NovelToon NovelToon
Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Kriminal / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Lari Saat Hamil / Single Mom / Ibu Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:158.9k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Kamila yang terpuruk setelah kepergian cinta pertamanya Randi, akhirnya bisa membuka hatinya untuk Anton. Namun saat Kamila benar-benar mencintai Anton, ternyata ada perbedaan besar diantara mereka berdua. Meskipun pada akhirnya mereka berdua menikah, namun keluarga Anton tidak pernah menyetujui pernikahan itu, hingga akhirnya Anton dan Kamila bercerai karena fitnah yang ditujukan padanya.

Ketika Kamila sudah memiliki kehidupan baru, datanglah Randi. Kamila yang masih mencintai Randi dengan mudahnya terbujuk hingga masuk ke dalam perangkapnya, dia dicampakkan oleh Randi dan diusir dari rumah, bahkan Kamila juga menjadi penyebab ibunya meninggal.

Saat diusir dari rumah Kamila diculik dan diperkosa oleh Randi, saat itulah Kamila baru mengetahui siapa Randi sebenarnya. Bagaimana nasib Kamila selanjutnya, pada siapa dia memberikan anaknya dan pada siapa akhirnya cintanya berlabuh?
Jangan pernah lewatkan kisah Kamila pada tiap babnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

Dengan langkah gontai aku keluar dari apartemen Anton, begitu berat rasanya meninggalkan tempat yang selama beberapa bulan ini penuh kenangan manis bagi kami berdua. Aku tak percaya, Anton yang begitu mencintaiku dengan mudahnya meragukan kesetiaanku padanya.

Rumah Mba Tari yang tak jauh dari apartemen Anton adalah tujuanku saat ini, aku berharap seiring berjalannya waktu Anton bisa mendengarkan penjelasanku dan mau memaafkan aku. Sebenarnya tubuhku masih terasa begitu lemas, tapi aku tak berdaya, kulangkahkan kaki keluar apartemen lalu masuk ke dalam taksi yang telah kupesan.

Akhirnya aku sampai di rumah Mba Tari, begitu aku berdiri di depan rumah, ketika tanganku baru akan mengetuk pintu, kepalaku semakin sakit rasanya aku sudah tak sanggup lagi berdiri, lalu semuanya menjadi gelap.

Ketika kubuka mata, sudah ada Mba Tari duduk di samping tempat tidurku, raut wajahnya menunjukkan kepanikan.

"Mila, kamu kenapa Mila? Wajahmu begitu pucat lalu kenapa kamu membawa barang-barang sebanyak ini? Kemana Anton? Apa kamu sudah ijin pergi ke rumah mba? Hubungan kalian baik-baik saja kan Mila?" kata-kata Mba Tari semakin membuatku merasa pusing.

Lalu aku hanya bisa menangis dan menggeleng. "Mba kepala Mila pusing."

"Sabar ya mba sudah memanggil dokter, sebentar lagi dokter pasti datang."

Beberapa menit kemudian, seorang dokter pun datang. Lalu dokter tersebut langsung memeriksaku.

"Bagaimana keadaan adik saya dok?" tanya Mba Tari dengan penuh kecemasan.

"Sebenarnya tidak ada yang terlalu dikhawatirkan Bu, dugaan saya Ibu Kamila sedang hamil, untuk lebih memastikan coba nanti di USG saja ke rumah sakit, atau jika kondisinya belum memungkinkan bisa menggunakan alat test kehamilan yang dijual di apotek."

Raut wajah Mba Tari begitu bahagia, tapi tidak denganku. Anton sudah menalakku, entah dia mau mengakui anak ini atau tidak aku pun tak tahu.

" Selamat ya Mila, sebentar lagi kamu akan jadi ibu, sekarang kamu harus beritahu Anton secepatnya, dia pasti juga sangat bahagia mendengar kehamilanmu."

Mendengar perkataan Mba Tari aku hanya bisa menangis. "Ngga Mba, Mas Anton sudah menalak Mila, dia pasti tidak percaya anak yang Mila kandung adalah darah dagingnya."

"Loh kok bisa, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada rumah tangga kalian berdua Mila?".

Aku langsung menceritakan semua yang terjadi pada Mba Tari. Dia lalu mengambil nafas panjang "Mila Mba Tari dan Mas Raka akan mencoba berbicara dengan Anton besok, semoga dia mau mendengar penjelasan mba, rumah tangga itu bukanlah sebuah permainan, kamu harus bisa mempertahankan rumah tanggamu."

Aku hanya mengangguk lalu kemudian menangis. 'Mengapa kemalangan ini terjadi dalam rumah tanggaku Ya Allah?' batinku dalam hati. Aku sudah berulangkali menghubungi Anton tapi ternyata nomerku sudah diblokir olehnya.

Keesokan harinya Mba Tari dan Mas Raka pergi menemui Anton, tapi saat aku melihat mereka pulang dengan raut wajah kecewa, tanpa bercerita aku tahu apa jawaban Anton untuk mereka.

Mba Tari selalu menemaniku dan memberikan semangat padaku. Namun rasanya hatiku sudah sangat rapuh, aku sudah pasrah. Sudah tak ada lagi harapan untuk mempertahankan rumah tanggaku dengan Anton.

Kuraba perutku "Nak kita akan baik-baik saja tanpa kehadiran Papamu, kita pasti hidup bahagia berdua, mari kita membuka lembaran baru."

Semangatku akhirnya tumbuh saat aku mulai merasakan kehadiran anakku dalam rahimku. Aku lalu memutuskan untuk pulang ke rumah Ayah dan Ibu. Aku ingin membuka kehidupan baru dengan anakku tanpa memikirkan Anton dan berusaha membuangnya jauh-jauh dari ingatanku.

Saat aku menginjakkan kaki di depan pintu rumah, mereka sudah menungguku disertai raut wajah penuh kecemasan. Aku hanya bisa menangis saat mereka memelukku.

"Mila kamu yang sabar Nak, kita rawat anakmu bersama-sama, kamu sudah jangan berkecil hati, lupakan masa lalumu dan buka lembaran baru dalam hidupmu Mila." kata Ayah.

"Mila kami semua ada untukmu, kita adalah keluarga, anakmu adalah cucu ibu nak."

Aku hanya bisa menangis dan mengangguk mendengar kata-kata kedua orang tuaku. Semangat dari mereka terasa begitu berarti untukku. Akhirnya pada suatu hari sebuah dokumen berisi putusan cerai kuterima. Aku sebenarnya begitu hancur tapi aku mencoba untuk tegar dan bangkit untuk anakku.

Hari dan bulan berlalu, aku melahirkan seorang bayi perempuan yang begitu cantik. Bayi itu kini disampingku, kulitnya putih, matanya begitu teduh, dan hidungnya sangat mirip dengan Mas Anton. Dia kuberi nama Amanda. Tak henti-hentinya aku memandang wajahnya, sebuah kerinduan muncul saat aku menatap wajah Amanda yang begitu mirip dengan Anton, tapi aku berusaha menepis semua rasa ini.

'Mas Anton, anakmu sudah lahir, dia begitu mirip denganmu.' batinku dalam hati.

Amanda tumbuh menjadi bayi yang begitu lucu, tubuhnya berisi, dan tingkahnya pun sangat menggemaskan. Kedua orang tuaku sangat menyayanginya, begitu pula dengan Mba Rani yang telah memiliki seorang anak laki-laki bernama Rayhan yang usianya tak berselisih jauh dengan Amanda, Mba Rani tak pernah membeda-bedakan Amanda dan Rayhan. Kami sering menghabiskan waktu bersama untuk merawat anak kami. Tak terasa kini Amanda sudah berusia satu tahun.

Pada suatu siang saat aku dan Amanda sedang bermain dengannya di halaman rumah, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti. Jantungku berdetak cukup kencang, saat kulihat seseorang keluar dari dalam mobil. Sosok yang sangat kubenci saat ini berjalan menghampiriku, ingin rasanya berlari untuk menghindar darinya tapi kaki ini terasa begitu kaku.

Akhinya tubuh ini hanya bisa diam mematung, seketika tubuhnya mendekap dan memelukku.

"Kamila maafkan aku!"

Anton lalu bersimpuh dan memohon maaf padaku, namun hatiku sudah sangat sakit, dan aku begitu membencinya.

"Lepaskan aku Mas, sekarang kamu pergi dari sini, aku sudah tak sudi melihatmu!"

"Mila tolong maafkan aku, aku baru saja mengetahui jika dulu Ibuku yang sudah memfitnahmu Mila!"

Jantungku terasa berhenti berdetak mendengar pengakuannya. "Oh jadi dulu ibumu yang memfitnahku Mas? Sungguh sangat picik kelakuan ibumu Mas."

Anton hanya menangis, lalu dia melihat Amanda yang sedari tadi bersembunyi di balik tubuhku.

"Kamila ini anakku kan Mila?"

"Bukan Mas, jangan sentuh, dia itu anakku bukan anakmu, bukankah kamu sudah menolaknya saat Mba Tari memberi tahu kehamilanku padamu!"

"Kamila aku mohon Mila, ampuni aku, beri aku waktu untuk memperbaiki semua kesalahanku padamu dan anak kita!"

Anton menangis tersedu-sedu sambil bersimpuh di depanku, tapi hati ini rasanya sudah membatu, tak sedikitpun aku luluh dan merasa kasihan melihatnya.

"Sudah cukup Mas, silahkan kamu pergi, aku dan Amanda tak punya banyak waktu bertemu denganmu."

Aku lalu masuk ke dalam, kubiarkan Anton masih menangis dan bersimpuh di depan rumahku.

1
Shifa Burhan
* kenapa novel2 yang sejatinya authornya kebanyakan wanita tapi malah seakan mempertegas cinta lelaki lebih besar dan tulus dari pada cinta wanita, contohnya novel ini anton cinta tidak goyah walaupun apa yang terjadi sedangkan kamila ada lelaki baik sedikit cintanya udah berpaling

*kamila wanita bodoh dan munafik yang beruntung dicintai oleh anton sedangkan anton sama sekali tidak beruntung dapat kamila, ini buktinya

*kamila kamila wanita bodoh yang tidak mau memafkan anton tapi dia gampang memaafkan Rendy (Terima hasil kebodohanmu) randy yang jelas melakukan kesalahan gampang dian maafkan malah melakukn zinah tapi anton yang hanya karena salah paham (anton berfikir kamila selingkuh) tidak mau dimaafkan, kamila bodoh coba kau pikir anton salah paham padamu saja kau tidak mau memafkan apalagi anton sampai selingkuh pasti aku tidak mau memaafkan anton dan itu lah yang terjadi pada anton dia berfikir kau selingkuh jadi dia melakukan kesalahan yang tidak dia sadar sama sekali karena dia salah paham, mengerti kamila

* kamila beruntung dapat anton, anton menerima kamila dengan ikhlas setelah kamila mencampakanya dan menerima pria lain sampai berzina dan menghasilkan anak, anton berjuang untuk kamila, anton berkorban untuk kamila, anton tidak permasalahkan kesalahan kamila dan ikhlas menerima kamila tampa syarat
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
DPuspita
Ceritanya menarik dan slalu ada sesuatu di setiap chapter nya, jadi gak ngebosenin. Kalo di film2 yg ceritanya mundur-maju, kita bisa langsung tau tapi krn ini novel, awal baca agak membingungkan, karena gak ada tanda2nya. Karena baru baca juga novel dr othor, jadi baru tau juga cara penulisan novel othor begitu. Jadi bisa dimaklumi ☺
DPuspita
200 x 120 maksudnya ya thor?
Cherry🍒
emmm jadi Mila itu janda yang tekdung gitu?
Uyun Syarukhan
lanjut 😘😘😘
Nirwana Asri
aku sempat lho merasakan ini, mereka yg yg mengaku keluarga tdk izin saat membawa anakku, dan sedihnya lg anakku menjaga jrk dgku karena tdk bisa memberikan ap yg dia mau
Nirwana Asri
Ciri khasnya mb weny kalo bercerita selalu flashback on
M Dewi
yoangalah...kasihan bayinya. aku mampir utk membaca karyamu yg ini thor. membaca judulnya aku jd penasaran
Mery Septiyani
seharusnya ada jeda buat pov anton kalau awalan pov anton diakhiri pov anton end, seenggaknya biar para reader gk bingung
selebihnya cerita ini bener² diluar exspetasi saya karna diluar jangkauan pemikiran saya, ceritanya bener² bagus dan teratur. semangat thor berkarya nya💪💪💪💪
Mery Septiyani
nasib mila dipermainkan othor🤧🤧🤧
Mery Septiyani
flashbacknya banyak ya🤭🤭🤭
Mery Septiyani
mampir dong😍😍😍
naya
lnjt thoor
Fariz Dany Firdauz
up
Miss_Queen
up nya yang ini lama ya
naya
moga kamu berhasil manda......🤔🤔🤔🤔
Polaris
up semangat
naya
manda anak yg pintar .....

up lagi thoor😘😘
naya
lanjt thoor ..😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!