NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain / Tamat
Popularitas:499.9k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inilah keindahan dunia.

Ketika berada di barat militer para prajurit Ling Xu-mei disuguhkan dengan pemandangan yang membuat kedua bola matanya membulat sempurna, mulutnya langsung menganga tercengang melihat keindahan yang ada di depannya.

"Huaaaaa...," Ling Xu-mei takjub melihat betapa indahnya pemandangan yang ada di depannya. Ibu suri yang melihat itu dia sedikit tersenyum, wajah polos dan tidak bisa dibohongi itu terlihat jelas.

"Huaa..., Ibu suri benar-benar membuat aku seperti mendapatkan suplemen tak terbatas. Lihatlah... betapa indahnya ciptaan para dewa ini." ucap langsung ketika melihat para prajurit sedang berlatih. Otot tubuh mereka begitu sixpack, tangan mereka dipenuhi dengan otot bahkan tubuh setengah telanjang itu seperti pemandangan yang benar-benar sangat menyilaukan.

langkah kaki Ling Xu-mei tanpa dia sadari berjalan menuju para prajurit yang sedang berlatih, kedua bola matanya menatap tubuh telanjang yang sedang berlatih, senyum merekah terlihat ketika dia menatap para prajurit yang setengah telanjang itu dipenuhi dengan keringat.

"Aissss..., Kenapa tidak dari dulu aku ke tempat ini, lihatlah... tubuh mereka benar-benar menggetarkan hatiku, otot mereka seperti sesuatu yang ingin sekali aku remas." Ling Xu-mei tersenyum menatap para prajurit yang sedang berlatih, hal itu membuat beberapa prajurit menatap wanita cantik yang sedang menatap mereka.

"Jenderal, siapa wanita itu?" tanya salah satu prajurit kepada jenderal Tanzo.

Sang Jenderal menoleh menatap ke arah sosok wanita yang sudah ada di arena pelatihan para prajurit, hal itu membuat sang Jenderal nampak terkejut. "Bukankah itu yang mulia permaisuri?" ucap Jenderal Tanzo yang meyakinkan dirinya.

Tanpa sengaja Ling Xu-mei menatap ke arah sang Jenderal, wanita itu tersenyum kemudian mendekati Jenderal Tanzo yang sedang melatih para prajuritnya. "Jenderal." panggil Ling Xu-mei. dia mendatangi Jenderal Tanzo dengan senyum yang merekah melihat senyum yang begitu lebar dan sangat mempesona.

Hal itu membuat sang Jenderal Tanzo jantungnya langsung berdetak kencang. Baru kali ini dia melihat senyum permaisuri Ling Xu-mei, padahal dulu wanita itu tidak pernah sekalipun tersenyum kepada orang lain, namun wanita itu sangat berbeda, dia tersenyum padanya. Berjalan ke arahnya sembari melambaikan tangannya.

"Permaisuri apa yang permaisuri lakukan di sini?" tanya Jenderal Tanzo ketika melihat Ling Xu-mei berada di barat pelatihan para prajurit.

"Apa maksudmu? Ya tentu saja aku mau melihat para prajurit berlatih." jawabnya dengan tersenyum. setelah itu Ling Xu-mei menatap sang Jenderal yang masih berpakaian lengkap. "Jenderal, kenapa kamu masih berpakaian sedangkan para prajuritmu saja bertelanjang dada?" tanya Ling Xu-mei hal itu membuat jenderal Tanzo terkejut sembari memegang pakaiannya.

"Ah.. itu yang mulia..," perkataannya terhenti ketika dia mendapatkan tatapan mata tajam dari Ling Xu-mei. sedangkan di tempat yang tidak jauh ibu suri hanya menggelengkan kepalanya.

"Ya ampun, permaisuri yang sekarang mulutnya tidak bisa dikontrol saat berbicara, kata-katanya begitu manis bahkan dia selalu membuat orang lain jadi salah tingkah." ucap dayang Jung.

Ibu suri hanya tersenyum, Dia kemudian menatap dayang Jung. "Aku yakin sebentar lagi putraku itu akan tunduk kepada permaisuri, biarkan saja permaisuri melakukan apapun yang dia inginkan, biarkan dia membuat seluruh istana ini takluk padanya. Dengan begitu.. mau tidak mau Kaisar akan mengikuti semua alur yang dibuat oleh permaisuri." jawab ibu suri yang membuat dayang Jung menganggukkan kepalanya. dia setuju dengan apa yang dipikirkan oleh ibu suri.

"Jenderal, Kenapa wajahmu jadi memerah seperti itu? apakah kamu sedang tidak enak badan?" tanya Ling Xu-mei yang kemudian menyentuh dahi Jenderal Tanzo. hal itu membuat sang Jenderal langsung menarik tubuhnya.

"Maafkan hamba yang mulia, hamba hanya...," perkataannya terhenti dan kemudian buru-buru pergi meninggalkan Ling Xu-mei.

"Pria itu kenapa sih malah langsung pergi ketika ditanya, memang dasar tidak punya etika sama seperti kaisarnya." kata Ling Xu-mei yang kemudian berlalu meninggalkan tempat itu. Dia berjalan menuju tempat Ibu suri, dia duduk di salah satu kursi penonton tempat para pejabat melihat para prajurit berlatih.

Jenderal Tanzo yang berada di tempatnya dia nampak sangat kebingungan, jantungnya berdebar begitu kencang, tiba-tiba saja wajah permaisuri Ling berulang kali muncul di otaknya. "Kenapa jadi seperti ini? permaisuri kenapa sangat berubah seperti itu?" ucap Jenderal Tanzo yang mencoba untuk menenangkan dirinya. dia menghembuskan nafas berulang kali dan dia juga berusaha untuk mengontrol debaran jantungnya.

Dari tadi melihat para prajurit berlatih hal itu membuat Ling Xu-mei bosan, dia mengelus pipinya berulang kali kemudian melihat tombak yang ada di dekat para prajurit. karena gabut dan tidak punya pekerjaan Ling Xu-mei akhirnya berjalan mendekati senjata para prajurit.

"Kamu mau ke mana?" tanya ibu suri.

"Mau main-main sebentar Ibu suri." jawab Ling Xu-mei yang kemudian mengambil tombak salah satu prajurit. dia bahkan mengarahkan tombak itu ke salah satu prajurit.

"Yang mulia permaisuri mau apa?" tanya prajurit yang nampak kebingungan.

"Aku juga mau latihan sebentar sama kalian." jawab Ling Xu-mei santai kemudian mengangkat tombak itu, memutarnya perlahan kemudian memutar tombak itu dengan cepat. "Ayo kita berlatih." ajak Ling Xu-mei, dia mengarahkan tombak itu ke salah satu prajurit.

"Yang mulia permaisuri, ini tidak baik." prajurit jadi ketakutan.

"Tidak apa-apa." jawab Ling Xu-mei. Dia langsung menyerang salah satu prajurit yang membawa pedang, hal itu membuat prajurit langsung memberikan perlawanan.

Ibu suri dan dayang Jung yang melihat itu mereka berdua di buat terkejut, mereka seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, perasaan mereka bercampur aduk menjadi satu. "Yang mulia, lihatlah, permaisuri bisa bertarung." dayang Jung terkejut dengan apa yang dia lihat. kedua jarinya dia letakkan di mata seolah dia mencoba untuk mencari tahu kebenaran.

"Benar sekali dayang, permaisuri ternyata pandai bertarung." jawab ibu suri dengan senyum yang begitu lebar. sedangkan di tempat lain para prajurit bergegas ke tempat Jenderal dan mengatakan kalau permaisuri Ling sedang bertarung dengan salah satu prajurit. hal itu membuat sang Jenderal bergegas ke tempat pelatihan para prajuritnya.

Ketika berada di tempat itu betapa terkejutnya sang Jenderal saat melihat permaisuri Ling menggunakan tombak dengan begitu luwesnya, tangannya begitu pandai memutar tombak itu memutari tubuhnya, melemparnya ke atas kemudian menangkapnya. Dan.. yang paling membuat terkejut lagi adalah permaisuri Ling langsung menumbangkan prajurit dengan begitu mudah.

"Kenapa latihanmu hanya seperti ini, lihatlah.. kamu mudah sekali dikalahkan oleh seorang wanita." ucap Ling Xu-mei yang kemudian menatap si prajurit. semua orang yang ada di tempat itu dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat, permaisuri yang dikenal sebagai wanita tidak mempunyai kepandaian apapun itu. namun sekarang pemikiran itu langsung dibantai habis oleh kenyataan pagi itu.

"Bagaimana mungkin permaisuri jadi sepandai ini, dia menggunakan senjata seperti menggunakan pisau untuk memasak." ucap jenderal Tanzo.

"Ck..., kalian ini benar-benar tidak bisa diandalkan kalau ada perang besar kalian tidak akan mampu melawan mereka. Lihatlah.. tubuh kalian ini memang berotot tapi dalamnya tidak ada isinya sama sekali, cuma otot lembek tanpa ada tulang sama sekali." Ling Xu-mei mengeluarkan beberapa kalimat yang nampak begitu pedas kata-kata itu seperti jarum yang langsung menusuk ke jantung para prajurit.

*bersambung*

1
Erna Masliana
tamat...ya ampun sampe jadi nenek kakek....seru banget ceritanya 👍👍
Erna Masliana
nanti anaknya petakilan kayak ibunya pasti 🤣
Erna Masliana
kamu rela jatuh sendirian... ajaklah kawanmu itu s jutak
Erna Masliana
najis
Erna Masliana
Xu Xan keren...kok mau sih nikah sama Hanzo
Erna Masliana
ternyata istri baru..Jia masih jadi selir
Erna Masliana
mamvus... hajar mereka...tamu songong
Erna Masliana
mau tunggu sampe kapan usia putrimu tambah lama tambah tua
Erna Masliana
apa kabar mantan dan selir Jia y🤔🤔
gak di spill dikit gitu setelah kepergian Ling
Erna Masliana
👍👍
Erna Masliana
awalnya Shin Mei Mei terus jadi Xian Mei Mei sekarang jadi Xia Mei Mei..itu marga ganti terus
Erna Masliana
typo
Erna Masliana
👍 babat habis sebelum dia minta bantuan yang lain
Erni andi arifuddin
mau diapakan itu para pengawal pribadi juga bayangan kl tidak berfungsi
Erni andi arifuddin
berasa mengasuh anak kecil ya kasim😂
Ungu Acova
tidak tampan 🤣🤣
Erni andi arifuddin
mengganggu sekali gaya bahasanya😇
Erni andi arifuddin
bagus cuma tolong gaya bahasa yg di pergunakan di sesuaikan dgn zamannya
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma gaya bahasa yg mempergunakan bahasa tidak baku yg bikin kurang sreg aja saat di baca soalnya kata kata gaul saman mecin di bawa kesaman kuno
Erni andi arifuddin
bahasanya tidak sesuai dgn keadaan dan zaman thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!