“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Kampungan
Masih dengan Bantuan Kursi Roda, Roby yang Semakin hari tidak dapat Menemukan senyum di hidupnya, pemuda itu Terlihat menyedihkan sekali.
membuat hati Mama Shela dan pak Andreas berguncang merasakan kesedihan yang di alami putra mereka.
Kesedihannya Bertambah saat Adelia memutuskannya Via suara saat Dirinya mencoba menghubungi Kekasihnya itu.
Apa yang Bisa di Perbuatanya, Dia hanya Pemuda Kaya Raya yang Cacat. Tentu saja Wanita Seperti Adelia menghindar Darinya.
Apalagi Adelia adalah Seorang Aktris papan Atas yang popularitasnya Selalu terakses Media.
Tentu Saja Wanita itu Akan malu Bila Sejagat Raya Tahu Dirinya Pacaran Dengan Seorang Ceo Lumpuh.
Tapi hati Roby tidak bisa di Bohongi Meskipun Dirinya sudah tidak sesempurna Dulu, Pemuda itu tidak terima di perlakukan oleh Adelia Seperti ini.
“Dasar wanita Sialan!!!” Roby membanting Handphone yang dari tadi berada di genggamannya.
Benda itu melayang dan pecah setelah menyentuh lantai.
Roby mengepalkan Tangannya, Terlihat Jelas kekesalan di Raut Wajah pemuda itu. Mata yang Indah itu Kian memerah,, Dan terlihat sedikit Basah. Tubuh yang Gagah itu semakin Gemetar. Amarahnya Mulai meluap.
Roby mengepalkan Tinjunya sekali lagi dan mengarahkan nya Ke Kaca Dengan Penuh Tenaga.
Kaca tempatnya Bercermin itu kini telah pecah, Tampaklah pantulan Dirinya Di Setiap keping-keping Kaca itu.
Kini Cintanya Terhadap Adelia Telah Hilang, Berubah Menjadi Benci Yang mendalam.
“Baiklah Adelia Sarah,,,!!! Biarkan Waktu Ikut Bermain”Batin pemuda itu, Sambil memegangi Punggung Tangannya yang Berlumur Darah Karena meninju Kaca.
Roby meraih Telpon Rumah Dan menghubungi Farel Yang Berada Di AKSTARA Internal.
“Datangi Aku Setelah Urusanmu Selesai”
Roby menutup Telponnya sesaat Setelah Orang yang di Telponnya meng-Iyakan perkataannya.
Mendengar suara Roby, Farel bergegas Seolah Jiwanya Terpanggil untuk Mendengarkan Apa saja Yang Akan di Perintahkan Tuannya itu.
Tidak Butuh Waktu lama baginya Untuk Sampai Di Hadapan Roby.
Farel Yang baru Saja datang Langsung Mendapati Tangan Roby yang sudah Di perban Itu. Kaca Yang sudah diganti dan Mata Sembab Mama Shela Menimbulkan Beberapa Tanya Dalam hatinya.
“Apa Tuan Baik-baik Saja” Bertanya berharap mendapat Jawaban dari hati yang penasaran dan Kecemasannya kepada Roby.
“Tentu Saja!”
“Lalu,, Kenapa Dengan Tangan mu ini Tuan?” Farel mencoba menggali informasi dari Roby.
Yang tentu saja Dirinya tidak mendapat informasi itu.
“Carikan aku Dokter Spesialis Untuk menyembuhkan Kaki ku ini!”
“Baik, Baik Tuan” Farel geregetan Namun Tetap dengan Gayanya yang Santai. Seakan Tidak percaya, Bisa melihat kembali Semangat yang hilang itu.
Farel Begitu Antusias Untuk Menemukan Seorang Dokter Spesialis physiatrists Untuk Roby.
Seorang Kerabatnya yang berfroresi sebagai seorang dokter bedah menyarankan Farel, Untuk Menjumpai Seorang Dokter physiatrists Bernama Ali.
Tanpa Berpikir panjang, Farel langsung menghubungi Dokter Ali Untuk Datang Kerumah Tuan Mudanya. Agar Roby Berkonsultasi Dengan Sang Dokter.
Dokter Yang Terlihat Masih muda itu Kini Menjadi Dokter sepesialis Untuk Roby.
Sang Dokter Tidak menjanjikan kesembuhan kepada Roby. Dirinya mengatakan hanya Bisa Berusaha Semaksimal Mungkin.
Tentu Saja Demikian Robypun mengetahui itu.
***
Beberapa Waktu Telah Berlalu Kondisi Kaki Roby Tidak ada Tanda-tanda untuk kesembuhan.
Mungkin Pemuda itu Akan Lumpuh untuk Selamanya.
Dan Beberapa Waktu ini Roby memutuskan untuk Kembali Beraktifitas sebagai Presdir di AKSTARA Internal, Walau dengan bantuan kursi roda.
Sepertinya pemuda itu Sedikit demi sedikit Telah Berdamai dengan Dirinya.
Orang-orang nya Di AKSTARA internal Sangat menyambut Suka Cita kedatangan Bos Besar mereka itu.
Begitupun Dengan Zahrana, Gadis itu sangat Gembira Bos AKSTARA Internal itu kembali beraktifitas seperti biasanya. Tetapi Gadis itu Berharap Dirinya Tidak Akan Berurusan lagi Dengan Sang Bos.
Pagi Itu Farel menerima Telpon Dari Adelia, yang mengatakan ingin bertemu dengan Roby. Farel mulanya ingin menolak Lantaran sangat kesal dengan Wanita yang berani menghianati Tuan mudanya.
Tapi tetap saja itu perlu di sampaikan kepada Roby.
Farel Memasuki Ruangan Roby. Tampaklah Pemuda tampan sedang duduk dan memperhatikan Layar komputer nya.
“Tuan,,,Adelia ingin Menemui Anda” Suara Farel Terdengar tidak Rela menyampaikan kebenaran itu.
“Baik,, silahkan Kamu urus saja Jadwalnya!” Roby menjawab dengan Santainya Terlihat senyum licik di ujung Bibirnya.
“Baik Tuan” Farelpun Beralih Mempersiapkan Beberapa Agenda yang di inginkan Bos besarnya itu.
“Karin,, Suruh Gadis kampungan itu Datang keruanganku” Roby Bicara pada Asistennya lewat telpon Yang ada di mejanya.
Tidak Lama setelah itu Karin memberi Informasi Kalau Gadis Yang Disebutnya Sudah Berada Di Depan Pintu Ruangannya.
Karin Mempersilahkan Gadis Itu masuk, Setelah mendapat Izin Dari Roby.
Seorang Gadis memasuki Ruangan Roby, Roby yang Sibuk dengan pekerjaannya mempersilahkan Gadis itu untuk Segera Duduk Tanpa menoleh Sedikitpun.
Gadis itu Duduk Dan hanya Bisa menundukkan Wajahnya. Dirinya Begitu Takut dengan Bos Yang Bisa Di bilang sudah Di kenalnya itu.
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya