Reyhan, Hasby Nugraha, Dera, Nanda dan Baron. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama, menikah dan berstatus duda bersamaan.
Siapa sangka, di balik keceriaan dan kekonyolan mereka. Tersimpan misteri masa lalu yang rumit.
Siapa menduga, salah satu diantara mereka putra salah satu jutawan. Siapa yang mengira, salah satu diantara mereka putra seorang mafia yang di takuti dan telah membunuh salah satu ibu sahabat kelima duda tersebut.
Akankah persahabatan mereka tetap abadi hingga maut memisahkan? atau misteri masa lalu akan terkuak dan memecah belah persahabatan mereka?
Kunci dari jawaban itu semua terletak pada orang tua masing masing.
Bagaimana kisah selanjutnya yang akan mewarnai perjalanan mereka? asmara, wanita, dan pertengkaran diantara mereka akan menjadi batu sandungan persahabat kelima duda tersebut.
Semua tokoh terinspirasi dari member grup chat. Yuk ikuti kisahnya, jangan lupa vote, like dan komen ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
"Assalamu'alaikum ...maakk..ini Nur bawa makan kesukaan emak, moga mak suka ya" sambil cengengsan berdiri di ambang pintu yang terbuka.
"Eh ada Nur." Sahut Patma langsung mengambil makanan di tangan Nur. "Duduk Nur, makk taro makananya dulu." Selesai bicara seperti itu Patma berlalu dari hadapan Nur
Rey yang mengintip di kamarnya bergegas menemui Nur. "Heh cupu, ngapain lu ke sini?" ancam Rey melotot ke arah Nur.
"Iihh Kak Rey kok gitu sama Nur, ya mau ketemu emak lah," jawab Nur tersenyum mengembang.
"Halah alesan lu, ayo pulang kagak!" Rey narik paksa tangan Nur.
"Sakit kakak Rey!" seru Nur mengikuti langkah Reyhan.
"Lu ya, ada tamu masuk bukannya di suruh duduk malah begitu!" umpat Patma pada Reyhan, tiba tiba saja sudah berdiri di belakang Reyhan lalu menekan kepala Reyhan hingga tersungkur. Lalu Nur menghindar duduk di kursi.
"Makk tega sih! sama anak sendiri kasar?" Rey manyun sambil usap usap kepala.
"Salah lu sendiri, mak kagak ngajarin begitu ya. Kalau ada tamu ya di suruh masuk apalagi ini..." Patma memperhatikan Nur yang senyam senyum. "Hehehe, ada Nur gadis cakep, baek pula." Ucapnya.
"Tapi gak gitu juga kali makk, malu tahu!" sahut Reyhan kesal.
"Halah berisik lu! kecuali kecuali ya, kalau misalkan ada mak nya si Hasby baru lu usir, paham lu." Kata Patma sambil mencubit bahu Rey.
"Sakit makk.." Rey nyandarin kepala di bahu makk, "Sayang kek mak kali kali."
Patma langsung menghindar, sontak Rey langsung terhuyung dan terjatuh di atas meja. Nur yang melihat kelakuan Mak dan Anak hanya cekikikan sambil menutup mulutnya dengan tangan.
Rey terhuyung hampir menubruk Nur, untung remnya pakem. "Apa lu liat liat!"
"Nur gak liatin kak Rey kok, Nur lagi mandang wajah kak Rey yang ganteng, bikin Nur kalo malam gak bisa tidur" sambil cengengesan
"Bangun lu Rey, sini duduk sama Nur. Kalian ngobrol dulu, yang akur awas aja kalau lu main ngusir ngusir orang kayak tadi. Mak mau ngabisin makanan ini dulu. Paham lu?" Ucapnya pada Rey.
"Awas aja kalau nanti mak balik dari dapur si Nur udah kagak ada, mak bikin lu jadi adonan perkedel."
"Makk...jangan kasar sama kak Rey, kak Rey gak salah kok, Nur nya aja yang maen masuk aja" sambil cengar cengir matanya liatin Rey.
"Nur. Kamu enggak salah, aduuuuhhh mak seneng banget kamu mampir ke sini apalagi bawa makanan, kesukaan mak lagi. Makasih ya, Nur emang baek pengertian pula sama mak." Patma matanya berbinar menatap Nur.
"Rey, lu senyum dikit napa, monyong aja bibir lu. Nur dari tadi senyum ke elu balas kek, bukannya begitu. Nih mak contohin." Ucap Patma sambil mengeluarkan senyuman termanisnya.
Rey males mengikuti maknya, apalagi ada Nur. Rey memilih diam dan tidak banyak bicara lagi.
Patma menarik Reyhan sedikit menjauh dari Nur. Lalu Patma berbisik pada Reyhan. "Rey, lu mau liat mak seneng kan? jangan begitu dong mukanya. Mak milihin si Nur itu karna anaknya baek, penurut juga. Emang lu mau nyari cewek kayak gimana lagi?" Bisik Patma pada Rey.
Rey tidak menggubris omongan maknya, rey kali ini kecewa dan memilih menghindar, pergi dari rumah nemuin geng nya.
"Rey! lu mau kemana?" Panggil Patma.
"Itu anak di kasih yang baik-baik malah begitu. Heran gue maunya yang gimana coba." Dumel Patma.
"Kakak Rey!!" Nur berdiri lalu melangkahkan kakinya namun Patma mencegahnya.
Rey yang merasa kecewa dengan sikap Patma, memilih pergi ke markas di bawah pohon beringin menemui geng nya.
***
Sementara itu di kediaman Wina. Wanita paruh baya itu tengah mengajak putranya Hasby Nugraha berbicara serius tentang masa depan Hasby. Setelah sekian lama menduda, Wina berencana menjodohkan Hasby dengan Adinda putri sahabat baiknya.
Namun kali ini Hasby menolak perjodohan, ia tidak mau rumah tangganya kembali hancur akibat di bangun karena perjodohan bukan di dasari cinta.
"Ayolah Mom, aku punya pilihan sendiri," tolak Hasby.
"Tidak bisa!" Wina tetap bersikeras.
"Tapi Mom? aku tidak menyukai Adinda, dia terlalu tomboy dan sadisnya minta ampun melebihi Momy." Protes Hasby.
"Apa kamu bilang? berani membangkang hah?? ini pasti gara gara si Reyhan!" bentak Wina. "Selain mulai bangkang, Reyhan sudah memberikan aura negatif, kau jangan bergaul sama duda norak itu!"
"Ehe he he..cian deh abang." Sela Rafa yang sedari tadi diam, akhirnya angkat bicara menggoda Hasby.
"Diem kau!" bentak Hasby melotot ke arah Rafa.
"Momy...!! adu Rafa.
"E,eeh berani bentak adikmu ya?" Wina melotot ke arah Hasby. "Maumu itu apa hah??"
"Mom, aku?" ucapan Hasby terputus di sela Rafa.
"Abang itu suka sama kakak Risfa mom!" potong Rafa.
"Apa??" Wina memicingkan mata menatap horor Hasby.
"Nggak mom, Rafa fitnah itu!" bela Hasby untuk dirinya sendiri.
"Heh denger ya, aku memang sabatan baik dengan Mirna. Tapi aku tidak suka punya menantu seperti si Risfa, kau paham!!" ancam Wina.
"Mom!" protes Hasby.
"Diam dan turuti perintahku, kau paham??!"
Hasby terdiam menundukkan kepala, ia malas berdebat dengan ibunya lalu beranjak pergi keluar dari ruangan dan memutuskan untuk menemui geng nya.
baru baja udah srek Ama bahasenye
top markotop dah
B...
Msh muda bgt dah men'Duda'??
Ikutan nimbrung ma Mas mas Duda
🙏🤺🏃🥰