Khayrani Pratiwi seorang wanita muda yang selalu menjadi no.2. Di dalam keluarga,dalam pergaulan maupun dalam percintaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Episode 11
Alex menghampiri Khayrani yang mulai berdiri .
" Mau kemana Khay ?," tanyanya pelan.
" toilet, " jawabnya.
Khayrani membiarkan Alex membantunya ketika ia akan gosok gigi. Setelah selesai gosok gigi ia kembali ke tempat tidur.
" Khay, kamu sudah menyiapkan nama untuk baby ?," tanya Alex sambil memperhatikan putri kecilnya yang cantik.
" Alessia Beatrice artinya pejuang yang membawa kebahagiaan untuk orang lain," jawabnya sambil tersenyum bahagia.
Alex begitu terpesona melihat senyuman Khayrani dan ini adalah yang pertama kali ia melihat nya.
" Kamu sangat cantik dan manis saat tersenyum Khay, mengapa kamu jarang tersenyum ?," bisik Alex pelan.
" Apakah kau akan tersenyum saat menyadari bahwa dirimu mempunyai seorang anak diluar nikah ?," balas Khay sinis.
" Mengapa tidak mencariku ?."
" Mencari ?, halllloooo aku siapa dan anda siapa Tuan, dan yaaaaa aku ingat Anda mengatakan padaku bila aku hamil tidak perlu ribut karna uang atau tepatnya cek Anda dapat mengatasinya ," ujar Khayrani dengan sinis.
" Dan dimana ceknya ?, apakah kau menggunakannya?."
" Aku tidak tahu , entah dimana aku tinggalkan, " jawabnya tak perduli.
" Apakah kamu tidak tahu bahwa cek itu sudah dicairkan dengan jumlah yang sangat besar ?."
" Aku tidak perduli ," jawabnya tajam membuat Alex menarik nafasnya.
" Aku telah meminta pengacara membuat perjanjian pranikah, kamu bisa mengajukan apa yang kamu mau selama itu masuk akal, sementara aku. Aku hanya menginginkan pernikahan ini tidak di ekspos , kita tetap tinggal masing-masing dan yang utama berikan aku hak untuk merawat kalian. Jadi kamu sudah bisa pikirkan apa yang kau inginkan sebelum pengacara ku datang."
Tepat jam tujuh malam pengacara dan asisten Alex tiba dirumah sakit dan langsung menemui mereka.
" Selamat malam Tuan ?," sapa Deddy dan ia juga menyapa Khay dengan menganggukkan kepala begitu juga dengan pengacara Hady.
" Selamat malam, apakah kau sudah menyusun isi draft nya ?," tanya Alex pada pengacaranya . Dan pengacara Hady memberikan draft yang diminta kliennya.
" Ini Tuan, Anda bisa periksa kembali !," ujarnya dan ia juga memberikannya pada Khayrani yang duduk bersandar di pembaringan.
" Cantik sekali, aku rasa sebagai orang tua kalian akan mengalami kesulitan untuk menjaganya karna setiap pria pasti ingin mendekatinya ," ucap Pengacara Hady dengan penuh kekaguman.
" Terima kasih ," jawab Alex dan Khay bersamaan, membuat Alex tersenyum dan Khay cemberut.
" Aku mau penjelasan poin nomor empat disini tertera pihak ke dua harus mengikuti apa yang dibutuhkan oleh pihak pertama apa maksudnya ?."
" Maaf Nyonya, maksudnya Nyonya tidak berhak mengajukan keberatan apabila Tuan membutuhkan bantuan Nyonya ," jawabnya sambil melirik Alex .
" Lalu, aku mau poin ke tujuh dirubah, anakku adalah anakku. putriku tidak akan menjadi putri perempuan lain saat kami berpisah, kemudian poin kedelapan aku mau tetap tinggal dikota malang, selain karna kuliahku belum selesai aku juga tidak mau banyak berita," ujarnya dengan wajah tidak mau dibantah, " sedangkan yang lainnya silahkan."
" Baiklah, kalian dengar !, pak Hady selesaikan apa yang diinginkan Khayrani karna besok ia sudah boleh pulang aku mau besok pagi kalian sudah siap !," ucap Alex memberikan perintah .
" Baik Tuan, besok pagi kami akan datang membawa draft yang sudah tersusun rapi ," jawabnya dan mereka pun meninggalkan ruang perawatan Khayrani.
" Aku bahagia karna kamu memikirkan putri kita ," ucapnya tetapi Khay kembali mengacuhkan nya dan Alex menatap nya kesal.
" Aku dengar Tuan Sioulus selalu memaksakan kehendak nya dan tidak mengenal kompromi, tapi yang kulihat sangat bertolak belakang ," ucap Khay sambil berjalan ke sofa dan duduk menyandar.
" Apakah kau baik-baik saja duduk di sofa ?," tanya Alex cemas.