Apa jadinya hidupku menikah dengan orang yang tidak pernah aku cinta dan meninggalkan tunanganku dan hidup bersama Andra sahabatku.
"Jangan mengaku cinta!! kalau kamu tidak bisa menjaga perasaan wanita mu dengan sangat baik!!"
_Andra Angkasa_
🥳 Update Hari Rabu Dan Minggu.😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11// Keluarga
"Selamat tuan, tuan Bayu telah di angkat menjadi manajer pemasaran di perusahaan keluarga Angkasa," ucap Dion tegas, lalu menyerahkah sebuah map hijau yang akan di tanda tangani oleh Bayu.
"Terima kasih," tersenyum simpul lalu mengambil map hijau tersebut.
"Baiklah, tugas saya sudah selesai, saya permisi," melangkah meninggalkan Bayu.
"Tuan!" panggil Bayu memberhentikan langkah Dion.
Dion berbalik arah dan mendekat ke arah pria itu, dengan wajah sinisnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tegas.
"Saya hanya ingin mengetahui keadaan anak saya, apakah keadaan Mita baik?" tanya Bayu cemas.
"Non Mita baik," maaf! saya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan," cetus Dion lalu meninggalkan Bayu, yang mematung di depan ruangan manajer.
"Dasar tua bangka sialan, beraninya ia menanyakan hal tidak penting yang harus aku dengar."
"Aku harus menelpon Mita, dari kemarin aku selalu cemas dengan anak itu, namun di surat perjanjian tersebut, Andra melarang aku menelpon Mita, sebelum ia menelpon terlebih dahulu.
* * * * * *
"Ma! mengapa mama menangis?" tanya Anja khawatir.
"Mama, rindu dengan kakakmu nak, dari kemarin hati mama tidak enak, entah mengapa bayangan kakakmu selalu menghantui mama."
"Mama jangan bersedih! kak Mita baik-baik ajha kok, kan tuan Andra sahabat kak Mita dari SMA."
"Iya Nja, namun mama merasa bersalah dengan kakakmu Mita, harus menanggung kebangkrutan keluarga kita."
"Ma! kak Mita pasti tidak mau melihat mama bersedih seperti ini, kak Mita ikhlas melakukan semuanya untuk keluarga kita," lirih Anja memeluk mamanya tulus.
"Iya nak, kakakmu mengorbankan hidupnya untuk kita semua."
"Bagaimana Anja, telpon kak Mita ma?"
"Tapi nak, di sur_"
"Anja coba ajha dulu, kalau tuan Andra marah nanti, Anja tidak akan menelpon kak Mita lagi."
Rani setuju dengan perkataan putrinya, ia sudah tidak tahan untuk berjumpa dengan putrinya Mita.
Drtt,,, drttt,,, drtt,,,
"Berisik," ketus Andra mencoba mengambil HP Mita yang ada di sampingnya.
Andra melepas pelukannya perlahan, takut menganggu istrinya yang sedang tertidur lelap.
"ANJA!" Andra hanya melihat sekilas.
"Beraninya dia mengangguku!" cetus Andra geram dan hampir meremas HP tersebut.
"Siapa yang menelpon Ndra?" tanya Mita terbangun.
"Oh,,, tad_ tadi."
"Sini aku lihat!" ucap Mita mengambil ponsel nya dari Andra.
"ANJA!" lirih Mita sedih.
"Jangan diangkat!" cetus Andra menatap tak suka.
Mita tidak memperdulikan perkataan Andra, dan langsung menelpon adiknya kembali, pasti keluarganya sangat merindukan dirinya.
"MITA ADELIA!"
"Andra ingin memarahiku? nanti kalau sudah selesai nelpon dengan keluargaku," balas Mita santai.
Andra lalu merebut ponsel Mita secara paksa, dan membantingnya ke lantai, membuat Mita mendengus dengan kesal.
"Jangan membantah!" teriak Andra marah.
"Baiklah, terserah Andra!" ucap Mita lalu berbaring kembali di tempat tidur dengan membelakangi Andra yang terlihat kesal.
Andra yang melihat pemandangan itu, langsung menghampiri Mita dan memeluknya dari belakang.
"Sayang!" panggil Andra.
Mita tidak menghiraukan perkataan Andra, namun langsung memejamkan mata.
"Sayang! maafin aku ya?" ucap Andra merasa bersalah.
"Itu hak Andra, aku ngak marah," balas Mita singkat.
"Mita! lihat aku dong!"
"Ngak mau, males."
"Kok ngomong kayak gitu Mit?" tanya Andra memelas.
Mita membalikkan badannya, lalu merapikan posisi duduknya mengarah ke hadapan Andra.
"Aku hanya rindu dengan keluargaku, aku hanya ingin mendengar kabar mereka, apakah aku tidak boleh merindukan mereka?" tanya Mita kesal.
"Kalau Andra tidak mengubah sifat Andra yang seperti ini, aku akan_"
"Tidak! aku tidak ingin mendengar hal itu lagi, kamu hanya milikku Mit," potong Andra manja lalu memeluk Mita.
"Kalau gitu antar aku menemui keluargaku."
"Baiklah, kamu maunya kapan?"
"Sekarang," balas Mita tersenyum.
"Baiklah, aku juga mempunyai kejutan untuk istriku tercinta ini."
"Kejutan apa Ndra?" balas Mita penasaran.
"Sayang mandi dah dulu!"
"Baiklah, aku siap-siap dulu ya?" ucap Mita bahagia.
"Iya," tersenyum lalu mengecup pipi Mita lembut.
* * * * * *
"Ponsel kak Mita tidak aktif ma," jawab Anja memelas.
"Bagaimana kita pergi ke rumah tuan Andra langsung ma?"
"Jangan sayang! itu dapat membahayakan kakakmu, kita lebih
baik menunggu tuan muda menelpon."
"Tapi ma, Anja kangen sama kak Mita," balas Anja bersedih.
"Lapor bos! sepertinya tuan Andra telah mempunyai seorang istri."
"Kamu tetap memantau rumah tersebut, dan langsung lapor ke saya, bagaimana perkembangannya!"
"Baik bos, sepertinya rumah tersebut terlalu banyak penjaga bos, membuat kita kesulitan untuk memasuki rumahnya."
"Kamu hati-hati! jangan sampai Andra mengetahui rencana kita!"
"Siap bos."
Pria itu tersenyum licik, mendengar seorang Andra Angkasa mempunyai seorang istri.
"Ha,,, ha,,, ternyata seorang iblis bisa jatuh cinta," ejek Pian mendengar info tersebut.
"Andra! Andra! mungkin aku tidak bisa membalaskan dendamku ke seorang iblis sepertimu, karena kau terlalu kuat untuk aku lawan, namun aku akan mencoba menghancurkanmu lewat istri cantikmu," ucap Pian memandang ke sebuah photo wanita tersenyum cantik dan anggun, menggunakan dress berwarna coklat muda."
"Sepertinya wanita ini juga tersiksa, senyuman yang dipaksakan," cetus Pian menyadari raut wajah wanita itu.
"Coba kamu cari info mengenai wanita ini, saya penasaran melihatnya."
Pria itu mengangguk, mengerti perintah tuannya.
"Saya pernah mendengar berita mengenai wanita ini tuan, ia dipaksa menikah untuk menebus kebangkrutan papanya, dan juga wanita itu sahabat Andra dari SMA."
PRAK PRAK.
"Sungguh drama yang mengasikkan, sebentar lagi, aku akan menjemput istri tercintamu Andra Angkasa, bersiaplah untuk kehancuran di depan mata."
"Kalau di lihat gadis ini cantik juga, sepertinya ia perempuan baik."
*******
"NDRA! aku sudah siap!" ucap Mita bahagia menggunakan dress maron mahal pilihan Andra.
"Istriku cantik dan juga imut," puji Andra menyentuh pipi mulus Mita.
"Hemmm,,,,"
Wajah Andra mendekat ke arah bibir munggil Mita, dan langsung menarik pinggang istrinya.
"Ndra! nanti kalau sudah pulang, kita bermesraan lagi," ucap Mita melepas ciuman panas Andra.
"Baiklah, kamu sangat menggodaku sayang, aku tidak sabar melakukan hal itu," tersenyum licik.
"Iya sayang, ayo kita pergi!" balas Mita memegang tangan Andra untuk keluar kamar.
"Hati-hati sayang nanti kamu jatuh!" ucap Andra khwatir.
"Ngak kok yang, kita harus cepat aku rindu dengan merek_"
Kaki Mita terpeleset dan hampir terjatuh dan bergelincir ke bawah, untung Andra langsung meraih pinggang Istrinya lalu menyandarkannya di tempok.
"Sudah aku bilang sayang, hati-hati!" ucap Andra mencium sekilas pipi Mita.
"Aku hampir jatuh Ndra! aku takut," balas Mita memeluk tubuh bidang Andra.
"Sudah, tidak apa, besok jangan seperti itu lagi sayang, bahaya!"
"Iya sayang, makasih sudah menyelamatkan aku."
"Iya sama-sama."
"Ya ampun mereka soswit banget, jadi kepengen nikah deh gue," ucap Mirna melihat pemandangan itu.
"Nikah sana! jangan lupa undangannya ya!" ejek Maya membersihkan sisa makanan di piring.
"Gimana gue harus nikah, gue ajha dikurung di sini selamanya, mungkin gue akan jadi_"
"Jadi apa?" tanya para pelayan penasaran.
"Sini kalian! gue kasih tau," perintah Mirna dengan wajah sok seriusnya.
"Gue ngak akan pernah nikah seperti bik Ijah," berbisik.
"Ha,,,ha,,, lo memang mirip dengan bik Ijah," ejek Maya melihat wajah Mirna yang memelas.
"KERJA! jangan banyak berbicara!" tegas bik Ijah geram.
"Bai_baik bik," ucap mereka semua ketakutan.
"Bik! tolong jaga rumah saya dengan baik! saya akan keluar sebentar dengan istri saya," perintah Andra tegas dan datar.
"Baik tuan mudah," ucap mereka ketakutan melihat raut wajah menakutkan Andra.
"Kami pergi dulu" ucap Mita lembut.
*********
"Masuk tuan putri kesayangan Andra Angkasa," ucap Andra tersenyum.
Mita tersenyum, lalu memasuki mobil mewah Andra.
"Terima kasih sayang."
Kini mobil Andra melaju dengan kecepatan rendah, tidak lupa dengan sopir setia yang selalu menemaninya.
"Lapor tuan! mobil Andra telah meninggalkan rumahnya ia membawa istrinya," ucap seorang pria itu menelpon seseorang.
"Baik, sekarang kita akan menyelesaikan permainan ini," balas Pian tersenyum licik.
*******
"Sayang!" panggil Andra lembut.
"Iya, kenapa sayang?"
"Kangen," ucap Andra manja.
"Kan aku tidak pernah meninggalkanmu dari kemarin, bukannya kita tidur bersama kan semalam."
"Ya, pokoknya aku kangen sama istriku tercinta ini."
Mita melihat pemandangan kota dari dalam jendela mobil, karena semenjak menikah Mita tidak diizinkan
kemana-mana oleh Andra, ia selalu terkurung di sana.
"Sepertinya ada seseorang yang mengikuti kita!" ucap Andra kepada sopir pribadinya.
"Iya tuan muda, saya sudah menduga hal ini akan terjadi, mereka telah mengatur permainannya."
Andra telah siap dengan pistol yang ia bawa, kemana-mana, membuat Mita terkejut melihatnya.
"Sayang ada apa?" tanya Mita ketakutan.
"Ada sedikit masalah sayang," jelas Andra memasang wajah datar.
"Sialan! mereka mulai mengikuti kita," ucap sopir pribadi Andra geram.
"Sekarang kau telpon semua anak buah! suruh mereka secepatnya ke sini."
"Baik tuan muda."
"Sayang! jangan takut ya?" ucap Andra menenangkan istrinya yang mulai memperhatikan tingkah aneh mereka.
Tq Thor aku suka banget karya mu ini,
Semoga outhornya SEHAT dan SUKSES selalu iya,,Teruskan berkarya💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️
Mampir thor,,ikut nyimak🙋🏻♀️🙋🏻♀️🙋🏻♀️