NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong Aku Zyro

Ansel semakin tak mampu menahan gejolak di dalam dadanya. Perlahan, tangannya bergerak menuruni bahu Valencia, menarik perlahan kain gaun yang melekat di tubuh wanita itu satu per satu hingga jatuh ke pinggang. Tubuh Valencia yang sudah lemah tak berdaya membiarkan saja hal itu terjadi, tangannya terkulai lemas ke samping. Seiring terbukanya bagian atas tubuh wanita itu, tampaklah sepasang gunung kembar yang indah, begitu ranum dan menggoda hati, seakan memanggil-manggilnya untuk menyentuhnya.

Saat Ansel sedang asyik memandang keindahan itu, tiba-tiba suara dering telepon terdengar nyaring memecah suasana. Di layar ponsel Valencia yang tergeletak di meja tertulis jelas nama: Sayangku Zyro. Ansel meliriknya sekilas, namun ia sama sekali tidak berniat untuk mengangkatnya atau menghentikan perbuatannya. Ia seolah tuli dan buta terhadap apa pun yang ada di sekitarnya. Bagi Ansel, saat ini hanya ada dirinya dan Valencia di dunia ini. Ia membiarkan telepon itu terus berdering hingga akhirnya berhenti sendiri.

Di tempat lain, tepatnya di arena balap, Zyro sedang sibuk berlatih keras. Empat hari lagi ia akan mengikuti pertandingan besar yang sudah lama dinantikan. Namun di tengah fokusnya itu, notifikasi pesan masuk di ponselnya menarik perhatiannya. Ia berhenti sejenak, mengambil ponselnya, dan membaca pesan singkat itu.

"Zyro tolong aku. aku di Kafe El-Royale."

Jantung Zyro seakan berhenti berdetak sesaat. Wajahnya seketika berubah pucat pasi. Ada rasa cemas yang luar biasa menghantam dadanya saat membaca kalimat itu. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mencoba menelepon balik nomor kekasihnya itu berkali-kali. Namun yang ia dengar hanyalah nada sambung yang panjang tanpa ada jawaban dari seberang sana.

"Kenapa tidak diangkat? Valen... ada apa denganmu? Anggap telpon nya Valen, aku sangat mengkhawatirkanmu!" gumam Zyro cemas, langkah kakinya mulai berjalan cepat meninggalkan arena latihan.

Para kru dan teman-temannya melihat tingkah Zyro yang tiba-tiba menjadi gelisah dan terburu-buru, mereka pun tampak bingung.

"Zyro! Mau ke mana kau? Latihan belum selesai, lho! Ada apa sebenarnya?" teriak salah satu kru memanggilnya.

"Ada urusan mendesak! Aku harus pergi sekarang! Lanjutkan saja tanpaku dulu!" jawab Zyro tanpa menoleh sedikit pun. Ia langsung melompat ke atas mobil balapnya dan menyalakan mesin dengan keras. Suara deru mesin yang garang terdengar memecah udara.

Zyro memacu kendaraannya secepat mungkin, menembus jalanan kota seolah nyawanya dipertaruhkan. Rasa takut dan khawatir akan keselamatan Valencia membuatnya tidak peduli pada batas kecepatan atau rambu lalu lintas. Jarak dari arena balap ke Kafe El-Royale memakan waktu sekitar empat puluh menit jika dikendarai dengan kecepatan normal, tapi bagi Zyro, waktu itu terasa seperti selamanya.

"Tunggu aku, Valen! Kumohon bertahanlah! Aku datang sekarang!" gumamnya dalam hati, matanya menatap tajam ke depan dengan wajah yang penuh ketegangan dan amarah yang mulai membara.

------------------------##------------------------

Kembali ke dalam ruangan privat El-Royale, Ansel sudah benar-benar kehilangan kewarasannya. Hasratnya sudah meluap-luap tak terbendung lagi. Ia menundukkan kepalanya, lalu dengan rakus mulai menyapukan bibirnya di kedua bukit ranum milik Valencia, menghisapnya dengan lembut namun penuh nafsu, sesekali mengeratnya perlahan membuat wanita itu merintih pelan. Tak puas dengan itu, ia kembali mengangkat wajahnya dan melumat bibir Valencia yang terasa begitu lembut dan manis seperti buah ceri yang ranum. Setelah puas memainkan bibir dan puncak keindahan di bagian atas, tangannya kembali bekerja, menanggalkan sisa kain yang masih menutupi tubuh Valencia hingga kini tubuh wanita itu terbuka sepenuhnya, polos dan putih bersih di hadapannya.

Dengan hati-hati namun penuh gairah, Ansel menggendong tubuh Valencia dan membaringkannya dengan nyaman di atas sofa panjang yang ada di ruangan itu. Ia kembali menundukkan kepalanya, menuruni lekuk tubuh wanita itu perlahan-lahan.

Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka sedikit dari luar. Jodi, asisten pribadinya, mengintip masuk. Niatnya ia ingin melapor dan memastikan keadaan tuannya sudah aman atau belum. Namun saat ia melihat apa yang sedang terjadi di dalam sana—pemandangan panas dan intim antara tuannya dan Valencia—wajah Jodi seketika memerah padam karena kaget dan gugup luar biasa. Ia buru-buru menutup kembali pintu itu dengan hati-hati, lalu memutar kuncinya dari luar agar tidak ada orang lain yang masuk atau mengganggu. Setelah itu, ia berjalan cepat menuju mobil dan duduk di sana dengan perasaan yang masih kacau, menunggu perintah selanjutnya dari tuannya.

Di dalam ruangan, Ansel sama sekali tidak menyadari kehadiran asistennya tadi. Pikirannya hanya terpusat pada tubuh indah di hadapannya. Kini, bibirnya sudah sampai di lembah tersembunyi milik Valencia. Ia tertegun sejenak, terpukau melihat betapa indahnya bagian itu. Warnanya merah merona, sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang lembut, dan memancarkan aroma wangi yang sangat khas, begitu memabukkan dan membuat akal sehatnya semakin hilang. Tanpa ragu lagi, ia menjulurkan lidahnya dan mulai mengusap serta menjilat bagian itu dengan gerakan yang lembut namun penuh hasrat.

"Ah... Tuan..." erang Valencia lemah, tubuhnya melengkung menanggapi sentuhan itu meski kesadarannya sedang kabur.

Mendengar erangan itu, nafsu Ansel semakin meledak tak terkendali. Ia segera melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya sendiri, hingga kini ia pun telanjang bulat. Anggota vitalnya sudah tegak kokoh, keras dan siap untuk menembus masuk. Ia kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Valencia, melumat bibir wanita itu dengan rakus seolah ingin menelan seluruhnya, sambil mengarahkan ujung kemaluannya tepat di pintu gerbang surga milik Valencia.

Percobaan pertama ia lakukan, namun terasa sangat sempit dan menolak masuk. Ansel tidak putus asa, ia kembali menundukkan kepalanya dan menjilat lagi lembah itu dengan lebih cepat dan liar, memberikan rangsangan yang luar biasa bagi Valencia. Tangannya pun bergerak naik kembali, memainkan puncak gunung kembar milik wanita itu, memutar-mutarnya dan meremasnya dengan lembut.

Eksplorasi yang dilakukan Ansel semakin lama semakin membuat Valencia terangsang hebat. Lembah itu pun perlahan mulai basah dan membasahi bagian bawah wajah Ansel. Tak lama kemudian, tubuh Valencia menegang kaku seketika, kakinya merapat kuat di samping tubuh pria itu, lalu diikuti dengan aliran cairan bening yang menyembur deras tepat membasahi wajah dan bibir Ansel. Ansel tidak merasa jijik sedikitpun, justru ia terlihat sangat menikmatinya. Ia menjilat sisa cairan itu yang ada di wajah dan bibirnya, rasanya manis dan gurih, sangat lezat dan membuatnya semakin ketagihan.

Setelah puas meminum sari-sari kenikmatan pertama itu, Ansel kembali menegakkan tubuhnya. Kali ini ia kembali mengarahkan ujung kemaluannya tepat di mulut lembah Valencia. Ia menekannya perlahan namun pasti.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!