#PLAGIAT DILARANG MENDEKAT !
📚Mata kita bertemu, dan tiba-tiba aku lupa bagaimana caranya bernafas.🍙
Sesuatu yang kau benci. Semua orang pasti tidak akan berurusan dengan itu. Namun lain bagi wanita manis berambut hitam ini. Robin namanya. Dia akan melakukan apapun itu demi kesembuhan ibunya. Walaupun itu adalah sesuatu yang sangat dia benci sekalipun.
"Aku mungkin membenci diriku sendiri karena melakukan hal tidak senonoh seperti ini. Tapi, aku tidak akan membenci ibuku yang membuatku terpaksa melakukan ini." (Robin)
#Ingat ini adalah karya oda sensei tetapi aku bumbui dengan imajinasi ku. Dan cerita disini gak ada terkaitnya dengan buah iblis sekian :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Nabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Nami
...Yo guys selamat datang di dunia imajinasiku :)...
...Disclaimer tentu saja oda sensei ...
...Story by daranabilah ...
...Pairing zorobin ...
...🍊👒🍊...
Jerman 11.38 am...
Seorang gadis cantik dengan keelokan tubuh dapat membuat seluruh pria menjadi luluh. Gadis yang memiliki rambut panjang bergelombang yang berwarna orange, matanya yang besar berwarna coklat, dengan payudara lumayan montok dengan tubuh seperti gitar spanyol. Tidak lupa dengan tato yang berada di lengan kiri yang bergambar kincir angin dan jeruk.
Nami itulah nama dari wanita yang hampir sempurna itu, sudah cantik, pintar, body goals, kaya, kurang apa lagi coba ?. Gadis itu sedang berada di sebuah cafe di pusat kota Jerman, bisa dibilang dia menjadi pusat perhatian yang berada di cafe tersebut.
Nami hanya menggunakan sebuah baju dress berwarna putih selutut dengan rambutnya yang dia ikat. Tetapi yang paling menonjol adalah payudara yang lumayan besar itu bisa hampir dilihat secara keseluruhan dan tentu saja ini adalah tontonan gratis untuk para pria hidung belang dan juga spesies makhluk yang bisa melirik cewek orang tanpa dimarahi oleh si doi yaitu *jomblo.
Sudah hampir setengah jam Nami menunggunya. Menunggu seseorang yang selalu di harapkan untuk kembali dikehidupannya, tetapi karena sudah lelah menunggu. Nami pun beranjak pergi dari tempat tersebut tidak lupa dirinya telah menaruh uang di atas meja, beberapa menit dari kepergian Nami. Sosok seorang pria dengan setelan kemeja berwarna merah maroon dengan celana jins selutut berambut hitam dan ada satu hal yang paling menonjol dari lelaki ini yaitu luka yang ada di bawah mata kirinya.
Kemana dirimu Nami?
...🍊👒🍊...
Pruttt prutt
Bunyi siyulan *anggap aja gitu bunyinya dan semoga aja tulisannya benar 🙊* dari seorang lelaki yang berada di ujung gang, sedangkan Nami yang mendengar nya sama sekali tidak menghentikan jalannya menuju tempat pemotretan.
Nami harus rela berjalan lantaran mobil kesayangannya, tiba-tiba mogok dan terpaksa di derek oleh para petugas karena membuat jalan macet beberapa menit.
"Cantik, main kesini yuk." goda para preman itu tapi Nami sama sekali tidak memperdulikan nya dan anggap aja para preman itu menggunakan bahasa Jerman
"Eittss, buru-buru amat. Santai aja kalik." ucap seorang dari preman yang terdiri 3 orang itu sambil mengelilingi tubuh Nami
"Minggir." ucap Nami dengan dingin biasanya sih jika Nami sudah seperti ini dia sudah memasuki mode on.
"Main ama kami bentar yuk." ajak mereka bertiga dan itu sukses mencetak senyuman tipis di muka datar Nami
Mungkin aku butuh permainan sebentar batin Nami
...🍊👒🍊...
Bruk bruk bruk
"Ayo pada bangun, bukannya kalian preman terkuat disini." tantang Nami yang masih belum cukup puas dengan permainan yang baru dimulai beberapa menit yang lalu
Para preman itu semuanya pada tepar di lantai dengan bogeman biru memenuhi mukannya. Tidak lupa dengan jendolan di kepala mereka dan juga ada beberapa gigi mereka yang rontok.
"Cih, dasar lemah. Padahalkan aku baru pemanasan." ujar Nami sambil meninggalkan tempat tersebut tetapi tidak lupa mengambil uang para preman itu. Nami itu bisa dijuluki sebagai masternya pencuri.
Hohoho apakah kalian berharap disini ada adegan tiba-tiba seorang lelaki muncul menolongku lantaran diriku meminta pertolongan. BASI, hei kalian wake up. Ini bukan dunia imajination okay batin Nami
Drttt Drrttt
Nami pun langsung mengangkat telepon tersebut tanpa mau melihat nama yang tertera di layar ponsel.
"Halo?."
"Halo Nami chan." jawab seseorang dari seberang
"SANJI KUUNN." teriak Nami saking girangnya
"Hehe, iya Nami chan ini aku. Emm sudah lama ya kita tidak mengobrol."
"Haha, kau benar. Aku bahkan sudah lupa dengan nomor mu."
"Huu, kau jahat sekali Nami chan. Tapi kita jadikan melihat Robin chuan?"
"Tentu, awas aja jika kau sampai tidak datang." ancam Nami
"Emm, Nami chan Apakah--."
"Tidak bisa."
"Tapi Nami chan, kau masih memiliki harapan."
"Tidak sanji kun. Aku dan dirinya tidak ditakdirkan bersama, lagipula cinta tidak harus memiliki bukan?."
"Huuhhh, entah kenapa. Aku ingin menendang wajahnya, karena telah membuat hatimu sakit Nami chan."
"Jangan Sanji kun, kau hanya akan membuat hati hancock terluka."
"Nami chan." lirih sanji di seberang sana
"Hah, memang. Aku sampe sekarang belum bisa memaafkan tingkah laku wanita bermulut ular itu, tapi dia sangat mencintai Luffy bahkan, dia sempat mempertaruhkan nyawanya sendiri buat Luffy. Pokoknya aku hanya ingin melihat mereka berdua bahagia sampe kakek nenek." ujar Nami yang berusaha agar air matanya tidak jatuh tidak lupa dengan helaan nafas yang berat
"Oh yaampun Nami chan, seandainya aku berada di dekatmu mungkin aku akan segera memeluk mu"
"Sebelum kau memeluk ku akan ku kasih tamparan dan bogeman terbaik ku, ingatlah kau ini sudah beristri dan sebentar lagi anak mu akan lahir. Jadi awas saja kau sampe lirik cewek lain dan berpaling dari istri. Siap siap saja aset berharga mu itu aku kebiri."
"Nami swan kejam, tapi aku tetap sayang"
"Sudah beribu kali aku bilang jangan manggil aku swan panggil aku chan saja atau tidak Nami MENGERTI?"
"Ha'i, Nami channn"
"Ingat lah besok kita akan berangkat ke Amerika untuk bertemu Robin, jangan lupa beritahu yang lain."
"Siap laksanakan"
Bip bip bip
Sambungan telopon itu sudah diputuska oleh Nami dia pun sedikit tersenyum, walaupun di dalam hatinya dia sudah hancur sedalam dalamnya. Atas kejadian itu yang hampir merengut nyawa Luffy sang mantan kekasih nya, membuat persahabatan mereka dengan bajingan itu menjadi renggang, dan malah bisa dibilang sebagai musuh sekarang. Belum lagi wanita bermulut ular itu mengaku-ngaku sebagai calon istri Luffy di depan keluarga besar D.
Aku berharap kita bisa berkumpul seperti dulu lagi batin Nami sambil
memegang sebuah foto mereka semuanya yang sedang tertawa menikmati hidangan makanan, dan tanpa sadar air mata Nami keluar perlahan-lahan dan jatuh tepat di atas wajah Luffy dan zoro yang dulunya sangat dekat tapi berubah dalam sekejap mata menjadi musuh abadi
Bersambung...
Potongan keping-kepingan misteri sudah mulai terlihat guys 😌
Ada yang tersentuh :v?
See you next Chapter..