NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terjadi sesuatu

"Tidak, Tuan... mana berani saya melakukan hal seperti itu," jawab Tamara dengan suara bergetar, matanya menatap lantai keramik yang dingin, berusaha menyembunyikan kepanikan yang melanda dirinya.

Dion mendengus sinis, tatapannya tajam seolah mampu menembus pikiran Tamara. "Aku sudah terlalu sering berhadapan dengan gadis-gadis licik sepertimu. Caramu berusaha menggoda laki-laki demi hidup nyaman dan mewah... polos sekali dan sangat mudah ditebak."

Tamara menggigit bibir bawahnya, menahan air mata agar tidak jatuh. Ia tahu membantah hanya akan membuat situasi semakin buruk, jadi ia memilih untuk diam. Namun, ketenangannya buyar saat Dion tiba-tiba melangkah maju dan mengangkat dagunya dengan jari yang kasar namun kuat, memaksanya menatap mata pria itu.

"Bagaimana kalau istriku tahu bahwa salah satu pelayan barunya berani mencoba merayu suaminya?" Dion tertawa kecil, namun suaranya penuh nada mengejek dan ancaman. "Apa yang akan terjadi padamu, ya?"

"Tolong, Tuan! Tolong jangan lakukan itu!" Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya meluncur turun membasahi pipi Tamara. "Ini baru hari pertama saya bekerja. Kalau Nyonya Giyandra sampai tahu, saya pasti akan dipecat."

"Itu bukan urusanku!" balas Dion dingin, melepaskan dagunya seolah Tamara hanyalah benda yang tidak berharga.

Hati Tamara berdegup kencang. Ini saatnya. Ia mengusap air matanya kasar, lalu menatap Dion dengan ekspresi putus asa. "Saya sendirian di kota ini, Tuan. Tidak ada keluarga, tidak ada tempat tinggal. Kalau saya dipecat sekarang, kemana saya harus pergi? Apa saya harus tidur di jalanan?" Suara Tamara pecah, dan ia mulai menangis sejadi-jadinya, jurus andalannya untuk meluluhkan hati seseorang.

Melihat air mata itu, kilatan rasa prihatin tampak menyelinap di mata Dion. "Jadi kau yatim piatu? Kau tidak punya siapa-siapa?" tanya Dion, nadanya sedikit melunak meski masih terdengar ragu.

"Dulu saya punya, Tuan. Dulu saya punya keluarga yang utuh dan bahagia..." Tamara berhenti sejenak, dan seketika itu juga, ada api kemarahan yang berkobar samar di balik genangan air matanya, api yang ia harap tidak disadari oleh Dion. "Tapi seseorang... seseorang telah menghancurkan keluarga saya. Membuat saya kehilangan segalanya."

Dion terdiam, menatap gadis di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Menyadari ini momen yang tepat, Tamara meraih ujung lengan baju pria itu dengan tangan gemetar. "Saya mohon, Tuan. Jangan adukan saya pada Nyonya. Saya tidak mau kehilangan pekerjaan ini. Apa saja yang Tuan minta, pasti akan saya lakukan. Asalkan... asalkan saya tidak dipecat." Ucapan Tamara penuh penekanan, seolah ia benar-benar akan menyerahkan seluruh hidupnya.

"Benarkah?" Sudut bibir Dion terangkat membentuk senyum miring yang misterius, senyum yang membuat bulu kuduk Tamara meremang. "Kau bilang kau akan melakukan apa saja yang aku minta?"

"Sumpah, Tuan. Apa saja asalkan saya tidak dipecat." jawab Tamara cepat, memasang wajah selemah dan seputus asa mungkin, meski di dalam hatinya ia merasa sedang memegang kendali.

"Kalau begitu... aku akan berikan apa yang kau inginkan."

Belum sempat Tamara bernapas lega, tubuhnya tiba-tiba ditarik kuat. Pinggang rampingnya terperangkap erat dalam genggaman tangan Dion, hingga jarak di antara tubuh mereka lenyap seketika. Hawa tubuh pria itu menyelimuti dirinya, membuat Tamara terpaku kaget. Namun, kejutan itu belum berakhir. Dion menunduk, dan bibirnya menyambar bibir Tamara dengan tiba-tiba.

Awalnya ciuman itu pelan, seolah hanya sebuah uji coba. Namun tak lama kemudian, ciuman itu berubah menjadi menuntut, dalam, dan penuh gairah yang menakutkan. Tamara sempat mencoba menolak, tangannya mendorong dada bidang pria itu dengan sekuat tenaga. Tapi perlahan, pertahanannya runtuh. Entah karena taktik atau karena sesuatu yang lain, tubuh Tamara terasa lemas, dan tanpa sadar, ia malah ikut larut dan menanggapi ciuman itu.

Suasana di kamar mandi yang sempat mencekam kini berubah menjadi panas dan mendebarkan.

Hingga...

"Tamara! Apa air mandiku sudah siap?"

Suara nyaring dan berwibawa itu menerobos masuk dari balik pintu, memecah lamunan keduanya. Itu suara Giyandra! Istri Dion dan majikan Tamara!

Tamara tersentak panik, matanya terbelalak. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mendorong tubuh Dion dan melepaskan diri, napasnya memburu karena terengah-engah dan ketakutan. Namun, Dion bukannya melepaskan, malah memeluk pinggang Tamara lebih erat dan justru memperdalam ciuman itu seolah tidak mendengar suara istrinya sama sekali, seolah Dion justru menikmati sensasi berbahaya ini.

"Tamara! Kau di mana?!" Suara Giyandra terdengar semakin dekat dan keras, disusul suara langkah kaki yang makin jelas.

Akhirnya Dion melepaskan ciumannya, membuat Tamara terhuyung mundur, napasnya tak beraturan dan bibirnya terlihat memerah bengkak.

"Tuan, Nyonya ada di luar!" bisik Tamara panik, matanya melirik ke arah pintu yang bisa saja terbuka sewaktu-waktu. "Kalau dia melihat kita seperti ini, dia akan salah paham!"

Dion menyeka sudut bibirnya dengan ibu jari, lalu menatap Tamara dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara gairah dan dingin.

"Salah paham?" tanya Dion pelan namun terdengar tegas. "Bukankah... di antara kita memang sudah terjadi sesuatu?"

Bersambung...

1
Dewi
jangn menyerah tmara, kamu harus membals org-org yang jahat pada keluargamu
Dewi
jijik sama orangnya tapi minta dibikinin jus sama orang itu
Dewi
katanya orang kaya, tapi gak bisa bedain barang asli sama palsu
Dewi
ah, Pasti tamara pura-pura jatuh supaya bisa dekat dengan Dion
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!