NovelToon NovelToon
Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.

Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.


Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Maaf Kakek, tetapi saya tidak bisa menerima perjodohan ini," tegas Arga, mana mungkin ia menerima Kartini sedangkan dirinya sudah mempunyai kekasih bukan wanita sembarangan.

"Jika alasanmu karena wanita yang dulu sering kamu bawa ke rumah ini, Kakek tidak setuju," Chandresh rupanya sudah tahu jika Arga mempunyai kekasih.

"Tapi kami sudah merencanakan untuk menikah Kek," Arga tidak mungkin memutuskan hubungannya dengan Nadine Nathea Calista yang sudah berhubungan selama tiga tahun.

Chandresh terkejut. Ia tidak pernah menyangka cucunya yang selalu patuh akan menolak permintaannya. Bahkan Arga sudah merencanakan untuk menikah dengan Nadine tapi ia tidak diajak berunding.

 Di tempat lain, Kartini yang sedang membawa minuman untuk Kakek mendengarkan dari belakang pintu. Ia tersenyum karena Arga pun menolak perjodohan itu, tentu ia juga memahami bahwa cinta tidak bisa dipaksakan.

"Kamu harus memikirkan perusahaan, Arga! Kartini adalah wanita yang baik dan kelak bisa mendukung usaha kamu, karena Kakek yakin, doa istri seperti Kartini akan diijabah," Chandresh menasehati cucunya.

"Kakek salah, Nadine itu bisa melakukan lebih dari apa yang Kakek inginkan," Arga menjelaskan jika calon istrinya adalah wanita berkelas, cerdas, lulusan s2 di luar negeri. Sedangkan Kartini wanita desa yang hanya tamat SMA, badannya gemuk, tidak masuk daftar wanita pilihannya.

"Kalau cinta sudah melekat, tai kucing pun kamu anggap cokelat Arga."

Arga tidak menjawab, tapi di hatinya menolak keras, tidak akan ada wanita yang bisa menggantikan Nadine. "Saya mencintai Nadine dengan tulus, dan tidak akan bisa menyakiti perasaannya," jawab Arga tegas lantas pamit pulang.

Setelah Arga pergi, Kartini mendekati kakek. "Kakek minum obat dulu," Kartini memberikan tiga butir obat dalam mangkok kecil, begitu kakek menelan obat tersebut, Tini memberikan minum air putih dalam gelas yang sudah lengkap dengan sedotan.

"Cucu tidak tahu terima kasih!" ujar Chandresh meskipun sudah tidak ada orangnya.

"Jangan marah pada Arga, Kakek. Setiap orang punya hak untuk memilih cinta mereka sendiri," ujar Kartini menenangkan Chandresh.

 "Kakek hanya ingin kamu bahagia, Tini. Kamu sudah saya anggap anak sendiri," lanjut Chandresh tulus.

"Kebaikan yang Kakek berikan untuk saya sudah cukup banyak, tidak usah harus menjodohkan dengan siapapun keluarga Kakek," Kartini menatap Chandresh berharap akan membatalkan rencananya. Karena Kartini sendiri pun sudah menemukan seseorang yang mencintainya apa adanya, tanpa ada paksaan atau alasan lain selain cinta itu sendiri.

Chandresh tidak lagi menjawab lalu minta diantar ke kamar. Kepalanya terasa pening karena cucunya berani membantah.

Malam harinya di dalam kamar, Kartini menatap Chandresh yang sudah tidur. Ia merasa khawatir karena sejak siang tadi kakek berubah menjadi pendiam.

Kartini masih memikirkan rencana kakek, tentu tidak salah jika Arga menolak perjodohan ini dengan tegas. Kartini tahu siapa Nadine, wanita seperti boneka India itu kecantikannya tidak tertandingi. Kartini juga sadar siapa dirinya? Wanita yang tidak mempunyai kelebihan selain lemak di dalam tubuhnya.

Kartini menarik napas panjang, dengan perasaan tidak menentu meninggalkan kakek ke luar kamar. Tiba di depan jendela ia berhenti sejenak untuk menenangkan pikiran.

Seketika ia ingat Teguh kekasihnya, mengapa sudah dua hari ini pria itu tidak menghubungi dirinya padahal biasanya setiap hari setidaknya kirim pesan.

Kartini duduk bersandar di tembok depan kamar kakek, kemudian telepon Teguh.

"Hallo..." jawab seorang pria, membuat dada Kartini seperti disiram air es.

"Hallo Mas. Kamu nggak punya paket data, ya? Kok tumben, tidak telepon aku sih?" Tanya Kartini sedikit mencecar.

"Maaf Tin, selama dua hari ini aku kerja ngecat rumah Pak Milan, rencanaku malam ini ingin menghubungimu tapi kamu sudah telepon duluan, hehehe..."

"Oh, alhamdulillah... kerja yang giat ya," Kartini memberi semangat kekasihnya itu.

"Tentu dong, doakan aku cepat kumpulkan uang agar kita segera menikah."

 Keduanya ngobrol hingga beberapa menit membahas cinta, cita-cita mereka ke depan, dan juga janji manis yang terlontar dari mulut Teguh. Setelah rasa rindu terobati melalui obrolan, Kartini mengakhiri panggilan kemudian masuk ke kamar. Selama ini Kartini tidur di kamar yang sama dengan kakek tapi di tempat tidur terpisah.

.

Hari berikutnya kakek Chandresh memanggil Arga untuk memastikan jawaban cucunya itu. Suasana siang itu di ruang tamu begitu tegang ketika kakek mendengar keputusan Arga yang tetap menolak pernikahan itu dengan tegas.

"Baiklah, tapi kamu harus siap menerima konsekuensinya Arga," jawab Chandresh berbicara lembut tapi hatinya penuh rencana. Tangannya yang keriput mencengkeram kursi roda tempatnya ia duduk walau tenaganya tidak kuat, wajahnya menunjukkan rasa kecewa yang dalam.

Arga yang sudah duduk berhadapan dengan sang kakek menatapnya seksama, mencoba mencari celah untuk bernegosiasi, namun kali ini Chandresh tampak tidak main-main.

"Tolonglah Kakek..." ucap Arga memelas.

"Baiklah Arga, jika keputusanmu begitu, Kakek tidak bisa memaksa," ujar Chandresh terdengar pasrah tapi di hatinya penuh rencana.

Arga senyum lega, ternyata kakeknya mengerti perasaannya. Namun, senyum itu lenyap belum genap hitungan detik ketika kakek melanjutkan kata-katanya.

"Karena kamu sudah memilih gadis itu, Kakek tidak bisa mempercayai kamu lagi untuk mengurus perusahaan!" Tandas Chandresh menatap Arka dengan wajah menantang.

"Maksud Kakek?" Arga sebenarnya tahu maksud kakeknya ingin melengserkan dirinya sebagai Ceo, tapi ia memperjelas.

"Terpaksa Kakek menyerahkan jabatan Ceo kepada adik kamu." Yang dimaksud kakek adik Arga adalah, cucu kakek dari almarhumah istri kedua.

Mendengar nama Kenzo Abimanyu disebut, jantung Arga berdegup kencang. Ia tahu betul karakter anak pamannya. Kenzo ambisius dan sering kali menggunakan cara licik untuk mencapai tujuannya. Jika perusahaan jatuh ke tangan Kenzo, bukan tidak mungkin perusahaan kakeknya akan hancur dalam sekejap.

"Kakek sudah benar-benar memikirkan keputusan ini?" Arga berlagak tidak butuh.

"Iya, kecuali kamu menikahi Kartini," Kakek menegaskan.

"Kakek tidak adil," ujar Arga tidak lagi kuat menahan emosi. "Ini menyangkut hati dan perasaanku. Mengapa Kakek mengaitkan urusan cinta dengan bisnis dan warisan?" Lanjut Arga, tidak menyangka jika kakeknya tidak profesional.

"Di dunia ini, tidak ada yang didapatkan tanpa pengorbanan, Arga!" potong Chandresh tegas. "Kakek tidak memintamu melakukan hal buruk. Kartini wanita baik, dia akan menjadi pendamping yang hebat. Menikahlah dengannya, atau kamu biarkan Kenzo mengambil alih segalanya dari tanganmu."

Perdebatan antara cucu dan kakek itupun terus berlanjut. Tidak ada yang mau mengalah. Mereka tidak tahu jika di sudut ruangan, Kartini terus meneteskan air mata mendengar keributan itu. Ia tidak menyangka jika dirinya akan memicu keributan di rumah ini.

"Sebaiknya aku pergi saja," batin Kartini, hanya ini yang bisa menyelesaikan masalah. Niat baik dan kasih sayangnya kepada kakek justru berubah menjadi senjata yang menekan Arga. Hati Tini terasa perih. Ia tidak ingin menjadi penyebab keretakan hubungan antara kakek dan cucu, apalagi menjadi alasan Arga kehilangan haknya dan terjebak dalam pernikahan tanpa cinta.

Kartini mendekati mereka hendak pamit dan mengatakan dengan jujur bahwa ia tidak mengharapkan pernikahan ini. Namun, baru beberapa langkah ia berhenti ketika tiba-tiba mendengar terikan Arga.

"Kakek... Bangun, Kakeeekkk!"

...~Bersambung~...

1
Eka ELissa
Arga udh nyaman dgn mu mbul...🤣🤭trus .. lama 2 jatuh cinta dong gundik nya Nadine buang aj ke laut 🤣🤣🤭
Lia siti marlia
cie cie yang ngobrol ngalor ngidul terus di pakein jaket besok besok di ajak bobo bareng deh🤭🤭🤭
Rina
Semoga Arga mulai bisa melihat ketulusan dan kebaikan Kartini 🫢🫢🫢
Dew666
🍭🍭
Sri Devi Oktaviani
hati² bos jatuh cinta😍
Riska Baelah
suka bnget dng panggilan kesayangan arga,"mbul"🤣🤣🤣🤭
lnjut kk👍
Teh Yen
cie.pak.bos so sweet hehe
Teh Yen
mikir Arga mikir dengerin tuh omongannya s.gembul huuuh 😤
siapa.tuh yg datang jangan bilang itu Nadine yah
Cah Dangsambuh
arga arga enak kan si gembul berani ngelawan?kamu sih maruk trus ni siapa lagi yang datang awas arga tar kakek ngedrop lagi
Eka ELissa
spa tuh....taksi online kah....
atau....gundik mu Arga...🤣🤣🤭🤭🤭 entahlah hy emak yg tau
Eka ELissa
kamar.....atau ...kama....Mak....🤣🤭
Buna Seta: Haha typo paling
total 1 replies
Rina
Apakah yang datang itu Kenzo atau Nadine 🫢🫢🫢
Sri Devi Oktaviani
up thor🤭pinisirin
Kampili Sariayu
palingan si nadine..tuh
Lia siti marlia
lah lah siapa tuh yang datang 😄
kenzo?
nadine?
siapa sih thorr bikin penasaran aja 🤭
Cah Dangsambuh
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Teh Yen
haah rasain emng enk ,, bangun bangun lah tuh kobra mu hihii
Eka ELissa
kobra mu naksir ma gmbul.... Arga...🤣🤣🤭
Eka ELissa
🤣🤣🤣 astagaaa...kocak ni ko cobra bisa Bagun...🤣🤣🤣
Eka ELissa
spa tau dia...bisa.....bawa mobil.. bawa motor gede kmu aja....
dia bisa...msk mobil kmu aj GK bisa...🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!