NovelToon NovelToon
Mutiara Di Balik Lumpur

Mutiara Di Balik Lumpur

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:271.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Season 1

Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.



Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.

Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Nathan baru saja tiba di mansion utama. Dia sama sekali tidak khawatir akan keadaan Bian, yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya pernikahan itu gagal. Saat ingin membuka seat belt, terdengar dering telepon. Matanya menoleh ke asal suara dan ia terbelalak mengetahui belanjaan serta tas Bian ada di sana.

"Apa ini milik si hitam?" Nathan mengambil tas itu karena ponselnya terus berdering. Pria beranting itu membuka tasnya lalu mengambil ponselnya.

"Ibu?" Nathan mengerutkan dahinya bertanya-tanya siapa Ibu? namun seketika ia tertegun. Deg...

"Apa ini Ibunya si hitam?" Seketika hatinya tersirat rasa khawatir pada Bian. Namun rasa tidak sukanya mengalahkan hati nuraninya.

"Aah, bodo amat, saya tak peduli!" Nathan memasukan kembali ponselnya ke dalam tas itu. Tapi, matanya melihat dompet wanita, dan rasa penasarannya tiba-tiba muncul. Dia mengambil dompetnya lalu membukanya, hal pertama yang ia lihat adalah foto seorang gadis cantik bersama seorang wanita dewasa.

"Siapa gadis ini? cantik sekali?" Nathan menatap lekat-lekat foto itu, memperhatikan setiap mata, hidung, bibir bentuk wajah, semuanya terlihat begitu sempurna. Seketika dadanya merasakan debaran hanya menatapnya saja.

"Debaran ini? aku belum pernah merasakannya pada mantan maupun kekasihku?" gumamnya mengambil salah satu foto Bian saat sendiri sedang berada di dekat penggorengan memakai baju orange putih dengan rambut di ikat dua. Tangan, mata, dan hati kecilnya berkompromi untuk terus tertuju pada foto itu. Nathan mengambilnya lalu menyimpan kembali dompet itu dan keluar mobil melangkah masuk ke dalam.

.

Sedangkan di dalam, Abraham dan Meta antusias membicarakan perihal pernikahan Nathan dan Bian.

"Semoga setelah mereka menikah, Nathan bisa menerima Bian. Bian itu bagaimana mutiara di balik lumpur, indah namun tersembunyi," ucap Meta.

"Papa harap juga begitu."

"Malam Pah," sapa Nathan menghampiri mereka berdua dan langsung duduk merebahkan tubuhnya di atas sofa.

"Dari mana saja kau? di suruh fitting baju malah kabur. Untung Papa tahu ukuran baju kamu jadi itu memudahkan kami untuk memilihkan bajunya."

"Aku tidak...." Belum juga selesai, handphone milik Meta berbunyi. Metapun mengangkatnya.

"Iya, Bu Rebecca, ada apa?"

"Nyonya, apa Bian masih bersama Anda? sudah malam begini dia belum pulang juga." Terdengar kekhawatiran dari suaranya Rebecca.

"Apa! Bian belum pulang? sedari tadi sore Bian sudah pulang di antarkan sopir." Meta terkejut, dia menatap suaminya.

"Tapi belum sampai nyonya. Saya khawatir dia kenapa-kenapa, Bian itu paling takut jika ada hujan dibarengi petir apalagi di tempat sepi. Dia memiliki trauma."

"Trauma? maksudnya?" Meta semakin penasaran dan ia juga khawatir. Abraham mengkode untuk me load speaker ponselnya dan Meta mengangguk.

Di sebrang telpon, Rebecca menceritakan trauma yang di alami Bian. "Putriku hampir di lecehkan saat pulang sekolah di tempat sepi di barengi hujan petir. Itulah sebabnya aku khawatir ketika melihat di luar hujan. Putriku pasti akan terus berteriak meminta tolong. Nyonya, tolong cari putriku! Aku tidak tahu tempat ini, aku takut dia kenapa-kenapa." Suara Rebecca sudah serak tersedu.

Nathan yang tadinya rebahan langsung duduk tegap. Dia terkejut sekaligus merasa bersalah, tanpa banyak ucap dia berlari keluar untuk mencari wanita itu.

"Nathan, kau mau kemana lagi?" pekik Abraham mengikuti langkah putranya.

"Aku ada urusan, Pah."

***********

"Sh*it! Apa yang telah ku lakukan? dasar bodoh kau Nathan." Umpatnya pada diri sendiri sambil menerobos hujan menuju tempat tadi.

"Tadi aku menurunkannya di sini, dimana dia?" Nathan sudah sampai ke tempat ia membuang Bian. Dia mencari kesana-kemari namun ia tak dapat menemukannya.

"Bian.. kau dimana?" teriaknya dibawah guyuran air hujan di lindungi payung. Sekian lama mencari, Nathan tak bisa menemukan Bian. Dia semakin merasa bersalah setelah mendengar cerita Ibunya Bian. Tanpa henti, dia mencari lagi dan lagi entahlah, hatinya mendadak risau dan khawatir akan sosok wanita itu.

*********

Di sebuah kamar berdominasi warna emas tengah terbaring seorang wanita muda yang tak lain dan tak bukan ialah Bian Almeta. Bian tak sadarkan diri ketika ada mobil yang tak sengaja ingin menabraknya. Wajahnya pucat, terlihat bulir-bulir keringat bermunculan di wajahnya, kepalanya terus bergerak seperti menggeleng.

"Tidak..! Jangan sentuh aku! Kumohon jangan..!" Bian terus mengigau memohon. Dua orang pria beda usia yang ada disana terkejut, mereka saling lirik.

"Kau bangunkan dia, boy!" Pria yang tak muda lagi itu menyuruh anaknya membangunkan Bian.

"Hei, bangunlah! Hei..." Pria itu menepuk-nepuk pipi Bian dan juga menggoyangkan pundaknya untuk membangunkan Bian.

"Jangan... toloooong!" Bian masih berada di alam bawah sadarnya. Pria itu juga tak tinggal diam, dia semakin kencang menggoncang kan tubuh Bian sampai pada akhirnya Bian tersadar.

"Jangaaaan....!" teriak Bian terbangun dari tidurnya sampai ia mendudukan tubuhnya. Nafasnya memburu ngos-ngosan. Bian mengatur nafasnya untuk lebih tenang.

"Minumlah!" Pria yang membangunkan Bian menyodorkan segelas air putih, dan Bian mengambilnya meminumnya sampai habis. Setelah merasa lebih baik, dia baru mendongak.

"Kau..! Sean?" Bian terkejut melihat siapa pria itu, pria yang tadi ia tabrak. Sean mengangguk seraya tersenyum tampan.

"Yes, kita ketemu lagi, Baby. Kau mengingatku?" Sean menatap serius wanita dihadapan. Bian memperhatikan serius wajah Sean mengingat-ingat.

"Aku ingat, kita pernah sekolah di SMP & SMA FAITH LUTHERAN Las Vegas, Nevada." Raut wajah Bian seketika berubah menjadi cerah bisa ketemu lagi dengan Kakak kelasnya yang selalu melindungi dia dari bulyan orang-orang.

"Yes, i'm happy too meet you again, baby." Sean memeluk penuh rindu wanita di hadapannya.

"Aku juga senang bisa bertemu kamu lagi, Kak Sean." Bian membalas pelukan Sean, dia juga mendongak menatap pria paruh baya yang masih terlihat gagah di usianya. "Daddy DANIEL KINARIUS."

Orang yang di sebut namanya tersenyum mengusap kepala Bian. Bian selalu merasakan sentuhan yang berbeda dari pria itu. Di masa sekolahnya, dua pria ini dekat dengannya apalagi Sean selalu melindungi bahkan menjadi pelindung di saat orang-orang menghina warna kulit dan mencemoohnya sebagai wanita murahan hanya karena tinggal di tempat para pendosa.

"Oh iya, kau harus pulang, baby. Ibumu pasti mengkhawatirkanmu. Aku antar kau pulang ya?" Sean melepaskan pelukannya.

"Ya Tuhan, Ibu... Kak, aku mau pulang!" pinta Bian memelas. Sean mengangguk.

Saat Bian berdiri, dia tersadar kalau pakaiannya berbeda dan warna kulitnya putih asli. "Siapa yang mengganti bajuku?"

"Kau tidak usah khawatir, pelayan yang membantumu." Bian menghela nafas lega.

**********

Bukan hanya Sean yang mengantarkan Bian Pulang, tapi Daniel pun ikut mengantarkannya. Kini mereka telah tiba di depan rumah yang di tempati oleh Bian dan Ibunya.

Tok.. tok.. tok..

Bian mengetuk pintu, tak lama kemudian pintu tersebut di buka. Ceklek...

"Bian..! Kamu kemana saja sayang? Ibu khawatir sama kamu." Rebecca memeluk tubuh putrinya bersyukur sang anak sudah pulang. Saking rindunya, Rebecca tidak melihat dua pria di samping Bian.

"Rebecca," panggil Daniel dan Rebecca menoleh. Matanya terbelalak melihat ada pria itu di sini.

"Kau..!"

Bersambung.....

1
Devi Novita
kyk dr Indonesia ke Amerika aja 19 jam 😂 kyknya pesawatnya bolak balik berhenti deh mknya 19 jam
juwita
mampir
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
lah daddy sendiri datang k pusat pelacuran... bagaimana ngak memberi contoh... 🤭
Yanti Yanti
Luar biasa
Indah Maya Sari
orang tia serakah .. seperri hartax dia bawa mati saja, 🤭
Putri Minwa
Dibalik kesetiaan Nayla mampir ya thor
Def-rehanQu
lanjut
Daniela Whu
jangan" bapkx kandung x bian ini
Unknown
Nevada itu Amerika Thor hahaha, lu kira Nevada itu Meksiko
Unknown
apa bedanya las Vegas sama Amerika serikat Thor 🥴🥴🤣🤣 soalnya las Vegas juga USA
Ashraf Syafikah
wow banyaknyaaaa
Novianti Ratnasari
harus nya Anggelia jangan.mau melakukan hubungan suami istri klw blum nikah
Novianti Ratnasari
kaya nya kekasih nya Sean lg hamil ank orang
Novianti Ratnasari
cinta belum kelar
Novianti Ratnasari
knp ya laki2 pd takut am kecoa ketimbang tikus.
Novianti Ratnasari
tinggal Sean yg nikah am Mila
Novianti Ratnasari
Billi keren
Novianti Ratnasari
jangan2 Aiden mantan nya Nathan
Novianti Ratnasari
gila si Austin.bukan nya menjaga dn melindungi istri ini malah di jadikan pelacur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!