, Ram/Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!