NovelToon NovelToon
Calamity Ex Machina

Calamity Ex Machina

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Manusia Ikan

Kekaisaran Aurellian telah menikmati kedamaian selama 1500 tahun, hingga sebuah bayangan misterius jatuh tepat di atas takhta mereka. Arta Valerion, seorang penyihir muda jenius, menemukan bahwa rembulan yang selama ini dipuja kini menyimpan ancaman yang tak terbayangkan. Kehadiran sang utusan dari peradaban masa lalu yang telah binasa—membawa peringatan dingin: bahwa mereka tidak sendirian, dan mereka tidak siap.

​Di ambang kehancuran yang telah menelan delapan planet sebelumnya, Aurellian harus memilih: tunduk pada teknologi asing atau menghadapi kepunahan. Bagi Arta, ini bukan lagi tentang prestasi sihir, melainkan perjuangan untuk mempertahankan senyum orang-orang yang ia cintai sebelum fajar terakhir tiba.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Manusia Ikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1 -BAB 1 -UTUSAN (2)

Pagi itu, udara di ibu kota terasa berat. Suasana yang biasanya riuh dengan semangat perdagangan kini berganti dengan kecemasan yang nyata. Wajah-wajah penduduk yang biasanya tenang kini dibayangi ketakutan ketika mereka mendongak dan melihat titik keanehan di langit yang mulai terlihat jelas oleh mata telanjang.

​Sebuah kereta kuda merah dengan lambang resmi Akademi Sihir berhenti di depan gerbang utama istana. Arta melangkah keluar dengan raut wajah tegang, berjalan tepat satu langkah di belakang Tuan Jovan Aethelgard. Hari ini, Arta hadir bukan sebagai murid biasa, melainkan sebagai Asisten Resmi Kepala Akademi. Tugasnya sangat krusial: ia harus mempresentasikan temuan sihirnya secara teknis di hadapan para penguasa tertinggi kekaisaran.

​Tak butuh waktu lama bagi para petinggi untuk berkumpul. Di dalam sebuah ruangan megah dengan meja marmer bundar raksasa, puluhan orang penting duduk dengan gelisah. Arta berdiri dengan sigap di samping kursi Tuan Jovan, memegang tumpukan gulungan dokumen dan kristal rekam sihir.

​Ia memperhatikan sekeliling. Di sana ada para bangsawan tinggi dan pejabat inti. Sebagian terlihat sangat serius, namun sebagian lagi justru asyik berbisik tentang hal-hal sepele. Pemandangan itu membuat perut Arta mual; bagaimana bisa mereka bermain-main di saat masa depan dunia sedang dipertaruhkan?

​Hening seketika menyergap ruangan saat pintu khusus terbuka. Kaisar Lysander Thalassia melangkah masuk dengan wibawa yang luar biasa.

​- Lysander Thalassia

​"Semua sudah berkumpul," ucap sang Kaisar, suaranya berat namun tenang. "Mari kita mulai rapat darurat ini."

​Rapat berlangsung tertib namun penuh dengan gesekan politik. Kanselir Pertahanan Sipil, Leopold Thorne, menyela dengan nada tajam, "Yang Mulia, masyarakat sudah gempar. Bagaimana mungkin kita—pusat kekuatan dunia—baru menyadarinya sekarang? Di mana para penyihir kita?"

​Tuan Jovan memberikan isyarat halus pada Arta.

Dengan tenang namun tegas, Arta maju selangkah. Sebagai asisten, ia mulai mengaktifkan proyeksi sihir dari kristalnya. Cahaya biru memancar di tengah meja, memperlihatkan gambaran detail kastil di permukaan bulan yang ia temukan semalam.

​"Mohon izin, Yang Mulia," suara Arta terdengar stabil meski jantungnya berdegup hebat. "Informasi ini baru bisa kami konfirmasi secara akurat melalui sihir penglihatan tingkat menengah-akhir pada dini hari tadi. Keberadaannya diselimuti oleh distorsi mana yang sangat halus, sehingga sensor biasa tidak akan mampu mendeteksinya."

​Arta mengamati ruangan sambil menjelaskan. Ia menangkap gurat ketidaknyamanan di beberapa wajah bangsawan. Rasa curiga mulai tumbuh di benaknya; ia yakin Kaisar menyadari ada kelalaian yang disengaja atau bahkan pengkhianatan di balik tersumbatnya informasi ini.

​"Seperti yang kalian tahu," Kaisar Lysander berkata sambil menatap tajam para bangsawan hingga mereka tertunduk, "musuh kita tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari dalam tubuh kita sendiri."

​Keputusan pun diambil: lembaga astronomi, militer, menara sihir di bawah arahan Jovan, dan agen rahasia akan bergerak bersama. Namun, tepat saat rapat akan ditutup, suara bising yang sangat asing dan memekakkan telinga memenuhi seluruh bagian istana.

​BRAK!

​Seorang prajurit penjaga menerobos masuk dengan napas tersenggal. "Yang Mulia! Maafkan hamba! Ada benda raksasa misterius... terbang tepat di atas istana!"

​Kepanikan pecah seketika.

Para bangsawan lari mencari tempat persembunyian, sementara Arta segera berdiri di posisi siaga di depan Tuan Jovan dan Kaisar. Mereka bergegas menuju balkon luas. Di atas sana, langit seolah terbelah oleh sebuah benda asing logam yang dingin, masif, dan terasa sangat berbahaya.

​Arta dan Tuan Jovan dengan sigap bersama sama merapal mantra perlindungan. Sebagai asisten Kepala Akademi, ia juga bertanggung jawab atas keamanan sihir di area tersebut. Mereka berdua menciptakan barrier sihir transparan yang sangat kuat untuk melindungi seluruh balkon istana dari potensi serangan.

​Tiba-tiba, sebuah pesawat kecil meluncur dari perut benda raksasa itu dan melayang pelan mendekati balkon. Pintu pesawat terbuka, menampakkan sosok yang menyerupai manusia, namun jelas bukan makhluk hidup. Wajahnya tampak nyata, tapi tubuhnya terdiri dari komponen mekanis yang sangat maju—logam mengilap yang asing bagi mata orang Aurellian.

​"Salam damai untuk penduduk Kekaisaran Aurellian dan untuk Yang Mulia Kaisar Lysander Thalassia," suara itu terdengar jernih namun datar tanpa emosi. "Kehadiran saya di sini adalah sebagai utusan dari peradaban maju di masa lalu yang telah lama binasa. Saya datang sebagai 'Utusan'—pemberi peringatan dan petunjuk. Nama saya Nebula."

​Hari itu, sejarah Kekaisaran Aurellian berubah selamanya. Arta, yang berdiri di samping para pemimpin tertinggi, menyadari bahwa dunia yang ia kenal selama ini hanyalah permukaan kecil dari misteri yang jauh lebih besar.

1
kutu alien
/Ok/
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Lanjutkan aksimu dek💪👍
( Author ) Vivi~
like koment ku sudah mampir, btw ceritanya kalau dicermati asik juga ya😭
akan aku lanjut baca malam nanti, mau serius up cerita ku dulu KK😭😭
Manusia Ikan 🫪: semangaaat up nyaaaah✨
total 1 replies
kutu alien
/CoolGuy//CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: hehehe
total 1 replies
Human175
ada kapal terbang 🗿
Manusia Ikan 🫪: oh yang kapal kayu kah, iya itu kapal terbang sihir, sebagian terbang pake hukum fisika, dan sebagainya gabungan keduanya😅
total 2 replies
Zetavia
Jan lupaa mampir yahh di novel ku saran dan kritik nyaa
Manusia Ikan 🫪: baiik
total 1 replies
T28J
lah kemana dia?
Manusia Ikan 🫪: ah maksudnya dia lagi mengumpulkan energi yang selaras dengan Aether di planet ini.
total 2 replies
Anomali Pink Hiatus
Darimana bisa tahu kalau bangunannya berumur puluhan ribu tahun.
Manusia Ikan 🫪: :v oke oke
total 3 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
Arven terdiam sesaat saat merasakan resonansi yang familiar dari dunia lain.

“…jadi kalian benar-benar memanggil Titan ke dunia ini.”

Bukan penolakan, justru sebaliknya. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Menarik...”

Karena setiap dunia yang mulai menyentuh kekuatan Titan… biasanya tidak akan pernah kembali sama.

“Jaga mereka baik-baik. Titan bukan sekadar kekuatan... mereka adalah awal dari perubahan.”

—Arven, Mechanist of Legacy🔥
kutu alien
/Plusone/,/Doge/
alicea0v
"Alice!!! lihat...!!! Golem dan serangga mereka terbuat dari batu mahal!!! kita bisa kaya!!" Xena menunjuk-nunjuk layar sihir pemantau yang mengambang di udara.

"Sepertinya monster di dunia ini, sangat terobsesi dengan kekayaan.. bahkan serangganya pun. dari batu mahal." sahut Alice sembari duduk di singgasananya dengan anggun.

"Kalau aku disana, apa pisau ku bisa membelah mereka?" Violet tiba-tiba menatap kumpulan pisau lempar di pinggangnya.

"Bisa atau tidak, yang jelas kita kaya kalau disana!!" Xena mulai berlarian tak jelas, membuat Arthur menahan emosi.

"huuh... apa-apaan dunia ini?!" Arthur memijat pelipisnua, merasakan gejolak membara (bah?) maksudnya merasakan emosi panas yang mengalir sampai ke ubun-ubun.

"Santailah, Arthur. kau terlalu emosional!" gumam Albertio, nadanya begitu tenang bahkan sangat tenang untuk situasi absurd saat ini.

"We.. wee.. udah capek...!!! bubar!!!" Alice berteriak kesal, membubarkan pertikaian di Kuil dewi itu segera. Teriakannya menggema ke pikiran Author yang menulis cerita ini.
SANG: Tetap semangat💪👍
total 5 replies
kutu alien
yah habis lagi/Sly/
Manusia Ikan 🫪: cape🥴
total 1 replies
Wawan
Satu iklan buat pelatihan Tebing Tinggi💪
Manusia Ikan 🫪: semangat ya🐥
total 1 replies
penulismisterius
pertempuran yang keren🐳
salut sama kak manusia ikan🐳
semangat
SANG: Like iklan plus komen💪👍
total 4 replies
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Manusia Ikan 🫪: /Awkward/makacih
total 1 replies
SANG
Mantap habis👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪
SANG
💪👍👍👍💪
SANG
Lanjutkan aksimu tho💪👍
Manusia Ikan 🫪: /Applaud/pastinya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!